Secara umum uji validitas adalah untuk melihat apakah item pertanyaan yang dipergunakan mampu mengukur apa yang ingin diukur. Terdapat berbagai macam konsep tentang validitas, dan di sini hanya akan dibahas validitas yang jamak dipergunakan dalam berbagai penelitian ekonomi. Suatu item pertanyaan dalam suatu kuesioner dipergunakan untuk mengukur suatu konstruk (variabel) yang akan diteliti. Sebagai contoh: besarnya gaji valid dipergunakan untuk mengukur kekayaan seseorang; atau jumlah anak tidak valid dipergunakan untuk mengukur kekayaan seseorang. Artinya gaji mempunyai korelasi dengan tingkat kekayaan seseorang, tetapi jumlah anak tidak berkorelasi dengan tingkat kekayaan seseorang.
Beberapa alat analisis yang sering dipergunakan untuk melakukan uji validitas adalah:
1. Korelasi Product Moment
Item butir dinyatakan valid jika mempunyai korelasi dengan skor total (r hitung) di atas r tabel. Perhitungan dengan SPSS menggunakan Analyze --> correlate --> bivariate, pilih Pearson. Pindahkan data jawaban pada masing-masing butir dan skor total dari kiri ke kanan. Hasilnya pada output, lihat pada kolom paling kanan.
2. Corrected Item to Total Correlation
Adalah dengan mengkoreksi nilai r hitung karena adanya spurious overlap. Perhitungan dengan SPSS menggunakan Analyze --> Scale --> Reliability Analysis, pindahkan jawaban responden pada masing-masing butir (tanpa skor total) dari kiri ke kanan --> Pilih Statistic è Klik pada Scale if item deleted --> OK. Nilai yang dipergunakan pada kolom Corrected item-total correlation.
3. Analisis Faktor
Item yang valid akan mengelompok pada konstruk yang diukur. Analisis dengan SPSS menggunakan Analyze è Data reduction --> Factor Analysis --> masukan semua jawaban responden. Item pertanyaan pada suatu konstruk yang tidak mengelompok pada konstruk tersebut dinyatakan tidak valid.
Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah untuk melihat apakah rangkaian kuesioner yang dipergunakan untuk mengukur suatu konstruk tidak mempunyai kecenderungan tertentu. Nilai yang lazim dipakai adalah 0,6. Perhitungan dengan SPSS sama dengan perhitungan validitas dengan Corrected Item to Total Correlation. Nilai yang dilihat adalah Alpha, pada bagian kiri bawah.
Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
1. Bagaimana perlakuan terhadap butir pertanyaan yang tidak valid?
Jawab: Butir yang tidak valid berarti tidak mampu mengukur suatu konstruk yang akan diukur, sehingga sebaiknya dikeluarkan dari model penelitian.
2. Butir-butir pertanyaan sudah valid semua, tetapi mengapa tidak reliabel?
Jawab: Meskipun ada kecenderungan bahwa jika semua butir sudah valid akan reliabel, akan tetapi hal tersebut tidak merupakan suatu jaminan. Upaya yang dapat dilakukan agar menjadi reliabel adalah dengan menggunakan pengujian reliabilitas yang lain, atau memodifikasi indikator yang dipergunakan.
3. Kuesioner sudah valid dan reliabel, tetapi mengapa hipotesis tidak diterima?
Jawab: Tidak ada hubungan antara uji validitas dan reliabilitas dengan penerimaan hipotesis. Uji validitas dan reliabilitas hanya untuk melihat apakah alat ukur yang dipergunakan (kuesioner) sudah layak dipergunakan atau belum.
4. Metode pengujian mana yang paling tepat?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti dan tergantung dari model yang dipergunakan dalam penelitian.
5. Bolehkan pengujian Alpha Cronbach dipergunakan untuk kuesioner dengan jawaban benar dan salah?
Jawab: Tidak boleh. Alpha Cronbach tidak dapat digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dengan skala nominal (benar/salah)
6. Berapakah jumlah indikator yang ideal dalam mengukur suatu konstruk/variabel?
Jawab: Tidak ada ketentuan yang pasti. Semakin banyak akan semakin baik, akan tetapi memerlukan tenaga yang lebih besar dan mungkin tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Untuk model dengan SEM, disarankan minimal 3 indikator setiap konstruk (tetapi bukan merupakan suatu keharusan)
Simulasi Uji Validitas dan Reliabilitas
halo pak. artikelnya keren! tapi saya mau tanya, spurious overlap itu apa? bisa dijelaskan dengan contoh? thanks
BalasHapusBuat Anonim silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusTerimakasih atas kesediannya membantu.
BalasHapusApakah bisa berkonsultasi via email?
Supaya saya bisa attach file dgn lebih detail?
Tetapi untuk singkatnya saja,
Alat ukur ini terdiri dari 30 item pertanyaan, serta 4 aspek/dimensi (CE, AC, RO, AE).
1.Aspek CE dan AC
Contoh pertanyaan :
a. Kongkrit dan praktis
b. Teoritis
Kalau pilihan A, maka S termasuk dlm kategori CE. Kalau memilih B, maka S termasuk dalam kategori AC.
begitu seterusnya sampai 15 item pertanyaan, masing2 2 pilihan jwban
2. Aspek RO & AE
Contoh pertanyaan :
saya lebih suka belajar secara..
a. Individual
b. Mendalam
Kalau pilihan A, maka S termasuk dlm kategori model RO. Kalau memilih B, maka S termasuk dalam kategori model AE.
begitu seterusnya sampai 15 item pertanyaan, masing2 2 pilihan jwban
Sedangkan kisi2 alat ukurnya secara singkat :
Aspek Indikator No. item & piljaw
CE 1... 1a,7.a,13a,17a,25a
2... 3a,9a,15a,19a,27a
3... 5a,11a,21a,23a,29a
AC 1... 1b,7b,13b,17b,25b
2... 3b,9b,15b,19b,27b
3... 5b,11b,21b,23b,29b
RO 1... 2a,8a,14a,22a,30a
2... 4a,12a,18a,24a,26a
3... 6a,10a,16a,20a,28a
AE 1... 2b,8b,14b,22b,30b
2... 4b,12b,18b,24b,26b
3... 6b,10b,16b,20b,28b
Gambaran hasil :
Gaya belajar :
1. accommodative(CE/AE)
2. divergent (CE/RO)
3. convergent (AC/AE)
4. assimilative (AC/RO)
Kurang lebih begitu gambaran yang bisa saya paparkan, pertanyaannya :
1. Bagaimana uji validitas dan reliabilitas yang tepat? Apabila menggunakan split half, apakah ada referensinya? (Sebelum saya juga hunting nantinya) hehe
2. Apakah pengolahan data (bab IV) untuk bentuk alat ukur spt diatas bisa menggunakan SPSS? Atau hanya skoring manual saja? karena datanya berbentuk pengkategorisasian
Terimaksih banyak,
selamat malam
Icha
janns_daughter@yahoo.com
Buat Icha silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusContoh pengkategorian :
BalasHapusMisalnya pilihan jwban salah satu S pada pasangan dimensi pertama (CE & AC) :
1(jwb:a), 7 (jwb:a), 13(jwb:b),17(a), 25(a), 3(a), 9(b),15(a),199b),27(b), 5(a),11(b),21(a),23(a),29(a)
(maaf urutan no acak saja)
Maka
skor CE = 9 (karena ada 9 jwban a), dan skor AC = 6 (krn ada 9 jwban b)
Maka pada pasangan dimensi ini dikategorikan cenderung CE
Kemudian apabila jwban pada pasangan dimensi berikutnya (RO & AE), adalah berikut :
2(b),8(a),14(b),22(b),30(b)
4(a),12(b),18(b),24(b),26(b)
6a,10b,16a,20b,28a
Maka
skor RO = 5 (karena ada 5 jwban a), dan skor AE = 10 (krn ada 10 jwban b)
Maka pada pasangan dimensi ini dikategorikan cenderung AE
Kesimpulan
S memiliki kecenderungan menggunakan model belajar CE dan AE, oleh karena itu dikategorikan pada gaya belajar accommodative.
(U/ kategori 4 gaya belajar sudah saya cantumkan di post sebelumnya)
jadi pertanyaannya :
1. apakah alat ukur ini bisa menggunakan uji validitas pearson? Bagaimana skornya (apakah tetap a=0 dan b=1?)
2. Penelitian ini adalah studi deskriptif, hanya sampai membunyikan hasil gaya belajarnya saja (dan faktor2 yg mempengaruhinya)
Terimakasih.
.Icha.
Buat Icha silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusmas, untuk uji validitas itu pakai df=n-2 yah??
BalasHapussampel saya ada 105, tapi dibagi ke tiga perusahaan. jadinya 35. itu gimana mas?? r-tabelnya buat n=35 berapa yah? (maksudnya pake yang df=n-2 juga? jadinya liat yang di r=33 yah??)
bales ke e-mail ku juga boleh mas, takutnya ga kebaca kalo bales di sini
benibanget@yahoo.co.id
terima kasih banyak
Buat Beni silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusmas,indikator saya 4 validitasnya valid tp kok g reliable y (cronbach alpha hanya o,5 alias kurang dr 0,6) cara mengatasinya gmn? makasih
BalasHapusBuat Anonim silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapussalam kenal..saya widya.
BalasHapusmau nanya, dari 3 alat analisis untuk uji validitas, apa ada metode yang terbaik? bagaimana memilih alat analisis yang akan digunakan?
lalu jika menggunakan korelasi Pearson, pada SPSS ada pilihan 1 tailed atau 2 tailed, apa penggunaannya tergantung hipotesis?
terima kasih
Buat Widya silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusselamat malam mas,salam kenal. saya wiwik,saya mau tanya tentang
BalasHapus1. apa saja independen variabel yang mengunakan ui validitas dan reliabilitas?
2. equation dari uji validitas dan reliabilitas untuk menguji data yang seperti ap ci?equationnya apa aj tuh?
trimakasih di tunggu jawabannya ya maz
Buat wiwik
BalasHapusMohon dicermati dulu postingan tentang uji validitas dan reliabilitas. disitu tidak ada istilah independen dan juga persamaan. thanx
malem....
BalasHapusnama saya unie mas...
saya sangat senang dg blog ini karena banyak membantu saya...^_^...
mas mau tanya lagi tentang uji validitas dan reliabilitas..
salah satu variabel yg saya ambil adalh pengetahuan akuntansi dan alat analisis yg dipakai menggunakan "tes" berbentuk pilihan ganda.kuesioner utk var tsb saya dapatkan dari peneliti sebelumnya yang pernah ikut pada simposium nasional akuntansi..jadi nanti responden disuruh jawaab pertanyaan dari 5 pilihan jawab,,,jadi intinya nanti jawab benar atau salah dari jawabn yg dipilihnya...
pertanyaan saya :
kira kira untuk variabel tersebut msh perlu saya uji validitas dan reliabilitas nya tidak??kalo perlu pake uji validitas dan reliabilitas seperti apa ya???
terima kasih sebelumnya ^_^v
Buat Unie
BalasHapusInstrumen kuesioner tetap perlu uji validitas dan reliabilitas, metode yang digunakan sebaiknya menggunakan rujukan dari jurnal yang anda gunakan. thanx
Asslmkm, maz numpangkonsultasi Ni...
BalasHapusada 2 pertanyaan inti...
1. utk soal pilihan banyak pengujiannya dg spss bgmana ya?
2. dalam penelitian eksperimen biasanya hipotesisi itu berbunyi "ada perbedaan yg signifikan antara metode A dibanding metode B", nah ada gak kriteria perbedaan signifikannya tsb(ex. 0,6)
Trimkasih skali ats jwabannya...
Buat Mazz Budy
BalasHapus1. Pengujian apa?
2. Kriteria yang diambil biasanya 5%, atau taraf kepercayaan 95%. thanx
aq fahmi...
BalasHapusmao sdkit nanya pada ahlinya
kmren aq ngtung validtas butir instrumen pk spss 17...yg aneh..kok tidak trdpat butir angket yg valid....pdhal aq udah sering ngtung validitas ato reliabilitas......yg jd permasalhnnya...angket tsb pk skala guttman, n jwbanna hnya 1 utk jwbn benar n 0 utk jwban salah.krna aq biasa pke skala likert....mohon pencerahannya...terima kasih
Buat Fahmi
BalasHapusKita sama2 belajar, dan skala 1 dan 0 bisa diuji validitasnya dengan pearson, tetapi tidak bisa dengan reliabilitas alpha cronbach. kalau memang tidak valid ya berarti kuesioner tersebut perlu dikaji ulang. mohon untuk tidak memanipulasi data agar menjadi valid..thanx
mas. maaf saya numpang tanya, saya seorg mahasiswi PTN yang sedang meneliti speaking ability siswa, saya menggunakan speaking test, kira2 formula apa yang cocok untuk penelitian saya ini y mas? soalnya dah berapa kali saya menghadap dosen pembimbing saya dan selalu disalahkan tanpa ada pemecahan rumus apa yang harus saya gunakan uuk menguji validity dan reability penelitian saya. thx a lot sebelumnya. really need hep. please...
BalasHapusBuat Mahasiswa PTN
BalasHapusUji validitas dan reliabilitas tergantung dari metode pengambil data yang Anda lakukan. coba disimak pada postingan. Terima kasih
Mas saya mau tanya...apakah ada perbedaan cara menghitung validitas dan reliabilitas antara dimensi dan faktor (sebuah konstruk)..karena sepertinya saya salah mengerti teori yang kemarin saya baca..saya berfikir bahwa itu adalah dimensi dari sebuah konstruk, tapi ternyata itu adalah faktor-faktornya...
BalasHapusBuat Anonim
BalasHapusProgram AMOS atau Lisrel dapat menghitung validitas suatu konstruk yang dibentuk oleh beberapa dimensi. Sering disebut confirmatory factor analysis. thanx
maaf pak saya mau tanya klo menhitung reliabilitas pake KR-20 di menu spss itu yang sebelah mana ya pak???karena setahu saya kalo penghitungan spss nya yang di menu spss itu pake crombach alfa, parallel, gutman dan nggak ada menu KR-20 nya,,,,kalao ada sekalian cara bacanya ya pak,,,,trus yang kedua kok output data uji validitas itu terisi semua atau yang benar seperti tangga itu pak???jadi ada kolom yang tak terisi,,,,saya sudah coba tapi kok kolomnya terisi semua,,,mohon bantuannya yang benar bagaimanan saya uji validitasnya pake product momen,,,,saya tunggu balasannya secepatnya pak di email saya ut_yuhuu@yahoo.co.id,,,,trimakasih
BalasHapusBuat Anonim
BalasHapusSepertinya KR-20 tidak ada di SPSS, jadi bisa pake excel. Untuk output spss yang baru memang tidak terisi semua karena toh sama saja, untuk yang baru memang tidak terisi. thanx
Assalamualaikum ww. maaf mas saya mo tanya,penelitian saya, menggunakan skala guttman (ya dan tidak) variabelnya,"lingkungan" dgn "prilaku" dng 14 item pernyataan, bagaimana saya bisa menghitung validitas dan reliabilitasnya, terimakasih atas penjelasannya
BalasHapusBuat Anonim (Identitas)
BalasHapusSilahkan download materi yang sesuai. terima kasih
saya mau tanya apa ada cara uji validitas dan reliabilitas untuk variabel kategorikal (dg skala nominal) seperti pertanyaan usia, jenis kelamin, pekerjaan dll ?? pake teknik atau cara seperti apa? apa ada buku yg menjelaskan caranya?
BalasHapusmohon bantuannya terima kasiih :)
Buat Anonim
BalasHapusSeperti pada artikel di atas, bahwa uji validitas adalah untuk mengukur apakah item pertanyaan tersebut benar2 mampu mengukur apa yang mau diukur atau tidak. jadi kalau pertanyaan tentang usia, jenis kelamin dll tentunya tidak perlu uji validitas. terima kasih
oh gitu, tapi usia jenis kelamin mau saya ukur juga (karena saya pake metode two step cluster). ada cara uji valid reliabel nya ga ya? saya baca kalo pertanyaan nominal benar/tidak bisa diuji validitas dan reliabilitanys ya? apakah cara tersebut berlaku untuk pertanyaan seperti usia jenis kelamin dll?
BalasHapusBuat Anonim (Identitas)
BalasHapusJawaban lihat di atas. Terima kasih
met siang mas.
BalasHapussaya mahasiswa keperawatan mau nanya
penenlitian saya tentang premenstrual syndrome. yang saya bingung kan uji validitas kuisioner untuk screening penderita PMS.
saya menggunakan pertanyaan tertutup dengan jawaban iya dan tidak.
contoh pertanyaan:
apakah saat anda akan mengalami menstruasi anda merasa sakit punggung, nyeri sendi, pegal?
a. iya
b. tidak
item pertanyaan 15 tentang gejala2 PMS, dan ada 2 pertanyyan yang harus dijawab "iya" oleh responden agar ia bisa dikategorikan sebagai penderita PMS, sedangkan pertanyaan yang lain(13 pertanyaan sisanya) asal ia udah jawab "iya" satu aja pertanyaan atau bisa juga lebih dan ia menjawab "iya" pada 2 item pertanyaan yang saya sebutkan mutlak harus dijawab "iya" tadi, maka ia dikategorikan PMS.
terus untuk uji validitas reliabilitas nya saya harus pakai apa??dan bagaimana mekanisme nya??mohon bantuannya. terima kasih
sesuai literatur,
Buat Anonim
BalasHapusUntuk ya dan tidak bisa menggunakan uji validitas pearson, dan reliabilitasnya bisa menggunakan split half, KR20, KR21 dll. Terima kasih
Konsultan yg baik,..saya sedang membuat penelitian..mengenai bidang medical imaging..membandingkan dua imaging dengan cara A dan B kemudian diperlihatkan ke sejumlah responden ( 10-20 org )dan dilakukan penilaian melalui kuisioner. ada 10 sampel untuk masing2 perlakuan (A dan B ). Masing2 responden diminta menilai kualitas hasil gambar yg dapat memperlihatkan kelainan-kelainan yg mungkin ada. Dari masing2 gambar ada 4 item yg harus dinilai responden. penilaian dari skala 1-4. 1=buruk, 2= kurang 3= baik, 4= baik sekali. pertanyaannya adalah ? apakah kuisioner perlu di uji validitas dan reliabilitasnya? bagaimana caranya? terima kasih
BalasHapusBuat Anonim (identitas?)
BalasHapusUji validitas juga dapat diperoleh dari ahli atau pakar. jadi mungkin uji validitas dalam rancangan penelitian anda berasal dari ahli atau pakar, bukan dari analisis statistik. Terima kasih
mau tanya mas...
BalasHapussy jurusan teknik informatika judul penlitian sy "analisis dan perancangan manajemen bandwidth dengan mikrotik pada PT xxx"
yg sy mau tanyakan :
variabel yg sy tentukan = analisis (x1), perancangan (x2), mikrotik (y)
apakah sudah bnr penentuan variabel?
kuesioner sy distribusikan kpd 30 responden, dng indikator prtanyaan variabel x1=6 pertanyaan, x2=5 pertanyaan, y=3 pertanyaan
apakah indikator pertanyaan sesuai untuk uji statistik?
uji validitas dng pearson, dinyatakan valid, dibawah 0,05
saat uji reliabilitas dgn alpha cronbach tdk valid, dibawah 0,05
apa uji yg sesuai untuk reliabilitas?
dan brp batasan untuk uji tersebut?
tolong saran2 nya mas...
thx before
Buat Anonim
BalasHapusPenentuan variabel penelitian berdasarkan permasalahan dan telaah teoretis Anda. Untuk reliabitas dengan Cronbach disarankan di atas 0,6 (sudah ada postingan tentang ini, mohon disimak). Terima kasih
maaf Pak saya ririn mau tnya, klu misal mau menghitung validitas suatu angket kn angketnya itu harus diujicobakan dulu. yg saya tanyakan, berapa jumlah minimal responden yg dpt digunakan utk uji coba angket ini?? Terimakasih
BalasHapusBuat Anonim
BalasHapusSebenarnya tidak ada ketentuan yang pasti, tapi sering digunakan sekitar 30-an. Terima kasih
mas mw tanya,,,,maaf mengganggu sebelumnya,,,,
BalasHapussaya menggunakan metode "The One Group Pretest-Posttest design",,,,jadi saya memberikan kuisioner 2x yakni sebelum dan sesudah diberi perlakuan untuk menilai ada atau tidaknya meningkat pengetahuan pasien,,,tapi saya bingung mw menguji validitas dan reliabilitasnya,,,data mana yang harus saya masukkan dalam spss sebelum atau sesudah perlakuan?
saya mohon bantuannya ya pak konsultan,,,terima kasih
Buat Anonim
BalasHapusLakukan saja pada dua-duanya. Terima kasih
Blog nya sangat menarik dan informatif buat saya yg belajar tentang statistik terapan, mau nanya nih, apakah ada pertimbangan atau ketentuan untuk menguji validitas antara menggunakan uji korelasi pearson dengan Corrected Item to Total Correlation, mana diantara kedua uji tersebut yang lebih dianjurkan? trims sebelumnya
BalasHapusBuat Nugadi
BalasHapusKorelasi Pearson juga disering disebut angka kasar karena belum dikoreksi seperti halnya corrected item to total correlation yang biasanya akan memberikan nilai yang lebih rendah karena sudah mengkoreksi spurious overlap. Tapi dua-duanya lazim dipergunakan kok :) Trims
mas, saya bhayu..
BalasHapusmau tanya mas,, saya melakukan penelitian menggunakan kuesioner dengan jawaban ya dan tidak..
contoh : apakah kenyamanan pelayanan menjadi pertimbangan anda?
apakah lokasi menjadi pertimbangan anda?
terdapat 8 pertanyaan, dengan jawaban ya dan tidak seperti contoh...
apakah kuesioner seperti itu perlu diuji validitas dan reliabilitasnya? jika perlu,, menggunakan apa?
terima kasih sebelumnya
Buat Bhayu
BalasHapusSudah banyak diskusi tentang ini. silahkan disimak. Terima kasih
Mas, tolong jawabannya ya:
BalasHapus1. uji reliabilitas untuk variabel independen yang jawabannya ya/tidak apa ya?
2. apakah regresi berganda bisa digunakan untuk uji hipotesis yang variabel independennya berjawaban ya/tidak dengan variabel dependen yang jawabannya skala 1 sampai 5
mohon banget jawabannya.
terimakasih.
fina
Buat Fina
BalasHapus1. Sudah ada diskusi tentang ini, silahkan disimak agar tidak diulang2.
2. Bisa saja, sering disebut regresi dengan variabel dummy.
Terima kasih
mas,saya mw nanya..
BalasHapusbagaimana cara mengetahui valid dan reliabilitas dari semua instrumen??
Buat Anonim
BalasHapusSilahkan disimak di simulasi uji validitas dan reliabilitas. Terima kasih
saya puput mas, mau tanya, di ats ada postingan yg mas bilang untuk jwaban 0,1, tidak bisa dilakukan uji reliability alpha corbach, terus gimana cara nyari reliabilitas nya mas??mohon jwabannya ya mas, saya bner2 bingung mas..makasih sbelumnya mas
BalasHapusBuat Puput
BalasHapusSudah ada banyak diskusi tentang ini, mohon disimak. Terima kasih
sy amy, mau tanya pak
BalasHapusbagaimana perhitungan SPSS jiga menggunakan reabilitas dari kuder-20..
trima kasih
Buat Amy
BalasHapusMohon untuk menggunakan fasilitas forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
mas saya marthien, saya ingin menanyakan apakah uji validitas dan reliabilitas diperlukan dalam bidang keuangan yang tidak menggunakan kuisioner sebagai data?
BalasHapusjika diperlukan uji validitas dan reliabilitas, bagaimana caranya jika uji validitas dan reliabilitas tidak terpenuhi?
terima kasih sebelumnya
Buat Marthien
BalasHapusMohon untuk menggunakan fasilitas forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Selamat sore.
BalasHapusSaya sekarang lagi proses buat penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif mengenai efektivitas iklan online pda situs jual beli di internet. Menurut bapak, rumus yang saya gunakan untuk menguji validitas yang paling cocok apa yah? apakah dapat menggunakan pearson product moment?
Terimakasih.
