Rasio Keuangan Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Rasio keuangan adalah alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan. Rasio keuangan menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Rasio keuangan sering dianggap sebagai salah satu tolok ukur kinerja perusahaan.


Daftar Isi

  1. Pendahuluan
  2. Rasio likuiditas
  3. Rasio aktivitas
  4. Rasio solvabilitas
  5. Rasio profitabilitas
  6. Rasio investasi
  7. Kesimpulan


Pendahuluan

Rasio keuangan sangat diperlukan dalam melakukan analisis terhadap suatu laporan keuangan. Secara sederhana saja, jika kita menemukan sebuah perusahaan (A) mempunyai profit 1 Miliar, lalu melihat perusahaan (B) mempunyai profit 10 Milliar. Maka kita serta merta bisa menyimpulkan bahwa perusahaan B jauh lebih profit dibandingkan perusahaan A. Akan tetapi, jika kita melihat data laporan keuangan yang lain, misalnya Total Assets, kita dapatkan bahwa perusahaan A mempunyai Total Assets 5 Milliar, sedangkan perusahasan B mempunyai Total Assets sebesar 1 Trilliun. Di sini kita mulai berubah pikiran, bahwa ternyata perusahaan A lebih efektif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Jika kita perbandingkan, maka perusahaan A mempunyai profitabilitas 20% sedangkan perusahaan B mempunyai profitabilitas 1% saja.

Maka tampak bahwa rasio keuangan sangat diperlukan dalam melakukan analisis terhadap suatu laporan keuangan. Investasi dari seorang investor (dan juga stake holders yang lain) akan bergantung kepada rasio keuangan yang ada. Jika seorang investor menginvestasikan dana di perusahaan A maka dia bisa mendapatkan revenue 20% dibandingkan di perusahaan A yang hanya sebesar 1%. Tetapi apakah hanya itu pertimbangannya? Tentu saja tidak. Itu hanya contoh sederhana saja. Masih banyak pertimbangan lain, sehingga rasio keuangan yang ada juga bermacam-macam. Berikut adalah uraian singkat tentang rasio keuangan yang ada.

Simulasi Gambar Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas atau Liquidity Ratio

Rasio keuangan likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek suatu perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap utang lancarnya. Andaikan perusahaan A yang mempunyai profitabilitas tinggi, tetapi tidak mampu melunasi hutang jangka pendeknya, bisa berpotensi kegagalan operasional perusahaan yang berarti masalah besar bagi investornya.

Beberapa rasio likuiditas yang ada adalah sebagai berikut:

Rasio Lancar atau Current Ratio adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Apabila rasio lancar 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua utang lancar. Jadi dikatakan sehat jika rasionya berada di atas 1 atau diatas 100%. Artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah utang lancar.

Rasio Cepat atau Quick Ratio/Acid Test Ratio adalah kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik. Angka rasio ini tidak harus 100% atau 1:1. Walaupun rasionya tidak mencapai 100% tapi mendekati 100% juga sudah dikatakan sehat.

Cash Ratio yaitu rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Kas yang dimaksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dan cepat dapat diuangkan kembali, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara yang menjadi domisili perusahaan bersangkutan. Arti juga pengertian rasio keuangan ini menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibandingkan dengan total aktiva lancar. Semakin besar rasionya semakin baik. Sama seperti Quick Ratio, tidak harus mencapai 100%.


Rasio Aktivitas atau Activity Ratio

Rasio aktivitas adalah untuk melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

Beberapa rasio yang termasuk dalam rasio aktivitas adalah:

Perputaran Piutang, adalah rasio yang mengukur berapa kali, secara rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rasio ini mengukur kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam pengumpulan piutang dan kebijakan kreditnya. Rasio keuangan perputaran piutang adalah untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi tingkat perputarannya semakin efektif pengelolaan piutangnya.

Perputaran Persediaan, adalah rasio yang menggambarkan likuiditas perusahaan, yaitu dengan cara mengukur efisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan persediaan. Semakin tinggi tingkat perputarannya semakin efektif pengelolaan persediaanya.

Perputaran Aktiva Tetap, yaitu rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efektif proporsi aktiva tetap tersebut.

Perputaran Total Aktiva, adalah rasio yang menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran investasi atau modalnya.


Rasio Solvabilitas atau Solvability Ratio

Rasio solvabilitas adalah adalah menunjukkan tingkat efektivitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan. Semakin tingginya tentu dianggap semakin baik oleh stake holders demikian sebaliknya.

Rasio keuangan solvabilitas yang ada adalah sebagai berikut:

Rasio Utang terhadap Aktiva atau Total Debt to Asset Ratio adalah rasio yang mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable) demikian sebaliknya.

Rasio Utang terhadap Ekuitas atau Total Debt to Equity Ratio adalah rasio keuangan yang menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. Besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi.


Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas atau Profitability Ratio

Rasio keuangan profabilitas adalah rasio keuangan yang menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva. Semakin tinggi profitabilitas semakin menarik minat para investor karena mengharapka adanya return dari saham yang dimilikinya.

Beberapa rasio profitabilitas yang sering dipergunakan adalah sebagai berikut:

Margin Laba Kotor atau Gross Profit Margin yaitu merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.

Margin Laba Operasi atau Operating Profit Margin adalah rasio keuangan yang merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.

Margin Laba Bersih atau Net Profit Margin adalah rasio keuangan profitabilitas yang merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.

Return On Investment (ROI) adalah rasio profitabilitas yang merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT. Rasio ini digunakan dalam contoh pendahuluan di atas dalam artikel ini.

Rentabilitas Ekonomis atau Return On Assets adalah rasio profitabilitas yang merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan (Earnings Before Income Tax/EBIT) dari aktiva yang digunakan.


Rasio Investasi atau Investment Ratio

Rasio investasi adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian atau imbalan kepada para pemberi dana, khususnya investor yang ada di pasar modal dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari analisis rasio keuangan tersebut memiliki nilai manfaat bagi para investor sesuai fungsi laporan keuangan bagi investor untuk menilai kinerja sekuritas saham di pasar modal.


Kesimpulan

Dari uraian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa perdagangan saham bukanlah suatu perjudian karena ada dasar yang sangat kuat. Kita bisa membeli rumah atau properti, lalu menjualnya lagi dan itu adalah sah bukan tindakan haram atau perjudian. Perdagangan saham juga mirip dengan perdagangan properti. Investor yang membeli saham bisa melakukan pertimbangan berdasarkan rasio keuangan yang ada (atau mungkin pertimbangan lain, seperti ekonomi makro, politik dan sebagainya). Ini pertimbangan yang relatif sama dengan pertimbangan seorang makelar yang akan membeli sebidang tanah, atau bangunan atau bahkan sebuah kendaraan untuk dijual lagi.

Bahkan di idx.co.id juga ada kategori saham syariah yang mempunyai beberapa kriteria tertentu. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa aktivitas perdagangan saham adalah halal dan sah baik secara negara maupun agama.

Jika Anda memerlukan data rasio keuangan, terutama untuk keperluan penelitian, skripsi, thesis atau pun jenis penelitian yang lain, Anda bisa mendapatkan di sini atau di sini

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Translate

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *