Featured Post

Metode Pembayaran

Untuk memudahkan metode pembayaran, kami menggunakan beberapa metode yaitu transfer bank dan menggunakan pihak ketiga. Untuk trasfer bank, k...

Justifikasi Penerimaan Hipotesis


Biasanya pada naskah skripsi atau tesis yang menggunakan analisis linear regresi berganda akan mempunyai hipotesis parsial (diuji dengan uji t) dan hipotesis simultan (diuji dengan uji F). Fenomena tersebut seolah-olah sudah latah dilakukan oleh mahasiswa dan juga disetujui oleh dosen pembimbing, yang sangat mungkin bukan berasal dari ilmu statistik.

Perumusan hipotesis parsial didasari oleh dasar teori yang kuat dan dapat dengan mudah dilakukan oleh mahasiswa dengan bantuan dosen, karena dosen memang sangat menguasai tentang hal itu. Akan tetapi, sebenarnya hipotesis simultan sering kali didasari oleh teori yang seolah-olah dipaksakan. Sebenarnya uji F adalah untuk melihat kelayakan modal saja. Jika uji F tidak signifikan, maka tidak disarankan untuk melakukan uji t atau uji parsial. Jadi hipotesis simultan sebenarnya tidak selalu harus dirumuskan dalam suatu penelitian. Toh dasar teorinya juga sangat lemah.

Penentuan penerimaan hipotesis dengan uji t dapat dilakukan berdasarkan tabel t. Nilai t hitung hasil regresi dibandingkan dengan nilai t pada tabel. Jika t hitung > t tabel maka berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial, dan sebaliknya jika t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial. Hal tersebut juga berlaku untuk F hitung. Cara melihat nilai t tabel dan F tabel sudah banyak dibahas pada berbagai buku statistik. Misalnya untuk jumlah sampel 100 maka nilai t tabel untuk signifikansi 5% adalah dengan melihat nilai t dengan degree of freedom sebesar N – 2 = 100 – 2 = 98 untuk hipotesis dua arah. Nilai t dilihat pada kolom signifikansi : 2 = 5% : 2 = 0,025. Jika pengujian satu arah, maka df adalah 100 – 1 = 99 dan dilihat pada kolom 5%.

Untuk uji F, maka df dihitung dengan N – k – 1 dengan k adalah jumlah variabel bebas. Anda jangan bertanya, bagaimana kalau uji satu arah dan dua arah pada uji F. Uji F tidak mengenal arah, jadi ya pasti satu arah. Logika uji dua arah, adalah terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, dan uji satu arah adalah terdapat pengaruh negatif/positif antara variabel bebas antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Lha kalau uji F kan uji simultan, jadi bagaimana menentukan arah positif atau negatif. Penulis sangat prihatin jika ada orang bertanya uji F yang digunakan satu arah atau dua arah. Wah kalau Mbah Fisher (penemu uji F) tahu bisa sakit jantung!!! Untuk Mbah Fisher sudah gak punya jantung… Ha ha ha….

151 comments:

  1. dan uji F kenapa selalu positif nilainya dan terletak di upper? atau di kanan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang memang gitu :) coba lihat2 dulu di buku statistik yang Anda punyai. Terima kasih.

      Hapus
    2. Pak pakai data time series tahunan bisa sama aja caranya seperti regresi berganda ? Soalnya setelah di lakukan regresi berganda nilai X2 saya negatif dan uji F sana tidak sig. Diatas 0,05. Apakah masih bisa di lanjutkan ke uji t?

      Hapus
    3. Sebaiknya lakukan prosedur dengan benar. chek autokorelasi dll, baru liat F nya dst. Terima kasih.

      Hapus
    4. Saya udah melakukan nya pak hasil f sig. Bukan 0,0000 tp 0,378. Ada cara lain untuk menguji F?

      Hapus
    5. Bagaimana kalau uji F tdk signifikan kira2 solusinya apa ya? Apa iya harus ganti data.

      Hapus
  2. Pak saya hendak menanyakan perihal Uji t dan Uji f, apabila yang terjadi pada saat uji t anggaplah saya menggunakan 5 variabel (X1,X2,X3,X4,X5) dan Y. Pada saat uji t hanya 1 atau 2 variabel yang berpengaruh secara signifikan sisanya tidak signifikan, kemudian pada uji F yang secara simultan itu signifikan, apakah hal tersebut tidak masalah? atau ada kendala?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa uji asumsi klasiknya. Terima kasih.

      Hapus
    2. kebetulan saya mengalami kasus yang sama seperti kasus di atas pak
      sudah saya cek uji asumsi klasiknya memenuhi semua..tapi begitu saya uji t..dari 7 variabel hanya 2 variabel saja yg signifkan.
      penjelasanx gmana ya pak klo gtu?

      Hapus
    3. Berarti 2 hipotesis diterima, sisanya ditolak. Terima kasih.

      Hapus
  3. Pak, saya ingin bertanya perihal uji signifikansi, bagaimana kalau hasil ujinya mendapatkan nilai sig yang negatif? itu maksud dan perlakuannya gimana ya? terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti berpengaruh signifikan dan negatif (arahnya berkebalikan) Terima kasih.

      Hapus
  4. Pak. mau tanya..
    Utk mencari pengaruh variabel x trhdp y. Lebih baik mengunakan uji t ap anava?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon baca2 artikel dulu sebelum bertanya. Terima kasih.

      Hapus
  5. maaf pak mau tanya, sebelumnya saya sempet baca tulisan bapak di http://www.konsultanstatistik.com/2009/03/regresi-linear.html .
    Disitu anda mengatakan bahwa "Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. " Namun disini Anda mengatakan bahwa " hipotesis simultan sebenarnya tidak selalu harus dirumuskan dalam suatu penelitian. Toh dasar teorinya juga sangat lemah." Sebenarnya mana yag benar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana dgn analisisnya menggunakan regresi data panel apakah perlu uji F ?
      Sedangkan saya sdh uji F, namun tidak sigfikan atau tdk simultan
      Bagaimana itu, mohon penjelasannya

      Hapus
    2. Data panel perlu uji F. Terima kasih.

      Hapus
  6. pak, jika uji 2 arah pada uji t, pengujian nilai sig. dibandingkan dengan alfa ataudengan alfa/2?

    BalasHapus
  7. Pak kalau uji t dan uji f nya tidak ada yg berpengaruh gimana ?

    BalasHapus
  8. pak hasil uji t dari 3 variabel ada 2 yang sig. tapi hasil uji F ketiga variabel tidal berpengaruh. itu bagaimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana penjelasan dari hasil tersebut pak? apakah hipotesis diterima? karna pada hasil uji T dari 3 variabel independen hanya 2 yang signifikan. sementara hasil uji F ketiga variabel independen tidak signifikan. apakah itu wajar atau ada masalah? mohon penjelasannya pak.

      Hapus
    2. Jika t signifikan berarti hipotesis diterima, jika t tidak signifikan berarti hipotesis tidak diterima. Terima kasih.

      Hapus
    3. lalu bagaimana dengan hasil uji simultan yang semua variabel tidak signifikan? Disatu sisi uji parsial 2 variabel signifikan. mohon penjelasannya pak.

      Hapus
    4. Bagaimana apanya? Jika signifikan berarti hipotesis dierima, jika tidak signifikan berarti hipotesis tidak diterima. Terima kasih.

      Hapus
    5. Kejadiannya sama kaya saya. Kalau seperti ini data pantas untuk diteliti apa tidak pak?

      Hapus
    6. Misalnya ada pekerjaan polling pemilu. Ketika menganalisis, data tidak sesuai dengan kaidah statistik. Haruskan kita berhenti meneliti dan mengatakan tidak mengeluarkan hasil polling karena data tidak sesuai dengan kaidah statistik?

      Hapus
  9. Pak mau tanya.. kenapa ya uji t dan uji f saya tidak ada yg valid. Sedangkan sudah sy uji asumsi klasik dan semua data normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyus? Lha kan memang tidak ada hubungan antara uji asumsi klasik dengan uji t dan uji F. Terima kasih :)

      Hapus
    2. apa tidak ada cara untuk mengakali agar uji f dan t signifikan pak ?

      Hapus
    3. Kalau pun ada kami tidak tahu. Terima kasih.

      Hapus
  10. Pak mau tany, penelitian sy uji F tidak berpengaruh secara simultan antar 3 var independen terhadap var dependen. Nilai signifikan diatas 0,05. Itu wajar aja atau bagaimana? Soalnya penelitian2 yg sy baca semua uji F mempunyai pengaruh signifikan. Mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu juga. Di statistik tidak ada istilah wajar atau tidak wajar. Terima kasih.

      Hapus
  11. Pak, sya mw tnya.. Apakah uji F hrs berpengaruh signifikan, maka pnelitian layak diterima?
    Sya ad lihat skripsi org.. Ketika uji T cuma hnya 1 var yg brpgaruh signifikan dr 4 variabel independen.. Tp entah npa ketika uji F brpngaruh signifikan.. Nah itu bs trjadi spt itu pak? Mohon pencerahan nya.. Terima kasih ^~^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan hubungi penulis skripsi yang Anda rujuk. Terima kasih.

      Hapus
  12. Selamat malam pak, saya ingin bertanya saya sedang melakukan penelitian jika uji f tidak digunakan. Itu kenapa ya pak?

    BalasHapus
  13. Pak tanya, untuk menguji satu variabel bebas dengan dua variabel terikat menggunakan uji statistik apa?!

    BalasHapus
  14. maaf pak mau tanya, variabel saya X1, X2 dan Y.. dalam uji t hanya X1 yang tidak signifikan (0,355 > 0,05), apakah dalam skripsi boleh jika disimpulkan bahwa X1 Tidak berpengaruh signifikan.. atau saya harus mengulangi untuk mencari data, karena skripsi saya menggunakan responden..

    BalasHapus
  15. saya mau tanya pak, jika saya mengurutkan semua data variabel saya dari terkecil samapai terbesar saat ingin melakukan uji regresi dengan spss, apakah boleh pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuannya apa yach? :) tapi kayaknya tidak boleh tuh...

      Hapus
  16. pak saya mau tanya, apa uji f harus selalu dilakukan dalam penelitian? jika hipotesis tidak membahas pengaruh secara simultan, berarti juga kita tidak perlu melakukan uji f?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya F untuk melihat goodness of fit. Terima kasih.

      Hapus
  17. Pagi pak, saya jadi bingung,..sebenarnya regresi itu yang dicari apa?
    a, b, f, t, atau r nya?
    Selalu ujung2nya pengaruh,..pengaruh sendiri itu apa?
    Mohon pencerahannya
    Terimakasih

    BalasHapus
  18. pak...mau tnya variabel x q kan ada 4 dan cm 1 yg signifikan dlm uji t. trus untuk penjelasannya thdp variabel yg tdk signifikan/ditolak bgmna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikaitkan dengan teori yang ada dan/atau fenomena empiris yang Anda temukan. Terima kasih.

      Hapus
  19. pak kalo hasil t hit : 252 t tabelnya 2,577 itu gimana ya pak ? tidak signifikan kah ? apa boleh penelitian tidak signifikan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikan jika t hitung > t tabel, sudah banyak ulasan tentang itu di sini. Terima kasih.

      Hapus
    2. Pak mautanya kalau nilai R square nya lemah,, cara apa agar nilainya menjadi tidak lemah ya?

      Hapus
    3. Banyak, salah satunya adalah dengan menambahkan variabel yang secara teori berpengaruh terhadap variabel terikat. Terima kasih.

      Hapus
  20. sore pak, saya mau tanya variabel x saya ada 2 dan variabel Y ada 1. saat saya melakukan uji F hasilnya 2.040 dengan sig 0.142 dan saat melakukan uji t hasilnya X1 0,50 dan X2 0.63 dan pada saat saya lakukan uji r2 hasilnya kecil yaitu 0,042. saya mau tanya bgaman cara menjelaskan x1 pada uji t dan apa kah tidak apa2 bila F nya tdk signifikan? trmkasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. F untuk menguji goodness of fit, jika tidak signifikan berarti model tidak layak. Terima kasih.

      Hapus
  21. Maaf sebelumnya pak , saya ingin bertanya , apa ada alasan uji simultan tidak perlu dilakukan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, siapa yang mengatakan uji simultan tidak perlu dilakukan?

      Hapus
  22. sore saya mau tanya, berarti uji F tidak menunjukkan arah hubungan variabel? dan Uji F pasti hasilnya positif? tidak ada kata-kata hasil menujukkan bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama secara positif maupun negatif ? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F memang tidak mengenal positif atau pun negatif. Terima kasih.

      Hapus
  23. hallo pak konsultan,adakah masalah ketika x1,x2,x3 tidak berpengaruh secara simultan maupun parsial.trims

    BalasHapus
  24. ass pak .
    mau tanya. hsl penelitiabn saya dar 5 variabel hanya 3 yg berhubungan sig .
    tp setelah saya lanjut uji regresi logistik . hanya 2 yg berpengaruh ..
    tp salah satu dr yg berpengaruh ini . 1 tidak berhubungan .

    yg mau saya tanyakan apa bisa seperti itu pak ? variabel tidak berhubungan tp berpengaruh ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba Anda chek, untuk mencari hubungan dengan metode apa, logistik Anda menggunakan metode apa. Terima kasih.

      Hapus
  25. assalamualaikum pak,
    saya mau tanya, data penelitian tentang kemampuan berpikir yang saya dapatkan setelah di uji t independent menunjukkan data tidak berpenggaruh atau tidak ada peningkatan kemampuan. tetapi sebenarnya jika dilihat berdasarkan indikator ada beberapa indikator kemampuan yang meningkat. yang mau saya tanyakan kesimpulan dari uji statistik tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berpengaruh atau tidak secara statistik tergantung dari t hitung. Terima kasih.

      Hapus
  26. Pak saya mau tanya , jika hasil autokorelasinya tidak ada keputusan bagaimana ya ?
    dan apakah uji F, T dan DW harus selalu dibandungkan tabel? jika lihat di hasil hitung spss saja boleh tidak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahan ikuti prosedur yang sudah ada saja. Terima kasih.

      Hapus
  27. Pak, saya mau tanya.
    1. Apakah bisa jika Saya menggunakan uji F tp tdk pakai uji T ?
    2.kalau uji T nya negatif (X1,X3)bagaimana ya?

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Kenapa tidak pakai uji t, hipotesisnya seperti apa? 2. T negatif berarti berpengaruh negatif, banyak diskusi di atas. Terima kasih.

      Hapus
  28. Pak... T hitung saya lebih besar dr t tabel namun signifikany Lebih dr 0.05. Kalo begitu hasil penelitiany Berpengaruh tidak signifikan atau tidak berpengaruh signifikan?

    BalasHapus
  29. Pak mau tanya.. penentukan signifikansi 5% atau 10% ditentukan dari mana? Saya sudah uji t dan uji f .. hasil uji f mengatakan kalau variabel bebas sy berpengaruh thdp variabel terikat. Tetapi di uji t x1 berpengaruh terhadap y dan x2 tidak berpengaruh terhadap y.. mengapa demikian? Mohon penjelasannya.. terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti x1 berpengaruh, x2 tidak berpengaruh..so...?

      Hapus
  30. Uji f itu untuk mengetahui pengaruh antar variabel secara bersamaan kan pak? Sy punya dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Di uji F hasil nya F hitung > f tabel artinya berpengaruh kan.. tetapi di uji T hanya X1 yang berpengaruh terhadap y, tetapi x2 tidaj berpengaruh. Mengapa demikian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya X1 berpengaruh, X2 tidak berpengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  31. pak penyebab variabel tidak signifikan dikarenakan faktor apa? mohon pencerahannya. terimakasih

    BalasHapus
  32. Malam pak, saya mau tanya.
    Kalau di uji parsial x1,x2,x3 berpengaruh positif/signifikan. Namun x4 tidak berpengaruh sig.
    Berarti jika disimpulkan dengan uji simultan, secara bersama2 ke4 variabel tsb berpengaruh signifikan tidak pak?

    Mohon Penjelasannya pak, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara simultan lihat nilai F atau signifikansinya. Terima kasih.

      Hapus
  33. apabila semua uji t tidak signifikan apakah skripsi saya diragukan?

    BalasHapus
  34. Saya melakukan prhtngn dgn x1 ,x2 , x3 , terhadap Y.
    Nah dah hasil regresi berganda Pooled Least Square.
    X1 dan x2 koefisien nya + dan signifikan
    Sdgkan x3 + tapi tidak signifikan.
    Bagamana untuk menjelaskan atau membuat kata-kata bahwa x3 tidak signifikan dll nya
    Mohon bantuan nya

    BalasHapus
  35. untuk uji pihak kiti , apakah nilai t tabelnya juga harus bernilaia negatif juga ???

    BalasHapus
  36. Izin bertanya, pada saat saya melakukan uji T kedua variabel menunjukkan tidak terjadi pengaruh signifikan terhadap Y. Namun, setelah dilakukan Uji F, kedua variabel berpengaruh secara simultan terhadap T. Maka kesimpulan dari uji tersebut seperti apa ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak berpengaruh. uji F untuk kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  37. Izin bertanya uji t hanya berpengaruh satu variabel dari 4. Sedangkan uji f berpengaruh secara simultan. Untuk kesimpulanya hasil uji t apa uji f yah pak? Terima kasih

    BalasHapus
  38. Izin bertanya pak, nilai hasil uji t saya x1 nya -5.098 tapi signifikan 0.000 apa justifikasi kenapa bisa negatif , terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negatif berarti arahnya berlawanan. Terima kasih.

      Hapus
  39. Izin bertanya bapak. Jika kedua variabel X saya tidak ada pengaruh terhadap Y dan uji f saya juga tidak simultan. Apa boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simultan dilihat untuk melihat kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  40. Ijin bertanya ya pak,data penelitian saya lolos dari uji normalitas dan uji asumsi klasik namun saat dilakukan uji F hasilnya tidak signifikan dan semua variabelnya indepen-nya tidak berpengaruh. apakah hal ini wajar pak?
    dan apakah ada penjelasan mengenai hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang semua langkah dilakukan dengan benar, maka tinggal mencari literatur pendukung hasil penelitian Anda. Terima kasih.

      Hapus
  41. Malam pak, saya mau tanya.
    Kalau di uji parsial x1,x2,x3 berpengaruh positif/signifikan. Namun x4 tidak berpengaruh sig.
    Berarti jika disimpulkan dengan uji simultan, secara bersama2 ke4 variabel tsb berpengaruh signifikan tidak pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simulan dilihat dari uji F. Meskipun sebenarnya uji F itu untuk kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  42. Sore pak, saya mau tanya jika h1 di terima , h2 di tolak, tapi uji f sy di tolak. Apakah itu boleh terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf h1 itu apa, h2 itu juga apa. Mohon diperjelas.

      Hapus
    2. Selamat pagi pak, pada uji t hipotesis citra merek di terima namun hipotesis kedua yaitu kualitas produk di tolak, lalu pada uji f di tolak, bukankah jika salah satu hipotesis di terima pada uji t, seharusnya pada uji f jg di terima.
      Terimakasih.

      Hapus
    3. Sepertinya tidak ada keharusan seperti itu. Terima kasih.

      Hapus
  43. Jika uji f hasilnya tidak berpengaruh, apa penelitian saya masih bisa dilanjutkan atau mending cari data lain ya pak? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti goodness of fit tidak terpenuhi. Terima kasih.

      Hapus
    2. Apakah ada uji lain yg bisa saya pakai untuk menggantikan uji f?

      Hapus
    3. Kalaupun ada kami kurang paham. Terima kasih.

      Hapus
  44. Sore pak, saya mau tanyaa .. Jika Uji F saya 49194968.602 dan Ftabel saya 2.87 .. Apakah bisa dinyatakan Ho ditolak atau Ha diterima .?? Mohin dibantu yah pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon dibaca2 dulu. Ho ditolah itu ya sama artinya dengan Ha diterima. Terima kasih.

      Hapus
  45. pak saya mau tanya uji t saya x1 tidak pengruh dan x2 saya berpngruh signifikan sedangkan simultan uji f saya tidak pengaruh signifikan apakah skripsi saya sah atau tidak sedangkan jurnal yg lain uji f nya signifikan semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau uji F tidak masuk, berarti goodness of fit sudah tidak terpenuhi. Data tidak fit.....so...

      Hapus
  46. Maaf mau tanya pak, apakah uji simultan dan parsial harus dilakukan juga dalam penelitian dengan metode independent sample t test?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon bedakan antara inferensi dengan komparasi. Terima kasih.

      Hapus
  47. Salam, mohon solusinya pak jika uji f tidak berpengaruh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di naskah sudah tertulis, F adalah uji kelayakan model, jadi jika tidak signifikan, model harus dimodifikasi dulu. Terima kasih.

      Hapus
    2. Maksudnya di modifikasikan gimana ya pak?

      Hapus
    3. F hitung harus > F tabel. F uji kelayakan model. F hitung < F tabel berarti model tidak layak. Jadi kurang relevan jika ada statement uji f tidak berpengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  48. Sore pak, saya ingin tanya dalam kasus Regresi Logistik Multinomial ketika uji goodness of fit tidak terpenuhi, apa yang menyebabkan goodness of fit tidak terpenuhi? Dan apakah ada tindakan perbaikan supaya goodness of fit terpenuhi? Sebelumnya data juga sudah memenuhi asumsi multikolinieritas .terimakasi pak mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dimodifikasi, tambah data, transformasi atau yang lain. Terima kasih.

      Hapus
  49. selamat malam pak.,saya mau tanya apa boleh kah jika uji f tidak terpenuhi dan uji t semua variabel tidak signifikan itu pak.,truus bagaimana cara merubahnya itu pak.,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau uji F (pada regresi) tidak masuk, berarti model tidak layak. Terima kasih.

      Hapus
  50. Selamat siang pak. Mengapa uji f harus signifikan ya ? Lalu jika uji r square menunjukkan nilai yang tinggi, mengapa masih perlu uji t atau f ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam Regresi linier, F hitung itu untuk melihat kelayakan model. jika model tidak layak gimana? Terima kasih.

      Hapus
  51. Pak saya mau tanya. Bagaimana jika nilai pd uji f x1 dan x2 sama2 berpengaruh signifikan. Tp saat uji t x1 tidak berpengaruh signifikan. Bagaimana ya pak? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F pada regresi untuk melihat goodness of fit. Terima kasih.

      Hapus
  52. Assalamualaikum Pak. Saya mau tanya,kalau uji F saya berpengaruh secara simultan tetapi untuk kedua variabel x1 dan x2 t hitung lebih kecil dari t tabel tetapi nilai signifikan lebih kecil dari 0.05 itu seperti apa penjelasannya ya Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dengan pertanyaan di atas. Berarti x1 tidak signfikan, demikian juga x2. Juga sudah ada di artikel. Terima kasih.

      Hapus
  53. Asalamualaikum pak Jika variabel X1 untuk uji t dari perbandingan t hitung dengan t tabel sudah diterima ..namun di perbandingan 0.05 Angka sig saya lebih besar itu kesimpulannya bagaimana apa variabel X1 ditolak atau di terima ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicheck dulu cara analisisnya baru dibuat justifikasi. Terima kasih.

      Hapus
  54. Selamat malam pak
    Saya mau bertanya
    Kenapa dalam sikripsi harus melakukan uji simultan
    Sedangkan uji parsial sudah dilakukan ?
    Mengapa tidak hanya uji parsial saja atau mengapa tidak hanya uji simultan?
    Mohon jawabannya ya pak
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam Skripsi? tidak harus kok, ada skripsi yang kualitatif juga. Terima kasih.

      Hapus
  55. Selamat malam pak,
    Saya mau bertanya, uji F saya memang simultan sdgkan uji T dri keseluruhan variabel independen tdk ada yg berpengaruh..brarti ditulis apa adanya aja ya pak?
    Uji F dilakukan utk mlihat apakah model yg digunakan sdh layak atau blm..sedangkan uji T itu utk membuktikannya..apakah sperti itu pak? Krn skripsi saya kasusnya mengananisa kepuasan pengguna e learning yg baru dibuat menggunakan metode delone and mclean..dgn variabel independen:kualitas info, sistem & layanan.mohon balasannya pak..terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji t bisa digunakan untuk menjawab hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  56. Assalamualaikum pa mau tanya, hasil dari penelitian saya untuk uji parsial nilai b variabelnya positif tapi saat uji simultan nilai b untuk variabel x1 bernilai negatif dan b2 nya bernilai positif itu maksudnya bagaimana pak?? Terus kenapa bisa terjadi hal seperti itu pak?? Trmkasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kami kurang paham dengan maksud Anda.

      Hapus
  57. Assalamualikum pak..
    Saya mau tanya, apabila bila x1 dan x2 saya tidak signifikan, apakah penelitian skripsi saya tetap bisa dilanjutkan? Atau saya perlu mencari data baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konsultasikan dengan pembimbing Anda. Terima kasih.

      Hapus
  58. assalamualaikum pak..
    maaf mau tanya..
    pak kalau t hitung negatif signifikan.
    itu kan tetap berpengaruh, yg artinya berlawanan.
    nah apakah ada teori yang memperkuat tentang hal tersebut pak?
    terimakasih pak.

    BalasHapus
  59. Pak saya menggunakan 4 variabel independen dan 1 variabel dependen,pada saat uji t yang berpengaruh signifikan hanya 1 X1 saja, ketika dilakukan uji f tidak bepengaruh signifikan, apakah itu bermasalah pak? Dospem saya meminta untuk uji multikoliniertas tetapi hasilnya tidak terjadi multikoliniertas . Bagaimana soludinya ya pak? Apakah uji f itu harus bepengaruh signifikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F digunakan untuk melihat kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  60. Selamat pagi pak saya mau bertanya... Bagaimana solusi untuk uji t yang 0,05 .... Kesalahan di mana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya salah bagaimana? Mohon maaf kalau kami ada kesalahan. Terima kasih.

      Hapus
  61. pagi pak, dalam penelitian saya terdiri dari 4 variabel, akan tetapi setiap variabel memiliki item indikator dengan jumlah yang berbeda beda, x1=16 x2=9 x3 =11 dan Y=10, dalam uji parsial dan simultan ini akan mempengaruhi signifikan atau tidaknya oenelitian

    atau dalam penelitian ini setiap variabel harus memiliki jumlah item indikator yang sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jumlah item indikator bisa berbeda. Terima kasih.

      Hapus
  62. Bagaimana jika uji f Dan uji t tidak berpengaruh? Dan penjelasan di regress linier bergandanya seperti apa?

    BalasHapus
  63. Jika uji f Dan uji t tidak berpengaruh. Bagaimana penjelasan di regress linier bergandanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan visit Forum Diskusi untuk diskusi lebih leluasa tanpa moderasi. Terima kasih.

      Hapus

Untuk memberikan fasilitas diskusi yang lebih, silahkan visit Forum Diskusi lalu register untuk diskusi tanpa moderasi. Terima kasih.

Cari Materi