Buat Anonim
BalasHapusMohon menggunakan fasilitas forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
mas saya aci saya mau tanya bagaimana menguji reliabilitas apabila pada indikator tersebut hanya terdapat 1 pertanyaan saja
BalasHapusterimakasih
mas saya ajeng,
BalasHapussaya mau tanya bagaimana melakukan uji reliabilitas apabila dalam variabel tersebut hanya terdapat 1 indikator pertanyaan saja.
terima kasih
Buat Aci dan Ajeng
BalasHapusMohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
pak mau tanya,,apakah variabel dummy bisa di uji validitas
BalasHapusBuat Fajar
BalasHapusSilahkan menggunakan menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
pemakaian spearman ataupun pearson, bukankah tergantung datanya Parametrik dan non-parametrik. Nah katanya harus diuji normalitas dulu baru dipilih spearman atau personnya. saya mau tanya apakah betul cuma Kolmogorov–Smirnov dan chi-square saja yg dipake uji normalitas? ada yg bilang Corrected Item-Total bisa?benarkah....
BalasHapusmohon bantuan penjelasannya
Mohon menggunakan menu forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusbos yg baik hati.. mau nanya.kan saya lg bkin proposal kti kebidanan. apakah perlu uji vaiditas? jujur saya bingung wkt disuruh bkin kisi-kisi kuesionernya. mohon pencerahan..
BalasHapusSilahkan menggunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusutk uji validitas, lebih bagus mana: pake korelasi pearson atau corrected item total correlation? apa plus dan minus dari kedua cara tsb? terus, 1 lagi.. biasanya uji validitas instrumen kebanyakan peneliti pake mana: korelasi pearson atau corrected item total correlation? thx..
BalasHapus-mr. good-
Silahkan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusmas saya minta bantuan, ,
BalasHapussekarang ini saya sedang meneliti pengaruh kualitas pelayanan terhadap realisasi penerimaan pbb.
yang menjadi permasalahan,kan saya menggunakan kuesioner.
1. apakah memungkinkan apabila kuesioner hanya melihat variabel kualitas pelayanan?sehingga tidak menggunakan variabel realisasi (Y) dalam kuesioner?
2. apabila bisa bagaimana menghubungkan antara hasil kuesioner dari variabel x dengan variabel y yang nilainya tetap, , misal realisasi PBB tahun 2011 89%?
untuk sementara begitu.
mohon bantuannya. terima kasih
Silahkan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusapakah uji reliabilitas bisa dilakukan ketika hanya tersisa satu item valid pada satu variabel??
BalasHapusSilahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
HapusSelamat malam ..... mohon izin ikut forum diskusi
HapusSaya sedang menguji validitas dan reabilitas angket dan mau bertanya apakah memang ada perbedaan hasil item yang valid dengan menggunakan uji korelasi pearson dengan koreksi item total (spss)? Mengapa jika koefisien koreksi item total 0,25 atau 0,3 maka item bisa dikatakan valid? mohon bantuannya..... trims
Untuk berdiskusi silahkan klik di forum diskusi di bagian atas web ini. Terima kasih
Hapusassalamualikum...
BalasHapussaya ayu,
saya ingin bertanya..jika ingin menguji validitas, nilai skor item dan total item didapat darimana?? apakah sebelumnya kita harus menyebarkan kuisioner terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai skor tiap- tiap pertanyaan lalu setelah itu di uji validitasnya?
terima kasih :)
Buat Ayuna silahkan masuk ke forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapussaya gery
BalasHapussaya lg nyusun skripsi judulnya Pengaruh iklan Politik Partai NasDem terhadap Pemilih Pemula di Kabupaten kaur. ada d2 variabel yg saya gunakan yakni iklan politik partai nasdem (X) dan persepsi pemilih pemula (Y). jk isi pesan, bintang iklan dan flatform partai itu menjadi variabel X lagi gak pak? atau masuk kedalam indikator variabel X. trus jika menggunakan uji regresi pengambilan datanya menggunakan teknik sampling apa ya pak?
Buat Gery, silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusasslmalkm pak. saya husni pak mau tanya
BalasHapus1. responden saya cm 3 krn 1 klas cm 4 orng 1 g masuk ap bisa
2. ada jwaban angket yang hasilx sama 3(60-79) tetapi knp tidak validya pak mksh
Buat Husni, silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapussaya mau ui reliabilitas..jumlah soalnya ganjil, ada 35 soal dan bentuknya pilihan ganda. kalau di excel, saya menggunakan rumus KR-20. Tapi untuk d SPSS, harus pakai apa ya?soalnya KR-2o kan tidak ada,, sedangkan teknik split half untuk soal berjumlah genap, dan Croanbach alpha untuk soal esay..makasih
BalasHapusSilakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusmas saya ferdinan, metode pemulihan dalam uji reliabilitas dan validitas data itu yg bagaimana sih
BalasHapusBuat Ferdinan silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusass. mas saya riky
Hapusmau tanya ketentuan pengambilan sample uji coba?
populasi saya 54 siswa
jika saya berpatoakan kepada Isaac dan Michael saya dapt mengambil sample 47 orang yang artinya ada 7 oarang lagi yang dapt digunakan untuk uji coba, apakah boleh.
mksih mas
Buat Riky silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapusmau tanya. untuk penelitian dengan instrumen hanya sebuah instruksi apakah bisa dicari validitas dan reliable nya? coz variabelnya speaking. instrument nya hanya satu sola berbentuk instruksi.
BalasHapusMohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih
Hapuspak, saya mau bertanya..
BalasHapuskalo kuesioner saya merenking,,
contoh :
pertanyaan saya terdiri dari 5 kombinasi dan setiap kombinasi itu di renking(diberi peringkat 1-5)...
responden 1 hasilnya : 5 2 1 4 3
responden 2 hasilnya : 1 3 5 4 2
responden 3 hasilnya : 3 2 4 1 5
dan begitu seterusnya sampai responden 100 ..
bagaimana cara uji reliabilitasnya?
karna kalau saya cari manual dan spss, hasilnya 0 dan salah, karna penjumlahan 1+2+3+4+5 = 15 (sama semua)--> kalau memakai alpha cronbach..
bagaimana itu pak??
mohon penjelasannya...
Mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapus2 hari lagi ane mau ambil data pake angket gan :(
BalasHapusPLEASE HELP me gaan :(
ane Ilwan psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, angkatan 2006..
ane masih bingung, skala likert tuh sebaiknya / seharus nya emang 5 tingkat 91-5 pilihan jawaban) atau gak harus? bisa juga 4 tingkat kan (1-4 pilihan jawaban) ??
kalo Azwar katanya 1-5 dan itu umum dan yg di sarananin dosen ane.
tapi katanya teori Hadi bisa juga 1-4 buat menghilangkan jawaban netral biar jawaban mendekati kenyataan.
ane bingung gan harus yang mana soalnya:
1. angket ane pure adaptasi (buatan orang) dan aselinya 1-4. kalo ngubah jadi 1-5 kan brarti jadi MODIFIKASI bukan? jadi harus tryout dll dulu sedangkan ane mau ambil data waktunya cuma besok jumat-senen ini.
3. kalo ane gak ngikutin dosen ane (ngelawan tanpa ada rujukan teori) pas pendadaran bakal di "bantai" donk?
gimana gan mohon pencerahannya :(
rujukan teori di buku apa yang 1-4 nanti ane beli.
makasih gan sebelumnya sorry banyak banget nanya nya.
Buat Nasih silakan gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusSy mau tanya,,klo kuesioner untuk pertanyaan dengan skala kategori,seperti untuk chi square,bisa ngga di uji validitas dan reliabilitaS ? mohon bantuannya,,pertanyaan kuesioner sy terbagi 2 variable,,untu variabel karakteristik menggunakan pertnyaan chi square,,untuk pertanyaan variabel pengetahuan menggunakan teknik skor,yaitu memberikan skor pada jawaban dari responden.,makasih sebelumnya gan,,sory pertanyaanya ngawur,,,
BalasHapusBuat Idham mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapusmas saya mw tanya..untuk menghitung 'validitas' dengan item pertanyaan 140 soal,menggunakan software statistik apa ya?..karena saya sdh mencoba dengan spss 17 dan microsoft excel 2007,hasilnya tdk bisa?..terima kassih :)
BalasHapusSilakan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak saya mau tanya, untuk SEM tiap indikator minimal pernyataannya berapa ya? adakah batasan dan syarat-syaratnya. mohon penjelasannya..
BalasHapusterimakasih banyak
Buat Anonim mohon masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak mau tanya, bila penelitian qt sudah valid n realibel semua, regresi positif, F Tabel dan T tabel sudah bisa diterima tetapi hasil R squarex kecil kenapa pak? penelitian yg sy temui semakin banyak jumlah responden malah nilai r squarex semakin kecil. untuk diketahui variabel bebas sy 3 dah terikat 1. Mohon bantuanx pak coz sy bingung bangeT. salah dmn y? terimakasih :D
BalasHapusBuat Kiki silahkan masuk forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapusma'af mas g3u.....ne mw naxa jika datanya nominal pa visa pkek uji val. person...........low bisa ...tolong mnta referensinya mas.....soalnya dosennya selalu nxa referensinya dari mna buku pa dan thun brpa
BalasHapustrimkasih......
ulin
Buat Ulin mohon gunakan forum diskusi untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusMas,wah forumnya keren. btw mohon pencerahannya . gimana caranya untuk menentukan nilai total skor dari sejumlah indikator untuk dijadikan nilai variabel untuk analisis regresi.
BalasHapusfaktor pasar : 1. kedekatan dengan pelanggan
2. kedekatan dengan pusat kota
3. jumlah pelanggan
thanks.
Buat Alvin silakan log in di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusPak ikut nimbrung keren neh. Kalau saya ada 45 soal (butir item) saya uji validitas spss: r tabel saya 43 atau 45 ya pak saya ada 2 variabel. soalnya kalau n 43 digunakan di 45 ada item yang tidak valid.
BalasHapusBuat Anonim silakan log in di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapussaya meilani
BalasHapuspak, saya mau bertanya bebrapa hal mengenai validitas?
validitas wajib kah per butir atau boleh seklaigus dijadikan 1?
karena dari 25 item pertanyaan variabel X, hanya 6 yang valid.
tapi ketika saya gabungkan seluruhnya lalu dikorelasikan dengan variabel Y, hasilnya kuat..
mohon bimbingannya
terima kasih
Buat Meilani silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusDalam teori klasik, perhitungan validitas terdapat perbedaan yaitu ada buku yang menghitung validitas dengan mengkorelasikan antara skor butir dengan skor total instrument. Perhitungan validitas semacam ini disebut dengan validitas butir. Penggunaan rumus untuk validitas butir menggunakan koefisien korelasi biserial (rbis), butir dinyatakan valid jika hasil perhitungan r dibandingkan dengan r tabel memperoleh nilai lebih besar. Harga r tabel selaalu berubah-ubah sesuai dengan banyaknya butir, missal besaran r pada butir yang berjumlah 50 akan berbeda dengan besaran r untuk butir 100. Oleh karena itu sebagian ahli analisis semacam ini tidak dapat dipakai karena ada kelemahan, terutama jika dirujuk pada konsep validitas.
Hapusbagaimana pendapat saudara tentang perbedaan tersebut dan argumentasinya.
Buat Anonim silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapuspak saya mau nanya, kalo tingkat kepercayaan 95% = 2. cara menghitung nilai k = 2 itu bgaimana?
BalasHapusBuat Dwi silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusPak, saya mhsw S1 keperawtan mau Tanya, proposal saya ada 20 kusioner yg terbagi 2, 10 pengetahuan dan 10 kepatuhan ,dgn pilihan jwban "ya" "tidak" dgn jumlah responden 30 yg ingin saya tanyakan sy baiknya menggunakan kR 20 atw KR 21? apkah pengumpulan datanya harus manual? tdk adakah di SPSS?bagaimanakah caranya, mohon bantuannya ya pak, terimakasih
BalasHapusBuat Anonim silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusMAs mau nanya, klo reliabilitas yg pake splithalf apakah belahan ganjil-genapnya harus sama? referensinya buku apa y? buat bahan argumen sm dosen hehe mksh..
BalasHapusBuat Mazaya silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
HapusPa saya mau bertanya kalau uji Validitas dengan menggunakan CFA , jika Item pertanyaan pada suatu konstruk tidak mengelompok pada konstruk, cara kita menghilangkan salah satu dari item pertanyaan nya dilihat dari mana ? terima kasih
BalasHapusBuat Nata Hendra silakan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html#/ untuk tanya jawab. Terima kasih.
Hapusbapak saya mau tanya kalau pendapat para pakar perlu diuji validitasnya? karena pakarnya hanya 4 orang pak, jadi nilai t tabelnya itu lebih tinggi dari t hitung tapi r nya 0,9. terimakasih
BalasHapusBuat Rahmi Afida silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapussaya Mirna
BalasHapussaya mau bertanya pak, apakah jumlah responden minimal untuk uji validitas dan reliabilitas harus 30 orang? apabila jumlah responden kurang dari 30 orang bagaimana? apakah harus menambah responden lagi? terima kasih
Buat Mirna Dyah silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapusapakah score tinggi berpengaruh dengan data yang tidak valid?
BalasHapusBuat Anonim silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusAssalamualaikum.,
BalasHapusmau tanya.,
kalau cuma 1 pertanyaan dalam kuesioner apa bisa dilakukan uji validitas..?
yang tepat dengan uji apa.,
trimakasih sebelumnya..
Buat Aditya silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusAssalamualaikum....
BalasHapusnama saya rohim...
mau tanya mas...
waktu uji reliabilitas, kapan kita pilih model alpha atau model yang lainnya
Buat Anonim silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusSalam kenal Pak. Saya Anis, mau tanya kalau uji validitas dan reliabilitas instrumen observasi bagaimana caranya? Misal saya mengamati 8 jenis kegiatan keterampilan konseling, jika dilakukan diberi nilai 1, jika tidak diberi nilai 0. Hasil data dibuat ordinal, 0-3 tidak terampil, 4-6 kurang terampil dan 7-8 terampil. Mohon bantuannya Pak, terima kasih.
BalasHapusBuat seksigiziklaten silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
HapusMaaf pak saya ayuk mau tanyaa,, kaloo mau koding tapii bentuk kuesionernyaa sepertii paragraf atau jawab pertanyaan gmn ya pak??? soalnya ingung kalau di masukan ke spss..
BalasHapusmakasiih pakk...
Buat Ayuk silahkan sign up di http://www.konsultanstatistik.com/p/forum-diskusi.html untuk tanya jawab, atau isi formulir di www.konsultanstatistik.com untuk menggunakan jasa kami. Terima kasih.
Hapus