BID

Validitas dan Reliabilitas

Validitas

Secara umum uji validitas adalah untuk melihat apakah item pertanyaan yang dipergunakan mampu mengukur apa yang ingin diukur. Terdapat berbagai macam konsep tentang validitas, dan di sini hanya akan dibahas validitas yang jamak dipergunakan dalam berbagai penelitian ekonomi. Suatu item pertanyaan dalam suatu kuesioner dipergunakan untuk mengukur suatu konstruk (variabel) yang akan diteliti. Sebagai contoh: besarnya gaji valid dipergunakan untuk mengukur kekayaan seseorang; atau jumlah anak tidak valid dipergunakan untuk mengukur kekayaan seseorang. Artinya gaji mempunyai korelasi dengan tingkat kekayaan seseorang, tetapi jumlah anak tidak berkorelasi dengan tingkat kekayaan seseorang.

Beberapa alat analisis yang sering dipergunakan untuk melakukan uji validitas adalah:

1. Korelasi Product Moment
Item butir dinyatakan valid jika mempunyai korelasi dengan skor total (r hitung) di atas r tabel. Perhitungan dengan SPSS menggunakan Analyze --> correlate --> bivariate, pilih Pearson. Pindahkan data jawaban pada masing-masing butir dan skor total dari kiri ke kanan. Hasilnya pada output, lihat pada kolom paling kanan.

2. Corrected Item to Total Correlation
Adalah dengan mengkoreksi nilai r hitung karena adanya spurious overlap. Perhitungan dengan SPSS menggunakan Analyze --> Scale --> Reliability Analysis, pindahkan jawaban responden pada masing-masing butir (tanpa skor total) dari kiri ke kanan --> Pilih Statistic è Klik pada Scale if item deleted --> OK. Nilai yang dipergunakan pada kolom Corrected item-total correlation.

3. Analisis Faktor
Item yang valid akan mengelompok pada konstruk yang diukur. Analisis dengan SPSS menggunakan Analyze è Data reduction --> Factor Analysis --> masukan semua jawaban responden. Item pertanyaan pada suatu konstruk yang tidak mengelompok pada konstruk tersebut dinyatakan tidak valid.


Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah untuk melihat apakah rangkaian kuesioner yang dipergunakan untuk mengukur suatu konstruk tidak mempunyai kecenderungan tertentu. Nilai yang lazim dipakai adalah 0,6. Perhitungan dengan SPSS sama dengan perhitungan validitas dengan Corrected Item to Total Correlation. Nilai yang dilihat adalah Alpha, pada bagian kiri bawah.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
1. Bagaimana perlakuan terhadap butir pertanyaan yang tidak valid?
Jawab: Butir yang tidak valid berarti tidak mampu mengukur suatu konstruk yang akan diukur, sehingga sebaiknya dikeluarkan dari model penelitian.

2. Butir-butir pertanyaan sudah valid semua, tetapi mengapa tidak reliabel?
Jawab: Meskipun ada kecenderungan bahwa jika semua butir sudah valid akan reliabel, akan tetapi hal tersebut tidak merupakan suatu jaminan. Upaya yang dapat dilakukan agar menjadi reliabel adalah dengan menggunakan pengujian reliabilitas yang lain, atau memodifikasi indikator yang dipergunakan.

3. Kuesioner sudah valid dan reliabel, tetapi mengapa hipotesis tidak diterima?
Jawab: Tidak ada hubungan antara uji validitas dan reliabilitas dengan penerimaan hipotesis. Uji validitas dan reliabilitas hanya untuk melihat apakah alat ukur yang dipergunakan (kuesioner) sudah layak dipergunakan atau belum.

4. Metode pengujian mana yang paling tepat?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti dan tergantung dari model yang dipergunakan dalam penelitian.

5. Bolehkan pengujian Alpha Cronbach dipergunakan untuk kuesioner dengan jawaban benar dan salah?
Jawab: Tidak boleh. Alpha Cronbach tidak dapat digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dengan skala nominal (benar/salah)

6. Berapakah jumlah indikator yang ideal dalam mengukur suatu konstruk/variabel?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti. Semakin banyak akan semakin baik, akan tetapi memerlukan tenaga yang lebih besar dan mungkin tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Untuk model dengan SEM, disarankan minimal 3 indikator setiap konstruk (tetapi bukan merupakan suatu keharusan)

Simulasi Uji Validitas dan Reliabilitas

108 comments:

  1. Saya ada 3 kuisioner, pertanyaan sama hanya beda objek. hasilnya kuisioner 1 valid semua sedangkan 2 & 3 tidak. apa yang perlu dilakukan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kurang jelas maksudnya. Terima kasih.

      Hapus
    2. kenapa kita harus menggunakan rumus produck moment untuk melakukan uji validitas ?

      Hapus
    3. Tidak harus. Silahkan menggunakan metode yang lain. Terima kasih.

      Hapus
  2. Apakah uji validitas normalitas dan reliabilitas yang biasanya digunakan untuk regresi bisa digunakan untuk metode SEM? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kurang jelas maksudnya. Terima kasih.

      Hapus
    2. Saya akan menguaban análisis SEM dengan SmartPLS. Apakah teori uji validitas yang nilai r hasil perhitungan lebih besar dari nilai r tabel dan cronbach alpha pada uji reliabilitas masih dapat digunakan jika program yang digunakan berbeda? Karena kebanyakan uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. Perbedaannya dimana yah? Terima kasih :)

      Hapus
    3. Pada prinsipnya sama saja. Terima kasih.

      Hapus
  3. Salam,
    Perkenalkan saya chandra, saat ini sedang menyelesaikan skripsi saya dengan melakukan penelitian (kuantitatif, analisis regresi), saya ingin bertanya bagaimana jika responden uji validitas kita secara karakteristik berbeda dengan sampel penelitian? apakah hasil uji validitas masih bisa digunakan, fyi sampel penelitian saya penyintas bencana alam sementara responden uji validitas saya umum, terima kasih sebelumnya.

    Best regards,
    Chandra

    BalasHapus
  4. Saya ingin bertanya mengenai heterokedastisitas. Saya mengalami heterokedastisitas pada salah satu variabel dan sudah saya perbaiki dengan metode log. Pertanyaan saya, pada uji regresi linear, apakah saya menggunakan data yang sudah saya log atau data sebelumnya yang belum di log ??? Terima Kasih...

    BalasHapus
  5. Siang pak, kalau saya menggunakan analisis regresi logistik, apa perlu melakukan uji validitas dan reliabilitas? Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji validitas dan reliabilitas untuk melihat apakah data kuesioner kita layak dipergunakan atau tidak. Ini tidak berkaitan langsung dengan regresi logistiknya. Terima kasih.

      Hapus
  6. Selamat siang. Saya menyusun penelitian mengenai manajemen dengan beberapa indikator di tiap variabelnya, kemudian disetiap indikator ada beberapa pertanyaan untuk mempertajam hasil. Ketika saya mau melakukan uji validitas kuesioner yg diuji berdasarkan indiktornya atau langsung saja semua pertanyaan saya masukkan sbg input SPSS? Mohon bantuannya. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Validitas biasanya terkait dengan butir pertanyaan kuesioner. Terima kasih.

      Hapus
  7. jika tidak melakukan uji validitas maka cara hitung hasil seperti apa utk mengatasi tdk melakukan uji validasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kurang paham maksud Anda. Terima kasih.

      Hapus
  8. Assalamualaikum, maaf pak saya mau tanya. saya sekarang sedang melakukan penelitian, apakah bisa sample penelitian dan sampel uji valid dan reliabel itu sama ?
    jika yang bisa menjawab saya ucapkan sangat sangat terimakasih. saya sedang kebingungan mohon bantuannya.
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin maksudnya mas shandy apakah utk instrumen yang diuji validitas maupun reliabilitasnya menggunakan sample yang sama dengan sample yang menjadi responden penelitian...

      Hapus
    2. Disarankan berbeda, tetapi mempunyai karakteristik yang sama, misalnya dalam satu sekolah, menggunakan kelas yang berbeda. Terima kasih.

      Hapus
  9. Selamat malam. Saya ingin bertanya mengenai uji validitas menggunakan corrected item-total correlation.
    Apabila dalam suatu dimensi hanya terdapat 2 butir dengan hasil corrected item-total correlation -0.131 (dan Alpha Cronbach 0.221), apakah kedua butir tersebut dapat dianggap valid?

    Jika tidak, mengapa dan tindakan apa yang harus saya ambil agar dapat tetap mempertahankan dimensi tersebut (selain membuat butir baru atau revisi butir yang tidak valid)?

    Terimakasih

    Salam Statistik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak valid dan tidak reliabel. Yang harus dilakukan Anda sudah tahu. Terima kasih.

      Hapus
  10. Selamat pagi pak.
    Saya mau tanya. dalam pengujian data, apakah boleh hanya menggunakan uji validitas saja tanpa menguji reliabilitas?
    Mohon dijawab pak. Trimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha kenapa tidak ingin menggunakan uji reliabilitas?

      Hapus
  11. Selamat malam pak. Saya mau tanya,
    1. Dalam skala Guttman pilihan Ya/tidak saya mendengar katanya tidak perlu menguji validitas. Apakah itu benar? soalnya saya belum menemukan buku yang intinya tidak perlu menguji validitas.
    2. oh ya, untuk uji validitas sendiri apakah memang minimal jumlah respondennya 30? jika di bawah itu apakah tidak boleh? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Perlu. 2. Hanya saran, ada juga yang menggunakan 20 responden. Terima kasih.

      Hapus
  12. Pak, pengujian reliabilitas apabila dalam 1 variabel hanya ada 1 instrumen bagaimana pak? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa. Silahkan baca2 tentang konsep dasar validitas dan reliabilitas. Terima kasih.

      Hapus
  13. Pak, item di indikator saya habis karena tidak valid. Artinya, semisal, indikator A dengan 3 item. Tetapi, alhasil, setelah pra tes, 3 item dari indikator A tidak valid.

    Apa yang harus sya lkukan pak? apakah membuang item tersebut, tetapi jika dibuang, bagaimana dengan indikatornya (yang tidak ada lagi item dari indikator tersebut)

    kalau adaa caranya, namanya apa pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba Anda ulangi pengambilan data untuk uji ini, pastikan semua sesuai prosedur dan responden mengisi dengan serius dan benar. Terima kasih.

      Hapus
    2. Untuk uji normalitas n linieritas, menggunakan item2 yg sudah valid (yang sudah disebarkan ke responden) y pak?

      Hapus
  14. Pak, saya ingin bertanya.. Penelitian yang saya lakukan ini adalah tentang frekuensi penggunaan internet berdasarkan karakter orang.. Pertanyaan yang dimasukkan ke kuesioner adalah rata-rata tentang frekuensi pemakaian internet, misalnya berapa kali sehari dan berapa kali seminggu.. Apakah saya tetap harus melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk kuesioner ini? Kalau iya, harus menggunakan skala yang mana pak? Terima kasih sebelumnya pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika yang Anda ukur adalah fakta, maka tidak memerlukan uji validitas atau reliablitas. Terima kasih.

      Hapus
  15. Pak, saya mau tanya. jika hasil uji reliabilitas nilainya diatas 1 itu bagaimana? dalam uji validitas sebelumnya sudah saya uji semua item valid dalam uji validitas. (saya menggunakan excel)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena menggunakan Excel, silahkan cek ulang perhitungan atau rumus2nya. Terima kasih.

      Hapus
  16. pak apakah tidak masalah jika di uji realibiltas hasilnya tidak reabil kareana lebih kecil dari 0,60 pak, terimaksih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waluuapaun itu dari.4 hanya 1 variabel 4 yg tidak.realibel, terus apakah jika.di lanjutkan saja penelitiannya tidak apa" kah pak, karena hasilnya valid dan signifikan pak

      Hapus
  17. Pak saya punya 3 pertanyaan dengan skala linkert sebagai penilaian ,apakah bisa croncalpha lebih dari 0.6? Atau bisa reabel??

    BalasHapus
  18. Salam
    Saya mau tanya pak, kalau data kita adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert dan sudah melakukan uji validitas dan realibilitas, dan nantinya saya juga akan melakukan regresi linear berganda (tentang pengaruh antara 2 variabel independen dan 1 variabel dependent), apakah harus melakukan uji asumsi klasik juga? Mohon bantuannya. Terima Kasih ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Regresi linear berganda memerlukan uji asumsi klasik. Terima kasih.

      Hapus
  19. Salam pak, mau tanya, kalau penelitian dengan tipe semantic differential 7 skala ada 20 kata, responden dibawah 10 purposive sampling, jika data uji validitas dan reliabilitas, 1/2 valid dan minus reliabilitasnya, bagaimana pak?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kurang paham maksudnya. Prinsipnya ikuti ketetapan yang sudah ada saja. Terima kasih.

      Hapus
  20. Assalamu alaikum, mau tanya , saya kan menggunakan kuesioner dengan skala guttman, bagusnya pakai uji apa yha???? Soalnya kuesioner saya tidak valid2 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Valid atau tidak, tidak tergantung dari metode yang dipergunakan. Terima kasih.

      Hapus
  21. Pak saya mau tnya dong
    Jika untuk 100 responden, hasil uji validitas ada yang hasilnya 0,385 dianggap valid?
    Bandingin dengan rtabel ya pak?

    BalasHapus
  22. Permisi pak, saya mau tanya.
    1. Saya sudah melakukan uji validitas, tp hsilnya banyak yg tdk valid(lebih dr 10 pernyataan) . Klo saya menghilangkan butir pertanyaan yg tidak valid tsb, apakah bisa?
    2. Apakah uji validitas dihitung per variabel atau digabung dgn variabel penelitian yg lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Bisa; 2. Per variabel. Terima kasih.

      Hapus
    2. asalamualaikum pak, bolehkah uji reliabilitas antara item variabel X dengan variabel Y di gabung secara langsung?(tidak pervariabel)
      semua uji saya memenuhi syarat baik normalitas,linieritas,korelasi dll,, tapi ketika uji validitas dan reliabilitas di uji secara terpisah per variabelnya tidk sesuai dengan standarnya pak, bagaimana ya pak?

      Hapus
    3. Uji validitas dan reliabilitas dulu sebelum uji asumsi. Lakukan saja sesuai prosedur yang ada. Terima kasih.

      Hapus
  23. mau nanyak nih mas. kalau hasilnya tidak reliabel gimana mas?
    syukron..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan modifikasi agar reliabel sebelum penelitian dilanjutkan. Terima kasih.

      Hapus
  24. maaf mas saya mau bertanya apa syarat-syarat kuesioner yang dapat diuji reliabilitas dengan menggunakan Alpha Cronbach???
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau skala gunakan skala interval atau rasio. Terima kasih.

      Hapus
  25. Permisi saya mau bertanya, mengapa pada salah satu variabel penelitian saya hasil output utk uji reliability (cronbach's alpha if item deleted) tidak keluar hasilnya ya? kosong, tdk tertera angka apapun. Padahal pada corrected item total correlation keluar angkanya, dan jika di uji sudah termasuk valid dan reliabel. kenapa bisa begini ya? atau mungkin ini pengaruh karena pada variabel ini saya hanya menggunakan 2 indikator saja? mohon bantuannya. terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lah, lha itu artinya kan 'if item deleted'. Terima kasih.

      Hapus
  26. Permisi, saya mau tanya, apabila pada sem amos, uji kesesuaian model sudah valid semua, namun pada uji CFA , nilai CR dan P ada yang belum valid, bagaimana ya ? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau CR dan p tidak memenuhi kriteria berarti hipotesis tidak diterima. Terima kasih.

      Hapus
  27. Slmt siang. Pak saya mau tanya...apakah semua model skala untuk uji validitas mnggunakan cara yg sma?

    BalasHapus
  28. maaf, saya pujiati ingin bertanya, jika kita ingin uji vaiditas dan reabilitas bolehkah menggunakan aplikasi SPSS sedangkan nanti ketika analisis data penelitiannya itu menggunakan PLS?karena metode analisi data saya diproposal adalah PLS
    ataukah semua harus menggunakan PLS?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru timbul pertanyaan, kenapa tidak menggunakan PLS saja. Tetapi sebenarnya tidak ada ketentuan yang pasti. Terima kasih.

      Hapus
  29. kenapa yaa. hasil nya minus melulu?
    padahal sluruh kuisioner ane kasi nilai 5 dan 4?? mohon jwaban ny. ane masih pemula

    BalasHapus
  30. saya ingin tanya, apakah dalam uji coba instrument (pilot test) pada uji validitas dan reliabilitasnya bisa menggunakan SEM dgn alat analisis Amos?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, hanya jadi perlu sampel banyak. Terima kasih.

      Hapus
  31. untuk koesioner salah benar bagaimana syarat validitasnya ya pak? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa menggunakan metode yang memang dikhususkan untuk jawaban benar dan salah. Terima kasih.

      Hapus
    2. metode untuk pengujian kuesioner benar salah apa ya pak? mohon masukannya terimakasih

      Hapus
    3. Pearson bisa untuk benar dan salah. Terima kasih.

      Hapus
  32. kak apakah uji validitas menggunakan spss dan excel itu sama? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika metodenya sama, tentunya hasilnya relatif sama. Terima kasih.

      Hapus
  33. Assalamualaikum pak saya mau menanyakan apabila data telah valid pada uji validitas tetapi tidak reabil pada uji reabilitas , metode yang di gunakan guttman , bagaimana cara pengatasan data yang tidak reabil , pak terima kasih sebelumnya pak,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keluarkan data yang membuat menjadi tidak reliabel. Terima kasih.

      Hapus
  34. selamat sore,penelitian sy mengenai persepsi masyarakat dengan kuesioner tertutup 5 pilihan jawaban dan validitas menggunakan exel dengan rumus pearson,pertanyaan sy untuk mengetahui validitas masing2 pertanyaan apakah dibandingkan dengan tabel t atau tabel r? trimaskaih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan r boleh, t boleh, signifikansinya juga boleh. Semuanya konsisten. Terima kasih.

      Hapus
  35. Selamat pagi pak, saya sudah menyebar kuesioner penelitian saya ke beberapa kantor (responden) namun masih menunggu jawaban dari mereka, namun sebelumnya saya belum melakukan uji validitas dan realibilitas terhadap kursioner trsebut, jika nti ada yng tdk valid stlah jawaban dr angket saya trima.. apa yang harus saya lakukan.. sedangkan jika saya memperbaiki pertanyaan dan menyebar ulang kuesioner tersebut membutuhkan waktu yang lama lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dilakukan sesuai prosedur yang sudah ada. Terima kasih.

      Hapus
  36. Selamat pagi pak, Saya sudah menyebar kuisioner kemudian ada item yang tidak valid apakah masuk dalam perhitungan reliabilitas? terima kasih

    BalasHapus
  37. Bagaimana jika saat uji reliabel hasilnya tidak reliabel dan ketika akan mengubah menjadi reliabel pada kolom cronbach's alpha if item deleted isinya kosong. Saya memiliki 2 indikator. Sebaikanya bagaimana pak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Kalau 1 dihapus ya tinggal 1 lah..... :)

      Hapus
  38. selamat pagi pak, saya mau bertanya, apabila nilai dari corrected item to total correlation negatif, artinya valid atau tidak? terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  39. Maaf pak, mau bertanya. Saya melakukan penelitian pada anak jalanan. Jika ada salah 1 variabel yang diukur hanya dengan 1 pertanyaan saja, apakah harus di uji validitas & reliabilitas ??? terima kasih banyak sebelumnya

    BalasHapus
  40. Maaf pak sebelumnya sy mau bertanya tentang statistik, apa resikonya jika dalam penelitian tidak dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terlebih dahulu pada instrument penelitian (Angket) ? karena saya sudah menyusun angket sebaik mungkin, setelah di sebar untuk di uji, dari 31 butir hanya 6 butir yang valid, saya bingung sekali pak dimana letak kesalahannya,padahal teman2 saya mengisi angket dengan serius.Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami juga kurang tahu di mana letak kesalahannya. Mohon maaf.

      Hapus
  41. Saya mau tanya pak.,
    Apakah bisa uji validitas isi menggunakan pendapat ahli, kemudian uji reliabilitasnya pakai rumus alphacronbach? Atau harus pake pearson untuk uji validitasnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ahlinya memang berkompeten, boleh saja. Terima kasih.

      Hapus
  42. Mas maaf kalau boleh minta bantuan ilmunya, ini saya ingin bertanya kalau untuk uji validitas skala nominal dgn jawaban 1=Ya 2=Tidak
    Itu bagai mana ya mas ? Apa itu di skor juga mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya pakai dummy saja. Terima kasih.

      Hapus
  43. selamat siang pak, saya mau tanya jika uji validitas saya valid semua , tapi pada saat uji reliabilitas kok minus (-0.545) itu kenapa ya? trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aneh, kami juga tidak tahu. Mohon maaf.

      Hapus
  44. Selamat siang pak, saya ingin bertanya.saya mhasiswa yg sedang jln skripsi. Sampel penelitian saya menggunakan purposive sampling dgn kriteria mhasiswa prodi x yg bekerja. Utk itu saya ingin bertanya utk uji validitas apakah saya boleh menggunakan mahasiswa yg bekerja tp berbeda prodi (byk prodi misalnya ad prodi mtk, b.inggris,dll) tetapi bkn mahsiswa prodi yg dijadikan sampel penelitian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usahakan yang karakteristiknya sama. Terima kasih.

      Hapus
  45. Selamat malam. Saya mau bertanya jadi saya meneliti menggunakan kuesioner ada salah satu variabel saya yang punya 3 pertanyaan. Kemudian saya melakukan uji validitas da ternyata satu dari 3 pertanyaan tsb tidak valid. Kemudian saya memutuskan untuk drop pertanyaan tersebut. Lalu saya melakukan uji validitas lagi dan hasilnya valid. Apakah boleh seperti itu pak? Ataukan ada batas minimum jumlah pertanyaan dalam satu variabel yg akan diuji? Terimakasih

    BalasHapus
  46. asalamualaikum saya mau bertanya saya sudah uji validitas hasilny valid tpi tidak reliabel apa yang harus lakukan?syarat reliabel dgn alpha lbih besar dari 0,60 ya dan saya hanya 0,40 bagaimana apkah kuesioner saya memang tidak reliabel? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cronbachh 0,4 berarti tidak reliabel. Terima kasih.

      Hapus
  47. Saya ingin bertanya berapa idealnya butir penyataan yg drop setelah uji validitas dan reliabilitas?

    BalasHapus

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon dibaca tanya jawab di atas agar tidak terjadi perulangan pertanyaan. Terima kasih.

Cari Materi