Panduan Uji Heteroskedastisitas dengan Gambar Scatterplot Menggunakan SPSS Versi 23

Model regresi yang diharapkan adalah homoskedastisitas, atau varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain adalah tetap. Jika tidak tetap atau berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Data Cross section mempunyai kemungkinan besar mengalami heteroskedastisitas karena menghimpun data dalam berbagai ukuran, kecil, sedang atau pun besar. 

Berbagai uji heteroskedastisitas telah dibahas di blog ini.  Kali ini kita akan belajar bersama tentang uji heteroskedastisitas dengan menggunakan Scatterplot dengan alat bantu berupa Program SPSS Versi 23. Metode ini sering dipergunakan karena memang sudah tersedia menu nya di SPSS.

Contoh Data Untuk Uji Heteroskedastisitas SPSS dengan Scatterplot

Data yang dipergunakan adalah data dari kuesioner kepada 100 orang tentang Kualitas layanan, Kepuasan, Reputasi dan Loyalitas (ini hanya contoh saja). Lakukan regresi seperti biasa dengan Analyze, pilih Regression lalu klik pada Linear seperti pada gambar di bawah.

Memilih Menu Regresi
Maka akan diarahkan ke menu regresi, lalu masukkan variabel Loyalitas sebagai variabel terikat dan yang lain sebagai variabel bebas seperti gambar di bawah.
Memasukkan Variabel Penelitian
Setelah itu klik Plot pada menu di samping kanan atas seperti pada gambar di atas sehingga akan masuk ke sub menu sebagai berikut:
Memasukkan Parameter Uji Heteroskedastisitas dengan Scatterplot
Masukkan parameter ZPRED ke X dan SRESID ke Y seperti pada tanda anak panah di atas. Jangan sampai terbalik. Setelah itu klik Continue lalu klik OK sehingga akan keluar output untuk Scatterplot yaitu sebagai berikut:
Output Scatterplot untuk Uji Heteroskedastisitas
Panduan untuk menentukan terjadi homoskedastisitas atau heteroskedastisitas adalah sebagai berikut:
  1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit, atau sebaliknya) maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas. Pola juga bisa terjadi dengan titik-titik yang menyebar di atas sumbu Y atau di bawah.
  2. Jika tidak terdapat pola tertentu yang jelas, seperti yang disebutkan pada nomor 1, berarti terjadi homoskedastisitas.
Dari gambar di atas tampak bahwa tidak terdapat pola tertentu yang jelas, di mana titik-titik menyebar di atas 0 sumbu Y dan juga di bawah secara merata. Hasil ini menunjukkan bahwa model mengalami homoskedastisitas dan dinyatakan memenuhi uji asumsi klasik.

Pengujian dengan grafik, seperti juga pada uji normalitas, sering menimbulkan perdebatan interpretasi antara satu pengamat dengan pengamat yang lain. Jika terjadi keraguan, maka kita bisa menggunakan uji statistik. Pada artikel berikut akan dibahas uji heteroskedastistisitas dengan Uji Glejser, Rank Spearman, Uji Park dan juga Uji White.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Translate

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *