Cari Materi

Humor Statistik: Solusi Kepadatan Penumpang Kereta Api

Alkisah, sebuah perusahaan transportasi kereta api yang melayani sebuah rute yang padat ingin menghitung jumlah kepadatan penumpang dan selanjutnya akan mencari solusi untuk mengatasi kepadatan penumpang kereta api tersebut. Pihak manajemen menghubungi sebuah biro statistik yang mampu melakukan perhitungan jumlah penumpang secara cepat berdasarkan kaidah-kaidah statistik.

Ketika manajemen kereta api menemui pihak biro konsultan statistik, maka si ahli statistik bahkan juga menawarkan solusi untuk mengatasi keluhan para penumpang tentang layanan kereta api tersebut. Pihak manajemen kereta api setuju dengan membayar sejumlah biaya tertentu, dan mengikuti arahan dari biro statistik yang bergerak secara rahasia.

Secara mengejutkan, pihak biro tersebut menyuruh manajemen untuk merusak salah satu jalur utama kereta api tersebut. Meskipun bingung mereka tetap melakukannya secara rahasia. Esoknya terjadi kehebohan yang luar biasa dari para penumpang kereta api, karena jalurnya rusak, sehingga keberangkatan hanya dilakukan sepertiga dari biasanya. Para penumpang beberapa mengambil jalur lain yang lebih lama atau lebih mahal, sebagian lagi nekat naik di atas gerbong kereta api. Berikutnya, pihak biro menyuruh manajemen kereta api menggunakan jasa keamanan untuk melarang penumpang naik di gerbong.

Penumpang banyak yang protes akan tetapi tidak berdaya karena mereka tetap harus bekerja dan menggunakan jalur transportasi yang lain.

Setelah beberapa minggu, perbaikan jalur selesai setelah mengalami beberapa kali penundaan. Ketika jalur sudah selesai 100%, maka jadwal keberangkatan kembali seperti sedia kala, dan para penumpang juga menggunakannya seperti dulu sebelum ada kerusakan jalur.

Perbedaannya adalah, bahwa tidak ada lagi keluhan dan para penumpang merasa sangat nyaman!!!!

Humor Statistik: Tunggu Sedetik Lagi

Alkisah, para ahli statistik sedunia berkumpul dalam suatu simposium terbesar yang pernah ada di bumi ini. Setelah bekerja siang dan malam, akhirnya para ahli statistik tersebut menemukan koefisien regresi yang spektakuler dan merupakan maha karya manusia terbesar sepanjang sejarah. Mereka menemukan koefisien bahwa satu sen bagi Tuhan sama dengan satu milyar dollar bagi manusia dan satu detik bagi Tuhan sama dengan sejuta tahun bagi manusia.

Setelah melakukan selebrasi, maka pemimpin tertinggi dari komunitas tersebut memohon kepada Tuhan:
"Tuhan, kami sudah tahu semuanya, dan kami mohon berilah kami satu sen saja. Suatu jumlah yang sangat kecil bagi Engkau yang Maha Pemurah".

Tuhan menjawab dengan tenang:
"Baiklah. Tapi Aku ambil dulu ya....tidak lama kok, paling cuma SEDETIK!!!!"

Humor Statistik: Survey tentang Perceraian

Sebuah survey menunjukkan bahwa pernikahan tanpa didasari cinta cenderung gagal, karena mana mungkin sanggup hidup bertahun2 dengan orang yang tidak dicintai.

Survey lain menunjukkan bahwa pernikahan yang didasari cinta cenderung gagal. Mengapa? Karena cinta sering membutakan mata dan logika dalam mengambil keputusan.


Baca Humor Statistik yang Lain: Dokter Jiwa dan Statistik Non Parametrik

Humor Statistik: Dokter Jiwa dan Non Parametrik

Para ahli statistik mengusulkan agar para dokter spesialis jiwa diberikan mata kuliah statistik non parametrik tingkat lanjut. Menurut mereka, dokter spesialis penyakit jiwa harus menguasai dengan baik statistik non parametrik, karena bekerja dengan subjek yang tidak normal.

Humor Statistik: Alasan Kuliah Jurusan Statistik

Alkisah, dua orang sahabat yang baru saja lulus SMA berbincang tentang jurusan yang akan dipilih di Perguruan Tinggi. Anak yang satu berkata," Aku pengin kuliah di Kedokteran, nanti kalau sudah jadi dokter, pasti aku kaya!"

"Ah, kalau aku mau kuliah di jurusan Statistik saja!", sahut teman yang satunya.

"Lho kenapa? Kenapa tidak kuliah di Teknik atau Akuntansi saja?" tanya anak yang pertama.

"Kata orang, dengan statistik, kita bisa menyelesaikan setengah dari permasalahan hidup kita! Percuma kaya raya tapi kalau hidup banyak masalah", jawabnya.

"Tapi kan masih ada setengah masalah hidup yang lain!" sergah anak yang ingin jadi dokter.

"Gampang," sahut anak tersebut," Aku mau kuliah sampai S2, jadi semua masalah hidupku bisa terselesaikan!"

Humor Statistik: Statistik bikin tua?

Seorang eksekutif muda yang mempunyai permasalahan statistik, menemui sebuah biro yang membantu permasalahan statistik. Dia ditemui oleh seorang pria yang wajahnya sudah relatif tua, rambut putih dan kerut-kerut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak muda lagi.

Setelah mengutarakan keperluannya, statistikawan 'tua' tersebut segera memahami dan bersedia membantu eksekutif muda tersebut. Meskipun relatif tua, tapi statistikawan tersebut masih tahan memandangi komputer dengan sederetan angka yang rumit.

"Hmm..hebat juga orang tua ini?!" gumam Si eksekutif muda tersebut.

Akhirnya permasalahan selesai dengan baik. Si eksekutif muda mengucapkan terima kasih, dan mulai berbicara santai

"Wah, Anda ternyata hebat juga. Masih tahan melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan mata dan pikiran", kata Si Eksekutif muda.

"Ah, biasa saja Pak", sahut si statistikawan merendah.

"Ngomong-ngomong, berapa usia Anda?", tanya Eksekutif muda.

"Tahun ini 29 tahun Pak!" jawab statistikawan santai.

Eksekutif muda: (dalam hati) makanya jangan keseringan melototin angka *&*&!@#^$&%^&&$^#&^$ cepet tua tuh.......

Humor Statistik: Dilema Mahasiswa

Seorang mahasiswa dipanggil seorang dosen statistik karena tidak pernah mengikuti mata kuliahnya. Sang dosen berusaha untuk bersikap sabar dan dengan nada ramah menanyakan alasan mahasiswa tersebut.

Mahasiswa: Saya tidak masuk karena materi dan gaya penyampaian Bapak membosankan, sehingga membuat saya mengantuk.

Dosen: (berusaha untuk tetap sabar). Lalu mengapa Saudara tidak datang dan tidur saja? Sekedar memenuhi persyaratan kehadiran.

Mahasiswa: Suara Bapak sangat keras, sehingga membuat saya tidak bisa tidur!

Dosen: !@#$%$##@!@#$%&


Humor Statistik: Hasil Analisis Kondisi Indonesia

Beberapa pakar statistik dari dalam dan luar negeri bekerja sama untuk melakukan penelitian di Indonesia tentang korelasi dan pengaruh berbagai atribut di Indonesia. Hasilnya agak mencengangkan seperti ini:
  1. Tidak terdapat korelasi antara vonis hukuman dengan besarnya kerugian dalam suatu kasus pidana. Banyak kasus pidana dengan jumlah relatif kecil mendapatkan vonis yang sama dengan kasus pidana yang lebih besar, bahkan ada yang vonisnya lebih tinggi. Argumennya adalah bahwa hukum adalah cenderung ke kualitatif, bukan kuantitatif.
  2. Terdapat korelasi positif antara waktu proses hukum dengan besarnya nilai yang diperkarakan. Artinya, semakin besar kasus korupsi yang diperkarakan, maka semakin lama proses hukum yang berlangsung. Argumennya adalah bahwa semakin besar nilai uang yang diperkarakan maka semakin rumit juga pembuktiannya sehingga memerlukan proses hukum yang lebih panjang.
  3. Terdapat korelasi negatif antara tingkat intelektualitas dengan tingginya jabatan publik. Berarti semakin tinggi jabatan publik seseorang, baik di pemerintahan atau di partai, maka semakin rendah intelektualitasnya. Bahkan, para ahli kesulitan menemukan otak sebagai sumber intelektualitas pada para pucuk pimpinan. Argumennya adalah bahwa semakin tinggi jabatan publik, maka semakin tinggi dedikasi kepada rakyat, sehingga tidak memperhatikan kondisi dirinya, termasuk otaknya.
  4. Terdapat korelasi positif antara kualitas toilet dengan kinerja. Semakin tinggi atau baik kualitas toilet, maka semakin tinggi pula kinerja seorang pejabat. Argumennya adalah bahwa output kinerja mereka sama persis dengan output mereka waktu di toilet.
Baca humor statistik yang lain: Otak Koruptor