Regresi Linear

Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas, variabel independen atau variabel penjelas. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Regresi linear hanya dapat digunakan pada skala interval dan ratio.

Secara umum regresi linear terdiri dari dua, yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat; dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial, terutama penelitian ekonomi. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).

Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear sederhana dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu buah variabel bebas terhadap satu buah variabel terikat. Persamaan umumnya adalah:
Y = a + b X.
Dengan Y adalah variabel terikat dan X adalah variabel bebas. Koefisien a adalah konstanta (intercept) yang merupakan titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius.

Langkah penghitungan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS adalah: Analyse --> regression --> linear. Pada jendela yang ada, klik variabel terikat lalu klik tanda panah pada kota dependent. Maka variabel tersebut akan masuk ke kotak sebagai variabel dependen. Lakukan dengan cara yang sama untuk variabel bebas (independent). Lalu klik OK dan akan muncul output SPSS.

Interpretasi Output
  1. Koefisien determinasi
Koefisien determinasi mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya. Mempunyai nilai antara 0 – 1 di mana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya.
  1. Nilai t hitung dan signifikansi
Nilai t hitung > t tabel berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat, atau bisa juga dengan signifikansi di bawah 0,05 untuk penelitian sosial, dan untuk penelitian bursa kadang-kadang digunakan toleransi sampai dengan 0,10.
  1. Persamaan regresi
Sebagai ilustrasi variabel bebas: Biaya promosi dan variabel terikat: Profitabilitas (dalam juta rupiah) dan hasil analisisnya Y = 1,2 + 0,55 X. Berarti interpretasinya:
  1. Jika besarnya biaya promosi meningkat sebesar 1 juta rupiah, maka profitabilitas meningkat sebesar 0,55 juta rupiah.
  2. Jika biaya promosi bernilai nol, maka profitabilitas akan bernilai 1,2 juta rupiah.
Interpretasi terhadap nilai intercept (dalam contoh ini 1,2 juta) harus hati-hati dan sesuai dengan rancangan penelitian. Jika penelitian menggunakan angket dengan skala likert antara 1 sampai 5, maka interpretasi di atas tidak boleh dilakukan karena variabel X tidak mungkin bernilai nol.

Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Persamaan umumnya adalah:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .... + bn Xn.
Dengan Y adalah variabel bebas, dan X adalah variabel-variabel bebas, a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas.

Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama, sebagai ilustrasi, pengaruh antara motivasi (X1), kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut:
Y = 0,235 + 0,21 X1 + 0,32 X2 + 0,12 X3
  1. Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat
  2. Jika variabel kompensasi meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.
  3. Jika variabel kepemimpinan meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.
Interpretasi terhadap konstanta (0,235) juga harus dilakukan secara hati-hati. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi, kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol, karena ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.

Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi secara parsial tidak. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Akan tetapi secara parsial, pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Contoh lain: air panas, kopi dan gula menimbulkan kenikmatan, tetapi secara parsial, kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan.

Penggunaan metode analisis regresi linear berganda memerlukan uji asumsi klasik yang secara statistik harus dipenuhi. Asumsi klasik yang sering digunakan adalah asumsi normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas dan asumsi linearitas..

Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam analisis regresi linear berganda adalah 1) koefisien determinasi; 2) Uji F dan 3 ) uji t. Persamaan regresi sebaiknya dilakukan di akhir analisis karena interpretasi terhadap persamaan regresi akan lebih akurat jika telah diketahui signifikansinya. Koefisien determinasi sebaiknya menggunakan Adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan.

Bentuk-bentuk regresi yang juga sering digunakan dalam penelitian adalah regresi logistik atau regresi ordinal.


Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
  1. Dalam uji regresi sederhana apakah perlu menginterpretasikan nilai F hitung?
Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. Untuk analisis regresi linear sederhana Signifikansi pada Uji F sama hasilnya dengan signifikansi pada uji t.
  1. Kapan menggunakan uji satu arah dan kapan menggunakan uji dua arah?
Penentuan arah pengujian adalah berdasarkan masalah penelitian, tujuan penelitian dan perumusan hipotesis. Jika hipotesis sudah menentukan arahnya, maka sebaiknya digunakan uji satu arah, tetapi jika hipotesis belum menentukan arah, maka sebaiknya menggunakan uji dua arah. Penentuan arah pada hipotesis berdasarkan tinjauan literatur. Contoh hipotesis dua arah: Terdapat pengaruh antara kepuasan terhadap kinerja. Contoh hipotesis satu arah: Terdapat pengaruh positif antara kepuasan terhadap kinerja. Nilai t tabel juga berbeda antara satu arah dan dua arah. Jika menggunakan signifikansi, maka signifikansi hasil output dibagi dua terlebih dahulu, baru dibandingkan dengan 5%.
  1. Apa bedanya korelasi dengan regresi?
Korelasi adalah hubungan dan regresi adalah pengaruh. Korelasi bisa berlaku bolak-balik, sebagai contoh A berhubungan dengan B demikian juga B berhubungan dengan A. Untuk regresi tidak bisa dibalik, artinya A berpengaruh terhadap B, tetapi tidak boleh dikatakan B berpengaruh terhadap A. Dalam kehidupan sehari-hari kedua istilah itu (hubungan dan pengaruh) sering dipergunakan secara rancu, tetapi dalam ilmu statistik sangat berbeda. A berhubungan dengan B belum tentu A berpengaruh terhadap B. Tetapi jika A berpengaruh terhadap B maka pasti A juga berhubungan dengan B. (Dalam analisis lanjut sebenarnya juga ada pengaruh yang bolak-balik yang disebut dengan recursive, yang tidak dapat dianalisis dengan analisis regresi tetapi menggunakan (structural equation modelling).

182 komentar:

  1. saya thitien,
    kak saya ingin nannya apa sebenarnya fungsi LN
    apa boleh dipergunakan untuk analisis?
    atau bisa pake skor total jawaban dari masing-masing variabel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagaimana cara menjelaskan pak jika T hitung -2,686 artinya dia lebih kecil dari T tabel 1,671 karena seharusnya T hitung harus lebih besar dari T tabel....!!!

      TRIMAH KASIH SEBELUMNYA...
      dan mohon balasannya

      Hapus
    2. Buat Anonim silahkan sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus
  2. titin
    Ohh.. sori..
    abis aku agak gaptek,..
    1. begini kak, sebelumnya aku udah minta saran ama dosen aku gimana cara menganalisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda..
    katanya kalo variabelnya lebih dari 3 harus di LN kan dulu (ada dalam lembar kerja XL dengan menggunakan fungsi (=LN(nilai)) gitu agar supaya dapat nilai alfa, beta dan gammanya, terus aku udah coba ternyata hasilnya malah sedikit menurun dari pada analisis tanpa menggunakan LN, misalnya pada
    Adjusted R Sqare tanpa di- LN kan terlebih dahulu (hanya menggunakan skor total jawaban dari setiap variabel)nilainya =58,9%.
    sedangan pakai LN malah menurun menjadi =56,6%, dan itu berlaku pada semua hasil outputnya...
    jadi maksud aku sebenarnya perlu ga sih data itu diubah dalam bentuk LN?

    2.hasil out put VIF saya haslnya kayak gini ;
    x1 = 2.924
    x2 = 2.904
    x3 = 1.774
    ap artiya terjadi multikolineritas?
    apa yang mesti saya lakukan?
    dan bagaimana membaca interpretasi persaman ini :
    Y =6.619 +1.713x1 -0.127x2 +0.121x3 .....?
    skala likert dengan opsi 4
    3. Apakah saya boleh mengunakan 3 uji asumsi klasik saja ?
    (Multikolinieritas, heteroskedastitas, dan distribusi nirmal?)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Titin silahkan sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus
  3. Mau nanya, penelitian saya regresi berganda, ada 3 variabel bebas 1 terikat..sudah dapt persamaan regresinya dg koefisien x1&x2 positif dan x3 negatif padahal untuk kasus ini realita di lapangan ke3 variabel harusnya berpengaruh positif thd Y-nya.apakah ada kemungkinan salah pengujian?
    kemudian bagaimana cara mencari nilai fungsi x1, x2 dan x3/ range nilai x-nya untuk tiap2 variabel?
    terimakasih..

    BalasHapus
  4. Buat anonim
    Wah salah atau tidak musti chek dulu mas.. hehe...lha asumsi klasik dah masuk lum??? intinya prasyarat analisis regresi berganda dah dipenuhi lum? yup? dtunggu kabarnya

    BalasHapus
  5. Saya ingin tanya..
    Saya sedang penelitian menggunakan regresi linier berganda, sebelumnya saya lakukan uji asumsi klasik dan ternyata setelah diuji normalitas datanya tidak normal.. apa hal tersebut mempengaruhi hasil regresi?? karena dari persamaan yg diperoleh ada variabel yg nilainya negatif.. atau apa yg menyebabkan bisa menjadi negatif??
    trims..

    BalasHapus
  6. Buat anonim
    yup normalitas musti dipenuhi.thanx

    BalasHapus
  7. Hallo, maap ya kl oot..

    Uji reliabilitas n validitas itu dihitung terpisah kan ya antara variabel X dan Y?
    Tp kok aku liat di lampiran skripsi orang cm masukin yg perhitungan utk variabel X nya aja sih?

    BalasHapus
  8. Buat Oot
    Usahakan untuk tidak melihat skripsi orang lain. cari referensi dari buku atau literatur yang sesuai. thanx

    BalasHapus
  9. Assalam, Kak saya titin...
    maap nongkrong trus nih numpang nanya....he..he..
    kira-kira kelemahan memakai analisis regresi itu apa?
    apa lagi bila meneliti perilaku (motivasi kerja)?
    Thanks.....

    BalasHapus
  10. Buat Dik Titin
    He he..wah ntar mbak Pearson ama yang laen bisa tersinggung lho kalau nyari2 kelemahannya.... yup no comment aja ya...anggaplah kita gak tahu gitu. aja... hehe

    BalasHapus
  11. titin lagi....
    Wah, bukan maksud tuh mas... buat mbak person, sminorv, dll tersinggung gitu....he...he...
    maksudnya dibandingkan uji-uji yang lainnya?
    karena temen aku banyak juga yang pake analisis chi-squere untuk cari analisis pengaruh...yah..jadi saya ingin tahu tentang kelebihan maupun kekurangan menggunakan analisis regresi secara garis besarnya aja…..…..
    THANKS

    BalasHapus
  12. Buat Titin
    He he..kalau CHi square digunakan untuk data nominal dan ordinal, regresi untuk data interval atau ratio. coba liat postingan skala pengukuran statistik. nah data yang digunakan apa? yup?

    BalasHapus
  13. assalam, saya titin
    kak, bagaimana langkah-langkah pebgolahan data dengan menggunakan teknik stepwise?
    yaitu untuk mengetahui seberapa besar peranan setiap variabel bebas terhadap variael terikat?

    BalasHapus
  14. Buat Titin
    Stepwise dipergunakan untuk menentukan model terbaik dari banyak variabel bebas terhadap satu variabel terikat...thanx

    BalasHapus
  15. Buat mas...(maaf saya g tahu namanya siapa)
    tapi terima kasih udah slalu bantu aku tentang analisis regresi ini...sekarang aku udah ujian akhir..yah..hasilnya lumayan ...he..he...
    trims sebelumnya....^.^

    BalasHapus
  16. Buat...he he kita juga gak tahu nama Anda.. hi hi..
    Yup...senang bisa membantu...good luck

    BalasHapus
  17. mw tanya negh, dalam regresi berganda bagaimana bila interceptnya negatif padahal realitasnya postif. mohon masukannya

    regards
    clickwash

    BalasHapus
  18. Buat anonim (identitas dunk)
    Intercept itu kan konstanta? jadi kita kurang ngerti dengan 'realitasnya positif'

    Mohon infonya thanx

    BalasHapus
  19. saya azhar,mahasiswa S1 akuntansi

    mo nanya ni mas, kebetulan kemarin saya habis seminar hasil skripsi saya trus ditanya sama dosen pengujinya kenapa hasil simultannya berpengaruh signifikan tetapi parsialnya tidak ada yang berpengaruh sama sekali,waktu itu saya menggunakan 2 variabel bebas. kemudian saya jawab dengan merujuk apa yang ada di blog mas :

    alam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi secara parsial tidak. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Akan tetapi secara parsial, pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Contoh lain: air panas, kopi dan gula menimbulkan kenikmatan, tetapi secara parsial, kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan.

    gitu jawab saya. eh dosennya malah bilang, kalo misal kopi, gula sama air panas digabung juga namanya tetep minuman kopi, bukan minuman manis ataupu minuman biasa, jadi kan tetep saja yang dominan kopi nya . . kemungkinan variabel bebasnya juga ada yang pengaruhnya dominan, atau bisa saja asumsi klasiknya ada yang tidak signifikan?

    saya jadi bingung mesti jawab apa nich mas, padahal sudah saya cek asumsi klasiknya signifikan dan tetep hasilnya untuk simultannya berpengaruh tetapi parsialnya tidak ada yang berpengaruh . . trus saya disuruh nyari reverensi lagi buat ngejawab pertanyaan itu

    tolong bantuin ya mas . . .

    BalasHapus
  20. Buat Azhar.
    Chek asumsi klasiknya, dah OK atau lum. kalau dah OK hasilnya gitu ya cari referensi penelitian yang mendukung. Secara statistik adalah memungkinkan simultan signifikan tetapi parsial dua-duanya tidak signifikan. jadi cari referensi hasil penelitian serupa yang mendukung. Thanx. Ilustrasi tersebut jangan diperdebatkan dengan mengambil analogi terlalu jauh. Yup?
    Thanx

    BalasHapus
  21. Saya sedang menganalisis dan membuat penilaian terhadap website waytodeal.com. Namun ada kerancuan data yang cukup membingungkan sehingga mengganggu hasil penilaian akhir.

    Pengukuran dilakukan dengan melihat: (Parameternya)
    1. Peringkat Google Page Rank
    2. Peringkat Alexa Rank
    3. Jumlah Backlink
    4. Jumlah Halaman terindeks di search engine.

    Yang menjadi gangguan adalah bila dibuatkan skor untuk masing masing parameter dan dirata-rata maka nomor 1, 3 dan 4 menghasilkan angka yang semakin besar angkanya semakin baik, namun untuk yang nomor 2, kebalikannya, semakin kecil angkanya semakin baik.

    Hasil akhir yang didapatkan menjadi tidak akurat lagi karena semakin angkanya besar semakin baik (artinya website tersebut semakin kuat bila skor akhirnya mendekati atau di atas 1).

    Bagaimana caranya menghitung rata-rata dari ke-4 parameter di atas sehingga menghasilkan penilaian akhir yang tepat dan tidak bias karena parameter nomor 2 terbalik dalam menentukan yang paling bagus?

    Maaf saya ga tau istilah-istilah statistiknya apa..

    BalasHapus
  22. Buat Online B2b Marketplace
    Hmm...kajian Anda cukup menarik kalau boleh tahu karena postingan di regresi linear apakah anda menggunakan metode regresi linear? kalau iya maka variabel terikatnya apa? dan bagaimana pengukurannya? kalau menggunakan regresi linear item #2 tidak menjadi masalah. Tinggal nanti interpretasinya berkebalikan dengan item yang lain. tapi jika tidak menggunakan metode regresi linear metode apa yang anda gunakan? atau anda belum menentukan metodenya?

    Note: Jika menggunakan regresi linear mungkin variabel terikatnya jumlah pengunjung ya? (mohon maaf karena kita agak awam dalam hal itu? mohon tanggapannya.
    Terima kasih

    BalasHapus
  23. Dear mas konsultan

    sy mau bertanya beberapa pertanyaan:
    1. Mengapa dalam uji asumsi klasik, data tidak boleh terjadi multikolinearitas,heteroskedastisitas, autokorelasi?

    2.Jika hal itu terjadi, apa langkah kita terhadap data kita?

    3. apa sih yang dimaksud kesalahan penggangu dalam uji autokorelasi itu?

    Terima kasih atas perhatiannya

    salam hangat,
    rika

    BalasHapus
  24. Buat Anonim (identitas)
    1. Memang itu asumsinya. sudah banyak diskusi seperti itu, silahkan di browse.

    2. Ada banyak macam cara untuk menanggulangi masalah2 tersebut. sudah ada beberapa di postingan dan diskusi. silahkan dibrowse

    3. idem

    Thanx

    BalasHapus
  25. saya memiliki persamaan regresi :

    Y = 17,85 + 0,2X1 + 0.98X2 + 0,78X3
    penelitian menggunakan skala likert.
    apakah nilai konstanta yang terlalu tinggi itu salah?
    Mohon sarannya,
    Thanks

    BalasHapus
  26. Buat Anonim
    1. Apakah sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas?
    2. Apakah sudah dilakukan uji asumsi klasik?
    Jika 1 dan 2 OK berarti tidak ada masalah dengan konstanta yang nilainya tinggi. Kalau boleh saya sok tahu (he he) mungkin karena indikator pada Y jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan indikator pada X1, X2 dan X3....sori kalau salah. thanx

    BalasHapus
  27. mas, sy mw tanya mengenai data spss.. penelitian tentang pengaruh struktur kepemilikan terhdap nilai perusahaan (harga saham).. sy ud buat data variabel ya dan uji regresi linear sperti R-squared, durbin watson, anova, coefficients,colinaerity...uda diuji ternyata ada data excluded variabel ya pak.. yg excluded variabel ya variabel institusional ya..terima kasih pak..knp bs excluded ya pak...?? terima kasih...ria...

    BalasHapus
  28. Buat Anonim (identitas?)
    Ada kemungkingkan variabel itu mempunyai signifikansi yang jauh dibandingkan variabel yang lain, ada kemungkinan juga anda menggunakan metode stepwise sehingga keluar exclude variabel. Terima kasih

    BalasHapus
  29. mas saya asto :
    mau tanya tentang variabel independen kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional yang berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern secara teori dan empirik ya c0z dijurnal indira (2009) kurang begitu jelas dan lengkap.makasih sebelumnya

    BalasHapus
  30. Buat Asto
    Di sini kita diskusi tentang statistiknya bukan telaah teoretisnya...mohon maaf. Thanx

    BalasHapus
  31. namaQ rina,,,mau nanya nich kalo skripsiQ judulnya pengaruh dana alokasi umum (x1) dan belanja modal (x2) terhadap tax effort (y2)dan tingkat kemandirian (Y2)ujinya pake regresi linear berganda dengan dua kali hitung,,itu dibolehin tidak?terus alasan yang tepat apa ya?hehehe makasih mohon bantuannya

    BalasHapus
  32. Buat Rina
    Y1 tax effort dan Y2 tingkat kemandirian ya? ya boleh2 saja, sering disebut dengan analisis jalur. asumsi harus dipenuhi pada kedua model. tapi kalau pengin serempak yang pake structural equation modeling. thanx

    BalasHapus
  33. Pak, saya mhn info nih. Judul Skripsi: "Analisis Hubungan Intellectual Capital Terhadap Potensi Pertumbuhan Perusahaan". Memakai sampel 18 bank th 2005-2007. Intell.Capital ini nanti pke proksi (hasilnya nanti ada angka desimal yg tiap tahunnya ada 18, jadi total 3 th ad 18x3th=54), nah sedangkan yg Potensi Pertumbhn pke 2 proksi yg tidak berhubungan (proksi Market to book value of asset dan Market to book value of equity). Kedua proksi Market tsb sudah saya htung rasionya (berarti kn ketemu sudah hasil proksi sebelum faktornya). Nah, padahal Pot.Pertmbhn.Prshn ini m'ngharuskan dihitung menggunakan analisis Faktor (common factor analysis) stlh dihitung rasionya tadi. Jadi klo dijabarkan secara umum, 2 variabel yg akan saya analisis (Intell.Capital & Pot.Pertmbhn.Prshn) nantinya kn akan saya ukur pke Uji Korelasi. Saya sudah hitung analisis Faktornya, namun saya masih bingung klo saya ingin melakukan uji korelasi angka hasil dari analisis faktor yg saya pke itu gmn cara mengekstraknya supaya saya dpt menghitung korelasinya dgn ke 18 proksi Intell.Capital? yg saya tau setelah saya liat postingan bpk tntang Analisis Faktor diketahui tabel communalities, anti image, screen plot, KMO, Rotation dan hasil akhir variabel mana saja yg dpt dijadikan faktor..Mohon Informasinya pak, Maaf ^^ klo postingan saya kebanyakan (Supaya Jelas gitu pak).

    BalasHapus
  34. Buat Anonim
    Dari keterangan tersebut model anda lebih tepat diselesaikan dengan Partial Least Square (PLS) dan program yang bisa digunakan misalnya Smartpls, Plsgraph, atau VPLS
    Terima kasih

    BalasHapus
  35. salam kenal mas...
    saya Ayu..
    saya mau tanya...kalo hasil regresi saya dari uji t itu signifikan tetapi arahnya berkebalikan dari hipotesis yang diajukan..
    Jadi hipotesis saya mengatakan kalau berhubungan positif
    Tetapi hasil dari uji t adalah signifikan tetapi berhubungan negatif..
    Itu bagaimana ya??apakah hipotesis tetap diterima?
    Terimakasih..

    BalasHapus
  36. Buat Ayu.
    Jika rumusah hipotesis adalah 'ada pengaruh positif X terhadap Y', maka jika hasilnya negatif berarti hipotesis ditolak (satu arah). tetapi jika rumusan hipotesis 'ada pengaruh X terhadap Y, maka jika t signifikan maka hipotesis diterima tidak tergantung positif atau negatif (dua arah). Terima kasih

    BalasHapus
  37. oh,,ya..terimakasih...
    em,,kalo model regresi linear berganda semi log tetapi hanya sebagian variabel independen yang di log kan, misal Y= a + b x1 + c logx2 itu bisa ga?jadi dari 5 variabel independen hanya 3 yang di log. Apakah model seperti itu bisa dipakai?atau harus me log semua var.independen...
    Terimakasih
    Ayu

    BalasHapus
  38. Buat anonim (ini yg sapa ya)
    Yup boleh saja, tidak semua variabel harus di log kan terlebih dahulu. seperlunya saja. :) thanx

    BalasHapus
  39. itu yang komentar di atas...
    ayu mas, kan saya udah nyebut nama,hehe
    makasih banget,,blog ini sangat membantu untuk pemula...
    saya mau tanya lagi ni...
    saya baca komentar di atas kalo semi log interpretasinya harus di antilog...

    Nah,,yang ingin saya tanyakan gimana caranya meng-antilog?apakah menggunakan spss juga?bagaimana langkah-langkahnya dalam spss?

    saya masih bingung..
    mohon bimbingannya..
    terimakasih..

    BalasHapus
  40. Buat Ayu
    Oups..sori gak baca nama di bawah. Jika model anda mengunakan rasio keuangan memang mungkin perlu diantilogkan jika merupakan prediks, tapi kalau untuk mencari pengaruh mungkin tidak perlu di antilog kan lagi. yup?

    BalasHapus
  41. salam kenal mas...saya mahasiswi unj sedang proses skripsi..ad bbrp hal yg sy mau tnya sm mas ttg hsil htung2an sy

    pertama..
    jdul skripsi sy kan ttg hub 2 var yaitu lingkungan keluarga dgn minat bljr...nah sy mndapatkan persamaan regresi sebesar 35,23 + 0,587X
    nah yg sy ingin tnyakan....alasan ilmiah ap ya mas yg bs sy utarakan nanti kpd dosen pnguji saya knp sy bs dapet persamaan regresi yg sebesar itu (mksdnya 0,587 itu knp gede)

    kedua...
    apa bedanya galat taksir dengan galat baku ya mas???apkh k2nya mmpunyai fungsi yg berbeda???
    dan apa bhs inggris dr galat baku itu??

    sblumnya thx bgt mas....=)...mhon bantuannya...=)

    BalasHapus
  42. Buat Anonim
    Pertama, interpretasi statistiknya jika ada perubahan satu satuan pada lingkungan keluarga akan meningkatkan minat belajar sebesar 0,587 satuan. untuk alasan ilmiah coba kaitkan dengan teori yang telah anda susun. Gedhe atau kecil liat pada t hitungnya signifikan atau tidak

    Kedua, galat baku kalau tidak salah standar baku ya? tapi kita juga kurang paham banget dengan istilah indonesianya..
    thanx

    BalasHapus
  43. mas, mau nanya nih..saya penelitiannya dengan make pooled data (data panel).Saya masih bingung euy krn penelitian model ini jarang banget saya dapet cth penelitian terdahulunya. klo penelitian ini, yg prtama kali hrs dilakukan apa ya mas? misalnya kalo time series ato crossection, uji autokorelasi, kemudian hetero, dst.
    makasih banget ya mas.
    Kris

    BalasHapus
  44. Buat Kris
    Data panel merupakan gabungan dari data time series dan cross section. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah uji normalitas diperlukan dalam data panel

      Hapus
    2. Silahkan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  45. Halo pak , saya dian.
    Saya mau tanya gimana cara penyelesaiannya kalo data saya kurang.
    Saya menggunakan purposive sampling tapi yg memenuhi kriteria dari seratus sekian cuma ada 28 saja, apa sebaiknya ganti saja atau gimana? Apa bapak tahu gimana cara menghitung berapa jumlah data minimum untuk penelitian dengan populasi tertentu?
    Terima kasih.

    BalasHapus
  46. Buat Dian
    Tergantung dari rancangan penelitian anda. diskusikan sama dosen pembimbing anda. Terima kasih

    BalasHapus
  47. permisi pak, mau tanya2 nih...

    bulan desember ini saya maju ujian skripsi tapi masi ada tanda tanya besar...

    pembahasan analisis regresi berganda, diperoleh persamaan Y = 0,124 – 0,001PER + 0,000EPS.

    yang saya mau tanyakan nilai 0,000EPS itu maksud bagaimana? saya susah jelaskan di skripsi saya (Koefisien regresi untuk (EPS) sebesar 0,000 dan bertanda positif, hal ini berarti setiap perubahan satu satuan saham pada Earning Per Share dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka return saham akan mengalami perubahan sebesar 0,000 dengan arah yang sama.). tapi dosen saya masi minta maksud dan arti lain dari 0,000 itu apa.. dia pernah bilang 0,000 itu hasil penelitian yang hampir atau sama dengan 0 (asum...). mohon pencerahan pak...sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih

    BalasHapus
  48. Buat Anonim
    Desimal bisa diperbesar, dengan doble klik pada tabel, lalu klik kana, pilih cell properties, besarkan angkanya sehingga tidak 0 semua.
    Terima kasih

    BalasHapus
  49. asslm pak, nama saya nisa. mau tanya mengenai regresi linier sederhana, ttg R square.
    Apakah nilai R square yg kurang dari 0,5 tidak dapat dijadikan utk mengestimasikan variabel terikat? sehingga tdk perlu dibuat grafiknya? Dosen saya bilang demikian. Padahal saya tetap tampilkan grafiknya (dgn SPSS).
    Tolong dibantu ya pak, hehe.. makasih.. :D

    BalasHapus
  50. Buat Babyblue87
    Tetapan 0,5 kita juga kurang tahu dari mana. mungkin cari di source yang lain saja mbak. Terima kasih

    BalasHapus
  51. mas,,sy mo nanya
    sy menggunakan smart pls , pada uji validitas, data dnyatakan valid ,namun uji relibilitas (cronbach alpa) datanya ga reliable,,gmn cara mngatasinya??knp bisa trjadi?

    BalasHapus
  52. mass,,aku windy,,
    mahasiswa tugas akhir tek.pertambangan,,aku olah data pake spss mas,,regresi berganda,,
    hasilnya Y = 47.710 + 0.271X1 – 0.967X2 – 0.245X3
    (x1=delay time, x2=energi listrik yg terbuang, x3=oreloss)
    arti negatif apa yah mas,,tlong dibantu yah mas,, :(

    BalasHapus
  53. Buat Anonim
    Jika memungkinkan dikeluarkan indikator yang mempunyai loading factor terendah. lalu dilihat uji reliabilitasnya lagi. Terima kasih

    BalasHapus
  54. Buat WIndi
    Y-nya apa? jika negatif kurang lebih artinya jika X1 meningkat Y malah menurun (demikian juga sebaliknya). Terima kasih

    BalasHapus
  55. Mas Andi saya mo tanya ada ga cara supaya nilai - koefisien regresi atau arah negatif berubah menjadi positif pada spss selaen dgn cara trial error atau manipulasi data berulang2???..misal Y= -0.175 +0.345X1 -0.543x2 mengubah - (arah negatif) pada 0.175 dan pada 0.543 menjadi positif.....

    BalasHapus
  56. Buat Anonim
    Maaf kami kurang tahu metode manipulasi data seperti itu. saya sarankan Anda tidak melakukan hal seperti itu. Terima kasih

    BalasHapus
  57. maaf pak saya mau nanya, data saya ini tentang arus kas perusahaan jadi nilainya tuh milyaran, supaya nilai datanya lebih kecil, data tersebut mesti ditransform pake log, klo nilainya plus bisa ditransform menggunakan log, nah masalahnya arus kas ini ada data yang minus sampe -100milyar, nah transformnya pake ap ya??? makasii pak

    BalasHapus
  58. Buat Adri
    Kalau sekedar untuk mengecilkan dapat ditulis dalam milyar, jadi kalau 23 Milliar ditulis 23 saja. Terima kasih

    BalasHapus
  59. Dear p'
    saya manda, sedang buat skripsi dengan motode regresi linear berganda, yakni pengaruh karakteristik pekerjaan (X1), Dorongan berprestasi (X2), Kesempatan berkembang (X3), Tanggung Jawab (X4) dan Penghargaan (X5) terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Y). untuk variabel bebas (X1-X5) saya memakai kuisioner dgn skala likert 1-5, tetapi bagaimana dengan variabel terikatnya (Y) apa bisa menggunakan skala likert jg?, karena menurut pembimbing untuk variabel bebas data boleh bersifat ordinal tetapi untuk variabel terikat tidak boleh, please advicenya...

    BalasHapus
  60. Buat Manda
    Untuk regresi linear, variabel bebas dan terikat harus interval atau rasio (bisa juga dummy). jika variabel terikat ordinal maka gunakan regresi ordinal. Terima kasih

    BalasHapus
  61. Dear Mr.
    Saya ingin tanyakan,
    1. kalau blh tahu, dibuku apa atau teori yang mengatakan bila adjusted R Square dan jika bernilai negatif maka uji F dan uji t tidak dapat dilakukan?
    2. Bila Uji F dan Uji t tidak dapat dilakukan, apakah penelitian tersebut tidak signifikan karen memang tidak sah untuk dilakukan pengujian?
    3. bila adjusted R square bernilai negatif,R juga ikut bernilai negatif?

    Terimakasih, mohon jawaban secepatnya.

    BalasHapus
  62. Buat Anonim
    Jika Adjusted R Square negatif maka dianggap nol dan sudah banyak diskusi tentang itu di sini. Secara lebih lengkap simak di Gujarati. Terima kasih

    BalasHapus
  63. Saya Ronald. Saya sedang membuat TA yang berjudul "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen dalam Konteks Online Shopping di Indonesia".
    Masalahnya faktor2 tersebut tidak langsung mempengaruhi perilaku pembelian. Ilustrasinya: faktor2 tsb mempengaruhi variabel dependen Y1 dan Y2, variabel Y1 dan Y2 mempengaruhi variabel Z dan akhirnya variabel Z mempengaruhi variabel A (perilaku pembelian).
    Apakah analisis semacam ini mungkin dilakukan? dan Analisis apa yang seharusnya saya gunakan? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  64. Buat Ronald
    Anda dapat menggunakan Structural equation modeling yang dirancang untuk menyelesaikan hubungan bertingkat. Terima kasih

    BalasHapus
  65. saya mau tanya dari hasil SPSS nilai constanta yang saya dapat minus(-) bagaimana menginterprestasikan nilai constanta minus? dan apakah niali constanta minus bisa digunakan??

    BalasHapus
  66. Buat Anonim
    Konstantan berarti titik potongnya dengan sumbu Y dalam plot grafik. Atau jika semua variabel bebas bernilai nol maka variabel terikat akan bernilai konstanta. Perhatikan juga apakah semua variabel bebas mungkin atau tidak bernilai nol sebelum menginterpretasikannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya shima, maav mau tanya mengenai penjelasan constanta minus diatas, saya masih kurang paham dengan penjelasan yang d maksud seperti apa gt??

      Hapus
    2. Buat Shima silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  67. saya affan.
    Pak, kemaren sya ketemu dg teman yg mengatakan bahwa jika melakukan uji regresi sederhana tidak diperlukan uji asumsi klasik (normalitas, hetero, auto) benarkah?
    Perlu diketahui, data penelitian saya timseries, apakah masih perlu menggunakan autokorelasi?

    BalasHapus
  68. BuatAffan
    Silahkan simak di materi uji asumsi klasik. Terima kasih

    BalasHapus
  69. saya mau tanya, kalau dari hasil output spss di tabel coeffeecient yang constant-nya memiliki nilai signifikan 0.260, itu artinya apa ya pak??
    terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  70. Buat Heyitcasper
    Sudah ada postingan dan diskusi tentang hal tersebut. Mohon disimak. Terima kasih

    BalasHapus
  71. permisi pak, saya mau tanya,,
    saya mempunya persamaan regresi linier sedrhana
    y = -0,56 + 0,222x

    cara membaca persamaan yang konstanta nya negatif gmn yah?
    makasi sebelumnya pak,

    BalasHapus
  72. Buat Anonim
    Silahkan disimak di postingan dan diskusi tentang hal ini. Terima kasih

    BalasHapus
  73. mas, saya mau tanya
    kalau dalam penelitian kita tidak menggunakan skala likert, tapi menggunakan skala 1-7 (1=sangat setuju 7=sangat tidak setuju) apakah nanti dalam pembacaan output regresi juga berbeda,
    terimakasih

    BalasHapus
  74. Buat Anonim
    Kita kurang mengerti dengan skala 1 sampai dengan 7 tapi bukan skala likert. Tapi yang terpenting adalah bahwa regresi berganda menggunakan data rasio atau interval. Jadi apapun kuesioner anda, selama datanya adalah interval atau rasio tetap masih dapat dianalisis dengan regresi linear. Terima kasih

    BalasHapus
  75. selamat malam mas,
    saya wisnu mau nanya ttg koefisien regresi linier berganda

    penelitian saya menghasilkan nilai koefisien regresi yang lebih besar dari 1, itu artinya apa ya mas?apakah model regresi saya masih bisa dipakai?
    ex: Y=1,23 + 0,42X1 - 0,12X2 + 4,23X3
    dari contoh di atas, yang bermasalah adalah koefisien X3 sebesar 4,23 (>1)

    terima kasih mas atas jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas mohon bantuannya heheheh lagi galau....mas jika data saya menggunakan Z score (Altman) tetapi saya tidak menggunakan analisis discriminant... tapi menggunak regresi logit... bisa apa egak??

      Hapus
    2. Buat Anonim silahkan sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus
  76. Buat Anonim
    Yang terpenting adalah asumsi pada regresi linear yang harus dipenuhi. Soal nilai koefisien di atas 1 itu bukan masalah. Terima kasih

    BalasHapus
  77. mas saya Rizki, nanya dunk...
    penelitian saya awalnya pengen liat korelasi antara 2 variabel,mo pke product moment utk uji hipotesis. sebaran data normal tapi gak linier...
    gimana caranya utk mencari jawaban hipotesisnya lagi mas?
    hipotesisnya : ada hub negatif antara var X dgn Y. data sama2 interval...
    mksh mas...

    BalasHapus
  78. Buat Rizki
    Jika teori mengatakan bahwa linear, gunakan korelasi linear, tapi jika teori mengatakan tidak linear, jangan menggunakan korelasi linear. Terima kasih

    BalasHapus
  79. pak, saya wheldo...
    mau tanya masalah penelitian saya yang berjudul "Pengaruh bauran promosi terhadap Penjualan" data yang digunakan 6 tahun. Variabel bebas terdiri dari biaya periklanan (x1), biaya penjualan pribadi (x2), biaya promosi penjualan (x3) dan biaya pemsaran langsung (x4). Variabel bebasnya penjualan (Y). data dalam bentuk rupiah.
    Hasil uji f (secara simultan) tidak berpengaruh dan pada uji t (secara parsial) mempunyai pengaruh.
    Yang menjadi permasalahan adalah, pada uji t (secara parsial) t hitung memang lebih besar dari t tabel, tetapi untuk signifikansinya hasilnya semuanya lebih besar dari 0,05. hal ini berlawanan arah antara nilai t dengan signfikansinya. Padahal untuk uji asumsi klasiknya, hasilnya semua baik.
    pertanyaan saya :
    1. bagaimana bisa signifikansinya semuanya di atas 0.05?
    2. bagaimana caranya biar signifikansinya lebih kecil dari 0.05 ?
    tolong jawabannya...
    Terima Kasih....

    BalasHapus
  80. Buat Wheldo
    Jika t hitung di atas t tabel pada signifikansi 0,05 pastilah signifikansi di bawah 0,05. Coba pelajari cara membaca t tabel. Selain itu pastikan bahwa data telah terisi dengan benar dan uji asumsi klasik terutama autokorelasi telah terpenuhi. Terima kasih

    BalasHapus
  81. Mas,nama saya Jonathan..
    Hasil regresi saya adalah LAG = 23,683 + 58,948 INDEP – 4,258 MEET – 33,277 FINANC
    angka koefisien B pd penelitian saya besar2 mas, misalnya 58,958 atau 33,277
    wajarkah itu mas? krn penelitian sbelumnya hanya 2,an...
    Mohon bantuannya mas,terima kasih..

    BalasHapus
  82. Buat Jonathan
    Wajar atau tidak kami tidak tahu. Yang jelas, pastikan bahwa semua uji asumsi yang diperlukan telah memenuhi syarat. Jika saja variabel LAG (kami tidak tahu ini variabel apa) mempunyai rentang nilai yang besar-besar dan variabel INDEP relatif kecil-kecil nilainya maka itu mungkin saja terjadi. Terima kasih

    BalasHapus
  83. Mas, sy Ryan..
    apakah untuk uji F secara simultan dapat diketahui arah pengaruhnya?? kan kalo uji t bisa diketahui arah pengaruhnya dr nilai B (koefisien regresi).. thx

    BalasHapus
  84. Buat Ryan
    Uji F pada regresi tidak mengenal arah seperti hanya pada uji t. Terima kasih

    BalasHapus
  85. saya siti ingin menanyakan tentang output korelasi bivariate pada SPSS.
    maksud "sig (2-tailed) 0,003" pada output SPSS apa yaa? lalu pengujian ho itu dilihat dari mana? terimaksih.

    BalasHapus
  86. Buat Titi
    0,003 itu dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang dirancang, misalnya 5% atau 0,05. Jika < 0,05 berarti ada korelasi, demikian sebaliknya pada 2 arah (2-tailed). Terima kasih

    BalasHapus
  87. mas aku opick... mau nanya donk..

    skripsi aku judulny pengaruh struktur organisasi(x1) dan kepuasan kerja (x2) terhadap produktivitas kerja (y).
    nah yg saya bingung hasil output regresi yang x1 negatif semua nilainya.. itu gmn mas buat penjelasan di skripsinya???

    terima kasih

    BalasHapus
  88. Buat Opick
    Kalau yang negatif koefisien, berarti jika X1 naik maka Y malah turun dan sebaliknya, jika X1 turun Y malah naik. Terima kasih

    BalasHapus
  89. mas, saya rani mw tanya
    sy mempunyai judul pengaruh tipe kepribadian dan iklan trhdp intensitas pembelian. Nah, tipe kepribadian ini mempunyai 2 jenis
    nanti saat di analisis akan berpengaruh tidak, apabila jumlah tipe A lebih banyak dari tipe B. misalnya perbandinganya 30 :20? trims..

    BalasHapus
  90. Buat Rani
    Jumlahnya memang tidak harus sama. Terima kasih

    BalasHapus
  91. Sala kenal mas...
    Saya Ilham,, sy gunakan uji regresi dg metode stepwise, saya dapat hasil, ada bebrapa variabel bebas yang ketika uji korelasi tidak berkorelasi nyata, tp muncul dalam model pengaruh secara nyata. apakah hal ini dibenarkan secara statistik? apa kira2 penyebabnya dan bagaimana menjelaskannya. mohon bantuannya mas...

    BalasHapus
  92. Buat Ilham
    Bisa saja seperti itu. Dalam model, pengaruh parsial juga tetap memperhitungkan varian dari variabel bebas yang lain. Sedangkan korelasi tidak mempertimbangkan variabel bebas yang lain. Terima kasih

    BalasHapus
  93. selamat pagi.....
    mau tanya, saya sedang melakukan penelitian tugas akhir, saya sedang bingung teknik analisis yang harus digunakan untuk menentukan rasio paling dominan yang mempengaruhi harga saham..
    Kira - kira yang teknik analisisnya apa ya???

    BalasHapus
  94. Buat Anonim
    Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

    BalasHapus
  95. selamat pagi
    mau tanya pak.saya sedang mengerjakan tugas skripsi pake analisa roe roa dan eps terhadap return saham.pengujian yang cocok pakai metode apa ya pak??
    thanks

    BalasHapus
  96. Buat Heri
    Mohon menggunakan fasilitas menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

    BalasHapus
  97. selamat malam. mau tanya pak. saya sedang menegrjakan skripsi dengan judul analisis faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay pada perusahaan bei dengan 5 variabel... jika mengguna regeresi berganda biasanya yang terdapat didalam teknik analisis apa aja? thanks

    BalasHapus
  98. Buat Anonim
    Mohon menggunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

    BalasHapus
  99. data saya tidak signifikan semua pdal teori menyebutkan bahwa variabel itu signifikan,bagaimana itu?data saya 13 sampel periode 2008-2010.
    thanx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan menggunakan menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  100. maaf saya mau nanya hasil dari LN itu berupa rasio kan ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Robby silahkan menggunakan menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  101. mas konsultan, sbelumnya saya baca di comment tentang excluded variables klo itu krn nilai signifikansinya bisa krn jauh berbeda dan bukan dgn opsi 'stepwise.' saya input X1, X2, X3, tp yg entered hanya X1 X2, X3 di tabel excluded. saya ganti urutannya X1 X3, X2 di tabel excluded.

    yg saya mau tanya, bagaimana cara mengakali data saya sehingga nilai signifikansi antar variable tidak jauh brbeda? lalu bagaimana cara mengeceknya dgn uji multikolinearitas or uji2 asumsi klasik lainnya??

    saya menggunakan SPSS 17.

    terima kasih banyak sebelumnya, mohon pencerahannya yah mas :)
    (acc skripsi saya bulan februari T.T)

    stephen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Stephen silahkan menggunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  102. Mas, jika variabel dependennya dummy (2kategori) dan independennya non kategori tapi cuma 1 variabel saja, pakai regresi logistik atau regresi sederhana,Mas?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  103. pak, sya deta, mau tanya
    sampel saya berjumlah 32 perusahaan selama 3 tahun, saya menggunakan variabel CR, DER, inflasi dan kurs. pertanyaannya, variabel CR & DER datanya kan ada 39, tetapi variabel inflasi dan kurs saya jumlahnya cuma 3 (per tahun 1). jadi datanya sangat timpang. gmna cara menguji d SPSS nya?

    #saya menguji nya dgn cara 1 thn 32 perusahaan, saya isi inflasi dngn nilai sama (inflasi thn ke1) di n0 1-32, inflasi th ke2 di no 32-64 dst. benar gak tu pak?

    terima kasih ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Deta silahkan masuk ke menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  104. Saya mahasiswa yang sedang membuat skripsi. Maaf saya mau tanya, kalau analisis regresi berganda untuk kepuasan pelanggan (responsiv, tangi, relia, assur, empath mempengaruhi kepuasan) itu kuisionernya seperti apa ya?
    Sama(atau boleh digabung IPA CSI) atau beda sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim silahkan masuk ke menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  105. saya mahasiswi yg sedang menyusun skripsi,saya mau tanya kalo uji f saya tdk simultan apakah asumsi saya dpt d terima? karena f hitung lbh kecil dari f tabel. terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim mohon masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  106. ASS. saya Ria Mahasiswa Akuntansi. saya sedang memyusun skripsi, saya mau tanya.
    bagaimana cara mengubah nilai alpha dalam melakukan uji regresi linear. saya menggunakan hipotesis satu arah jadi nilai signifikan yang benar harusnya 0.25% bukan 0.5%. jadi apa-apa saja langkah-langkah mengubah nilai tersebut ? mohon bantuannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Ria silahkan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  107. mas, saya mau tanya. persamaan regresi saya ada variabel yg bertanda positif, padahal variabel itu seharusnya berpengaruh negatif. itu gimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  108. ass pak.. saya prisil..
    mohon bantuan penjelasan bapak. utk masuk dalam analisis regresi linier berganda, berapa jumlah minimal data yg hrus tersedia /input.? penelitian saya mngenai keuangan perusahaan, dengan 5 variabel bebas,. tpi sampel (perusahaan) hanya 4 buah perusahaan. dengan periode penelitian 5 thn. apa data saya mencukupi utk d regresi.? berapa syarat jumlah data utk masuk dlam regresi linier berganda.?
    utk penentuan jumlah data tersebut ada persamaan khusus.? apa jumlah (sedikit / banyaknya) variabel turut mempengaruhi jmlah data tersebut.? ataukah jumlah data tersebut hanya berdasarkan banyaknya sampel dengan periode penelitian.?

    mohon bantuannya pak..
    sebelumnya saya sampaikan terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Prisil, silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  109. pak saya mau tanya, klo dalam analisis regresi misalnya ada salah satu variabel yang menggunakan data kuisioner dan variabel sisanya menggunakan data rasio bagaimana cara mengolahnya pak.. trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  110. pemisi pak..saya mahasiswa ekonomi..meneliti pengaruh dividen dan volatiltas harga shaam..variabel kontrol yg ada salah satunya size (kapitalisasi pasar)..hasilnya sudah baik pak tanpa size di Ln kan..tp dosen saya memaksa slalu size hrs di Ln kan..kalau di Ln kan hasilnya buruk(r squared mengecil dan variabel yg signifikan jd satu saja),sedangkan ad wacana kalau variabel kontrol tdk di Ln kan tdk apa2 toh asumsi klasik saya semua sdh terpenuhi..tp dosen saya brpendapat Ln itu untk membaikkan hasil karna hasil size saya 5,34E-014..bagaimana ya pak?saya baca gujarati blm nemu jg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Widya silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  111. Regresi linier memang masih yang paling banyak digunakan pada saat saya bekerja. Dan saya pikir penjelasan yang Bapak berikan di artikel ini sangat jelas dan simpel.

    Saya akan sangat berterima kasih apabila Bapak memberikan contoh penerapan regresi linier ini pada kasus tertentu. Ini akan sangat membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa simulasi sudah kami posting. Terima kasih

      Hapus
  112. Saya sedang melakukan penelitian survey dengan kuesioner dengan pengambilan one shot, non longitudinal dengan metode likert

    Analisis yang dilakukan dengan regresi berganda. Reliabilitas dan validitas baik dengan CA > 0,7 dan tidak ada pertanyaan yang didrop.

    Pada uji klasik, uji normalitas Kolmogorov 1,123 dan asymp.sig 0,161 .. Sedangkan multikolonieritas untuk masing-masing variabel sbb
    Tolerance VIF
    x1 0,666 1,501
    x2 0,782 1,278
    x3 0,677 1,476
    x4 0,682 1,466

    Sedangkan autokorelasi tidak saya lakukan karena data one shot
    dan masalah terjadi dengan hetero karena dengan uji park dan glejser tetap masih ada indikasi hetero

    Oleh dosen saya disarankan dengan menggunakan uji white hetero dengan Eviews dan ternyata berdasarkan teori masih masuk indikasi adanya hetero

    Yang saya tanyakan :
    1. Apakah langkah saya sudah benar untuk pengujian secara statistik?
    2. Ada pendapat bahwa data dengan likert tidak perlu adanya uji hetero itu benar?
    3. Apakah pengobatan hetero dengan uji white program Eviews sudah menghasilkan persamaan regresi yang bersih dari indikasi hetero atas pesamaan yang dihasilkan dari uji memakai program tersebut

    Teriman kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  113. salamu alaikum.
    saya melakukan penelitian dengan regresi linear sederhana. saat mengambil sampel, sy menggunakan rumus slovin. pembimbing sy kemudian menyuruh sy untuk mengoreksi jumlah sampel sy yang sebanyak 136 org menjadi 20 orang saja. apa ada dasar untuk 1 variabel hanya 20 responden saja?? mohon petunjuk.
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
    2. saya mau tanya, bisa tidak dalam satu penelitian menggunakan regresi sederhana dan regresi linear berganda?

      Hapus
    3. Silahkan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  114. Selamat Malam.. Perkenalkan Saya Leo..
    Saya tertarik dengan pembahasan regresi linear berganda.. terutama mengenai konstanta-nya.

    Disebutkan bahwa jika penelitian menggunakan skala likert antara 1 sampai dengan 5, maka variabel bebasnya tidak boleh diinterpretasikan bernilai nol karena skala likert terendah yang digunakan adalah 1.

    Yang ingin saya tanyakan adalah apakah karena alasan tersebut nilai Y saat variabel bebasnya diasumsikan tetap, akan menjadi: 0,855

    Dengan perhitungan sebagai berikut:
    Y = 0,235 + 0,21 X1 + 0,32 X2 + O,12 X3
    Y = 0,235 + 0,21(1) + 0,32(1) + 0,12(1)
    y = 0,235 + 0,21 + 0,32 + 0,12
    y = 0,885

    Karena biasanya kan nilai Y adalah 0,235 saat variabel bebasnya dianggap bernilai 0 atau diasumsikan tetap..

    Mohon tanggapannya.. :)

    Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Leo, silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  115. Mas, saya Ratih mahasiswi Manajemen Bisnis..
    Saya sedang bingung dengan skripsi mas...
    Boleh diskusi ya mas, hehe..
    Saya sedang meneliti masalah dgn variabel X1, X2 dan variabel terikat Y.

    1) sebenarnya apa sih mas perbedaan antara path analysis dan regresi ganda ? dosen menyebutkan, kalo path antara variabel bebas nya harus saling multikol, kalo regresi berganda antara var bebas nya ga boleh multikol.. tapi saya tidak menemukan literatur tentang itu sejauh ini.. jadi mas, pada kondisi apa kita harus make path dan regresi ganda?

    2) sampel saya terdiri atas 32 orang.. saya pernah baca bahwa sampel itu harus 10x dari jumlah variabel yg diteliti, nah variabel saya kan ada 3 mas, jadi 3x10 = 30, apa itu artinya udah memenuhi syarat buat ngelakuin path analysis atau regresi ganda....?? atau saya harus reduksi variabel jadi 2 dan melakukan regresi sederhana saja (karna jumlah sampel yg kecil..) ???
    Masalahnya populasi nya emang cuma sedgitu mas, hhe


    Mohon bantuannya ya mas...
    Makasi banyak sebelumnya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Ratih silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  116. pagi maz mau nnya saya olah data dg spss dg mggnkn analisis regresi linear berganda< dan didapat hasil Y = -0,278 + 0,012 Size – 0,007 Bussines Risk + 0,973 Growth + 0,982 Profitabilitas + 1,008 Ownership.yg ingin saya tanyakan menggapa kok konstantanya (-0,278 ) hasilnya negatif ? trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Wulan silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih

      Hapus
  117. pak saya ingin tanya nih Apa yang dimaksud dengan model memenuhi syarat signifikan secara statistis dan apa implikasinya terhadap keputusan untuk menggunakan model itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  118. Pak saya johan, s-8 uin jakarta
    mau tanya, regresi linear berganda
    Saya dapat hasil dengan spss sebagai berikut:
    Y= 7.350E8 + 367.592(X1) + 33.113(X2) + 0,255(X3)

    yang saya ingin tanyakan, terdapat tanda " E " pada constand..
    dan yang lainya juga, seperti means, anova dan coefesien...

    itu knpa ya paaak?
    mohon jawabanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  119. mas..persyaratan apa untuk terpenuhi memakai persamaan regresi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  120. Tatik Suryani27 Juni 2012 01.44

    saya tatik...
    saya mau tanya...
    mau tanya apa perbedaan rangk spearman dan regresi linier secara specifik?
    diantara keduanya yang mana dapat mengukur pengaruh dan hubungan variabel x dan y?
    berikan contoh data berdistribusi normal?
    apakah untuk menguji normalitas dan linearitas sama pada regresi linier?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Tatik silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  121. saya cinta..saya mau tanya nih..uji asumsi yang harus dipenuhi dalam analisis path itu apa saja?apa dampaknya jika uji itu tidak terpenuhi (slain tidak dapat dilanjutkan dg pengujian parametrik)?jika pada uji t diperoleh hasil "tidak signifikan",dapat diartikan variabel bebas berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variabel terikat atau tidak berpengaruh?terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Cinta silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  122. Saya mau tanya :Saya melakukan penelitian 4 Variabel (X1,X2,X3, dan Y). pada SPSS, analisis regresi. koefisien X2 hasilnya NEGATIF. tapi kalo uji parsial. X2 > Y saja atau X2 + X3 > Y = POSITIF. nah, jika X1 + X2 = NEGATIF. bagaimana cara mengetahui Faktor yang bikin X2 NEGATIF. mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Ridian Akbar silahkan gunakan menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  123. saya mau nanya permasalahan tentang konstanta pada regresi linear berganda dengan menggunakan data interval skala likert 1-5.. katanya nilai konstantanya diabaikan atau dihilangkan? apa betul.. tlng mas penjelasannya. trimks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  124. saya mau nanya ni.. hasil dari analisis regresi yang saya lakukan mengenai pelayanan terhadap kepuasan konsumen
    Y = -6,368 + 0,082X1 - 0,104X2 + 0,224X3 + 0,550X4 + 0,417X5

    yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya membuat nilai pada b2 (-0,104) menjadi positif.. langkah2 apa yang harus saya lakukan jika menggunakan program SPSS 17.0... atas bantuannya saya ucakan terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  125. Mas, saya mau nanya untuk analisa pengaruh, apakah diperbolehkan variabel bebas diukur dengan skala likert sedangkan variabel Y nya dalam bentuk rasio (bilangan rasio yang sudah diubah menjadi bilangan desimal). Judul penelitian saya adalah Analisis Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan X, dalam penelitian ini saya menggunakan Analisis Regresi Berganda.
    Mohon pencerahannya Mas, Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim mohon masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  126. pak,
    saya sedang melakukan penelitian..
    penelitian ini menggunakan (regresi berganda) data nominal yang mana variabel bebasnya (pendidikan terakhir, ukuran perusahaan, umur perusahaan, gender) dan v.terikatnya (persepsi : sangat tidak penting - sangat penting)...
    saya sudah melakukan pengujian dgn menggunakan SPSS akan tetapi tidak menunjukan nilai signifikasi yang luar biasa (diatas 0,4).. pdhl dlm penelitian sebelumnya menunjukan nilai signifikasi yang wajar2 saja !!

    qra2 apa penyebabnya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Indah silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  127. Selamat malam, saya Jea.
    saya mau tanya apa arti atau bagaimana cara membaca dr rumus regresi berganda seperti ini Y = α+β1 X1+ β2 X2+ β3 X3+e
    saya masih kurang paham ada di beberapa skripsi yang menulis simbol rumus tersebut dengan huruf a atau b, sedangkan saya menulisnya dengan simbol aritmatika?
    apakah itu akan mempengaruhi cara membacanya?
    lalu apa benar tanda + dalam rumus tersebut jika dibaca memiliki arti "atau"?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Jea silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  128. selamat siang...
    saya mahasisawa yang sedang mengerjakan skripsi tentang SEM. saya ingin bertanya tentang dasar penetapan nilai 1 pada faktor loading (lamda) dan cara menentukan nilai kesalahan pengukuran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Arief mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  129. maaf mas, mau nanya donk, itu fungsi tabel excluded variables apa ya?,, kom muncul dalam analisi regresi saya

    BalasHapus
  130. siang pak.. mau tanya, suatu model persamaan regresi, nilai konstanta -2,808 dan signifikansi nya 0,743. nah ada yang mengatakan bahwa karena sig dr konstanta tsb tidak sig (0,743 berarti tdk sig ya pak krn biasany dlm ilmu sosial sig antara 1-10%) jadinya nilai kontanta tersebut harus dihilangkan dr model persamaan regresinya. apa begitu memang ya pak? sy cari2 referensi utk mendukung pernyataan tsb, blm dpt jg nih..hehe tks pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim berdua silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  131. Dalam penelitian saya, saya menggunakan sample suami dan istri
    Bagaimana ya menderivasi skor suami dan skor istri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat 08.092lfp@gmail.com silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  132. Selamat sore...pak mau tanya dunk...
    Setelah uji validitas (SPSS), aitem gugur kan di delete..setelah itu aitem yang valid disusun ulang untuk diuji lagi validitasnya kah?? Apa pentingnya langkah seperti itu?? Tak bisakah hanya sekali uji validitas saja

    Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Friska silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.

      Hapus
  133. kenapa dalam hasil ouput regresi linear sederhana saya muncul excluded variabel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Arisa Deby silakah sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus
  134. Mas mohon bantuannya, saya melakukan analisisi uji persyaratan analisis namun uji linearitasnya ada du variabel yang tidak linear dari 4 variabel, saya ingin melakukan anareg ganda. apakah saya tidak bisa melanjutkan? atau ada cara lain agar anareg ganda tetap bisa saya lakukan terima kasih......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim silahkan sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus
  135. mas mau tanya, sya uji 2 var x dan 1 var y. tetapi satuannya berbeda. X1 satuan (rupiah), X2 satuan (unit), X3 satuan (rupiah). apa boleh misalkan saya samakan stuan dengan prosentase menggunakan satu tahun dasar. lalu fungsi penggunaan Ln itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Anonim silahkan sign up di www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.

      Hapus

Cari Materi

Memuat...