Ada 4 macam skala pengukuran yaitu: skala nominal, skala ordinal, skala interval dan skala rasio.
1. Skala nominal
Adalah skala yang semata-mata hanya untuk memberikan indeks, atau nama saja dan tidak mempunyai makna yang lain. Contoh:
Data
|
Kode (a)
|
Kode (b)
|
Yuni
|
1
|
4
|
Desi
|
2
|
2
|
Ika
|
3
|
3
|
Astuti
|
4
|
1
|
Keterangan: Kode 1 sampai dengan 4 (a) semata-mata hanyalah untuk memberi tanda saja, dan tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan antara satu data dengan data yang lain. Kode tersebut dapat saling ditukarkan sesuai dengan keinginan peneliti (menjadi alternatif b) tanpa mempengaruhi apa pun.
2. Skala ordinal
Adalah skala ranking, di mana kode yang diberikan memberikan urutan tertentu pada data, tetapi tidak menunjukkan selisih yang sama dan tidak ada nol mutlak. Contoh:
Data
|
Skala Kecantikan (a)
|
Skala Kecantikan (b)
|
Yuni
|
4
|
10
|
Desi
|
3
|
6
|
Ika
|
2
|
5
|
Astuti
|
1
|
1
|
Skala kecantikan (a) di atas menunjukkan bahwa Yuni paling cantik (dengan skor tertinggi 4), dan Astuti yang paling tidak cantik dengan skor terendah (1). Akan tetapi, tidak dapat dikatakan bahwa Yuni adalah 4 kali lebih cantik dari pada Astuti. Skor yang lebih tinggi hanya menunjukkan skala pengukuran yang lebih tinggi, tetapi tidak dapat menunjukkan kelipatan. Selain itu, selisih kecantikan antara Yuni dan Desi tidak sama dengan selisih kecantikan antara Desi dan Ika meskipun keduanya mempunyai selisih yang sama (1). Skala kecantikan pada (a) dapat diganti dengan skala kecantikan (b) tanpa mempengaruhi hasil penelitian.
Skala nominal dan skala ordinal biasanya mempergunakan analisis statistik non parametrik, contoh: Korelasi Kendall, Korelasi Rank Spearman, Chi Square dan lain-lain.
3. Skala interval
Skala pengukuran yang mempunyai selisih sama antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain, tetapi tidak memiliki nilai nol mutlak. Contoh:
Data
|
Nilai Mata Kuliah (a)
|
Skor Nilai Mata Kuliah (b)
|
Yuni
|
A
|
4
|
Desi
|
B
|
3
|
Ika
|
C
|
2
|
Astuti
|
D
|
1
|
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai A setara dengan 4, B setara dengan 3, C setara dengan 2 dan D setara dengan 1. Selisih antara nilai A dan B adalah sama dengan selisih antara B dan C dan juga sama persis dengan selisih antara nilai C dan D. Akan tetapi, tidak boleh dikatakan bahwa Yuni adalah empat kali lebih pintar dibandingkan Astuti, atau Ika dua kali lebih pintas dari pada Astuti. Meskipun selisihnya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol mutlak.
4. Skala rasio
Adalah skala pengukuran yang paling tinggi di mana selisih tiap pengukuran adalah sama dan mempunyai nilai nol mutlak. Contoh:
Data
|
Tinggi Badan
|
Berat badan
|
Yuni
|
170
|
60
|
Desi
|
160
|
50
|
Ika
|
150
|
40
|
Astuti
|
140
|
30
|
Tabel di atas adalah menggunakan skala rasio, artinya setiap satuan pengukuran mempunyai satuan yang sama dan mampu mencerminkan kelipatan antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain. Sebagai contoh; Yuni mempunyai berat badan dua kali lipat berat Astuti, atau, Desi mempunyai tinggi 14,29% lebih tinggi dari pada Astuti.
Skala pengukuran interval dan rasio biasanya dikenai alat statistik parametrik
Assalaamu'alaikum..
BalasHapusMas mau nanya lagi, saya Yudha (jur. Psikologi)..
Ada alat ukur yang terdapat 2 respon (berapa kenyataan yang ada & berapa yang diharapkan ada)..dari 1 hingga 6. jadi dihitung selisihnya. jika dia menjawab kenyataan 2 dan harapan juga 2, maka selisihnya 0. dan jika dia menjawab kenyataan 6 dan harapan 4 maka selisih 2, begitu juga sebaliknya kalau kenyataan 4 dan harapan 6 maka selisih juga 2. (ga dilihat selisih plus atau minus, mutlak)
ini alat ukur kepuasan kerja, jadi kalau selisih makin kearah 0 maka semakin puas (karena terpenuhi). semakin besar selisihnya maka semakin tidak puas (karena semakin tidak sesuai harapan).
Yang saya tanyakan, ini termasuk skala apa ya mas? Validity dan Reability nya menggunakan apa?
Terimakasih ya mas..
Mohon jawabannya banget..
Buat Yudha silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusmas saya angga yang kemarin... alhamdulillah skripsi saya sudah hampir kelar. thanks ya mas konsultan..
BalasHapusoh iya mas saya mau tanya jik
variabel x1 satuannya rupiah dan x2 adalah % dan variabel Y adalah Rupiah.
apakah ketika memasukkan data di spss satuannya harus disamakan..
mhn pencerahnnya mas statistik
Buat Angga silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusSelamat siang mas...saya mau konsultasi mengenai alat ukur saya, mohon bgt bantuannya ya mas..
BalasHapussaya punya satu alat ukur yang terdiri dari 4 Dimensi.
Dimensi 1 menggunakan pilihan lima pilihan jawaban yaitu; a,b,c,d,e sedangkan Dimensi yang ke 2 menggunakan empat pilihan jawaban yaitu; a,b,c,d. Baik dimensi 1 dan 2 mengukur tentang sikap dan tidak ada jawaban yang salah.
--> Apakah dimensi 1 dan 2 ini bentuk skala likert mas? kalo iya, berarti datanya interval ya?
Nah, untuk dimensi 3 dan dan 4, menggunakan empat pilihan jawaban yaitu a,b,c,d, tetapi ada satu jawaban yang benar karena mengukur tentang pengetahuan. Jadi saya akan memberi nilai 1 jika benar dan nilai 0 jika jawabannya salah.
--> Untuk dimensi 3 dan 4 ini bentuk data apa mas? apakah ini ordinal?
selanjutnya,
-> Bagaimana cara saya atau teknik statistik apa yang saya gunakan untuk mencari validitas dan reliabilitas alat ukur tersebut ? (mengingat antara dimensi 1,2 dengan 3,4 memiliki bentuk data yang berbeda)
--> Bagaimana teknik analisis datanya?
Terima kasih banyaaaaakkk sebelumnya atas bantuan mas.
Salam
Buat Ryan Van Gobel silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusSyalom mas...
BalasHapusMas saya lucy, sedang mengambil TA jurusan ekonomi akuntansi.
Saya sedang bingung dengan statistik di penelitian saya,mau ikut-ikutan minta pencerahan dari mas nich,hehehe...
Penelitian saya tentang pengaruh karakteristik informasi (broadscope,timeliness,agregasi,integrasi) terhadap kinerja manajemen.
Hipotesisnya yg pertama ada tidaknya hubungan antara karakteristik informasi terhadap kinerja.
Hipotesis kedua ada tidaknya perbedaan hubungan antara karakteristik informasi terhadap kinerja pada perusahaan densetralisasi dan sentralisasi.
Untuk uji validitas saya menggunakan MSA dan reliabilitasnya saya menggunakan teknik cronbach alpha. Itu benar atau tidak ya mas untuk data ordinal seperti saya?
Kemudian,untuk hipotesis pertama itu benar atau tidak kalo saya pake regresi berganda:
Y = a + bx1 + bx2 + bx3 + bx4 + e
Perlu tidak saya lakukan uji asumsi klasik seperti normalitas,dll. Soalnya kemaren saya menguji kok data tidak normal. Hikz.. T.T
Apakah harus diulang penyebaran datanya?
Terus untuk menguji hipotesis kedua sebaiknya saya pake apa ya mas? Kalo saya menggunakan uji T,benar atau tidak ya?
Minta tolong bantuannya ya mas,soalnya ni dah mumet tingkat tinggi, hehehe...
Makasih. Tuhan memberkati... ^.^
Buat Lucy silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusselamat siang Mas,
BalasHapusSaya rani. Mohon pencerahannya
Saya memiliki data dari kuesioner yang diambil secara langsung dari lapangan dan melakukan pengamatan secara langsung (data primer), dengan menggunakan skala 1 - 3. dengan pengukuran sbb :
1 = Tidak suka
2 = Kurang suka
3 = Suka
Pertanyaan saya :
Apakah metode yang cocok supaya saya dapat menghasilkan angka interval antara 0,00% - 100,00% dari data skala 1 - 3 tersebut?
Apakah saya perlu memberikan skoring untuk masing-masing skala tersebut ?
Terima kasih banyak ^_^
Buat Rani
BalasHapusMaksudnya skoring apa ya? maaf kurang jelas. skala 1 - 3 kan sudah merupakan skoring. Mohon diperjelas? terima kasih
Siang Mas
BalasHapusoh, jadi 1,2,3 tersebut sudah merupakan skor.
karena selama ini saya berfikir bahwa itu hanya berupa skala saja.
Mohon koreksi nya ya Mas.
Selama ini saya menghitung secara matematis saja,
Jadi misalnya ada 10 pertanyaan dengan jawaban sebagai berikut :
1 2 2 3 3 3 3 1 2 2
maka hasilnya adalah :73.33%
dengan membagi secara rata
1 = 33.33%
2= 66.66%
3 = 100%
Apakah benar saya melakukan perhitungan seperti ini ?
Mohon masukannya apakah ini terjadi kesalahan dalam menentukan skala? karena jika melakukan perhitungan spt ini, saya tidak mungkin untuk menghasilkan nilai 0,00%, dan hal ini sangat tidak mungkin terjadi di lapangan.
Apakah ada metode statistik yang bisa melakukan perhitungan untuk skala seperti itu?
Terima kasih banyak Mas
Rani
Buat Rani
BalasHapusPenelitian anda statistik deskriptif ya? boleh saja seperti itu dan karena skala yang digunakan 1 sampai 3 maka tidak ada skor 0. kecuali anda menggunakan skor -1, 0 dan 1, maka akan ada skor 0. Yup?
Mas, saya Nia, 24 tahun. saya sedang skripsi di S1 Keperawatan. judul skripsi saya hubungan merokok terhadap depresi. merokok saya bagi menjadi perokok ringan, sedang dan berat.untuk merokok saya gunakan alat ukur kuesioner 15 pernyataan dengan jawaban Tidak pernah (skor 1), jarang (skor 2), sering (skor 3) dan selalu (skor 4). kemudian saya kategorikan perokok ringan jika skor 16-30, sedang 31-45 dan berat 46-60. saya bingung mau menuliskan skala apa di definisi operasional, ordinal atau interval. karena kata dosen saya itu termasuk ordinal karena itu kategorikal, sementara menurut saya itu interval karena rentangnya jelas (selisih 14). rentang itu saya peroleh dengan cara: skor maksimal - skor minimal dibagi jumlah rentang --> 60-16/3 = 14). saya sudah membaca banyak literatur dan googling, memang tidak pernah menemukan contoh skala interval itu seperti kasus saya (dalam rentang 16-30 dsb), saya hanya melihat contoh berupa nomor tunggal seperti setuju sekali 5, setuju 4, tidak tahu 3, kurang setuju 2, tidak setuju 1. mohon bantuannya mas, mengingat ini berhubungan jenis uji yang akan saya gunakan.
BalasHapusterima kasih banyak mas, saya tunggu jawabannya.
Buat Nia
BalasHapusYup DOsen anda benar, model seperti itu merupakan data ordinal, seperti pada contoh postingan di atas. terima kasih
saya mw bertanya,
BalasHapuskalo ukuran baju, distribusi dosen menurut keahlian, gaji, dan satu lagi IPK itu menggunakan skala apa?
thanks before..
Buat Anonim
BalasHapusSilahkan simak di postingan dan sudah ada contoh2nya singkat. Terima kasih
mas, saya aris sedang menyelesaikan tesis saya berjudul analisis variabel2 yg mempengaruhi keputusan memilih tempat persalinan..
BalasHapusdalam quisioner saya terdapat 3 variabel independen yakni :
1. variabel individual (dimensi karakteristik personal, demografi dan life style) (SSS-SS-RR-TS-STS)
2. variabel lingkungan (budaya, face to face grup, kelas sosial, situasional)(SSS-SS-RR-TS-STS)
3. variabel marketing mix (produk, price, promotion, distribusi)(SSS-SS-RR-TS-STS)
dan 1 variabel dependen yang mencangkup hanya 1 pertanyaan saja yaitu anda akan memilih RS L sebagai tempat bersalin (SSS-SS-RR-TS-STS)
saya menggunakan uji regresi linier berganda dan asumsi klasik tentunya.. semua hasil sudah OK..
akan tetapi saya dibingungkan dengan pengukuran validitas dan realibilitas khususnya untuk item variabel dependen karena merupakan single variabel hny dngn 1 item pertanyaan saja.. kira-kira adakah solusi untuk saya mengukur validitas dan reliabilitas var dependen saya (y)?
terimakasih banyak
Buat Aris
BalasHapusUji validitas dan reliabilitas tidak bisa dilakukan untuk 1 item pertanyaan saja. Tidak ada saran yang pas. Silahkan konsultasi dengan pembimbing anda, misalnya menambah indikator berdasarkan teori yang ada sehingga menjadi 3 atau lebih. Terima kasih
mas, saya ari sedang menyelesaikan tesis trasportasi.
BalasHapussaya menggunakan kuesioner mas, waktu saya input data saya ke spss bnyak menggunakan skala nominal dan ordinal mas. ada 10 variabel terikat dan 1 variabel bebas mas.
sewaktu saya 'analisis' korelasi variabel semua'a rendah mas dan R square yg didapat pun rendah..
apa ada hbungan 'scale' yg kta masukan terhadapa hasil yg kta tinjau mas? apa untuk scale ordinal dan nominal msti dimulai dri angka '0' mas?
mohon pencerahannya mas, sebelum'a saya ucapkan terima kasih..
salam.
Buat Ari
BalasHapusSkala ordinal dan nominal tidak harus dimulai dari nol, itu hanya contoh saja. Mohon disimak postingannya. Terima kasih
met sore mas, saya tanya ya, untuk kuesioner dengan skala likert apakah bisa dianalisa dengan program system dynamic? seperti vensim/sejenisnya, trims ya
BalasHapusBuat Didi
BalasHapusSilahkan menggunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Selamat malam pak,
BalasHapusPak saya mau nanya dong..., saat ini saya sedang mengerjakan skripsi tentang hubungan sumber informasi dengan proses pengambilan keputusan konsumen. Variabel independen terdiri dari 4 kategori (sumber pribadi, publik, komersial, dan pengalaman). Sedangkan untuk variabel dependen (keputusan konsumen untuk memilih)di ukur dengan menggunakan skala ordinal (yakin-cukup yakin-tidak yakin). Jumlah sampel sebanyak 100.
Semula saya ingin menggunakan uji chi square, mengingat bentuk kedua variabel adalah kategorik. Tapi kata dosen saya, saya diminta untuk meninjau ulang uji statistik saya karena skala datanya nominal-ordinal dan bukan nominal-nominal. Menurut bapak, uji statistik apa yang tepat dengan skala data nominal-ordinal yang dapat digunakan berkenaan dengan judul skripsi saya? Trimakasih sblmnya.
Silahkan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusmisi pa saya fara saya ingin bertanya:
BalasHapus1. didalam regresi sederhana apakah hanya uji Multikolinieritas saja yang tidak perlu digunakan sedangkan yang 3 lagi tetap perlu diuji????
2. apabila memakai reg sederhana apakah uji-t dan uji-f apakah wajib di uji?
3. utk kuesioner misal na saya bertanya modal pertama nasabah itu termasuk dalam skala apa ya???
Buat Fara silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusmau tanya..
BalasHapuskalau misalnya cara menentukan uji statistik dengan menggunakan skala ukur nominal itu bagaimana? misalnya skala ukur nominal dgn nominal, nominal dgn ordinal, ordinal dgn ordinal dll... bgm mas/pak... ???
tq,,
Buat Lia mohon masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapuskalo skala variabel nya nominal dan ordinal uji hipotesisnya sebaiknya pakai uji apa? thanks before
BalasHapusMohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapussaya mau tanya pak....kalau skala pengukuran saya nominal2 bisa pake chi square gx ya????????
BalasHapusSilakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapuspak maaf makasih informasinya,
BalasHapustapi saya mau nanya pak, saya mau ngitung korelasi antara X(ordinal) dgn Y(nilai mata kuliah yg terdiri dari 4 mata kuliah/interval)...untuk menyamakan skala, ordinal saya ubah jd interval dan hasilnya nol koma/desimal...jd intinya bisa ga pak di korelasikan x dengan jumlah desimal dengan y dengan jumlah puluhan ex:80, 70(rata-rata dari 4 mata kuliah)..
makasih sebelumnya pak
Buat Betty silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapuspak saya mau tanya
BalasHapuskalau mau mengubah data dari skala nominal ke interval itu bagaimana caranya y pak????
Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusPak, saya Dewi mau nanya kalau data yang saya gunakan adalah data ordinal apakah harus memakai uji normalitas juga? kalau data yang sudah saya teliti ternyata setelah diujikan berdistribusi normal,rumus korelasi mana yang harus digunakan. Product moment atau tetap rank spearman? mohon petunjuknya Pak.
