Justifikasi Penerimaan Hipotesis

Biasanya pada naskah skripsi atau tesis yang menggunakan analisis linear regresi berganda akan mempunyai hipotesis parsial (diuji dengan uji t) dan hipotesis simultan (diuji dengan uji F). Perumusan hipotesis parsial didasari oleh dasar teori yang kuat dan dapat dengan mudah dilakukan oleh mahasiswa dengan bantuan dosen, karena dosen memang sangat menguasai tentang hal itu. Akan tetapi, sebenarnya hipotesis simultan sering kali didasari oleh teori yang seolah-olah dipaksakan. Sebenarnya uji F adalah untuk melihat kelayakan modal saja. Jika uji F tidak signifikan, maka tidak disarankan untuk melakukan uji t atau uji parsial. Jadi hipotesis simultan sebenarnya tidak selalu harus dirumuskan dalam suatu penelitian.

Penentuan penerimaan hipotesis dengan uji t dapat dilakukan berdasarkan tabel t. Nilai t hitung hasil regresi dibandingkan dengan nilai t pada tabel. Jika t hitung > t tabel maka berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial, dan sebaliknya jika t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial. Hal tersebut juga berlaku untuk F hitung. Cara melihat nilai t tabel dan F tabel sudah banyak dibahas pada berbagai buku statistik. Misalnya untuk jumlah sampel 100 maka nilai t tabel untuk signifikansi 5% adalah dengan melihat nilai t dengan degree of freedom sebesar N – 2 = 100 – 2 = 98 untuk hipotesis dua arah. Nilai t dilihat pada kolom signifikansi : 2 = 5% : 2 = 0,025. Jika pengujian satu arah, maka df adalah 100 – 1 = 99 dan dilihat pada kolom 5%.

Untuk uji F, maka df dihitung dengan N – k – 1 dengan k adalah jumlah variabel bebas. Anda jangan bertanya, bagaimana kalau uji satu arah dan dua arah pada uji F. Uji F tidak mengenal arah, jadi ya pasti satu arah. Logika uji dua arah, adalah terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, dan uji satu arah adalah terdapat pengaruh negatif/positif antara variabel bebas antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Lha kalau uji F kan uji simultan, jadi bagaimana menentukan arah positif atau negatif.
Share:

192 komentar:

  1. Pak saya hendak menanyakan perihal Uji t dan Uji f, apabila yang terjadi pada saat uji t anggaplah saya menggunakan 5 variabel (X1,X2,X3,X4,X5) dan Y. Pada saat uji t hanya 1 atau 2 variabel yang berpengaruh secara signifikan sisanya tidak signifikan, kemudian pada uji F yang secara simultan itu signifikan, apakah hal tersebut tidak masalah? atau ada kendala?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa uji asumsi klasiknya. Terima kasih.

      Hapus
    2. kebetulan saya mengalami kasus yang sama seperti kasus di atas pak
      sudah saya cek uji asumsi klasiknya memenuhi semua..tapi begitu saya uji t..dari 7 variabel hanya 2 variabel saja yg signifkan.
      penjelasanx gmana ya pak klo gtu?

      Hapus
    3. Berarti 2 hipotesis diterima, sisanya ditolak. Terima kasih.

      Hapus
    4. Mungkin uji t ya, uji F hanya ada 1 signifikansi. Terima kasih.

      Hapus
    5. untuk penjelasannya gimana ya pak, misal secara parsial arus kas mempengaruhi nilai perusahaan. secara parsial profitabilitas tidak mempengaruhi nilai perusahaan. tetapi secara simultan arus kas dan profitabilitas mempengaruhi nilai perusahaam. jadi pembahasannya mau kayak gimana pak.? secara parsial profitabilitas tidak berpengaruh tetapi secara simultan berpengaruh. penjelasannya jadi satu positif satu negatif, bagusnya penjelasannya gimana pak?

      Hapus
    6. Silahkan dicari di jurnal rujukan Anda. harusnya ada penjelasan di situ. Terima kasih.

      Hapus
    7. Selamat malam pak. Saya mau bertanya. Permasalahan saya sama dengan yang di atas. Salah satu hipotesis parsial saya ditolah sedangkan hasil simultannya diterima. Asumsi klasik saya sudah memenuhi semua. Kemudian kalau mau merujuk ke jurnal pak, semua jurnal tidak menjelaskan tentang alasan mengapa hasilnya seperti itu pak. Jadi bisa pak, bapak membantu untuk menjelaskan mengapa kondisi seperti ini bisa terjadi?

      Hapus
    8. Mohon maaf kami juga tidak tahu. Biasanya kami menggunakan jurnal yang lengkap. Jika tidak lengkap tidak kami gunakan sebagai jurnal rujukan. Terima kasih.

      Hapus
  2. Pak, saya ingin bertanya perihal uji signifikansi, bagaimana kalau hasil ujinya mendapatkan nilai sig yang negatif? itu maksud dan perlakuannya gimana ya? terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti berpengaruh signifikan dan negatif (arahnya berkebalikan) Terima kasih.

      Hapus
  3. Pak. mau tanya..
    Utk mencari pengaruh variabel x trhdp y. Lebih baik mengunakan uji t ap anava?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon baca2 artikel dulu sebelum bertanya. Terima kasih.

      Hapus
  4. maaf pak mau tanya, sebelumnya saya sempet baca tulisan bapak di http://www.konsultanstatistik.com/2009/03/regresi-linear.html .
    Disitu anda mengatakan bahwa "Uji F adalah uji kelayakan model (goodness of fit) yang harus dilakukan dalam analisis regresi linear. " Namun disini Anda mengatakan bahwa " hipotesis simultan sebenarnya tidak selalu harus dirumuskan dalam suatu penelitian. Toh dasar teorinya juga sangat lemah." Sebenarnya mana yag benar?

    BalasHapus
  5. pak, jika uji 2 arah pada uji t, pengujian nilai sig. dibandingkan dengan alfa ataudengan alfa/2?

    BalasHapus
  6. Pak mau tanya.. kenapa ya uji t dan uji f saya tidak ada yg valid. Sedangkan sudah sy uji asumsi klasik dan semua data normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ciyus? Lha kan memang tidak ada hubungan antara uji asumsi klasik dengan uji t dan uji F. Terima kasih :)

      Hapus
    2. apa tidak ada cara untuk mengakali agar uji f dan t signifikan pak ?

      Hapus
    3. Kalau pun ada kami tidak tahu. Terima kasih.

      Hapus
  7. Pak mau tany, penelitian sy uji F tidak berpengaruh secara simultan antar 3 var independen terhadap var dependen. Nilai signifikan diatas 0,05. Itu wajar aja atau bagaimana? Soalnya penelitian2 yg sy baca semua uji F mempunyai pengaruh signifikan. Mohon bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu juga. Di statistik tidak ada istilah wajar atau tidak wajar. Terima kasih.

      Hapus
  8. Pak, sya mw tnya.. Apakah uji F hrs berpengaruh signifikan, maka pnelitian layak diterima?
    Sya ad lihat skripsi org.. Ketika uji T cuma hnya 1 var yg brpgaruh signifikan dr 4 variabel independen.. Tp entah npa ketika uji F brpngaruh signifikan.. Nah itu bs trjadi spt itu pak? Mohon pencerahan nya.. Terima kasih ^~^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan hubungi penulis skripsi yang Anda rujuk. Terima kasih.

      Hapus
  9. Selamat malam pak, saya ingin bertanya saya sedang melakukan penelitian jika uji f tidak digunakan. Itu kenapa ya pak?

    BalasHapus
  10. Pak tanya, untuk menguji satu variabel bebas dengan dua variabel terikat menggunakan uji statistik apa?!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dengan SEM. Terima kasih.

      Hapus
    2. SEM apa pak?! Di statistik saya belum diajari soalnya.

      Hapus
    3. Structural Equation Modeling.

      Hapus
  11. maaf pak mau tanya, variabel saya X1, X2 dan Y.. dalam uji t hanya X1 yang tidak signifikan (0,355 > 0,05), apakah dalam skripsi boleh jika disimpulkan bahwa X1 Tidak berpengaruh signifikan.. atau saya harus mengulangi untuk mencari data, karena skripsi saya menggunakan responden..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau variabel x2 gavalid berarti gausa uji t sama f kan ya?

      Hapus
    2. sumpah jawaban anda lebih ke menjengkelkan pak

      Hapus
  12. saya mau tanya pak, jika saya mengurutkan semua data variabel saya dari terkecil samapai terbesar saat ingin melakukan uji regresi dengan spss, apakah boleh pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tujuannya apa yach? :) tapi kayaknya tidak boleh tuh...

      Hapus
  13. pak saya mau tanya, apa uji f harus selalu dilakukan dalam penelitian? jika hipotesis tidak membahas pengaruh secara simultan, berarti juga kita tidak perlu melakukan uji f?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya F untuk melihat goodness of fit. Terima kasih.

      Hapus
  14. pak...mau tnya variabel x q kan ada 4 dan cm 1 yg signifikan dlm uji t. trus untuk penjelasannya thdp variabel yg tdk signifikan/ditolak bgmna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikaitkan dengan teori yang ada dan/atau fenomena empiris yang Anda temukan. Terima kasih.

      Hapus
  15. pak kalo hasil t hit : 252 t tabelnya 2,577 itu gimana ya pak ? tidak signifikan kah ? apa boleh penelitian tidak signifikan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Signifikan jika t hitung > t tabel, sudah banyak ulasan tentang itu di sini. Terima kasih.

      Hapus
    2. Pak mautanya kalau nilai R square nya lemah,, cara apa agar nilainya menjadi tidak lemah ya?

