Olah Data dengan SPSS

Program SPSS memang merupakan salah satu program statistik yang banyak digunakan dalam berbagai penelitian, terutama di Indonesia. Pada awalnya, SPSS merupakan singkatan dari Statistical Program for Social Science. Dalam perkembangannya, ternyata banyak sekali bidang ilmu di luar sosial yang juga menggunakan program SPSS. Sehingga SPSS berubah singkatan menjadi Statistical Package for Service Solutions. Sebenarnya sama, hanya menghilangkan ilmu sosial, karena memang banyak sekali bidang ilmu di luar sosial yang juga menggunakan program SPSS.

Dalam perkembangannya, SPSS telah mengakuisisi program AMOS (Analysis of Moment Structure) yang merupakan program yang dirancang untuk menyelesaikan analisis Structural Equation Modelling (SEM) berbasis covariance. Program sejenis yang juga terkenal di antaranya adalah LISREL atau Linear Structural Relation. Dengan demikian AMOS yang tadinya berdiri sendiri menjadi menggunakan bendera SPSS. Sebaliknya, dengan mengakuisisi AMOS, maka SPSS menjadi lebih lengkap karena mempunyai program untuk menyelesaikan SEM.

Akhir-akhir ini, akhirnya SPSS ganti diakuisisi oleh IBM dan juga berganti nama menjadi PASW atau Predictive Analysis Soft Ware. Meskipun di bawah bendera IBM, akan tetapi sebenarnya SPSS tidak berubah, kecuali ada perbaikan dalam versi-versi yang terbaru. Dalam versi terbaru memang ada beberapa pengembangan, misalnya penggunaan bootstrapping yang sebelumnya belum tersedia menu secara user friendly.

Bagi Anda yang akan melakukan analisis data atau olah data dengan menggunakan program SPSS, penggunaan versi terbaru memang boleh-boleh saja. Menggunakan program versi lama juga tidak terlalu menimbulkan masalah, karena kebanyakan perubahan hanya pada tampilan saja. Akan tetapi, jika Anda ingin menggunakan versi terbaru juga tidak ada masalah.

Salah satu kelebihan utama dari SPSS adalah kemudahan penggunaan atau user friendly, tidak lebih tidak kurang. Hampir semua metode yang jamak digunakan, misalnya analisis regresi, uji beda, atau statistik deskriptif telah disediakan menu sehingga pengguna tinggal memberikan tanda centang (tick mark) saja. Hal ini berbeda dengan program lain misalnya LISREL atau STATA yang belum se-interactive seperti SPSS. Aplikasi LISREL atau STATA memerlukan script sehingga pengguna sering sulit menghapalkannya. Akan tetapi jika diperlukan, SPSS juga masih menyediakan syntax sehingga pengguna tingkat lanjut masih tetap dapat mengaplikasikannya.



Tertarik menggunakan jasa kami?

0 comments:

Poskan Komentar

Cari Materi