Simulasi Regresi Linear Berganda 02


A.    Uji Validitas
Uji validitas indikator dilakukan untuk menguji sejauh mana suatu alat ukur dalam penelitian dapat mengukur apa yang sebetulnya ingin diukur yaitu meliputi faktor lingkungan, faktor organisasional, faktor pribadi dan kinerja karyawan. Item pertanyaan dinyatakan valid jika mempunyai r hitung di atas 0,279 untuk jumlah sampel n sebanyak 50 dan taraf signifikansi sebesar 5%. Berikut adalah uji validitas dalam penelitian ini:
Tabel 1 Validitas Indikator Variabel Faktor Lingkungan
Indikator
R Hitung
Signifikansi
L1
.629(**)
0,000
L2
.678(**)
0,000
L3
.444(*)
0,001
L4
.568(**)
0,000
L5
.540(**)
0,000
L6
.159
0,271
L7
.665(**)
0,000
L8
.625(**)
0,000
L9
.735(**)
0,000
L10
.625(**)
0,000
L11
.776(**)
0,000
L12
.760(**)
0,000

Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat indikator yang mempunyai R hitung di bawah 0,279 yaitu indikator L6 yaitu 0,159. Indikator tersebut dinyatakan tidak valid karena mempunyai r Hitung < 0,279 dan untuk analisis selanjutnya dikeluarkan dari model penelitian.
Berikut adalah uji validitas untuk indikator-indikator pada variabel faktor organisasional:
Tabel 2 Validitas Indikator Variabel Faktor Organisasional
Indikator
R hitung
Signifikansi
O1
.834(**)
0,000
O2
.786(**)
0,000
O3
.820(**)
0,000
O4
.066
0,649
O5
.815(**)
0,000
O6
.848(**)
0,000

Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat indikator yang mempunyai R hitung di bawah 0,279 adalah indikator O4 yaitu sebesar 0,066. Indikator tersebut dinyatakan tidak valid karena mempunyai r Hitung < 0,279 dan untuk analisis selanjutnya dikeluarkan dari model penelitian.
Berikut adalah uji validitas untuk indikator-indikator pada variabel faktor pribadi:
Tabel 3 Validitas Indikator Variabel Faktor Pribadi
Indikator
R hitung
Signifikansi
P1
.858(**)
0,000
P2
.605(**)
0,000
P3
.803(**)
0,000
P4
.776(**)
0,000

Tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada indikator yang mempunyai R hitung di bawah 0,279. Dengan demikian dinyatakan bahwa keempat indikator yang dipergunakan untuk mengukur variabel faktor pribadi adalah valid.
Berikut adalah uji validitas untuk indikator-indikator pada variabel kinerja karyawan:
Tabel 4 Validitas Indikator Variabel Kinerja
Indikator
R hitung
Signifikansi
K1
.691(**)
0,000
K2
.777(**)
0,000
K3
.617(**)
0,000
K4
.675(**)
0,000
K5
.136
0,346
K6
.826(**)
0,000
K7
.827(**)
0,000
K8
.861(**)
0,000
K9
.552(**)
0,000
K10
.759(**)
0,000
K11
.807(**)
0,000
K12
.764(**)
0,000

Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat indikator yang mempunyai R hitung di bawah 0,279 adalah indikator K5 yaitu sebesar 0,136. Indikator tersebut dinyatakan tidak valid karena mempunyai r Hitung < 0,279 dan untuk analisis selanjutnya dikeluarkan dari model penelitian.

B.     Uji Reliabilitas
Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha lebih besar > 0,6. Berikut adalah uji reliabilitas dalam penelitian ini tanpa menggunakan indikator yang dinyatakan tidak valid:
Tabel 5 Uji Reliabilitas
Variabel
Jumlah Item
Cronbach Alpha
Keterangan
Faktor Lingkungan (X1)
11
0,8673
Reliabel
Faktor organisasional (X2)
5
0,8901
Reliabel
Faktor pribadi (X3)
4
0,7622
Reliabel
Kinerja (Y)
11
0.9217
Reliabel

Dari Tabel 5 tampak bahwa semua variabel mempunyai Cronbach Alpha lebih besar 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel pada penelitian ini adalah reliabel atau tidak mempunyai kecenderungan tertentu.

C.    Uji Asumsi Klasik
1.      Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, nilai residual mempunyai distribusi normal atau tidak. Model yang baik adalah model yang memberikan nilai residual yang memenuhi asumsi normalitas. Pengujian dilakukan dengan membandingkan distribusi kumulatif dengan distribusi normal. Jika data terdistribusi ecara normal, maka garis yang akan mendekati garis diagonalnya. Berikut adalah uji normalitas dalam penelitian ini:

Gambar 1 Uji Normalitas

Tampak bahwa garis yang terdapat pada grafik di atas mendekati garis diagonalnya atau membentuk sudut 450 dengan sumbu mendatar. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai residual hasil model regresi memenuhi asumsi normalitas sehingga model dapat dipergunakan.

2.      Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara variabel bebas dalam model penelitian. Model yang baik adalah model di mana tidak terdapat korelasi antara variabel bebas dalam penelitian atau diharapkan nilainya kecil. Gejala multikolinearitas ditandai dengan adanya nilai Variance Inflation Factor (VIF) di atas 10. Berikut adalah nilai VIF pada model penelitian ini:

Tabel 6 Uji Multikolinearitas

Variabel
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
Faktor lingkungan
0,398
2,512
Faktor organisasional
0,325
3,072
Faktor pribadi
0,341
2,934

Tabel tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat nilai VIF yang di atas 10. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas dalam persamaan penelitian ini. Tidak terdapat korelasi yang tinggi antara kedua variabel bebas dalam penelitian ini sehingga hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikatnya tidak bias.

3.      Uji Heteroskedastisitas
Pengujian Heteroskedastisitas menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan nilai residualnya SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED di mana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi–Y sesungguhnya). Berikut adalah uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini:

Gambar 2 Uji Heteroskedastisitas dengan Scatter Plot

Tampak bahwa titik-titik pada grafik menyebar secara merata baik di atas sumbu nol maupun di bawah sumbu nol. Tidak terdapat pola tertentu pada grafik yang menunjukkan bahwa tidak terdapat gangguan heteroskedastisitas pada model penelitian.
Dengan terpenuhinya uji asumsi klasik seperti di atas, maka analisis regresi linear berganda layak dipergunakan dalam penelitian ini karena persyaratan statistik terpenuhi.


D.    Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Berikut adalah output hasil perhitungan:

Tabel 7 Analisis Regresi Linear Berganda

Variabel
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
(Constant)
39,970
11,100



Faktor lingkungan
0,388
0,189
0,279
2,054
0,046
Faktor organisasional
-0,628
0,307
-0,307
-2,042
0,047
Faktor pribadi
-0,918
0,442
-0,305
-2,076
0,043

Berdasarkan tabel 7 tersebut maka berikut adalah persamaan regresi yang mencerminkan hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian ini.
Y = 39,970 + 0,388 X1 - 0,628 X2 – 0,918 X3 + e
Keterangan:
Y         = Kinerja
X1       = Faktor Lingkungan
X2       = Faktor organisasional
X3       = Faktor pribadi
e          = Kesalahan Pengganggu (residual)
Persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
1.      Koefisien regresi faktor lingkungan adalah positif, sehingga jika faktor lingkungan meningkat sedangkan variabel bebas yang lain tetap, maka kinerja akan meningkat.
2.      Koefisien regresi faktor organisasional adalah negatif, sehingga jika faktor organisasional meningkat, sedangkan variabel bebas yang lain tetap, maka kinerja akan menurun.
3.      Koefisien regresi faktor pribadi adalah negatif, sehingga jika faktor organisasional meningkat, sedangkan variabel bebas yang lain tetap, maka kinerja akan menurun
Nilai koefisien regresi (standardized coefficients) faktor organisasional (-0,307) secara mutlak lebih tinggi dari pada koefisien regresi pada variabel bebas yang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa faktor organisasional mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja dibandingkan variabel bebas yang lain. Variabel yang paling tidak dominan adalah faktor lingkungan karena mempunyai koefisien standardized yang paling rendah secara mutlak yaitu 0,279.

1.      Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien korelasi yang dihasilkan dari perhitungan adalah sebesar 0,813. Nilai tersebut berada pada kategori hubungan tinggi karena terletak antara 0,8 sampai dengan 1.

Tabel 8 Koefisien Determinasi

Model
R
R Square
Adjusted R Square
1
.813(a)
.662
.640

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan (korelasi) yang tinggi antara faktor lingkungan, faktor organisasional dan faktor pribadi terhadap kinerja. Koefisien determinasi (Adjusted R2) hasil hitung adalah sebesar 0,640. Nilai tersebut menunjukkan bahwa faktor lingkungan, faktor organisasional dan faktor pribadi mampu menjelaskan varians variabel kinerja sebesar 64,0%, di mana sisanya yaitu sebesar 36,0% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Alasan penggunaan adjusted R Square adalah karena setiap penambahan satu variabel dependen, maka nilai adjusted R Square dapat naik atau turun tergantung dari pengaruh variabel tersebut, di mana R Square akan selalu naik setiap adanya penambahan variabel bebas.

2.      F Hitung
Berikut adalah nilai F hitung dan signifikansi dalam penelitian ini:

Tabel 9 F hitung dan Signifikansi


Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Regression
1083.148
3
361.049
29.988
.000(a)
Residual
553.832
46
12.040


Total
1636.980
49




Nilai F hitung pada tabel di atas adalah sebesar 29,988. Adapun F tabel untuk jumlah sampel sebanyak 50 dengan 3 variabel bebas pada taraf signifikansi sebesar 0,05 adalah sebesar 2,79. Tampak bahwa F hitung > F tabel (29,988 > 2,79) sehingga secara statistik bahwa faktor lingkungan, faktor organisasional dan faktor pribadi secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja.
3.      Uji Hipotesis
a.      Faktor Lingkungan terhadap Kinerja
Berikut adalah nilai t hitung dan signifikansi pada penelitian ini:

Tabel 10 T hitung dan Signifikansi

Variabel
t
Sig.
(Constant)


Faktor lingkungan
2,054
0,046
Faktor organisasional
-2,042
0,047
Faktor pribadi
-2,076
0,043

Nilai t hitung pada tabel 10 di atas adalah sebesar 2,054. Adapun t tabel untuk jumlah sampel sebanyak 50 pada taraf signifikansi sebesar 0,05 adalah sebesar 2,011. Dengan demikian t hitung > t tabel (2,054 > 2,011) sehingga terbukti secara statistik bahwa faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga bahwa ada pengaruh positif yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan” diterima.

b.      Faktor Organisasional terhadap Kinerja
Nilai t hitung pada tabel 10 di atas adalah sebesar -2,042. Adapun t tabel untuk jumlah sampel sebanyak 50 pada taraf signifikansi sebesar 0,05 adalah sebesar 2,011. Tampak bahwa nilai t hitung > + t tabel (-2,043 > + 2,011) sehingga terbukti secara statistik bahwa faktor organisasional mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga bahwa ada pengaruh negatif yang signifikan faktor organisasional terhadap kinerja karyawan” diterima.

c.       Faktor Pribadi terhadap Kinerja
Nilai t hitung pada tabel 10 di atas adalah sebesar -2,076. Adapun t tabel untuk jumlah sampel sebanyak 50 pada taraf signifikansi sebesar 0,05 adalah sebesar 2,011. Tampak bahwa t hitung > + t tabel (-2,076> + 2,011) sehingga terbukti secara statistik bahwa faktor pribadi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa “Diduga bahwa ada pengaruh negatif yang signifikan faktor pribadi terhadap kinerja karyawan” diterima.

0 comments:

Poskan Komentar

Cari Materi