      Hapus
    3. Banyak, salah satunya adalah dengan menambahkan variabel yang secara teori berpengaruh terhadap variabel terikat. Terima kasih.

      Hapus
  16. sore pak, saya mau tanya variabel x saya ada 2 dan variabel Y ada 1. saat saya melakukan uji F hasilnya 2.040 dengan sig 0.142 dan saat melakukan uji t hasilnya X1 0,50 dan X2 0.63 dan pada saat saya lakukan uji r2 hasilnya kecil yaitu 0,042. saya mau tanya bgaman cara menjelaskan x1 pada uji t dan apa kah tidak apa2 bila F nya tdk signifikan? trmkasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. F untuk menguji goodness of fit, jika tidak signifikan berarti model tidak layak. Terima kasih.

      Hapus
  17. Maaf sebelumnya pak , saya ingin bertanya , apa ada alasan uji simultan tidak perlu dilakukan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, siapa yang mengatakan uji simultan tidak perlu dilakukan?

      Hapus
  18. hallo pak konsultan,adakah masalah ketika x1,x2,x3 tidak berpengaruh secara simultan maupun parsial.trims

    BalasHapus
  19. ass pak .
    mau tanya. hsl penelitiabn saya dar 5 variabel hanya 3 yg berhubungan sig .
    tp setelah saya lanjut uji regresi logistik . hanya 2 yg berpengaruh ..
    tp salah satu dr yg berpengaruh ini . 1 tidak berhubungan .

    yg mau saya tanyakan apa bisa seperti itu pak ? variabel tidak berhubungan tp berpengaruh ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba Anda chek, untuk mencari hubungan dengan metode apa, logistik Anda menggunakan metode apa. Terima kasih.

      Hapus
  20. assalamualaikum pak,
    saya mau tanya, data penelitian tentang kemampuan berpikir yang saya dapatkan setelah di uji t independent menunjukkan data tidak berpenggaruh atau tidak ada peningkatan kemampuan. tetapi sebenarnya jika dilihat berdasarkan indikator ada beberapa indikator kemampuan yang meningkat. yang mau saya tanyakan kesimpulan dari uji statistik tersebut ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berpengaruh atau tidak secara statistik tergantung dari t hitung. Terima kasih.

      Hapus
  21. Pak saya mau tanya , jika hasil autokorelasinya tidak ada keputusan bagaimana ya ?
    dan apakah uji F, T dan DW harus selalu dibandungkan tabel? jika lihat di hasil hitung spss saja boleh tidak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahan ikuti prosedur yang sudah ada saja. Terima kasih.

      Hapus
  22. Pak, saya mau tanya.
    1. Apakah bisa jika Saya menggunakan uji F tp tdk pakai uji T ?
    2.kalau uji T nya negatif (X1,X3)bagaimana ya?

    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Kenapa tidak pakai uji t, hipotesisnya seperti apa? 2. T negatif berarti berpengaruh negatif, banyak diskusi di atas. Terima kasih.

      Hapus
    2. Iya pak saya juga tidak pakai uji t dan hanya menggunakan uji f.
      Hipotesis saya : kemampuan awal matematika siswa memiliki pengaruh yg positif terhadap pemahaman konsep matematis siswa hasil pembelajaran dengan media google claasroom dan gruo whatsapp.

      Itu bagaimana ya pak? Apa tetal harus dilakukan uji t?

      Hapus
    3. Iya pak saya juga begitu.
      Hipotesis : kemampuan awal memiliki pengaruh yg positif terhadap pemahaman konsep matematis

      Hapus
    4. Kalau regresi sederhana, uji F dan uji t hasilnya akan selaras. Terima kasih.

      Hapus
  23. Pak... T hitung saya lebih besar dr t tabel namun signifikany Lebih dr 0.05. Kalo begitu hasil penelitiany Berpengaruh tidak signifikan atau tidak berpengaruh signifikan?

    BalasHapus
  24. Pak mau tanya.. penentukan signifikansi 5% atau 10% ditentukan dari mana? Saya sudah uji t dan uji f .. hasil uji f mengatakan kalau variabel bebas sy berpengaruh thdp variabel terikat. Tetapi di uji t x1 berpengaruh terhadap y dan x2 tidak berpengaruh terhadap y.. mengapa demikian? Mohon penjelasannya.. terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti x1 berpengaruh, x2 tidak berpengaruh..so...?

      Hapus
  25. Uji f itu untuk mengetahui pengaruh antar variabel secara bersamaan kan pak? Sy punya dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Di uji F hasil nya F hitung > f tabel artinya berpengaruh kan.. tetapi di uji T hanya X1 yang berpengaruh terhadap y, tetapi x2 tidaj berpengaruh. Mengapa demikian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artinya X1 berpengaruh, X2 tidak berpengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  26. pak penyebab variabel tidak signifikan dikarenakan faktor apa? mohon pencerahannya. terimakasih

    BalasHapus
  27. Malam pak, saya mau tanya.
    Kalau di uji parsial x1,x2,x3 berpengaruh positif/signifikan. Namun x4 tidak berpengaruh sig.
    Berarti jika disimpulkan dengan uji simultan, secara bersama2 ke4 variabel tsb berpengaruh signifikan tidak pak?

    Mohon Penjelasannya pak, trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara simultan lihat nilai F atau signifikansinya. Terima kasih.

      Hapus
  28. apabila semua uji t tidak signifikan apakah skripsi saya diragukan?

    BalasHapus
  29. Saya melakukan prhtngn dgn x1 ,x2 , x3 , terhadap Y.
    Nah dah hasil regresi berganda Pooled Least Square.
    X1 dan x2 koefisien nya + dan signifikan
    Sdgkan x3 + tapi tidak signifikan.
    Bagamana untuk menjelaskan atau membuat kata-kata bahwa x3 tidak signifikan dll nya
    Mohon bantuan nya

    BalasHapus
  30. untuk uji pihak kiti , apakah nilai t tabelnya juga harus bernilaia negatif juga ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kurang lebihnya begitu. Terima kasih.

      Hapus
  31. Izin bertanya, pada saat saya melakukan uji T kedua variabel menunjukkan tidak terjadi pengaruh signifikan terhadap Y. Namun, setelah dilakukan Uji F, kedua variabel berpengaruh secara simultan terhadap T. Maka kesimpulan dari uji tersebut seperti apa ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak berpengaruh. uji F untuk kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  32. Izin bertanya uji t hanya berpengaruh satu variabel dari 4. Sedangkan uji f berpengaruh secara simultan. Untuk kesimpulanya hasil uji t apa uji f yah pak? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F untuk kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  33. Izin bertanya pak, nilai hasil uji t saya x1 nya -5.098 tapi signifikan 0.000 apa justifikasi kenapa bisa negatif , terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negatif berarti arahnya berlawanan. Terima kasih.

      Hapus
  34. Izin bertanya bapak. Jika kedua variabel X saya tidak ada pengaruh terhadap Y dan uji f saya juga tidak simultan. Apa boleh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simultan dilihat untuk melihat kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  35. Ijin bertanya ya pak,data penelitian saya lolos dari uji normalitas dan uji asumsi klasik namun saat dilakukan uji F hasilnya tidak signifikan dan semua variabelnya indepen-nya tidak berpengaruh. apakah hal ini wajar pak?
    dan apakah ada penjelasan mengenai hal ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika memang semua langkah dilakukan dengan benar, maka tinggal mencari literatur pendukung hasil penelitian Anda. Terima kasih.

      Hapus
  36. Malam pak, saya mau tanya.
    Kalau di uji parsial x1,x2,x3 berpengaruh positif/signifikan. Namun x4 tidak berpengaruh sig.
    Berarti jika disimpulkan dengan uji simultan, secara bersama2 ke4 variabel tsb berpengaruh signifikan tidak pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simulan dilihat dari uji F. Meskipun sebenarnya uji F itu untuk kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  37. Sore pak, saya mau tanya jika h1 di terima , h2 di tolak, tapi uji f sy di tolak. Apakah itu boleh terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf h1 itu apa, h2 itu juga apa. Mohon diperjelas.

      Hapus
    2. Selamat pagi pak, pada uji t hipotesis citra merek di terima namun hipotesis kedua yaitu kualitas produk di tolak, lalu pada uji f di tolak, bukankah jika salah satu hipotesis di terima pada uji t, seharusnya pada uji f jg di terima.
      Terimakasih.

      Hapus
    3. Sepertinya tidak ada keharusan seperti itu. Terima kasih.

      Hapus
  38. Jika uji f hasilnya tidak berpengaruh, apa penelitian saya masih bisa dilanjutkan atau mending cari data lain ya pak? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti goodness of fit tidak terpenuhi. Terima kasih.

      Hapus
    2. Apakah ada uji lain yg bisa saya pakai untuk menggantikan uji f?

      Hapus
    3. Kalaupun ada kami kurang paham. Terima kasih.

      Hapus
  39. pak saya mau tanya uji t saya x1 tidak pengruh dan x2 saya berpngruh signifikan sedangkan simultan uji f saya tidak pengaruh signifikan apakah skripsi saya sah atau tidak sedangkan jurnal yg lain uji f nya signifikan semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau uji F tidak masuk, berarti goodness of fit sudah tidak terpenuhi. Data tidak fit.....so...

      Hapus
    2. apakahh bisa dilanjutkan pak?

      Hapus
    3. Dilanjutkan setelah Uji F diterima ya. Terima kasih.

      Hapus
  40. Maaf mau tanya pak, apakah uji simultan dan parsial harus dilakukan juga dalam penelitian dengan metode independent sample t test?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon bedakan antara inferensi dengan komparasi. Terima kasih.

      Hapus
  41. Salam, mohon solusinya pak jika uji f tidak berpengaruh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di naskah sudah tertulis, F adalah uji kelayakan model, jadi jika tidak signifikan, model harus dimodifikasi dulu. Terima kasih.

      Hapus
    2. Maksudnya di modifikasikan gimana ya pak?

      Hapus
    3. F hitung harus > F tabel. F uji kelayakan model. F hitung < F tabel berarti model tidak layak. Jadi kurang relevan jika ada statement uji f tidak berpengaruh. Terima kasih.

      Hapus
  42. Sore pak, saya ingin tanya dalam kasus Regresi Logistik Multinomial ketika uji goodness of fit tidak terpenuhi, apa yang menyebabkan goodness of fit tidak terpenuhi? Dan apakah ada tindakan perbaikan supaya goodness of fit terpenuhi? Sebelumnya data juga sudah memenuhi asumsi multikolinieritas .terimakasi pak mohon pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dimodifikasi, tambah data, transformasi atau yang lain. Terima kasih.

      Hapus
  43. Selamat siang pak. Mengapa uji f harus signifikan ya ? Lalu jika uji r square menunjukkan nilai yang tinggi, mengapa masih perlu uji t atau f ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam Regresi linier, F hitung itu untuk melihat kelayakan model. jika model tidak layak gimana? Terima kasih.

      Hapus
  44. Pak saya mau tanya. Bagaimana jika nilai pd uji f x1 dan x2 sama2 berpengaruh signifikan. Tp saat uji t x1 tidak berpengaruh signifikan. Bagaimana ya pak? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F pada regresi untuk melihat goodness of fit. Terima kasih.

      Hapus
  45. Selamat malam pak
    Saya mau bertanya
    Kenapa dalam sikripsi harus melakukan uji simultan
    Sedangkan uji parsial sudah dilakukan ?
    Mengapa tidak hanya uji parsial saja atau mengapa tidak hanya uji simultan?
    Mohon jawabannya ya pak
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam Skripsi? tidak harus kok, ada skripsi yang kualitatif juga. Terima kasih.

      Hapus
  46. Selamat malam pak,
    Saya mau bertanya, uji F saya memang simultan sdgkan uji T dri keseluruhan variabel independen tdk ada yg berpengaruh..brarti ditulis apa adanya aja ya pak?
    Uji F dilakukan utk mlihat apakah model yg digunakan sdh layak atau blm..sedangkan uji T itu utk membuktikannya..apakah sperti itu pak? Krn skripsi saya kasusnya mengananisa kepuasan pengguna e learning yg baru dibuat menggunakan metode delone and mclean..dgn variabel independen:kualitas info, sistem & layanan.mohon balasannya pak..terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji t bisa digunakan untuk menjawab hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  47. Assalamualaikum pa mau tanya, hasil dari penelitian saya untuk uji parsial nilai b variabelnya positif tapi saat uji simultan nilai b untuk variabel x1 bernilai negatif dan b2 nya bernilai positif itu maksudnya bagaimana pak?? Terus kenapa bisa terjadi hal seperti itu pak?? Trmkasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kami kurang paham dengan maksud Anda.

      Hapus
    2. Pak saya mau bertanya .peyebab sutu variabel x tidak berpengaruh tehdap y itu apa ya pak.apakah karena byk ny jwbn kuisioner yg menjawab kurg setjuu dan td setuju?

      Hapus
    3. Jika langkahnya sudah benar, coba kaitkan dengan telaah teoretis, jurnal rujukan atau dengan fenomena empriris yang ada. Terima kasih.

      Hapus
  48. Assalamualikum pak..
    Saya mau tanya, apabila bila x1 dan x2 saya tidak signifikan, apakah penelitian skripsi saya tetap bisa dilanjutkan? Atau saya perlu mencari data baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konsultasikan dengan pembimbing Anda. Terima kasih.

      Hapus
  49. assalamualaikum pak..
    maaf mau tanya..
    pak kalau t hitung negatif signifikan.
    itu kan tetap berpengaruh, yg artinya berlawanan.
    nah apakah ada teori yang memperkuat tentang hal tersebut pak?
    terimakasih pak.

    BalasHapus
  50. Pak saya menggunakan 4 variabel independen dan 1 variabel dependen,pada saat uji t yang berpengaruh signifikan hanya 1 X1 saja, ketika dilakukan uji f tidak bepengaruh signifikan, apakah itu bermasalah pak? Dospem saya meminta untuk uji multikoliniertas tetapi hasilnya tidak terjadi multikoliniertas . Bagaimana soludinya ya pak? Apakah uji f itu harus bepengaruh signifikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F digunakan untuk melihat kelayakan model. Terima kasih.

