Tutorial Menggambar Path Diagram dengan AMOS Versi 18

Di artikel sebelumnya kita telah berkenalan dengan icon yang ada pada Program AMOS serta fungsi atau kegunaan dari masing-masing icon tersebut. Kali ini kita akan mencoba menggunakan icon tersebut untuk menggambar path diagram. Path diagram dalam AMOS sangat penting karena running program akan berdasarkan path diagram tersebut. Ini berbeda dengan LISREL, di mana pengguna hanya mengetikkan persamaan-persamaan yang dianalisis, lalu program yang akan mengkonversinya ke dalam bentuk gambar atau path diagram. Dengan AMOS, maka penggunalah yang menggambarkan path diagram, lalu program yang akan mengkonversi ke dalam persamaan termasuk running analisisnya.

Sebagai langkah awal, kita masuk ke program AMOS, pilih menu View di atas lalu klik pada Interface Properties seperti pada gambar di bawah:

Menu Interface Properties
Maka kita akan masuk ke pengaturan halaman, lalu klik pada paper size untuk mengubah ukuran kertas dan menggantinya dengan yang kita inginkan. Di tab ini kita juga bisa mengganti tampilan dari portrait menjadi landscape. Kali ini kita menggunakan landscape kertas A4 dan menggunakan satuan centimeter. Kita dapat mengubah setting ini dengan menu di bagian atas sesuai dengan keinginan kita.

Menu Interface Properties
Kita menggunakan margin seperti tampak pada gambar di atas. Lalu klik Apply dan kita akan kembali ke layar utama, tetapi sudah menjadi landscape sesuai keinginan kita. Untuk penggambaran path diagram kita menggunakan icon berbentuk ellips yang bernama draw unobserverd variables.

Icon untuk variabel unobserved
Klik pada gambar ellips di atas, lalu arahkan kursor ke tengah lembar kerja
Mengarahkan kursor ke tengah lembar kerja
Setelah itu arahkan kursor ke lembar kerja di mana kita ingin meletakkan variabel tersebut, lalu klik seperti pada gambar di atas. Maka akan muncul gambar ellips yang akan dibaca sebagai variabel unobserved oleh program.

Gambar Ellips adalah Variabel Unobserved

Lalu klik pada icon draw a latent variable or add indicator to a latent variable. 
Icon untuk indikator
Setelah klik arahkan kursor ke tengah gambar ellips lalu klik di situ maka akan muncul 1 indikator. 
Memunculkan indikator
Jika ada 4 indikator, maka klik lah sebanyak 4 kali sehingga akan muncul 4 indikator seperti pada gambar di bawah:

Variabel dengan 4 indikator
Setelah itu kita harus memberikan nama kepada SEMUA gambar yang ada di path diagram. Jika ada yang belum diberi nama maka program tidak bisa menjalankan perhitungan. Pemberian nama variabel unobserved bisa kita berikan langsung dengan doble klik pada gambar yang dimaksud. Tetapi untuk variabel observed kita harus memasukkan sama dan identik dengan sumber data yang dipergunakan. Untuk contoh ini, kita menggunakan data ini. Silahkan di download. Lalu diletakkan di folder tertentu yang nantinya akan kita hubungkan dengan path diagram. Itu file dalam excel. Klik icon select data file di bagian kiri layar, seperti gambar di bawah ini:

Icon select data files
Maka kita akan masuk ke sub menu lagi sebagai berikut:

Sub menu File Name
Klik pada File Name sehingga kita akan diarahkan ke Explorer atau library di mana kita mencari file yang menjadi sumber data penelitian.

Mencari File sumber data
Setelah ketemu, klik Open maka model akan terhubung dengan sumber data. Pada file exel, baris 1 akan dibaca sebagai nama variabel atau nama indikator. Ini sudah otomatis, sehingga harus hati-hati dalam memberikan nama variabel di sumber data. AMOS juga bisa mengambil data dari SPSS atau spreadsheet yang lain. AMOS sendiri tidak mempunyai tabulasi data sendiri seperti SPSS atau LISREL jadi harus menggunakan source yang lain. Ini mirip dengan SmartPLS.

Setelah klik OK, kita tinggal menghubungkan dengan menggunakan icon List variables in data set. 

Memberi nama variabel di path diagram
Maka akan muncul jendela atau box yang merupakan nama indikator yang diambil dari baris pertama sumber data excel, seperti pada gambar di bawah ini:

Memasukkan Indikator ke dalam gambar
Kita dapat memasukkan indikator ke dalam kotak dengan menuliskannya secara langsung (dobel klik pada kotak) atau klik and drag dari list variables in data set. Jika kita menuliskannya harus identik baik huruf besar maupun huruf kecil. Setelah itu beri nama juga pada variabel unobserved (gambar ellips) dan juga error yang ada.

Icon analysis propertis
NP1 sampai dengan NP4 adalah indikator dari sumber data, jadi harus identik. Jika ditulis Np1 maka program tidak bisa jalan. Sedangkan NP serta e1 sampai dengan e4 bisa kita tulis manual dengan dobel klik pada gambar yang dituju. Setelah itu klik pada analysis properties untuk menentukan jenis analisis yang akan kita gunakan juga output yang akan kita keluarkan.

Menu Analysis Properties

Untuk Estimation gunakan Maximum Likelihood. Lalu klik pada output dan berikan tanda centang pada item yang akan kita lihat outputnya.

Sub Menu Output
Setelah selesai, klik tanda silang di atas kanan, lalu kita running dengan menggunakan icon calculate estimates seperti pada gambar di bawah:

Menu Calculate Estimates

Program akan menjalankan perhitungan dan setelah selesai, kita tinggal melihat hasilnya dengan mengklik icon view the output diagram seperti pada gambar di bawah:
Hasil running Program AMOS
Itu adalah output unstandardized, dan jika menginginkan yang standardized, dapat mengklik pada menu di kiri di sebelah kanan kolom icon. Maka gambar akan otomatis berubah menjadi standardized. Sedangkan jika ingin melihat hasil dalam bentuk tabulasi maka tinggal klik icon view text di bawah icon anaylysis properties.

Untuk interpretasi, tentunya akan kita bahas di artikel berikut.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca dulu sebelum tulis komentar:

Sebelum menuliskan pertanyaan, mohon disimak tanya jawab yang ada terlebih dahulu. Pertanyaan yang sama atau senada biasanya tidak terjawab. Untuk pengguna Blogger mohon profil diaktifkan agar tidak menjadi dead link. Atau simak dulu di Mengapa Pertanyaan Saya Tidak Dijawab?
Simak juga Channel kami di Statistik TV
Komentar akan kami moderasi dulu sebelum ditampilkan. Aktifkan Akun Google Anda.

Terima kasih.

Artikel Terbaru

Translate

Artikel Terbaru

Tutorial Cara Download File dari Google Drive

Dalam artikel sebelumnya telah kita sampaikan bahwa jika menginginkan file yang dipergunakan dalam simulasi di blog ini dapat di download di...

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *