BID

Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Jadi analisis regresi yang tidak berdasarkan OLS tidak memerlukan persyaratan asumsi klasik, misalnya regresi logistik atau regresi ordinal. Demikian juga tidak semua uji asumsi klasik harus dilakukan pada analisis regresi linear, misalnya uji multikolinearitas tidak dilakukan pada analisis regresi linear sederhana dan uji autokorelasi tidak perlu diterapkan pada data cross sectional.

Uji asumsi klasik juga tidak perlu dilakukan untuk analisis regresi linear yang bertujuan untuk menghitung nilai pada variabel tertentu. Misalnya nilai return saham yang dihitung dengan market model, atau market adjusted model. Perhitungan nilai return yang diharapkan dapat dilakukan dengan persamaan regresi, tetapi tidak perlu diuji asumsi klasik.

Uji asumsi klasik yang sering digunakan yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, uji autokorelasi dan uji linearitas. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang urutan uji mana dulu yang harus dipenuhi. Analisis dapat dilakukan tergantung pada data yang ada. Sebagai contoh, dilakukan analisis terhadap semua uji asumsi klasik, lalu dilihat mana yang tidak memenuhi persyaratan. Kemudian dilakukan perbaikan pada uji tersebut, dan setelah memenuhi persyaratan, dilakukan pengujian pada uji yang lain.

1. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Sering terjadi kesalahan yang jamak yaitu bahwa uji normalitas dilakukan pada masing-masing variabel. Hal ini tidak dilarang tetapi model regresi memerlukan normalitas pada nilai residualnya bukan pada masing-masing variabel penelitian.

Pengertian normal secara sederhana dapat dianalogikan dengan sebuah kelas. Dalam kelas siswa yang bodoh sekali dan pandai sekali jumlahnya hanya sedikit dan sebagian besar berada pada kategori sedang atau rata-rata. Jika kelas tersebut bodoh semua maka tidak normal, atau sekolah luar biasa. Dan sebaliknya jika suatu kelas banyak yang pandai maka kelas tersebut tidak normal atau merupakan kelas unggulan. Pengamatan data yang normal akan memberikan nilai ekstrim rendah dan ekstrim tinggi yang sedikit dan kebanyakan mengumpul di tengah. Demikian juga nilai rata-rata, modus dan median relatif dekat.

Uji normalitas dapat dilakukan dengan uji histogram, uji normal P Plot, uji Chi Square, Skewness dan Kurtosis atau uji Kolmogorov Smirnov. Tidak ada metode yang paling baik atau paling tepat. Tipsnya adalah bahwa pengujian dengan metode grafik sering menimbulkan perbedaan persepsi di antara beberapa pengamat, sehingga penggunaan uji normalitas dengan uji statistik bebas dari keragu-raguan, meskipun tidak ada jaminan bahwa pengujian dengan uji statistik lebih baik dari pada pengujian dengan metode grafik.

Jika residual tidak normal tetapi dekat dengan nilai kritis (misalnya signifikansi Kolmogorov Smirnov sebesar 0,049) maka dapat dicoba dengan metode lain yang mungkin memberikan justifikasi normal. Tetapi jika jauh dari nilai normal, maka dapat dilakukan beberapa langkah yaitu: melakukan transformasi data, melakukan trimming data outliers atau menambah data observasi. Transformasi dapat dilakukan ke dalam bentuk Logaritma natural, akar kuadrat, inverse, atau bentuk yang lain tergantung dari bentuk kurva normalnya, apakah condong ke kiri, ke kanan, mengumpul di tengah atau menyebar ke samping kanan dan kiri.

2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya menjadi terganggu. Sebagai ilustrasi, adalah model regresi dengan variabel bebasnya motivasi, kepemimpinan dan kepuasan kerja dengan variabel terikatnya adalah kinerja. Logika sederhananya adalah bahwa model tersebut untuk mencari pengaruh antara motivasi, kepemimpinan dan kepuasan kerja terhadap kinerja. Jadi tidak boleh ada korelasi yang tinggi antara motivasi dengan kepemimpinan, motivasi dengan kepuasan kerja atau antara kepemimpinan dengan kepuasan kerja.

Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan multikolinearitas adalah dengan variance inflation factor (VIF), korelasi pearson antara variabel-variabel bebas, atau dengan melihat eigenvalues dan condition index (CI).

Beberapa alternatif cara untuk mengatasi masalah multikolinearitas adalah sebagai berikut:
1. Mengganti atau mengeluarkan variabel yang mempunyai korelasi yang tinggi.
2. Menambah jumlah observasi.
3. Mentransformasikan data ke dalam bentuk lain, misalnya logaritma natural, akar kuadrat atau bentuk first difference delta.


3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut homoskedastisitas.

Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar kemudian menyempit. Uji statistik yang dapat digunakan adalah uji Glejser, uji Park atau uji White.

Beberapa alternatif solusi jika model menyalahi asumsi heteroskedastisitas adalah dengan mentransformasikan ke dalam bentuk logaritma, yang hanya dapat dilakukan jika semua data bernilai positif. Atau dapat juga dilakukan dengan membagi semua variabel dengan variabel yang mengalami gangguan heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1). Secara sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, jadi tidak boleh ada korelasi antara observasi dengan data observasi sebelumnya. Sebagai contoh adalah pengaruh antara tingkat inflasi bulanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar. Data tingkat inflasi pada bulan tertentu, katakanlah bulan Februari, akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi bulan Januari. Berarti terdapat gangguan autokorelasi pada model tersebut. Contoh lain, pengeluaran rutin dalam suatu rumah tangga. Ketika pada bulan Januari suatu keluarga mengeluarkan belanja bulanan yang relatif tinggi, maka tanpa ada pengaruh dari apapun, pengeluaran pada bulan Februari akan rendah.

Uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu) dan tidak perlu dilakukan pada data cross section seperti pada kuesioner di mana pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan. Model regresi pada penelitian di Bursa Efek Indonesia di mana periodenya lebih dari satu tahun biasanya memerlukan uji autokorelasi.

Beberapa uji statistik yang sering dipergunakan adalah uji Durbin-Watson, uji dengan Run Test dan jika data observasi di atas 100 data sebaiknya menggunakan uji Lagrange Multiplier. Beberapa cara untuk menanggulangi masalah autokorelasi adalah dengan mentransformasikan data atau bisa juga dengan mengubah model regresi ke dalam bentuk persamaan beda umum (generalized difference equation). Selain itu juga dapat dilakukan dengan memasukkan variabel lag dari variabel terikatnya menjadi salah satu variabel bebas, sehingga data observasi menjadi berkurang 1.

5. Uji Linearitas
Uji linearitas dipergunakan untuk melihat apakah model yang dibangun mempunyai hubungan linear atau tidak. Uji ini jarang digunakan pada berbagai penelitian, karena biasanya model dibentuk berdasarkan telaah teoretis bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikatnya adalah linear. Hubungan antar variabel yang secara teori bukan merupakan hubungan linear sebenarnya sudah tidak dapat dianalisis dengan regresi linear, misalnya masalah elastisitas.

Jika ada hubungan antara dua variabel yang belum diketahui apakah linear atau tidak, uji linearitas tidak dapat digunakan untuk memberikan adjustment bahwa hubungan tersebut bersifat linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengkonfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Uji linearitas dapat menggunakan uji Durbin-Watson, Ramsey Test atau uji Lagrange Multiplier.

Baca juga artikel tentang Uji Asumsi Klasik


93 comments:

  1. oke mas, makasih atas info-nya.. ;)

    BalasHapus
  2. Pak saya sedang mengerjakan skripsi, saya ijin copy tulisan bapak sebagai file pribadi saya. Sedang mencari bahan tentang teknik analisis data.

    Terima kasih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan. Akan tetapi, sumber online seperti ini tidak bisa dijadikan rujukan dalam penelitian. Terima kasih.

      Hapus
  3. bagaimana uji asumsi klasik dengan adanya variabel kontrol dan variabel interaksi (a*b) selain variabel dependen dan independen pak?

    BalasHapus
  4. Salam, min, boleh minta referensix tentang uji klasik tidak diperlukan untuk menentukan persamaan regresi linear sederhana. Thk seblmx.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam balik. Kalimat itu Anda temukan di mana? Terima kasih.

      Hapus
  5. Selamat siang... pak... sama bingung mengenai analogi Uji Heteroskedastisitas... jika di uji normalitas anda menganalogikan ttg keadaan dlm suatu kelas yg berisi orng pintar dan bodoh sehingga mudah dipahami... maka untuk Uji Heteroskedastisitas itu analoginya seperti apa... terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu hanya analogi, mohon tidak dijadikan rujukan referensi :) Kalau heteros, agak sulit, tapi biasanya ini (sekali lagi, ini hanya analogi, bukan rujukan teori). Misalnya Anda meramalkan suatu nilai, maka hasil ramalan yang baik, itu kadang lebih tinggi dari yang sebenarnya kadang lebih rendah dari yang sebenarnya, Hetero itu jika terdapat pola tertentu, misal ramalanya pasti lebih besar dari yang sebenarnya, atau pasti lebih rendah dari yang sebenarnya, atau ada pola tertentu, jika begini, maka hasil ramalan pasti begitu. Demikian. Terima kasih.

      Hapus
  6. Selamat siang pak, saya harry mau tanya saya melakukan penelitian yg berjudul "pengaruh opini unqualified dan opini qualified terhadap harga saham" dn penelitian ini melakukan uji beda,, pertanyaannya apakah saya juga harus menggunakan uji asumsi klasik??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji asumsi klasik hanya diberlakukan untuk regresi. Uji beda tidak mengenal istilah uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  7. Assalam
    Nama saya Irfan Ali, Ijin bertanya pak !.
    Penelitian saya terjadi masalah multikol. salah satu solusi gejala multikol adalah dengan mentranformasi data. pertanyaaan saya adalah apakah kita mentranformasi semua variabel atau hanya variabel yang terjadi gejala Multikolinearitas, lalu sumbernya dari buku apa ?

    penilitian saya 5 Variabel independent.

    terima kasih sebelum nya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus semua, yang penting tidak ada gangguan multiko dan yang lain. Terima kasih.

      Hapus
  8. Selamat pagi pak, saya Setya.
    Saya ingin menanyakan mengenai penggunaan uji asumsi klasik. Saya akan membuat persamaan dengan menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda untuk mengestimasi satu proses untuk tiap unit. Tiap unit yang dikerjakan memiliki karakteristik seperti panjang dan lebar. Untuk permasalahan tersebut, apakah perlu dilakukan uji asumsi klasik?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kurang paham dengan model Anda. Akan tetapi, model regresi yang digunakan untuk mencari pengaruh memang harus memenuhi uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  9. Assalamualaikum pak, saya Rina.
    Saya sedang menempuh skripsi, judul penelitian saya "Perbandingan hasil belajar siswa". jenis penelitian saya adalah penelitian eksperimen.
    Saya ingin bertanya apakah penelitian eksperimen memerlukan uji asumsi atau tidak? Mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji asumsi klasik digunakan untuk regresi. Terima kasih.

      Hapus
    2. Jika sy menggunakan manova.. apa perlu menggunakan uji asumsi klasik ?

      Hapus
    3. Silahkan lihat tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  10. selamat sore pak,
    terima kasih untuk informasi diatas

    saya ingin bertanya pak.
    data saya merupakan data time series.
    dan saya sedang membuat jurnal tentang estimasi jumlah klaim menggunakan time series metode kuadrat terkecil.
    apakah dalam proses nya memerlukan uji asumsi klasik juga?
    terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang mengerti dengan maksud Anda. Uji asumsi klasik diperlukan untuk regresi. Model Anda regresi? terima kasih.

      Hapus
  11. Dear Konsultan statistik
    Mau tanya pak
    Di dalam jurnal mana yang duluan dipakai apakah simultan atau parsial? Mohon berikan alasannya ... Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan gunakan buku statistik yang Anda punyai saja, jangan merujuk kepada jurnal. Terima kasih.

      Hapus
  12. Maaf mas mau bertanya, saya sedang meneliti pengaruh motivasi dan disiplin ketja terhadap produktivitas kerja
    Sebelum penelitian saya mengajukan menggunakan analisis regresi linier berganda, setelah pengumpulan data selesai ternyata data tidak normal, sya disarankan untuk memakai analisis regresi logistik, tetapi analisis regresi logisti harus mempunyai kriteria 2 jawaban saja, sedangkan kuisoner penelitian saya menggunakan skala likert dengan 4 alternatif jawaban, saya mohon saranya pak
    Trimakasij

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan bertanya kepada yang menyarankan itu. Terima kasih.

      Hapus
  13. maaf pak saya ingin bertanya, penelitian saya menggunakan regresi sederhana dengan variabel independen berskala dummy dengan nilai konstan 1 sedangkan variabel dependen saya berskala ordinal. kira-kira uji apa saja yang bisa saya pakai
    terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau variabel nilainya konstan tidak usah diteliti pakai statistik. Terima kasih.

      Hapus
  14. siang mas
    saya ingin tanya
    kalo penelitian menggunakan data times series biasanya terdapat 3 uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji autokorelasi dan uji heterokedatisitas. tapi ada beberapa penelitian yang menggunakan data times series tapi menambahkan uji multikorelasi sehingga uji asumsi klasiknya jadi 4. ini terjadi karena apa dan biasaya untuk penelitian seperti apa ??
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Multikolinearitas untuk melihat apakah terjadi korelasi yang tinggi antar variabel independen. Terima kasih.

      Hapus
  15. selamat siang
    saya ingin bertanya apabila saya menggunakan regresi sederhana dengan variabel independen berskala dummy 1 dan o dan variabel dependen berskala interval apakah harus memakai uji asumsi klasik?
    terima kasih

    BalasHapus
  16. klo kelemahan metode os terhadap multikolenaritas apa ya om ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelemahan? mohon maaf kami kurang paham. Terima kasih.

      Hapus
  17. makasih mas atas informasinya, saya jadi lebih tau tentang pengujian dalam statistik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2. Terima kasih atas kunjunganya.

      Hapus
  18. selamat malam. saya ingin menanyakan, dalam skripsi yang saya baca uji asumsi klasik merupakan syarat untuk kelayakan regresi. apakah bisa jika dilakukan uji regresi berganda untuk menentukan persamaan regresi terlebih dahulu, baru dilakukan uji asumsi klasik ? apa alasanya ? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya tidak menggunakan skripsi sebagai bahan rujukan. Terima kasih.

      Hapus
  19. Selamat malam pak, sy mau tanya pak. Saya menyusun skripsi dengan metopel kuantitatif dengan 2 variabel. Dan jeslnis metopelnya regresi sederhana. Pertnyaannya, apakah boleh tdk menggunakan uji asumsi klasik pak? Terimaksih seblumnya. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya uji asumsi klasik itu hukumnya wajib! :)

      Hapus
  20. selamat siang pak, saya sedang meneliti pengaruh inflasi, tingkat suku bunga SBI, dan Nilai tukar rupiah terhadap harga saham disektor propety, saya menggunakan uji linear berganda, akan tetapi saya tidak memakai uji asumsi klasik, apakah boleh seperti itu didalam judul saya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengapa Anda tidak menggunakan uji asumsi klasik?

      Hapus
    2. Mohon maaf.. sy mau tanya ke mas anwar.. apa mas sudah temukan alsan knp tdk menggunakan uji asumsi klasik pdhal memakai uji regresi linier berganda? Mohon jwbannya

      Hapus
  21. Selamat pagi pak,

    saya ingin bertanya , apa penyebab T table pada uji heteroskedastisitas saya berberda hasilnya dengan uji multikolonieritas setelah keuar output dari SPSS ? Saya bingung kenapa bias berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau variabel yang dipergunakan berbeda, tentunya hasilnya juga berbeda. Terima kasih.

      Hapus
  22. Selamat sore Pak,
    Ijin bertanya, saya mau meneliti hubungan antara curah hujan dengan SST dan SOI, rencana akan saya cari korelasi masing-masing (pertama curah hujan dengan SST, kedua curah hujan dengan SOI), prosedur pengujian secara urut hingga penarikan kesimpulan bagaimana ya Pak? apakah harus uji asumsi dulu baru dicari korelasi? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung skala yang dipergunakan, lalu tentukan parametrik atau non parametrik, baru gunakan metode korelasi yang sesuai. Teima kasih.

      Hapus
  23. selamat malam pak, saya mau tanya kalau variabel independennya hanya 1 saja uji asumsi klasik yang mana yang mesti saya pakai? normalitas, hetero, multiko atau yang mana saja, dan apa saja syarat untuk menggunakan uji tersebut? mohon pencerahan ..terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Multiko tidak bisa dilakukan karena independen hanya 1. Terima kasih.

      Hapus
  24. Selamat malam pak, saya mau nanya? saya sedang menempuh skripsi dengan judul "pengaruh dana pihak ketiga dan capital adequacy ratio terhadap profitabilitas (ROE)". apakah saya harus menggunakan uji asumsi klasik apa tidak? terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Asumsi klasik untuk regresi linear. Terima kasih.

      Hapus
  25. Selamat pagi, Saya menggunakan Regresi Linear Berganda dengan menggunakan 13 Variabel dimana 12 variabel bebas dan 1 variabel tak bebas. Setelah masuk ke tahap asumsi klasik normalitas, terlihat bahwa distribusi residualnya tidak normal dan saya memilih untuk mentranformasi data. Yang ingin saya tanyakan, apakah ke-13 variabel tersebut ditransformasikan semua? dan setelah itu saya akan menggunakan uji korelasi parsial, korelasi ganda, uji F, uji T, dan mengetahui tingkat akurasi dengan Standard Error of Estimate dengan data hasil tranformasi tersebut? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus ditransformasikan semua. Terima kasih.

      Hapus
  26. selamat sore sya mau bertanya hasil heteroskedstisitas sya menunjukan pola 3 garis yg berada di atas dan dibwah angka 0 pada sumbu Y apakah hasil sya itu trmsuk hetero atau tidak trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ragu, gunakan metode statistik yang lain. Terima kasih.

      Hapus
  27. Salam..
    Maaf Bpk. Konsultan, saya mau tanya..
    Saya sedang melakukan penelitian website dengan metode webqual 4.0.
    Variabel bebas saya ada 3, yaitu kegunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi. Dan variabel bebas saya ada 1, yaitu kepuasan pengguna. Dan analisis regresi linear yang saya pakai adalah regresi linear berganda...
    Yang ingin saya tanyakan adalah, apa boleh saya hanya menggunakan 2 dari 5 uji asumsi klasik ? pengujian yang saya hanya gunakan adalah uji normalitas dan uji linearitas.
    Jika boleh apakah alasannya?
    Jika tidak, apakah alasannya?

    Mohon maaf pak saya banyak bertanya..
    Mohon bimbingannya..
    Terima kasih sebelumnya..
    Salam.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan saja yang sudah menjadi ketetapan. Terima kasih.

      Hapus
  28. terimakasih...sangat bermanfaat

    BalasHapus
  29. Permisi mau tanya faktor faktor apa saja yang mempengaruhi uji asumsi klasik?

    BalasHapus
  30. Asalamualaikum pak, saya menggunakan teknik analisis linier berganda, dengan menggunakan sumber data sekunder, apakah data sekunder perlu uji klasik pak ? Kalo dibutuhkan apa alasannya pak? Terimakasih sebelumnya , mohon bimbingannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Regresi linear berganda memerlukan uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  31. Pagi pak. Mau tanya.
    .
    Kalau di asumsi klasik yang digunakan uji normalitas, muktikolinearitas, autokorelasi, tanpa heteroskedastisitas, apa di bolehkan? Data saya kuesioner...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikuti prosedur yang sudah ada. Terima kasih.

      Hapus
  32. Pak, tanya dong..untuk OLS Regression, apakah datanya harus data sekunder, tidak boleh menggunakan data primer? terima kasih...

    BalasHapus
  33. Pak, saya mau tanya. Apakah uji normalitas masuk ke dalam "golongan" uji asumsi klasik? Soalnya, saya pernah lihat jurnal, di mana uji normalitas justru berada di sub bab sendiri. Terpisah dengan teman - temannya yang lain.
    Terima Kasih Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya memang bukan, tapi sudah sering dianggap sebagai 'teman'. Terima kasih.

      Hapus
  34. pak saya mau tanya, judul skripsi saya kerangka pemikiran nya X - Y - Z, menggunakan analisis regresi sederhana, pertama X-Y, dan selanjutnya Y-Z. nah setelah itu menggunakan analisis apa lagi? apa harus menggunakan uji asumsi klasik juga? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji asumsi klasik harus dilakukan. Terima kasih.

      Hapus
  35. Salam pak.. data saya normal tapi uji linear malah tidak... apa penyebab nya yah pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti modelnya memang tidak linear (?) Terima kasih.

      Hapus
  36. malam pak, saya ingin bertanya. apakah jika saya menggunakan analisis regresi linier berganda dengan data kuesioner, apakah ada batasan minimal untuk sampel yang harus saya gunakan? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yang menyarankan di atas 30 sampel. Terima kasih.

      Hapus
  37. selamat malam pak, mau menanyakan apa ada alasan atau mengapa harus menggunakan metode ols?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ordinary least square, metode kuadrat terkecil, jadi mencari selisih yang terkecil antara nilai prediksi dengan nilai yang sebenarnya. Ini hanya salah satu metode, yang lain masih banyak. Terima kasih.

      Hapus
  38. selamat sore pak, saya mau nanya. saya sudah melakukan uji asumsi klasik terhadap data skripsi dan ternyata datanya tidak normal. kemudian saya transformasi variabel dependen dan independen. saya uji kembali, sudah terdistribusi normal.... yang mau saya tanyakan untuk uji f dan uji t apakah saya menggunakan data yang sudah ditransformasi atau data yang sebelumnya?
    termakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca2 tanya jawab di blog ini. Terima kasih.

      Hapus
  39. malam pak. sya mau tanya, sya melakukan pnelitian 3 variabel independen dan 1 variabel dependen, sya mnggunakan regresi linier berganda. nah untuk uji asumsi klasik nya apakah menggunakan semua apa hanya heteroskeskedastisitas dan multikolinieritas ?

    BalasHapus
  40. Pak jika kuesionernya menggunakan teknik skala Guttman, apakah perlu melakukan uji asumsi klasik ? Mohon penjelasannya terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji asumsi klasik diperlukan untuk regresi. Terima kasih.

      Hapus
  41. Pak saya mau tanya, variabel independen penelitian saya ada 4, salah satunya variabel dummy. Apakah variabel dummy tersebut ikut disertakan dalam uji asumsi klasik? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan uji asumsi klasik untuk regresi. Terima kasih.

      Hapus
  42. malam pak, saya sedang menuyusun skripsi. tapi saya mulai bingung. saya menggunakan uji regresi linear berganda..

    tapi pada saat menggunakan data asli, uji normalitas, uji autokorlasi dan heteroskedsasitas hasilnya lulus, hanya uji multikolinearitas yang tidak lulus..

    saya sudah mencoba mentransformasi data dengan Ln, dan hasilnya uji multikorilearitasnya lulus, tapi yang ingin saya tanyakan. jika saya menggunakan uji multikolineartitas dengan data yang ditransfromasi.. apaakah uji normalitas, uji autokorlasi, uji heteroskesdesitasnya harus saya uji ulang dengan data yang di transformasi tersebut pak?

    dan juga jika menggunakan data asli, semua uji lulus termasuk regresi linear berganda, hasilnya baik-baik saja. hanya multikolinearitas nya yang tidak lulus..


    jadi bagaimana itu ya pak, saya benar benar kebingungan.. makasih pak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca2 tanya jawab di blog ini. Terima kasih.

      Hapus
  43. Siang pak.. Saya sedang melakukan penelitian pak dengan judul pengaruh kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi terhadap IPM, dengan menggunakan analisis regresi berganda., apakah saya harus menggunakan uji asumsi klasik pak

    BalasHapus
  44. Selamat siang Pak.. Saya ingn tanya, saya sedang mengerjakan skripsi tentang "pengaruh csr terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai pemoderasi".. Hipotesis penelitian saya hanya satu, apakah diperlukan uji hipotesis yang uji F (uji model)dan uji t (uji signifikansi parameter individual)?? Terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F itu untuk kelayakan model, sebaiknya dilakukan. Terima kasih.

      Hapus
  45. sore pak.. saya ingin bertanya pak,saya sedang mengerjakan skrips, saya penelitian saya memiliki 3 variabel bebas pak, trus saya melakukan uji heterkodeastisitas ternyata salah satu vriabel saya yaitu X3 mengalami gejala heterokedastisitas yang berarti tidak lulu uji tersebut, apakah saya harus mentransformasikan ke 3 variabel tersebut atau cuma yang X3 saja pak ???... mohon jawabannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu boleh, semuanya juga bisa. Terima kasih.

      Hapus
  46. Setelah mengobati data yg terkena heterokedastisitas, apakah harus diuji normalitas kembali ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Juga uji yang lain. Terima kasih.

      Hapus

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon dibaca tanya jawab di atas agar tidak terjadi perulangan pertanyaan. Terima kasih.

Cari Materi