Apa itu Marketplace dan Bedanya dengan Toko Online

Pada dasarnya, marketplace merupakan pihak perantara yang mengakomodasi kepentingan pihak penjual dan pihak pembeli di dalam dunia maya. Website marketplace akan menjadi layaknya pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan fitur penjualan serta fasilitas pembayaran yang mudah dan aman. Marketplace sendiri bisa kita artikan sebagai suatu department store-nya online store. Kita bisa mendapatkan barang apa saja di marketplace, seperti layaknya kita berbelanja secara konvesional, atau datang ke department store.

Simulasi Gambar Marketplace


Daftar Isi

  1. Pendahuluan
  2. Apa itu Marketplace?
  3. Apa saja jenis-jenis Marketplace
  4. Apa bedanya Marketplace dengan Online Shop
  5. Apa saja contoh Marketplace
  6. Kesimpulan


Pendahuluan

Dalam beberapa tahun terakhir, transaksi perdagangan online atau e-commerce di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Oleh karena itu, sistem perdagangan ini diramalkan memiliki masa depan yang cerah, dan marketplace merupakan salah satu pemain terbesar yang ada pada bisnis e-commerce di Indonesia.

Kegiataan jual beli online ini memang menjadi tren baru sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu penggunanya mungkin adalah Anda. Tren ini semakin dipertajam dengan adanya pandemi Covid-19 di mana orang diharuskan membatasi aktivitas, bahkan interaksi sesama manusia juga menjadi semakin terbatas. Oleh karena itu, transaksi jual beli yang dulunya dilakukan secara langsung, didorong untuk menjadi tidak secara langsung atau melalui online.

Satu dari sekian banyaknya platform yang digunakan banyak orang untuk melakukan perdagangan online adalah marketplace. Mari kita bahas bersama apa itu marketplace.


Apa itu Marketplace?

Marketplace adalah pihak perantara yang mengakomodasi kepentingan pihak penjual dan pihak pembeli di dalam dunia maya. Website marketplace akan menjadi layaknya pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan fitur penjualan serta fasilitas pembayaran yang mudah dan aman. Marketplace sendiri bisa kita artikan sebagai suatu department store-nya online store. Kita bisa mendapatkan barang apa saja di marketplace, seperti layaknya kita berbelanja secara konvesional, atau datang ke department store.

Marketplace mirip dengan pasar (market) tradisional di mana ada transaksi jual beli di sana. Hanya perbedaan yang mencolok adalah tidak adanya pertemuan langsung antara penjual dengan pembeli. Komunikasi antara penjual dan pembeli dilakukan secara online atau dijembatani dengan teknologi, yaitu internet.


Apa Saja Jenis-jenis Marketplace itu?

Sebenarnya terdapat dua jenis bentuk kerja sama yang di lakukan marketplace, yaitu marketplace murni dan juga marketplace konsinyasi.


1. Marketplace Murni

Marketplace murni adalah marketplace yang menyedikan fitur penjualan untuk berjualan, lengkap dengan fasilitas pembayarannya. Penjual yang bekerjasama di dalamnya akan diberikan keleluasaan yang sangat banyak dibandingkan dengan marketplace konsinyasi. Di sini pembeli juga lebih leluasa untuk melakukan pembelian karena langsung ditangani oleh penjual secara langsung.

Setiap penjual diberi kewajiban untuk menyediakan deskripsi dan foto produknya sendiri. Selain itu, penjual juga bisa menerima penawaran harga yang dilakukan oleh pembeli. Jadi sebelum pembeli melakukan pembayaran, maka pihak pembeli bisa melakukan penawaran harga pada penjual. Tetapi layanan penawaran ini optional, di mana tidak setiap marketplace menyediakan menu ini dan juga tidak setiap penjual harus mengaktifkan menu penawaran ini.

Beberapa contoh marketplace yang terkenal dengan jenis kerjasama ini adalah Tokopedia, Shopee, BliBli, Bukalapak, Elevenia, Lazada, JD.id, Amazon dan lain-lain.


2. Marketplace Konsinyasi

Marketplace konsinyasi adalah lebih mirip seperti titip barang. Jadi, jika pihak penjual ingin melakukan kerjasama dengan situs marketplace ini, maka pihak penjual hanya perlu menyediakan produk dan detail informasi produknya ke pihak marketplace saja. Beberapa marketplace yang menyediakan jenis kerjasama konsinyasi adalah Zalora, Berrybenka dan lain-lain

Nantinya, pihak situs marketplace akan mengurus seluruh penjualan produk, dari mulai foto produk, gudang, pengiriman barang, serta fasilitas pembayaran. Jenis kerjasama ini sangat berbeda dengan kerjasama sebelumnya, karena pada jenis kerjasama ini pembeli tidak bisa melakukan penawaran karena seluruh harga dan alurnya sudah di atur dan ditangani oleh situs marketplace.

Pihak marketplace akan mengurus seluruh hal terkait penjualan dari mulai pengiriman barang foto, gudang, produk, hingga fasilitas pembayaran.

Dalam perkembangannya, saat ini marketplace murni juga memberikan fitur atau layanan di mana semua urusan ditangani oleh pihak marketplace. Misalnya Tokopedia dengan fitur cabang, di mana penjual hanya mengirim barang ke gudang, dan handling selanjutnya ditangani oleh Tokopedia. Atau Shopee dengan fitur export-nya.


Apa Bedanya Marketplace dengan Online shop?

Apakah keduanya adalah dua platform yang sama? Tentu saja jawabannya adalah tidak sama, keduanya adalah dua bentuk platform yang berbeda. Letak utama perbedaannya adalah perantara.

Marketplace merupakan pihak perantara yang menyatukan penjual dengan pembeli. Sedangkan online shop sama sekali tidak membutuhkan perantara. Penjual akan langsung menjual produknya pada platform miliknya sendiri, jadi tidak memerlukan perantara sama sekali.

Melakukan penjulan dengan platform online shop akan menuntut Anda untuk bisa lebih mandiri. Anda harus membuat website, mengelola pemasaran, misalnya dengan bantuan media sosial, dan harus berhubungan langsung dengan pelanggan.

Meskipun begitu, mengelola website online shop sendiri juga mempunyai banyak keuntungan tersendiri, terlebih lagi jika Anda sudah memiliki brand. Saat ini bahkan sudah banyak brand sukses yang membangun online shop-nya  sendiri.

Selain itu, keuntungan lain yang akan Anda rasakan ketika mengelola website online shop sendiri adalah: (a) Toko online shop Anda akan mendapatkan kepercayaan yang lebih banyak di mata pelanggan; (b) Online shop Anda akan lebih mudah ditampilkan di mesin pencarian google. Hal ini sangat penting karena pelanggan selalu melakukan riset dengan memanfaatkan mesin pencarian terlebih dahulu sebelum benar-benar membelinya; (c) Meminimalisir sifat ketergantungan dengan pihak lain, karena Anda akan dituntut untuk mempelajari dan mengelola website Anda sendiri, bukan website orang lain.

Jadi jika Anda sedang mengembangkan brand Anda, maka website adalah kebutuhan yang paling utama. Anda akan memiliki pusat toko yang seluruh kendalinya benar-benar Anda kuasai. Jadi, jika suatu waktu ada masalah tertentu di marketplace, maka Anda tidak akan kebingungan karena sudah memiliki online shop sendiri.  


Apa Saja Contoh Marketplace?

Saat ini, persaingan marketplace yang ada di Indonesia sangat ketat. Banyak sekali pemain baru dan pemain lama yang bersaing dalam mendapatkan konsumen di Indonesia. Marketplace di bawah ini merupakan contoh lima marketplace besar di Indonesia yang termasuk dalam jenis marketplace murni, alasannya adalah jangkauan pasarnya lebih banyak dan sangat beragam.


Tokopedia

Didirikan oleh William Tanuwijaya pada Februari 2009, Tokopedia merupakan salah satu marketplace yang sudah bergerak lama di Indonesia. Marketplace ini bahkan mendapat predikat sebagai marketplace terbesar dan telah melakukan merger dengan Gojek sehingga sekarang dikenal juga dengan istilah Go To.

Selain itu, tokopedia juga termasuk ke dalam kategori salah satu startup unicorn Indonesia, yang artinya nilai valuasi Tokopedia sudah menyentuh angka lebih dari $1 miliyar.

Marketplace Tokopedia


Bukalapak

Bukalapak juga sama-sama memiliki gelar startup unicorn layaknya Tokopedia. Bukalapak ini didirikan oleh Ahmad Zaky pada pada 2010 di Bandung, Jawa Barat. Selama ini, marketplace bukalapak sudah menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan mendapatkan respons yang positif di mata para investor.

Marketplace Bukalapak

Shopee

Shopee merupakan salah satu marketplace asal Singapura, marketplace ini sudah mengekspansi pasar Asia Tenggara sejak tahun 2015 lalu, termasuk ke Indonesia. Saat ini Shopee dinyatakan sebagai marketplace terbesar kedua di Indonesia setelah Go To meskipun beberapa waktu yang lalu sempat dikabarkan sebagai terbesar di Indonesia.

Marketplace Shopee


Lazada

Nampaknya Lazada mulai merasa kesulitan dalam menghadapi persaingan dengan marketplace lainnya. Walaupun pada tahun 2018 lalu marketplace ini mendapati banyak sekali pengunjung, namun pada tahun 2019 dan seterusnya mengalami penurunan.

Marketplace Lazada


Blibli

Bli-bli merupakan marketplace karya PT Global Digital Niaga, salah satu anak perusahaan Djarum. Marketplace ini yang dulunya mempunyai penjual terbatas, sekarang mulai meningkatkan jumlah penjual yang aktif di platformnya.

Marketplace Blibli


Kesimpulan

Jadi pada dasarnya, marketplace merupakan platform perantara yang bertugas menghubungkan pihak pembeli dan penjual. Sementara itu, online shop merupakan situs pribadi milik perusahaan yang didalamnya melakukan penjualan tanpa perantara.

Setiap penjual atau perusahaan bisa membuat online shopnya sendiri sebagai wujud platform yang digunakan untuk menjual produknya secara langsung pada para pembeli.

Jadi, perbedaan antar kedua platform ini adalah tersedia atau tidaknya peran perantara.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Artikel Terbaru

Translate

Artikel Terbaru

Tutorial Cara Download File dari Google Drive

Dalam artikel sebelumnya telah kita sampaikan bahwa jika menginginkan file yang dipergunakan dalam simulasi di blog ini dapat di download di...

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *