BID

Pengujian Satu Arah dan Dua Arah

Kita sering mendengar istilah pengujian satu arah (one tailed) dan dua arah (two tailed). Dalam pembahasannya sering kali terjadi kesalahpahaman antara satu peneliti dengan peneliti yang lain, atau antara dosen dengan mahasiswa. Dalam berbagai laporan penelitian juga sering didapati, bahwa hipotesisnya satu arah, tetapi pengujiannya dua arah, atau sebaliknya. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat secara statistik (rasanya gak enak kalau mau bilang salah) karena pengujian satu arah dan dua arah adalah hal yang tidak identik dan mempunyai nilai batas yang berbeda.

Pengujian dua arah adalah pengujian terhadap suatu hipotesis yang belum diketahui arahnya. Misalnya ada hipotesis, ‘diduga ada pengaruh signifikan antara variabel X terhadap Y’. Hipotesis tersebut harus diuji dengan pengujian dua arah. Sedangkan hipotesis yang berbunyi, ‘diduga ada pengaruh positif yang signifikan antara variabel X terhadap Y’. Nah, hipotesis tersebut harus diuji dengan pengujian satu arah. Bedanya apa? Lihat saja kedua hipotesis tersebut, ada kata positif dan tidak ada kata positif.

Jadi jika kita sudah mengetahui arah dari hubungan antara dua variabel, maka kita harus menggunakan pengujian satu arah. Coba perhatikan hipotesis ini, ‘diduga X berbeda dengan Y’. Nah pengujiannya apa? Ya jelas pengujian hipotesis dua arah. Berbeda dengan ini, ‘diduga X lebih tinggi dari pada Y’, di mana ini adalah pengujian hipotesis satu arah.

Perumusan hipotesis, apakah menggunakan arah atau tidak dilakukan berdasarkan telaah teoretis, atau merujuk kepada penelitian yang telah ada sebelumnya (kalau ada). Misalnya, sudah ada referensi bahwa variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y, maka jika kita akan melakukan replikasi terhadap penelitian tersebut, ya sebaiknya menggunakan hipotesis satu arah. Artinya kita melangkah lebih lanjut dari pada penelitian sebelumnya yang hanya mengetahui bahwa ada pengaruh saja. Penelitian kita akan memberikan manfaat lebih lanjut, yaitu bahwa pengaruh tersebut adalah positif atau negatif (jika memang ada teori yang mendukung).

Jika kita menggunakan analisis regresi linear, maka untuk pengujian dua arah, dan menggunakan signifikansi sebesar 5%, maka signifikansi akan dilihat dari nilai signifikansi output, di bawah 0,05 (hipotesis diterima) atau di atas 0,05 (hipotesis ditolak). Kita tidak perlu melihat berapa nilai t outputnya, apakah positif atau negatif. Akan tetapi, jika kita menggunakan hipotesis satu arah, pada signifikansi 5%, maka nilai signifikansi output harus dibagi dengan dua terlebih dahulu. Misalnya output signifikansi adalah sebesar 0,096, maka hipotesis diterima, karena 0,096 : 2 = 0,048 (< 0,05).

226 comments:

  1. terimakasih, sangat membantu saya :-)

    BalasHapus
  2. Mas...mw tnya doonkk... Boleh gak kita mengubah arah penelitian? (Mksdnya yg tdnya positif jd negatif)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penentuan positif atau negatif dilakukan berdasarkan telaah teori. Simak teori yang ada. Terima kasih.

      Hapus
    2. mas saya ingin bertanya, pertama bolehkah pada uji normalitas asumsi klassik hanya melihat grafik probability plot tanpa membuat one sample kolmogorov smirnov dan yang kedua apakah regresi linier berganda hanya digunakan untuk variabel independent X> 1 dan variabel dependen yang Y>1, mohon penjelasannya

      Hapus
    3. Pengujian grafik sering menimbulkan perbedaan pendapat di antara pengamat. Ada baiknya disertakan uji statistik, misalnya one sample kolmogorov-smirnov untuk melengkapi atau mendukung justifikasi pengujian dengan grafik. Terima kasih.

      Hapus
  3. Assalamualaikum, selamat siang.
    mau tanya pak, kalau judul "Pengaruh X terhadap Y1 dan Y2" itu pakai metode analisis data apa yaah ?
    mohoon dibalas, terima kasiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa pakai regresi, kalau Y ada dua bisa pake SEM. Terima kasih.

      Hapus
  4. malam pak,
    saya mau melakukan analisis uji t, tp saya bingung nilai mana yang harus saya gunakan, apakah nilai probability nya atau nilai t-statistic nya, ? tks, mhon dibalas ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan saja dua-duanya, nanti Anda akan mengerti. Terima kasih.

      Hapus
  5. pgi pak, boleh gak pak uji F tu pakai alfa 10%?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh saja, tergantung dari toleransi yang sering dipergunakan dalam bidang ilmu Anda. Terima kasih.

      Hapus
  6. Sore pak, saya husnun, sy sedang menguji uji t, tapi hasilnya lebih besar 0,05 semua, penyebabnya apa nggeh pak ? Pahadal kolmogorov ny normal. Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan Anda kurang relevan. Tidak ada kaitannya dengan penerimaan hipotesis dengan normal atau tidak. Mohon pelajari lagi tentang asumsi normalitas. Terima kasih.

      Hapus
  7. ass
    pak saya mau tanya,kalau uji t dan uji f sama2 tidak berpengaruh dan semua hipotesis nya di tolak itu gimana ya pak?
    apakah penelitian bisa dilanjtkan atau tidak pak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan konsultasikan dengan dosen pembimbing Anda. Terima kasih.

      Hapus
  8. apakah ada kesamaan antara taraf signifikasi 5% dan 10%

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikansi 5% berarti kepercayaan 95%, jika 10% berarti tingkat kepercayaan 90%. Terima kasih.

      Hapus
  9. pak mau tanya,bagaimna cara melihat penelitian itu berpengaruh positif atau negatif..soalnya jurnal penelitian saya hasilnya hanya berpengaruh saja..trimakasih sbelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menyusun hipotesis, acuannya adalah telaah teori. Terima kasih.

      Hapus
  10. Selamat pagi,pak saya mau tanya kalo di uji hipotesis saya menunjukkan adanya pengaruh tapi nilainya negatif itu bagaimana ya pak kira2?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengaruh negatif artinya arahnya berkebalikan, kalau positif berarti searah. Terima kasih.

      Hapus
  11. Kalo misalnya ada soal "tentukan hipotesis dari penelitian tersebut" hanya ada data tabel dan alfa 5% maka hiotesis yg digunakan satu arah atau dua arah? Apa bisa dilihat dari niai korelasi? Kalo nilai korelasinya positif berarti menggunakan hipotesis 2 arah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penentuan satu arah atau dua arah ditentukan dari telaah teoritis atau rujukan penelitian terdahulu. Terima kasih.

      Hapus
  12. Saya mau tanya pak, jika hipotesis saya "X berpengaruh positif terhadap Y".. penelitian saya menggunakan regresi logistik. setelah mendptkan hasil output dri spss ternyata X tidak berpengaruh thd Y (sig.>0.05), tetapi memiliki koef regresi minus (-). apa hasil tsb ttp tidak berpengaruh, atau perlu mempertimbangkan koef regresi yg negatif tsb. Mohon bantuanya pak. Tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk logistik, ada beberapa ahli yang masih mentolerir sampai dengan 10%. Terima kasih.

      Hapus
  13. mau tanya pak... apakah untuk pengujian satu sisi p value nya harus dibagi 2? lalu nilai t hitung nya apa dibagi dua juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. T hitung tidak perlu dibagi dua, gunakan t tabel yang khusus untuk 1 arah. Terima kasih.

      Hapus
  14. pak saya ingin bertanya, bagaimana bila hasil salah satu independent (jenisindustri) di uji dengan uji t(parsial/pengaruh) menununjukan hasil yang tidak berpengaruh signifikan (0,226>0,05) tetapi ketika variabel independent(jenis industri) itu di uji dengan uji beda t-test(perbedaan) menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antar kategori. (0,00<0,05). apakah artinya menunjukan hasil yang tidak konsisten karena kesalahan sampel? apa secara teori benar bahwa walaupun adanya perbedaan rata2 yang signifikan belum tentu berpengaruh terhadap variabel Y?

    BalasHapus
  15. t pada regresi adalah pengaruh, statistik inferensial. t pada uji beda adalah komparasi. Masalahnya di mana?

    BalasHapus
  16. Pak, lalu bagaimana dengan uji hipotesis t 1 arah untuk hipotesis positif dan negatif? Apa untuk masing-masing tanda berbeda ketentuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lihat nilai t nya, positif atau negatif. Terima kasih.

      Hapus
  17. Pak, hasil penelitian saya dg uji t parsial didapatkan nilai sig.0,000<0,05. Tapi t burungnya negatif pak -3,56 dg t tabel 2,03. Kesimpulannya bgaimana ya pak? Apakah hipotesa diterima?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti berpengaruh negatif & signifikan. Terima kasih.

      Hapus
  18. Pak, kalau hasil penelitian secara simultan dan parsial menunjukkan tidak berpengaruh itu artinya apa ya pak? karena tidak sejalan dengan teori. data saya adalah data panel dan saya menggunakan eviews 8. Itu apakah salah atau bagaimana ya pak. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Check spesifikasi model yang Anda bangun. Jika OK, check apakah data valid, atau sampel yang Anda gunakan tepat, lalu check juga kelayakan statistik. Jika semua OK, berarti itu memang temuan empiris Anda. Terima kasih.

      Hapus
  19. Pak, mau tanya, hipotesis saya 2 arah,tp ternyata hasilnya tidak berpengaruh (sy menggunakan data panel diolah dgn Eviews 8). Padahal diteori dan penelitian sebelumnya berpengaruh. Nah, jika saya ubah hipotesisnya menjadi 1 arah ( X berpengaruh positif terhada Y) boleh tdk pak? dan apakah cara/langkah pengujianya sama dgn hipotesis 2 arah? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perumusan hipotesis ditentukan berdasarkan telaah teori dan juga telaah penelitian terdahulu. Terima kasih.

      Hapus
  20. pak, mau tanya, hipotesis saya 1 arah. apakah untuk menentukan hipotesis berpengaruh positif atau negatif harus melihat pada sig juga? karena hasilnya nilai t positif tetapi sig nya 0,477 > 0,05. trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. T hitungnya saja, Sig menentukan arah. Terima kasih.

      Hapus
    2. syaratnya hasil nilai t harus lebih besar dari t tabel? atau walaupun lebih kecil tetapi hasil nilai t nya positif, tetap positif atau negatif? trimakasih

      Hapus
    3. nilai t hitungnya harus lebih besar dari t tabel atau lebih kecil juga tidak apa-apa? trimakasih

      Hapus
    4. T hitung > t tabel berati berpengaruh; t hitung < t tabel berarti tidak berpengaruh. Itu banyak sekali di buku2 statistik. Ambil nilai mutlaknya. Terima kasih.

      Hapus
  21. Malam Pak, saya mau tanya : Jika saya ingin menguji kuesioner pelayanan kualitas terhadap kepuasan pelanggan berarti pengujian validitasnya di spss menggunakan two tailed ya Pak atau gimana? mohon pencerahannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon baca2 dulu artikelnya. Terima kasih.

      Hapus
  22. mau tanya....apa kelebihan dan kekurangan qt menentukan arah hipotesis baik dua arah ato satu arah sebelum penelitian dilakukan?yg mana yg lebih baik....kenapa tidak dua arah saja kan qt taunya setelah data diolah?..terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua baik, tergantung dari telaah teori atau rujukan penelitian terdahulu Anda. Terima kasih.

      Hapus
  23. malam pak saya mau tanya kalau uji t hasilnya signifikan, tapi negatif.
    jika contoh Pengaruh promosi terhadap penjualan. -4,455>-2,262 Nah artinya kan Ha diterima : secara parsial biaya promosi berpengaruh terhadap penjualan
    artinya kan berpengaruh negatif. Maksudnya itu apa ya pak berpengaruh negatif itu? tetap baik atau tidak hasil tersebut?

    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negatif artinya arahnya berkebalikan. Terima kasih.

      Hapus
  24. selamat pagi pak, apa perbedaan antara berpengaruh tidak signifikan dan tidak berpengaruh signifikan ya pak? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikan = berarti = bermakna. Terima kasih.

      Hapus
  25. selamat sore pak, mau ikut bertanya.
    mgkin bisa lebih dijelaskan lagi...
    Hipotesis nya "x berpengaruh positif terhadap Y"
    nah untuk mengambil kesimpulan hasil analisisnya gmn? klo ternaya hasil uji menunjukkan nilai koefisiennya itu negatif dan nilai sig.<0.05. dan ada yg koefisiennya positif tapi nilai sig.>0.05
    . Hipotesis yg d buat itu diterima apa tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berpengaruh jika sig. <0,05 (pada tingkat 5%). Terima kasih.

      Hapus
    2. siang pak, kalau begitu berarti hipotesis "x berpengaruh positif terhadap y" diterima atau tidak?
      terimakasih

      Hapus
    3. Jika t hitung positif berarti pengaruh positif, jika negatif berarti pengaruh negatif. Terima kasih.

      Hapus
    4. Apakah bisa dinyatakan hipotesis tsb tidak ditrima (karena nilai koegisien nya negatif)

      Hapus
    5. Kalau bunyi hipotesis negatif, ya diterima kalau hasilnya juga negatif. Terima kasih.

      Hapus
  26. Pak saya mau tanya, perbedaan berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh signifikan itu gmna pak, mohon sedikit penjelasannya pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca2 dulu regresi linear dari awal. Terima kasih.

      Hapus
  27. Trimakasih. Artikel yg sangat membantu ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2. Terima kasih atas kunjugannya.

      Hapus
  28. Pak saya mau tanya apakah signifikan pada uji heteroskedastisitas hipotesis dua arah maupun searah itu sama 0,05. Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  29. Mf pa sebelumnya nilai signifikan di uji asumsi klasik itu dalam hipotesis dua arah itu sama atau tidak dngn hipotesis satu arah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji asumsi klasik tidak berkaitan langsung dengan satu arah atau dua arah. Terima kasih.

      Hapus
  30. Permisi. Mau Tanya. Untuk uji simultan, apa bias ditentukan pengaruhnya positif atau negative..? Jika bias, bagaimana cara membacanya? Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang jelas maksudnya. kata bias itu maksudnya apa? Terima kasih.

      Hapus
  31. Hsl spss (2 tailed) sig 0,066 > 0.05 dg uji wilcoxon,jika sy ingin menggunkan 1 arah maka nilai sig harus di bagi 2 ya pak? Makasih

    BalasHapus
  32. Pak saya mau nanya kalau misalnya penelitian terdahulu hipotesisnya negatif pas ngolah data hasilnya positif diterima , kira2 itu slh apa ga ya pak ? Mksh sblmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya kami juga tidak tahu. Terima kasih.

      Hapus
  33. pak saya ingin bertanya,secara teoritis var X dan Y berlawanan arah dampaknya positif,seperti akuntabilitas dapat mengurangi korupsi. hipotesis yang saya buat sebaiknya berpengaruh positif atau negatif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berlawanan arah itu negatif. Terima kasih.

      Hapus
  34. pak mau tanya. perumusan hipotesis saya kan ada yang positif dan negatif. bererti kan ini satu arah. yang saya tanyakan bagaimana menentukan hipotesanya dalam uji t dan uji f ??? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika positif, rumusan hipotesis statistiknya juga positif, jika negatif juga negatif. Terima kasih.

      Hapus
  35. Assalamualaikum wr. wb.
    Pak mau tanya, rumusan hipotesis saya "Ada hubungan negatif antara variabel x dan y", berarti itu hipotesis satu arah kan? Jadi saya pakai uji korelasi pearson atau spearman 'one tailed'? Hasilnya signifikan tetapi koefisien korelasinya tandanya positif bukan negatif. Itu kenapa pak? Atau apakah satu arah itu tidak memiliki tanda positif atau negatif karena arahnya sudah tentu negatif?
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti hipotesis ditolak. Terima kasih.

      Hapus
  36. Assalamaualaikum Wr. Wb
    Pak saya mau tanya, jika mengganti angka signifikansi dari 95% ke 90% itu hanya dituliskan pada hasil analisis atau pada saat menghitung di spss harus diganti signifikansi nya? apakah hasil keduanya akan berbeda di perhitungan spss?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perhitungan SPSS nya sama, tergantung dari interpretasi Anda. Terima kasih.

      Hapus
  37. Pak, hipotesis saya kan "terdapat hubungan yang signifikan antara X dan Y. Rumus untuk uji coba hipotesnya menggunakan apa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumus? Coba buka buku diktat statistik Anda. Terima kasih.

      Hapus
  38. Selamat pagi. Sy mau tnya. Sy mnggunakan regresi logistik.hipotesisnya 2 arah. Pas output hasilnya signifikan. Tp untuk tanda positif dan negatif koefisiennya apakah harus diperhatikan? Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam pembahasan tentunya Anda harus menyinggungnya. Terima kasih.

      Hapus
  39. Sy mau tanya, uji apa yang sy bisa pakai untuk mendapatkan diantara variabel-variabel bebas yg signifikat yg paling berpengaruh dengan variabel terikat? Trimakash

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan standardized coeficient. Terima kasih.

      Hapus
  40. Pak kalo uji satu arah pake uji normalitas kolmogrov sminorv cara baca hasilny kan dr sig 2 tailed, itu gmn y pak ? smntara uji saya kan satu arah gpp atau gmn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dengan penjelasan di artikel. Terima kasih.

      Hapus
  41. saya mau tanya hipotesis saya seperti ini :
    Ho : Tidak ada pengaruh antara variabel X terhadap Y
    Ha : Ada pengaruh antara variabel x terhadap Y

    ini masuknya pengujian satu arah atau dua arah ya?

    terima kasih

    BalasHapus
  42. Siang, maaf sy mau tanya. Saya menggunakan smart pls versi 3.0. Dimana hipotesis pengujian saya adalah 2 arah. Dimana hasil pengujian T statistic nya di atas 1.96 berarti berpengaruh. Namun dapat diketahui arah positif / negatifnya darimana ya? Karena sy menggunakan uji 2 tailed. Atau apakah tidak perlu melihat positif negatifnya? Terima kasih.

    BalasHapus
  43. pak , saya mau tanya, kalau misalnya saya menguji hubungan 2 variabel pakai hipotesis dua arah, apakah selanjutnya bisa ditentukan bagaimana kedua hubungan antara varibel tsersebut? atau hanya bisa menentukan ada hubungan atau tidak saja . terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang dimaksud arahnya, silahkan lihat koefisiennya. Terima kasih.

      Hapus
  44. Terima kasih ya Pak sebelumnya. Saya ingin bertanya. Jika hipotesis deskriptifnya adalah:
    H1: Variabel X Memiliki pengaruh positif terhadap Variabel Y

    Maka, hipotesis statistiknya, saya belum begitu mengerti,
    Ho itu berarti apa lalu H1/H-alternatif nya apa Pak...

    Ho: Variabel X tidak memiliki pengaruh positif terhadap variabel Y
    H1: Variabel X memiliki pengaruh positif terhadap variabel Y

    Benar begitu Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan simak di buku statistik yang Anda punyai. Terima kasih.

      Hapus
  45. Pak klo sampel yg di ambil tingkat kesalahannya 10% yg dpt di tolerir. Saya harus pke signifikansi yg brp persen untuk uji validitas dan reliabilitas? Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya 5%, tapi sebenarnya tergantung justifikasi peneliti. Terima kasih.

      Hapus
  46. ass..
    pak saya sudah analisis ternyata hasilnya di regresi t hitungnya negatif dan tidak signifikan..tetapi hipotesis awal saya sudah di arahkan positif dan signifikan..ini gimana ya pak ? untuk mencari jurnal atau teori yg mendukunng hasil saya ini sangat sulit pak..soalnya kebanyakan teori menyatakan bahwa variabel X terhadap Y nya saya ini berpengaruh positif..apa ini ada pengaruhnya juga karnaa saya pake kuesoiner datanya..trimakasiih pak,mohon di jawab..wass

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kami juga tidak tahu. Terima kasih.

      Hapus
  47. Pak saya mau tanya jika hasil penelitian sy variabel x tidak berpengaruh dg y apakah salah??

    BalasHapus
  48. Saya mau bertanya , apabila uji F saya tidak berpengaruh tetapi pada uji T terdapat pengaruh yg signifikan terhadap variabel saya , apakah penelitian saya bisa di lanjutkan meskipun UJi F nya tidak berpengaruh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya F hitung > F tabel. Terima kasih.

      Hapus
  49. Pak mau tanya, apakah ada teori yang mendasar dalam menentukan tingkat signifikansi 1%, 5%, dan 10% ??

    BalasHapus
  50. Permisi mau tanya lagi bingung...misal hipotesis: x bpengaruh positif terhadap Y. Dari hasil analisis regresi spss di dapt t hitung nilainya positif dan koefisien bnilai positif juga. Mana yang menyatakan pengaruh positif? t hitung atau koefisien. Mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika t hitung positif maka koefisien juga positif. Terima kasih.

      Hapus
  51. Saya ingin bertanya apabila desain penelitian saya "one group pretest-posttest design" instrumen pengumpulan datanya menggunakan skala likert per itemnya dan anggota sampelnya 30 siswa,apakah analisis datanya bisa menggunakan uji ranking bertanda wilcoxon?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa. Itu masuk non parametrik. Terima kasih.

      Hapus
  52. Saya mau nanya uji kolmogorov itu pake satu arah atau dua arah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa satu arah bisa dua arah. Terima kasih.

      Hapus
  53. saya mau tanya mas, untuk uji parsial regresi logistik, hasil signifikansi saya =0.05. Apakah hasil tersebut berpengaruh signifikan atau tidak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angka di belakang koma diperbanyak saja, biar lebih jelas di atas atau di bawah 0,05. Terima kasih.

      Hapus
  54. saya mau tanya pak, kalau hipoteris saya diduga x berpengaruh signifikan terhadap x, itu satu arah atau dua arah??
    mohon bantuannya.. terima kasih

    BalasHapus
  55. Selamat pagi, Pak.
    Saya melakukan penelitian mengenai Hubungan Green Marketing, WOM, Satisfaction, Attitude, dan Minat beli Ulang dengan 4 variabel independen dan 1 variabel dependen.

    Jika hipotesisnya
    Green marketing terdapat 4 dimensi dengan 4 hipotesis
    Selebihnya 1 hipotesis yg mengukur hubungan antar variabel.

    Bagaimana seharusnya saya mengolah datanya? Apakah menggunakan korelasi? Bagaimana dengan variabel yg memiliki 4 dimensi dengan 4 hipotesis?

    Mohon bantuannya. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahakn adopsi dari jurnal rujukan Anda. Terima kasih.

      Hapus
    2. Apakah data yg menggunakan skala likert bisa dianalisis dengan korelasi pearson pak? Bagaimana jika data tidak terdistribusi normal. Apa analisis data yg dapat saya gunakan untuk uji hubungan atau korelasi?Terima kasih.

      Hapus
    3. Bisa. Pearson harus normal. Terima kasih.

      Hapus
  56. terimakasih pak atas penjelasannya

    BalasHapus
  57. mohon penjelasannya, pak...

    untuk menguji hipotesis 1 variabel independen (X) dan 2 variabel dependen (Y1 dan Y2), uji statistik apa yang akan dipakai untuk mengetahui pengaruh:
    a. X terhadap Y1 ?
    b. X terhadap Y2 ?
    c. X terhadap secara bersama-sama Y1 & Y2 ?

    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. a dan b bisa pakai t hitung, untuk c kami juga baru tahu ada hipotesis seperti itu. Terima kasih.

      Hapus
  58. Assalamu alaikum...
    Mf pk.. mohoon bntuan.y ...
    Judl pnlitian sy ''PENGARUH X TERHDP Y ''.. sy gnkn tme sries 3 tahun..
    Naahh.. anlisi dtnya bgmn ?? n hipotssnya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba baca2 dulu tentang metode penelitian. Terima kasih.

      Hapus
  59. pak, klo nilai t hitung lebih kecil dri nilai t tabel maka dipotesisinya ditolak dan tidak berpengaruh tetapi nilainya positif, apakhdisimpulkan berpengaruh tetapi tidak signifikan?

    BalasHapus
  60. Pak saya mau tanya.
    1.Pak apakah uji F memiliki arah positif dan negatif?
    2.apakah data yg tidak signifikan langsung dinyatakan tidak berpengaruh signifikan?atau ada juga pernyataan yg berpengaruh tidak signifikan dalam sebuah penelitian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca2 artikel di atas dan tanya jawabnya. Terima kasih.

      Hapus
  61. pak saya mau tanya. Pada uji t saya, nilai sig > 0,05 yang artinya tidak signifikan. tetapi kalau dilihat dari t tabelnya, t hitung > t tabel yang artinya signifikan. jadi itu maksudnya gmn ya pak??
    terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba lihat sekali lagi t tabel dan t hitungnya. Terima kasih.

      Hapus
    2. sudah pak. apa bisa terjadi seperti itu pak? jadi itu solusinya gmn ya pak?
      terima kasih pak

      Hapus
    3. Sudah? Kapan? Coba cek sekali lagi. Terima kasih.

      Hapus
  62. Selamat malam pak, apakah dalam penelitian ekonomi diharuskan menggunakan software pengolahan data EVIEWS? Bagaimana dengan SPSS yang lumrah digunakan dalam banyak bidang penelitian? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kurang tahu ketentuan harus menggunakan EVIEWS. Siapa yang mengharuskan?

      Hapus
  63. Assalamualaikum..
    Saya mau tanya pak, bentuk hipotesis saya kan seperti ini:
    "X1 berpengaruh positif terhadap Y"
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Uji apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan dan membuktikan diterima atau ditolaknya hipotesis tersebut (tahapan pengujiannya) ?
    2. Apakah juga perlu dilakukan uji normalitas kalau datanya berjenis nominal dan ordinal?
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan statistik inferensial yang non parametrik. Terima kasih.

      Hapus
  64. Siang mau tanya,,, pada koefisien determinasi, perbedaan R, R square dan Adjust square ap ya? Trus pada kondisi seperti apa memakainya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca artikel dan tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  65. pak... untuk uji satu arah, untuk mennetukan apakah berpengaruh positif atau negatif, apa dilihat dari nilai t hitung atau nilai koefisien regresinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama saja, keduanya mempunyai tanda yang sama. Terima kasih.

      Hapus
  66. pak, saya mau tanya hipotesis saya "diduga CSR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROE)". hasil uji t>t tabel namun nilai sig. 0,065 ... jika ingin menarik kesimpulan Ha apakah nilai sig. harus dibagii 2 dulu. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting untuk melihat nilai t adalah t pada uji satu arah. Terima kasih.

      Hapus
  67. siang mas saya mau bertanya kebetulan hasil uji t saya seperti ini :
    ROE terhadap harga saham
    thitung -1.079 dan ttabel -1.687
    sig : 0.288 > 0.05
    NPM terhadap harga saham
    thitung -2.360 dan ttabel 1.687
    sig : 0.024 < 0.05
    kira2 kesimpulan interpretasinya itu seperti apa mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. T hitung > t tabel berpengaruh signifikan atau sig < Alpha (biasanya 0,05). Terima kasih.

      Hapus
  68. Pak sya mau tanya. Hasil spss uji t sya menyatakan bhwa t hitung lbh kcil dr t tabel yg berarti h1 ditolak. Tapi signifikanny lbh kcil dr 0,05 yg berarti h1 diterima? Jadi hipotesis sya ditrima atau ditolak pak? Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. :( Silahkan baca2 artikel dan tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  69. Pak saya mau tanya. Hasil spss uji t saya signifikanny < 0,05 yg berarti h1 diterima, tetapi thitung ny lbh kecil dr ttabel yg berarti h1 ditolak. Jadi hipotesis saya diterima atau ditolak pak? Atau ada alasanny mengapa? Trims pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cek lagi nilai t tabelnya di tabel t. Terima kasih.

      Hapus
  70. saya ingin bertanya.. saya menggunakan uji satu arah..
    hipotesis: X berpengaruh positif terhadap Y
    diperoleh hasil uji t dgn niai t hitung negatif dan sig.0,689

    berarti hipotesis diterima atau ditolak pak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak sekali pertanyaan seperti ini, silahkan lihat postingan dan tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  71. pak saya mau tanya.. kalo misalnya output dr SPSS itu tidak ada angka pd tabel sig nya itu artinya apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kurang tahu juga. Coba cek lewat tutorialnya. Terima kasih.

      Hapus
  72. saya sedang uji dengan Mann-Whitney, diperoleh signifikansi 0,05. jika tepat 0,05 bagaimana ya pak? berbeda signifikan atau tidak ya? Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba angka di belakang koma diperbanyak jadi 3 atau 4, nanti akan kelihatan. Terima kasih.

      Hapus
  73. Yang tertera dihasil itu 3 digit di belakang koma, yaitu 0,050. Apakah digit di belakang koma bisa diperbanyak lagi? Bagaimana caranya? Apakah lewat file .sav di bagian variable view bagian decimalnya yg diganti jadi 4? Kemarin saya sudah coba tapi di outputnya signifikansinya tetap 3 digit yaitu 0,050. Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dibuat 4 atau 5 atau lebih angka di belakang koma. Bisa kok. try and try. Terima kasih.

      Hapus
  74. maaf pak mau tanya hasil penelitian saya menggunakan spss regresi linier berganda pada bagian coefficient hasilnya seperti ini
    B Sandar eror beta t sig.
    X1 0,242 0,112 0,239 2,155 0,034
    X2 -0,040 0,108 -0,940 -0,374 0,708
    X3 0,405 0,127 0,335 3,198 0,002
    X4 0,020 0,089 0,025 0,220 0,820
    Yang mau saya tanyakan kesimpulan dari hasil tersebut apa ya pak?dan kenapa X2 hasilnya negatif?mohon bantuanya,terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba baca2 di regresi linear. Terima kasih.

      Hapus
  75. selamat pagi pak, saya sedang menyusun skripsi dengan hipotesis harusnya terdapat pengaruh negatif terhadap perilaku diet namun hasil anaregnya malah hasilnya positif pak itu jadinya gimana ya pak? hipotesis saya jadinya ditolak atau diterima tapi kalau diliat dari fhit dan f tabel hasilnya hipotesis diterima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau hipotesis berbunyi negatif, hasilnya positif berarti hipotesis ditolak. Terima kasih.

      Hapus
    2. hipotesis saya berbunyi : terdapat pengaruh penerimaan diri terhadapt perilaku diet remaja. saya tidak menuliskan arah postif atau negatifnya pada hipotesis pak. jadi hipotesis saya tetap diterima ya? karena saya hanya menulis ada pengaruh namun arahnya tidak saya tuliskan

      Hapus
    3. Katakanlah diterima, tapi pada pembahasan, Anda bisa tidak menjelaskan bahwa dalam teori negatif, tetapi hasilnya positif (arahnya). Terima kasih.

      Hapus
  76. Selamat pagi pak saya mau tanya. Saya melakukan penelitian dgn 4 variabel. Namun baik scara parsial maupun simultan tdk mmiliki pengaruh. Namun ketika dilihat datanya memang perputatan piutang, perputaran kas dn perputaran persediaan perusahan tsb tdk sehat krna dana mengendap dgudang maupun distributor. Apakh itu bisa dijadikan alasan yg kuat. Trsmksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kami hanya fokus di statistiknya saja. Terima kasih.

      Hapus
  77. jika hasil penelitian uji parsial menunjukkan negatif dan tidak signifikan itu menandakan memang tidak adanya pengaruh atau bagaimana pak ? terimaksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tidak signifikan berarti memang tidak ada pengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  78. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesimpulannya yang melakukan analisis data hebat :)

      Hapus
  79. Selamat malam pak. Semua hipotesis saya baik parsial maupun simultan ditolak smua. Nah, pertanyaan saya, apa ada cara untuk mengakali penelitian saya agar Uji t dan F diterima ?
    Thanks.

    BalasHapus
  80. pak saya mau bertanya apabila signifikansi sebesar 5%, di ganti dengan 1% bisa gak pak?

    BalasHapus
  81. Pak mau tanya, kalo hasil nilai signifikannya negatif -0,446 itu menyimpulkannya ho2 diterima dan memiliki pengaruh signifikan ? Atau gimana pak lebih tepatnya. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan simak artikel dan tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  82. Siang Pak, untuk pengujian dengan pengaruh parsial dan simultan, metode analisis data apa yang dipakai? terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sering dipergunakan regresi linear, akan tetapi perhatikan juga parameter yang mendukung, misalnya skala dan lain2. Terima kasih.

      Hapus
  83. mohon bantuan untuk penjelasannya ,

    PRODUK (X1) berpengaruh Non Signifikan terhadap KEPUASAN PELANGGAN (Y)dengan
    koefisien path sebesar 0,1505, dimana nilai T-Statistic = 1,4621 lebih kecil dari
    nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645

    berpengaruh non signifikan itu maksudnya bagaimana ya pak?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin maksudnya tidak berpengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  84. pagi pak, saya ingin bertanya apakah hasil sig atau p value itu bisa bernilai negatif?
    bagaimana cara membuat kriteria pengujian 2 arah tentang korelasi hubungannya. mohon bantuannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikansi atau p value tidak bisa negatif. Terima kasih.

      Hapus
  85. assalamualaikum, pak. maaf saya mau bertanya. penelitian yang saya lakukan adalah penelitian pendidikan, dimana salah satunya saya menguji hasil pretest dan posstest siswa. hasil uji pretest saya terdapat perbedaan pretest pada 3 kelas, sedangkan hasil uji posttest tidak terdapat perbedaan. apakah menurut bapak hal ini merupakan fenomena yang normal? minta saran dan analisis bapak. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang itu hasil outputnya, silahkan amati fenomena empiris di lapangan, sesuai atau tidak. Terima kasih.

      Hapus
  86. Pak saya mau tanya.
    Perhitungan regresi itu sebenarnya yang linier terlebih dahulu atau signifikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kami kurang paham. Terima kasih.

      Hapus
  87. Artikelnya sangat membantu pak. Tapi ada yang ingin saya tanyakan. Pada penelitian pngarh x1 dan x2 thd y. Apakah boleh mnggunakan analisis regresi ganda dan sederhana sekligus? Yang uji regresi sederhana dimaksudkn untuk mengetahui nilai persentase pengaruh atau nilai R square masing2 variabel x thd y. jika boleh. Uji t menggunakan nilai t output regresi sederhana atau berganda. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan regresi linear berganda, misalnya dengan SPSS, telah ada output R atau koefisien determinasi, juga telah ada output r untuk masing2 variabel. Terima kasih.

      Hapus
  88. Pa mau tanya t hitung saya -1.507 Dan t tabel 1.66 Signifikansinya 0.135 Itu artinya apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya untuk Alpha 5%, tidak berpengaruh signifikan. Terima kasih.

      Hapus
  89. Terimakasih buat artikelnya Pak... Sy kadang kebingungan tentang penentuan pengurang dari rumus df. Biasanya rumus df=n-k. nah, untuk nilai k ini ada yg bilang jumlah variabel, ada juga yg bilang jumlah arahnya. bila 1 arah maka k=1, bila 2 arah maka k=2. Mohon dijelaskan Pak,,, terimakasih sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tips untuk menghitung df adalah dihapalkan. Terima kasih.

      Hapus
  90. pak saya mau tanya, jika hipotesis saya x1 berpengaruh negatif terhadap y , apakah pada saat uji regresi linier berganda hasilnya akan minus ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Koefisien regresinya? iya minus. Terima kasih.

      Hapus
  91. pak saya mau tanya, misalnya hasil Thitung nya itu negatif, apakah nilai Ttabelnya jga negatif?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ambil nilai positifnya (absolut) lalu bandingkan dengan t tabel.Terima kasih.

      Hapus
  92. pak saya mau tanya apa ada pertimbangan atau kriteria yg digunakan untuk memilih taraf signifikansi sebesar 1%, 5%, atau 10%?
    Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada rumus yang pasti. Biasanya dikembalikan kepada bidang ilmu masing2. Misalnya untuk penelitian bursa efek, di mana efek ketidakpastian relatif tinggi, maka digunakan signifikansi yang tinggi, misalnya 10%. Atau pada survey pilkada, di mana hasil akan sangat sensitif, maka dipergunakan yang rendah, misalnya 1%. Terima kasih.

      Hapus
  93. assalamualaikum, bagaimana artinya kalau mendapati hasil berpengaruh positif tapi tidak signifikan pak? terimkasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikan = berarti = bermakna. Terima kasih.

      Hapus
  94. Malam pak saya mau tanya, bagaimana kalau hasil uji t saya menunjukan variabel X1 memiliki T.hitung > T.tabel, tetapi nilai probabilitasnya lebih besar dari 5% (prob>0,05)..
    Lalu variabel X2 memiliki T.hitung < T.tabel, tetapi probabilitasnya lebih kecil dari 5% (prob<0,05)..
    Jadi kesimpulan dari penelitian saya bagaimana ya pak ? Terdapat pengaruh atau tidak terhadap variabel Y ?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Check dulu nilai t dan probabilitasnya. Terima kasih.

      Hapus

Cari Materi