BID

Statistik dan Hubungan Deterministik

Analisis Regresi berkenaan dengan apa yang kita sebut statistik, bukan sebagai hubungan fungsional atau deterministik, saling ketergantungan antara variabel seperti dalam ilmu fisika. Hubungan statisik antara variabel adalah bersifat random atau stokastik, sehingga hanya merupakan distribusi probabilitas. Pada sisi lain, hubungan deterministik tidak bersifat ramdom atau stokastik.

Temperatur, curah hujan, cahaya matahari dan pemupukan secara statistik adalah penting dan merupakan variabel penting yang dapat menjelaskan hasil panen. Akan tetapi, hal tersebut tidak dapat menentukan secara eksak hasil panen karena terkait dengan error pengukuran pada variabel-variabel tersebut yang secara keseluruhan akan berpengaruh, meskipun akan sulit untuk mengidentifikasikan secara individual. Oleh karena itu, terdapat variabel intrinsik atau random pada hasil panen yang tidak dapat dijelaskan secara penuh, tidak tergantung dari berapa jumlah variabel yang akan digunakan untuk memprediksikan. Ini yang sering kita sebut dengan istilah koefisien determinasi pada regresi linear.

Dalam fenomena deterministik, kita dapat menentukan secara pasti hubungan antara variabel. Sebagai contoh, Hukum gravitasi Newton menyatakan bahwa ‘Setiap partikel dalam semesta menarik setiap partikel lain dengan gaya yang sebanding dengan masanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua partikel tersebut'. Sering ditulis dengan F = k (m1.m2/r^2) dengan F adalah gaya, m1 dan m2 adalah masa dari dua partikel, r adalah jarak dan k adalah konstanta.
(Gujarati, 2004:22-23)

Artikel Terkait
  1. Sejarah Singkat Regresi
  2. Hakekat Statistik

0 comments:

Poskan Komentar

Cari Materi