Autokorelasi

Uji Autokorelasi merupakan salah satu uji asumsi klasik dalam analisis regresi linear berganda. Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1). Secara sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, jadi tidak boleh ada korelasi antara observasi dengan data observasi sebelumnya. Sebagai contoh adalah pengaruh antara tingkat inflasi bulanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar. Data tingkat inflasi pada bulan tertentu, katakanlah bulan Februari, akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi bulan Januari. Berarti terdapat gangguan autokorelasi pada model tersebut. Contoh lain, pengeluaran rutin dalam suatu rumah tangga. Ketika pada bulan Januari suatu keluarga mengeluarkan belanja bulanan yang relatif tinggi, maka tanpa ada pengaruh dari apapun, pengeluaran pada bulan Februari akan rendah.
Persamaan Durbin-Watson

Uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu) dan tidak perlu dilakukan pada data pada kuesioner di mana pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan. Model regresi pada penelitian di Bursa Efek Indonesia di mana periodenya lebih dari satu tahun biasanya memerlukan uji autokorelasi.

Beberapa uji statistik yang sering dipergunakan adalah uji Durbin-Watson atau uji dengan Run Test dan jika data observasi di atas 100 data sebaiknya menggunakan uji Lagrange Multiplier. Beberapa cara untuk menanggulangi masalah autokorelasi adalah dengan mentransformasikan data atau bisa juga dengan mengubah model regresi ke dalam bentuk persamaan beda umum (generalized difference equation). Selain itu juga dapat dilakukan dengan memasukkan variabel lag dari variabel terikatnya menjadi salah satu variabel bebas, sehingga data observasi menjadi berkurang 1.
Share:

31 komentar:

  1. Makasih Artikelnya

    BalasHapus
  2. Kak, makna lag itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu di artikelnya ada link di klik saja. Terima kasih.

      Hapus
  3. Kalo penelitian cuman satu periode tahun 2015 bisq di uji autokorelasi gak min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau bukan time series tidak perlu. Terima kasih.

      Hapus
  4. saya mau bertanya,,saya telah menyebarkan kuesioner pada skripsi,,tapi saat analisis data itu saya hanya regresi linear sederhana,uji normalitas, analisis korelasi,koefisien determinasi dan uji t,, yang saya mau tanyakan apa harus di uji autokorelasi juga atau tidak pak,,mohon pencerahannya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Autokorelasi dipergunakan untuk data time series. Terima kasih.

      Hapus
  5. Terimakasih banyak bapak sangat membantu, semoga ilmu yang bapak share menjadi amal aaminn

    BalasHapus
  6. Terimakasih pak untuk share ilmunya, sangat membantu. Semoga lebih banyak lagi artikel tentang ini dan diberi contoh penelitian yang lebih lengkap

    BalasHapus
  7. kalau n nya hanya 5 tahun apakah bisa di uji dengan durbin watson ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Durbin Watson digunakan jika data time series. Terima kash.

      Hapus
  8. Kak saya mau tanya
    Apabila data penelitian yg digunakan hanya 1 tahun. Apakah perlu adanya uji autokorelasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada runtut waktunya tetap perlu uji autokorelasi. Terima kasih.

      Hapus
  9. Selamat pagi, Saya sedang melakukan penelitian keuangan dengan regresi linier sederhana, dengan menggunakan 20 perusahaan dan 5 tahun periode. Apakah saya perlu melakukan uji autokolerasi atau tidak?
    Terimakasih

    BalasHapus
  10. Halo. Saat ini saya melakukan penelitian dengan menggunakan data 5 tahun dan metode yang saya gunakan adalah ARDL. Apakah tetap diperlukan uji autokorelasi? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan jurnal yang pernah kami baca, perlu kak. Terima kasih.

      Hapus
  11. saran untuk mencantumkan referensi ya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukkannya. Sesuai komitmen kami yang tercantum di sini, kami memang sengaja tidak memasukkan sumber literatur, dan juga tidak menjawab pertanyaan tentang literatur. Kami persilahkan mencari di buku yang dimiliki atau di perpustakaan. Kutipan dari media online mohon dihindari. Terima kasih.

      Hapus
  12. izin bertanya pak. apabila saya mencantumkan kasus dari tahun 2017-2019 di penelitian saya, namun saya juga mencantumkan kasus di tahun 2020, tetapi kasus 2020 sedikit berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, sehingga saya tertarik untuk meneliti di tahun 2020. kira2 apakah perlu menggunakan pengujian autokorelasi pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada runtut waktu (time series) perlu uji autokorelasi. Terima kasih.

      Hapus
  13. Kak minta bantuannya...
    Misal penelitian analisis regresi sederhana dan bukan data runtun waktu apakah harus menggunakan uji asumsi klasik homoskedastisitas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asumsi homoskedastisitas diperlukan. Terima kasih.

      Hapus
  14. hallo selamat siang, saya ingin melakukan penelitian terkait pengaruh perkebuanan kelapa sawit terhadap popualsi satwa harimau selama kurun waktu 2014-2018. apakah metode statistik yg cocok dan ujia apa ya? mohon bantuanya. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Digali dari penelitian terdahulu kak, terkait tujuan penelitiannya. Terima kasih.

      Hapus
  15. Halo kak mau tanya, kalo untuk data yg didapat dari penyebaran kuisioner tidak perlu autokorelasi kenapa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Autokorelasi diuji pada data time series kak. Terima kasih.

      Hapus
  16. halo
    landasan teori yang menyebutkan untuk mengatasi autokorelasi dengan menambahkan lag variabel Y ini apa ya ? terima kasih

    BalasHapus

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *

Translate

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`