      Hapus
  51. pagi pak, dalam penelitian saya terdiri dari 4 variabel, akan tetapi setiap variabel memiliki item indikator dengan jumlah yang berbeda beda, x1=16 x2=9 x3 =11 dan Y=10, dalam uji parsial dan simultan ini akan mempengaruhi signifikan atau tidaknya oenelitian

    atau dalam penelitian ini setiap variabel harus memiliki jumlah item indikator yang sama?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jumlah item indikator bisa berbeda. Terima kasih.

      Hapus
  52. Hai pak saya mau bertanya, saya sudah melakukan uji asumsi klasik dan data saya lolos semua uji. Setelah saya uji F, saya menemukan signifikasi diatas 5% yang berarti variabel x saya tdk simultan mempengaruhi variabel Y. Kata bapak, jika hasil uji F tdk silmutan berarti tdk disarankan uji T dan lainnya. Berarti apakah skripsi saya tidak dpt dilanjutkan untuk uji selanjutnya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon ralat, itu bukan kata saya. F adalah uji goodnes of fit. Jika tidak layak, maka harus bagaimana? Terima kasih.

      Hapus
  53. Ingin bertanya Pak, jika Ada variabel dimana responden mayoritas menjawab sangat setuju tapi Di uji t hasilnya variabel tersebut tidak berpengaruh Pak, apakah tidak apa apa atau ada penjelasan lain Pak? Terimakasih sebelumnya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada korelasi antara mayoritas responden menjawab sangat setuju dengan hasil uji t berpengaruh atau tidak. Terima kasih.

      Hapus
  54. Pak saya mau bertanya. Pada variabel Y saya terdapat masalah normalitas, dan ketika saya Uji simultan hasilnya tidak signifikan. Apakah ketidaknormalan variabel Y berpengaruh pada pengujian F ? Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Regresi Linear OLS memerlukan asumsi, salah satunya normalitas. Terima kasih.

      Hapus
  55. permisi, saya sudah melakukan uji asumsi klasik dari normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, hingga heteroskodestisitas, semua lolos dan aman.
    hubungan variabel bebas (X1&X2) adalah lemah positif terhadap variabel terikat Y.
    setelah dilakukan uji t, masing2 variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel y.
    sedangkan ketika uji f, variabel bebas berpengaruh terhadap variabel y.
    kiranya bagaimana menurut bapak untuk menjawab permasalahan ini? thankyou

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami tidak melihat ada masalah selama semua prosedur dilakukan dengan benar. Terima kasih.

      Hapus
  56. Permisi pak saya mau tanya, skripsi saya 3 variabel x, dan 1 variabel y. saya sudah melakukan uji asumsi klasik dari normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Waktu saya melakukan autokorelasi, hasilnya ada autokorelasi sehingga saya melakukan uji cochrane orcutt dan hasilnya tidak menemukan autokorelasi. Lalu saya melakukan uji f hasilnya layak, sedangkan pada uji t 1 variabel tidak berpengaruh. Pertanyaan saya apakah uji t pada 1 variabel yg tidak berpengaruh itu disebabkan karena ada masalah pada autokorelasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada hubungan secara langsung antara uji asumsi klasik dengan diterima atau tidaknya sebuah hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  57. Malam pak, saya mau bertanya. apabila dalam suatu rumusan masalah tidak menggunakan kata signifikan bagaimana ya pak? apakah boleh atau tidak ? Contohnya : Apakah .... secara parsial berpengaruh positif terhadap .....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk editorial, silahkan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Anda. Terima kasih.

      Hapus
  58. Mau bertanya untuk Taraf signifikan 5% atau 10% penentuan Nilai Sig (bukan Ttabel) itu udah penetapan ahli bawah kriteria harus 0.05 atau harus di sesuaikan dengan Error di pengujian sampel. Jika di pengujian sampel dengan slovin pakai Error 10% maka di Uji T dan F harus pakai pakai 10% juga? Atau Di UJi T dan F diganti jadi 5%?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami belum menemukan referensi yang menyatakan bahwa error pada penentuan sampel harus sama persis dengan error pada pengujian statistiknya. Terima kasih.

      Hapus
  59. pak mau tanya, secara simultan 3 variabel saya berpengaruh positif tetapi secara parsial berpengaruh negaatif dan tidak signifikan. teapi suda saya uji asumsi klasik semua dan benar. apakah penelitian saya bisa diterima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Simultan tidak mengenal istilah positif, selama prosedur dilakukan dengan benar, tidak ada masalah. Terima kasih.

      Hapus
  60. Pak, saya menggunakan 3 variabel x dan 1 y.
    Saat uji t x1, X2, tidak signifikan, dan x3 signifikan. Dan saat uji f var. X siginifikan dengan Y.
    Apakah tidak masalah jika saat uji t hanya 1 variabel yg diterima?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa masalah, tapi silahkan baca2 artikel dan tanya jawab di atas. Terima kasih.

      Hapus
  61. Pak saat saya uji regresi.. hasil tabel konstata B nya negatif, apa kah penelitian saya gagal? Tolong penjelasannya, thanks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting lakukan semua prosedur dengan benar dan tepat. Istilah penelitian gagal kami kurang paham maksudnya. Terima kasih.

      Hapus
  62. Assalamualaikum pakpak, saya mau bertanya. Saya sudah melakukan uji asumsi klasik diantaranya data terdistribusi normal ,tidak ada nya multikolonieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Namun pada uji regresi linier berganda nilai kontanta dan b1 saya negatif ,itu bagaimana yah pak?
    Dan waktu saya melakukan uji F tidak terdapat pengaruh secara simultan ,begitu juga pada uji t tidak terdapat pengaruh yg signifikan . Apa kah yg menyebabkan uji f dan uji t tidak berpengaruh yah pak?
    Mohon jawabkannya pak .
    Terima kasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada hubungan langsung antara uji asumsi klasik dengan penerimaan hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  63. Sedikit pertanyaan pada uji t ka, pada uji t itu kan ada uji satu sisi maupun 2 sisi yah kak. Cara tau kita itu pake yg satu atau dua sisi itu bagaimana ya ka? karna saya pake yg 5%, sedangkan tmn saya yg 5% dibagi 2 itu. Mohon pencerahannya pak, karna saya bingung di bagian sini pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan baca artikel di atas dan tanya jawab. Sudah terjawab bahkan berkali-kali. Terima kasih.

      Hapus
  64. Mau tanya pak, apakah penelitian bisa hanya dilakukan secara parsial, tidak Dengan simultannya? Karena penelitian saya dari 3 variabel hanya 1 yang diterima sisanya di tolak dan saya hanya melakukan uji parsial saja.

    Bagaimana tanggapan bapak tentang ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah ada langkah2 nya, kita tinggal mengikuti saja. Terima kasih.

      Hapus
  65. Permisi pak, maaf saya ingin bertanya. Saya sudah melakukan uji F, dan nilai yg saya dapatkan untuk Prob (F-Statistic) sebesar 0.014 yg berati kurang dari 0.05 dan signifikan. Akan tetapi untuk F hitungnya sendiri lebih kecil dari F tabel. Itu bagaimana ya pak? Apa saya tidak bisa lanjut ke uji t dan uji r? Atau saya bisa menggunakan itu tetapi berdasarkan tingkat signifikansinya saja? Mohon bantuannya pak. Terimakasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan di cek lagi nilai-nilai statistik yang ada. Terima kasih.

      Hapus
  66. Saya mau bertanya pak, apakah ada alasan selain karena faktor nilai sig tdk berpengaruhnya suatu variabel X terhadap Y. Sedangkan ketika dilihat dari hasil frekuensi mean variabel masing-masing terkategori sangat tinggi. Mohon pencerahannya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, kami malah kurang tahu kalau frekuensi mean bisa dijadikan justifikasi signifikan atau tidak. Terima kasih.

      Hapus
  67. Selamat sore. Jadi dari artikel tersebut berarti menyatakan uji F itu digunakan untuk kelayakan model saja ya? bukan untuk mengetahui apakah variabel scr simultan berpengaruh terhadap variabel lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ada rujukan teorinya silahkan dihipotesiskan, tapi jika tidak ada rujukan teori, tidak perlu ada di rumusan hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  68. Pak apakah disebut bagus penelitian jika hipotesis nya berpengaruh secara positif semua.

    BalasHapus
  69. Permisi, saya mau nanya pak. Dari ke 5 variabel independennya Hasil uji t saya kebetulan tidak ada yang berpengaruh, namun hasil uji f nya berpengaruh secara simultan. apakah hal tersebut bisa terjadi? atau saya ada kesalahan dalam melakukan uji ? terimah kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa saja terjadi, coba dicek dari awal, bukan hanya ujinya tetapi juga dasar pengambilan judul, penentuan sampel, rujuan dll. Terima kasih.

      Hapus
  70. Selamat malam bapak, saya ingin bertanga Pak bagaimana jika pada uji f itu fhitung >ftabel berarti data itu layak namun pada signifikannya tidak signifikan jadi bagaimana ya pak? Apakah memang diambil keduanya atau bisa salah satu saja. Mohon maaf apabila sudah pernah ditanyakan

    BalasHapus
  71. pak saya mau nanya, apabila uji t berpengaruh singnifikan apakah uji F juga wajib berpengaruh signifikan? terima kasih pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau regresi, lihat dulu kelayakan model dengan F, jika tidak layak mungkin bisa dimodifikasi dulu biar layak. Terima kasih.

      Hapus
    2. Banyak, tambah data, tambah variabel dll. Terima kasih.

      Hapus
  72. Pak,maaf saya masih awam berkaitan dengan penelitian, masih baru melakukan penelitian.mau tanya,jika ditanya sama penguji "kenapa di rumusan masalah atau hipotesis tidak disertakan pernyataan simultan pada variabelnya(tidak untuk mengetahui apakah variabel scra simultan berpengaruh terhadp vriabel lainnya)? jadi alsan atau jawaban yang tepat untuk menjawabnya bagaimana pak? minta dijwb agak detail pak, mungkin tmn' yang paham bisa dibantu menjawab juga. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau hipotesis statistik mesti ada ya kak. Tapi kalau hipotesis penelitian, coba telaah teorinya ada atau tidak. Terima kasih.

      Hapus
  73. halo pak saya mau bertanya apabila persamaannya signifikan di uji f tetapi negatif diuji t bagaiman pak apakah berrti hipotesisnya ditolak atau diterima

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya gimana kak? Diterima ya diterima, ditolak ya ditolak. Gitu kak.

      Hapus
  74. Pak mau bertanya saya sudah uji t dan f ternyata hasil nya tidak signifikan semua, lalu bagaimana ya agar berpengaruh signifikan
    Terimakasih

    BalasHapus
  75. kalau variabel x dan y sj, hrs kah pakai uji F? dan hasil F nya lbh besar dari F tabel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konteksnya apa kak? mohon diperjelas. Terima kasih.

      Hapus
  76. Pak saya mau tanya dong, uji t saya ada 2 variabel, yang pertama hasil t hitungnya minus dan yang kedua tidak minus, dan dari hasil kedua variabel tersebut tidak berpengaruh semua, tetapi uji f saya berpengaruh signifikan, itu gimana yaa pak? Apakah bisa? Mohon bantuannya pak. Terima kasih pak��������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji F untuk menentukan apakah model layak atau tidak, goodness of fit. JIka layak silahkan dilanjutkan. kalau tidak berpengaruh berarti hipotesis ditolak, silahkan dikaitkan dengan tinjauan penelitian terdahulu dan pembahasannya. Terima kasih.

      Hapus
  77. Pagi Pak, saya mau bertanya
    saya menggunakan 3 variabel x dan 1 variabel Y
    saya uji asumsi klasik semua persyaratan terpenuhi
    ketika saya uji hipotesis, sudah dapat model regresinya, kemudian saya uji F itu juga dikatakan bahwa model regresi yang saya pakai tadi bisa digunakan
    kemudian saya lanjutkan dengan uji koefisien determinasi dan hasilnya adalah 55.2% variabel Y bisa dijelaskan oleh variabel X. Namun ketika saya akan melakukan uji F, hasil sig-nya menunjukkan bahwa semua hipotesis saya ditolak , yang mana berarti variabel x saya tidak berpengaruh terhadap variabel Y.

    apa ada solusinya pak?

    BalasHapus
  78. Pagi Pak, saya mau bertanya
    saya menggunakan 3 variabel x dan 1 variabel Y
    saya uji asumsi klasik semua persyaratan terpenuhi
    ketika saya uji hipotesis, sudah dapat model regresinya, kemudian saya uji F itu juga dikatakan bahwa model regresi yang saya pakai tadi bisa digunakan
    kemudian saya lanjutkan dengan uji koefisien determinasi dan hasilnya adalah 55.2% variabel Y bisa dijelaskan oleh variabel X. Namun ketika saya akan melakukan uji F, hasil sig-nya menunjukkan bahwa semua hipotesis saya ditolak , yang mana berarti variabel x saya tidak berpengaruh terhadap variabel Y.

    apa ada solusinya pak?

    BalasHapus
  79. Maaf Pak izin bertanya, saya sudah uji F tetapi semua parameter berada di bawah nilai F tabel yg berarti tidak signifikan. Apakah hal tersebut tidak apa-apa ? Atau malah dikatakan sebagai penelitian yg gagal ? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konteksnya apa ya? Kalau regresi F itu kelayakan model, tetapi kalau ANOVA, misalnya, itu bisa sebagai hipotesis. Terima kasih.

      Hapus
  80. Mau tanya pak, hasil uji parsial salah satu variabelnya berpengaruh namun tidak signifikan , jadi hipotesisnya diterima atau ditolak?

    BalasHapus
  81. Salam
    Maaf mau bertanya artikelnya menyatakan uji f tidak harus dirumuskan dalam hipotesis apa ada rujukan mengenai sumber tentang pernyataan tersebut?
    Terimakasih

    BalasHapus
  82. Pak maaf mau bertanya apa ada sumber dari buku atau ahli tertentu yang menyatakan bahwa uji F perlu dilakukan meski tidak di hipotesiskan?

    BalasHapus
  83. Maaf pak, mohon sekali mengenai arahannya saya dikejar deadline dan sudah cari di beberapa perpustakaan belum ketemu juga alasan mengenai bisa melakukan pengujian F simultab tanpa harus dirumuskan dalam hipotesis
    Mohon bantuannya terimakasih banyak

    BalasHapus

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *

Translate

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`