BalasHapusBuat Dewi silakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusAssalamualaikum pak saya Sayidah mahasiswi semester 1 jurusan psikologi, maaf saya mau tanya contoh-contoh skala rasio apa saja ya pak, selain pendapatan, usia, berat badan, tinggi badan?
BalasHapusBuat Sayidah mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak, saya tyas, lagi buat skripsi nie.agak bingung milih analisa data yg dipake yg mana.tujuan penelitian ingin tau pengaruh pengetahuan ttg teknik menyusui dgn kejadian lecet puting,skala data var. independent interval dan var. dependen nominal. kerangka kerja secara umum begini: 1 kelompok sampel diberi perlakuan: KIE ttg teknik menyusui lalu diberi kuesioner tertutup multipel choice untuk menentukan tk. pengetahuan (baik, cukup, kurang, buruk) lalu di observasi dengan checklist ada tanda-gejala lecet/tidak. analisanya kira-kira pakai apa ya pak?Pearson atau apa?
BalasHapusBuat Tyas silahkan sign in dihttp://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapusapakah skala ordinal sama dengan skala likert??
BalasHapusBuat Liebe Lian silahkan sign in dihttp://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusMas, mau nanya, saya punya data X (satuannya tahun), Y (satuannya rupiah) dan Z (satuannya persentase), ketiga variabel itu mau saya gabung menjadi satu indeks komposit, untuk menstandarisasi datanya bagaimana yah? mengingat ukurannya berbeda-beda,,mohon penjelasnanya,,terima kasiih
BalasHapusBuat MokMok silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak saya riri, saya sekarang lagi skripsi dengan salah satu variabel kesulitan keuangan perusahaan dengan menggunakan skala rasio, tetapi dosen saya nyuruh tukar dengan skala elmed. yang saya tanyakan tolong dijelaskan apa tu skala elmed dan bagaimana rumusnya?
BalasHapusterima kasih
Buat Riri Anenda silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapusassalamualaikum..
BalasHapuska bisa gasih contoh nggak skala pengukuran di bidang kesehatan???
pliss
Buat Dhyan silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak saya alia mau tanya saya masih bingung masalah skala, kalao hasil ukurnya berupa persen (%),misalnya hasil ukur persen 20%, 40% dll,itu trmasuk dalam rasio y pak?
BalasHapusterimaksi sebelumnya dan maaf mungkin bila pertanyaat saya kurng berbobot..
Buat Anonim silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusSalam Kenal, Nama Saya Andrew.
BalasHapusBila pertanyaan menggunakal skala 1-10, misalnya "Seberapa Penting Produk X bagi Anda?" (1 Sangat Tidak Penting dan 10 Sangat Penting). Jumlah Respondent 100, dengan jawaban yang berfariasi. Bagaimana saya menghitung, dan menganalisis hasilnya bila menggunakan SPSS.
Terimakasih sebelumnya.
Buat Andrew silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusmas mau tanya nih kalau data diukur menggunakan 2 ukuran interval dan ordinal apakah bisa dijadikan satu analisis?kalau bisa analisis apa??
BalasHapusBuat Anonim silakah sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusAssalamualaikum, saya ada tugas nih, bisa minta bantuannya nggak ?
BalasHapuskalo ada soal. Berikut adalah harga saham dari 20 perusahaan sektor perbankan di BEJ pada tahun 2003:
Kisaran harga saham Jumlah perusahaan
160–303 2
304–447 5
448–591 9
592–735 3
736–878 1
itu termasuk skala pengukuran apa dan alasannya kenapa ? terimakasih sebelumnya
Buat Suci silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusasalamualaikum,,,saya sadha
BalasHapusmau nanya nih,,,saya kan memakai skala likert 5 point skoring antara HARAPAN DAN KENYATAAN,, misal jmlh responden saya 100,kalo mau tau berapa responden yang menyatakan PUAS dan berapa Responden yang menyatakan TIDAK PUAS bagaimana,,mohon bantuannya.
Buat Sadha silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusmasa saya kiki mau tanya.. judul skripsi saya perbedaan tingkat efikasi guru ditinjau dari status sertifikasi.. nah angket yang saya gunakan untuk efikasi itu menggunakan instrumen angket bandura dengan skala ordinal.. untuk uji validitas dan reabilitas skala ordinal itu gmana ya? apa sama seperti kalau kita menggunakan skala likert?terus analisis datanya apakah bisa langsung menggunakan statistik non parametik mann whitney u test tanpa mencoba uji prasyarat analis untuk uji t?
BalasHapusBuat Kiki silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapus