Featured Post

Metode Pembayaran

Untuk memudahkan metode pembayaran, kami menggunakan beberapa metode yaitu transfer bank dan menggunakan pihak ketiga. Untuk trasfer bank, k...

Uji Beda

Sesuai dengan namanya, uji beda, maka uji ini dipergunakan untuk mencari perbedaan, baik antara dua sampel data atau antara beberapa sampel data. Dalam kasus tertentu, juga bisa mencari perbedaan antara suatu sampel dengan nilai tertentu. Perhatikan contoh-contoh berikut:

1. Perusahaan ingin mengetahui apakah lampu yang diproduksi mampu menyala lebih dari 1000 jam sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan.
2. Seorang guru ingin mengetahui apakah suatu model pengajaran memberikan hasil yang berbeda terhadap hasil prestasi belajar dua kelas siswa.
3. Seorang penelitian ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi tentang advertising KAP antara kelompok akuntan publik, kelompok akuntan pendidik dan kelompok pengguna jasa KAP.

Contoh nomor #1 memerlukan uji beda terhadap suatu sampel data dengan nilai tertentu yaitu 1000 jam. Contoh nomor #2 memerlukan uji beda terhadap dua buah sampel yaitu nilai prestasi belajar antara dua kelas. Contoh nomor #3 memerlukan uji beda terhadap tiga kelompok akuntan dalam hal persepsi terhadap advertising KAP.

Juga terdapat jenis uji beda lain selain berdasarkan jumlah kelompok sampel yang diuji. Misalnya jumlah sampel pada masing-masing kelompok juga menentukan jenis uji beda yang digunakan. Jika dua kelompok mempunyai anggota yang sama dan mempunyai korelasi maka dipergunakan uji sampel berpasangan (paired test), dan jika jumlah anggota kelompok berbeda, tentunya tidak berkorelasi, maka memerlukan uji beda yang lain, misalnya Independent Sample t test atau Mann-Whitney U-Test.

Masing-masing metode memerlukan kajian tersendiri dan akan dibahas satu persatu. O ya, sebagai tambahan informasi, kenapa uji beda juga sering disebut uji t? Ini sebenarnya tidak penting, hanya sebagai pengetahuan saja. Disebut uji t karena merupakan huruf terakhir dari nama pencetus uji ini yaitu, Grosett. Tambahan lagi, kenapa disebut uji F? Karena merupakan huruf depan dari nama seorang pakar statistik di masa lalu, yaitu Fisher. He he jelas khan? Anda bisa menduga bahwa korelasi Pearson adalah diambil dari nama penemunya yaitu Karl Pearson dan berbagai metode juga diambil dari nama pencetusnya.

O ya lagi (O ya melulu ya?) ada yang latah menyebut bahwa uji beda merupakan uji statistik non parametrik. Anggapan ini kurang tepat, meskipun tidak sepenuhnya salah. Uji t dengan distribusi normal maka tetap merupakan statistik parametrik, akan tetapi jika distribusi data tidak normal, barulah merupakan statistik non parametrik. Jadi penentuan parametrik atau bukan, tidak didasarkan pada jenis uji tetapi tergantung dari distribusi data, apakah normal atau tidak.

47 comments:

  1. terima kasih banyak.. solusinya sangat membantu.. sukses selalu buat anda..

    BalasHapus
  2. halo mas, bisa konsultasi secara pribadi?

    BalasHapus
  3. saya mau tanya kalo misalnya saya meneliti apakah terdapat reaksi pasar yang positif disekitar pengumuman esop, nah ini kan reaksi pasarnya di lihat dari abnormal returnnya, yaitu h-5 sebelum pengumuman dan h+5 setelah penumuman, nah ini pake uji bedanya one sample t test berdasarkan penelitian terdahulu, tapi saya kurang tau alasannya apa. mohon jawabannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan simak pada penelitian terdahulu itu dan tanyakan alasannya. Terima kasih.

      Hapus
  4. pak, saya mau nanya apakah paired sample t test selalu memakai uji normalitas ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap statistik parametrik memerlukan asumsi normalitas. Terima kasih.

      Hapus
  5. Pak sya ingin menganalisis prbedaan pertumbuhan ekonomi sebelum dan sesudah pemekaran..uji beda apa yg cocok pak. ?dgn data 5 tahun sebelum pemekaran dan 5 tahun sesudah pemekaran..terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda mendapat ide penelitian itu dari mana? Coba dilihat di situ uji apa yang digunakan. Terima kasih.

      Hapus
  6. mas saya riska, saya sedang melakukan penelitian skripsi pada tiga kelompok data independen yang tidak normal jadi saya menggunakan kruskal wallis, hasil uji menunjukkan bahwa data saya terdapat perbedaan, nah saya mau mengetahui multiple comparisonnya di masing-masing kategori kalau datanya tidak normal pakai apa ya?
    apa tetap bisa saya menggunakan anova hanya untuk mengetahui kuatnya perbedaan pada masing-masing kategori padahal data saya tidak normal. karena kalau di kruskall walis ga ada post hoc nya mas. Terimakasih banyak sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Kruskall Walis memeng masuk non parametrik dan tidak tersedia uji post hocnya. Terima kasih.

      Hapus
  7. assalamualaikum pak,,
    saya lagi proses skripsi dgn judul pengaruh model pembelajaran non direktif terhadap civic disposition siswa. nah, yang saya bingungkan saya nanti menggunakan pengujian hipotesis apa ya pak? uji T atau regresi satu prediktor? terimakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengaruh berarti inferensial dan jika perbedaan berarti komparatif. Terima kasih.

      Hapus
  8. selamat malam pak. saya mau tanya bisakah jumlah N nya ada 3 di uji paired sample t test? maksih pa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau hanya masalah bisa atau tidak, bisa, karena ada t hitung untuk df 3. Tapi banyak ahli yang menyarankan statistik parametrik setidaknya menggunakan N di atas 30. Jika di bawah itu, silahkan minta justifikasi dari pakar, atau mungkin pembimbing Anda sendiri. Terima kasih.

      Hapus
  9. Selamat pagi pak, saya mau tanya pak, data saya tidak lulus uji heteroskedisitas. Saya baca postingan bapak, caranya adalah membagi variabel pengganggu dengan variabel yg lainnya. Mksdnya seperti apa yah pak? Uji asumsi klasik yg lain tdk bermasalah, mentok di uji heteroskedisitasnya aja, karena ada satu variabel yg tingkat signifikannya kurang dr 5%. Mohon sarannya pak. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan simak di Gujarati, 2004 hal 387 sd 427 (note: kalau tahunnya beda, mungkin halamannya juga beda). Terima kasih.

      Hapus
  10. selamat pagi pak, saya mau tanya jika data saya sebelum 1 dan sesudah 1 smua .jika ingin melihat adakah perbedaan atau tidak .saya memakai uji pair sample t test tidak kluar nilai signya.apa kah ada cara lain?terimakasih

    BalasHapus
  11. Maaf pertanyaan Anda kurang jelas. terima kasih.

    BalasHapus
  12. begini pak, penelitian saya tentangapakah ada perbedaan format laporan keuangan sebelum dan sesudah mengadopsi IFRS.data saya ada 10 data perusahaan.
    Nama perusahaan sebelum sesudah
    A 1 1
    B 1 1
    C 1 1
    D 1 1
    E 1 1
    F 1 1
    G 1 1
    H 1 1
    I 1 1
    J 1 1
    dengan nilai signifikan pada output kurang dari 0,05 maka Ha diterima. Namun, jika nilai signifikansi pada output lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima.
    saya mencoba menggunakan pair sample t-test tidak kluar signifikan karena data sebelum dan sesudah sama.apakah ada cara lain?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha...kalau sama yang berarti tidak ada perbedaan lah :)

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan hubungi penyusun skripsi atau jurnal yang Anda maksud. Terima kasih.

      Hapus
  14. Perkenalkan saya ana, mahasiswa yang sedang skripsi, judul penelitian saya adalah analisis perbandingan pengaruh gcg terhadap manajemen laba pada perusahaan sistem erp dan non erp, untuk melihat perbandingannya saya harus menggunakan uji yang mana y? Dan data yang saya masukkan untuk melakukan uji tersebut yang mana? Saya bingung :( mohon bantuannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan lihat rujukan penelitian Anda. terima kasih.

      Hapus
  15. Assalam saya reza, untuk skripsi saya menggunakan metode event study, rata2 penelitian yg menggunakan metode ini menggunakan abnormal return(AR) dan trading volume activity (tva), tapi penelitian saya tidak menggunakan AR dan TVA untuk menguji data yg event study trsebut, metode apa yang harus saya gunakan untuk uji beda tersebut ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan lihat di artikel di atas. Terima kasih.

      Hapus
  16. assalamualaikum....
    Bgmana cara uji beda jika hipotesis yang diinginkan itu berbunyi sebelum LEBIH BESAR daripada pada saat ini...karena banyak referensi cuman menyatakan Hipotesisnya sebelum memiliki Perbedaan Signifikan daripada pada saat ini. Trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa menggunakan hipotesis satu arah. Terima kasih.

      Hapus
  17. Maaf pak saya mau tanya. Contoh nomor #3 ingin mengetahui perbedaan persepsi antar tiga kelompok. penilaian persepsi itu menggunakan skala likert atau bukan(kalau seperti contoh nomor dua kan data yang dimasukkan pada uji beda hanya nilai siswa misalnya siswa mendapat nilai 50)?kalau iya, bagaimana melakukan uji bedanya kalau hanya ada satu kelompok.

    BalasHapus
  18. maaf pak saya ingin bertanya beberapa hal :
    1. apakah jika data ordinal diuji homogenitas dengan levene test boleh ?
    2. apakah data dengan skala data non parametrik tidak mengapa mengabaikan uji normalitas dan uji homogenitas.
    3. saya sudah mencoba menguji homogenitas data saya (ordinal)dengan melihat marginal homogenity test pada uji non parametrik 2 related sample test dan hasilnya tidak normal. bagaimanakah interpretasinya?
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Non parametrik memang tidak memerlukan asumsi normalitas. Terima kasih.

      Hapus
  19. Mohon izin bertanya Pak,
    Sy ingin meneliti perbedaan kinerja keu (ada sekitar 5 indikator) PT X 5 thn sebelum dan 3thn sesudah diberi perlakuan (pelaksanaan hedging BUMN pd kasus ini)
    Pertanyaannya:
    1. Apakah penelitian spt ini dpt dilanjutkan?
    2. Perlukah uji asumsi klasik?
    3. Perlukah uji normalitas data? Kolmogorov smirnov misalnya?
    4. Uji beda seperti ini menggunakan independent t-test atau paires sample t test?

    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca2 dulu rujukan penelitian Anda. Terima kasih.

      Hapus
  20. "ini sebenernya tidak penting, hanya sebagai pengetahuan saja"
    thx gan pengetahuan nya membantu

    BalasHapus
  21. kl mau liat perbedaan 2 kelompok sampel yg berbeda dg data ratio analisis data apa saja yg dipergunakan. tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba independent sample t test. Terima kasih.

      Hapus
  22. maaf pak, mau tanya.. apa beda uji Mann whitney dengan wilcoxon?
    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wilcoxon digunakan untuk 'paired' atau sampel berpasangan. Terima kasih.

      Hapus
  23. Selamat malam pak,
    Apakah persamaan analisis pada uji beda ??

    BalasHapus
  24. Selamat siang,maaf mau tanya. Apakah uji independent sampel t test itu harus menggunakan uji normalitas atau tidak. Dan kenapa di uji t itu tidak harus menggunakan asumsi klasik? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Statistik parametrik memerlukan uji normalitas. Silahkan baca2 di postingan uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  25. Selamat malam
    Maaf mau tanya mengapa dalam uji beda tidak memerlukan uji asumsi klasik
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba baca2 di postingan uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  26. maaf mau tanya, klo uji beda untuk judul penelitian pengaruh program sebelum dan sesudah, data yg di gunakan idealnya rentang berapa tahun?misal mulai program tahun 2015 dan sampe skrg masih berlangsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung topiknya. Silahkan lihat pada jurnal rujukan Anda. Terima kasih.

      Hapus

Untuk memberikan fasilitas diskusi yang lebih, silahkan visit Forum Diskusi lalu register untuk diskusi tanpa moderasi. Terima kasih.

Cari Materi