Tampilkan postingan dengan label Humor Statistik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Statistik. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Humor Statistik (5)

Anda Bukan Statistikawan

Suatu saat, seorang eksekutif yang mempunyai ratusan perusahaan datang kepada seorang ahli statistik dengan membawa setumpuk data untuk dianalisis dan mengambil keputusan. Si ahli statistik menerima tumpukan kertas tersebut, masuk ke dalam suatu ruangan, lalu keluar sambil membawah hasil. Eksekutif tersebut terheran-heran dan bertanya.

"Bagaimana Anda bisa melakukan hal tersebut?"

"Maaf, kami tidak bisa memberitahukannya, karena Anda bukan seorang statistikawan!" jawabnya.

Beberapa lama kemudian, eksekutif datang lagi dengan permasalahan yang sama dan mendapatkan jawaban yang tepat untuk keputusannya. Karena penasaran, dia bertanya bagaimana melakukan hal tersebut, dan mendapatkan jawaban yang sama pula, yaitu bahwa dirinya bukan seorang statistikawan.

Akhirnya eksekutif tersebut bertanya bagaimana caranya menjadi seorang statistikawan. Dia mendapatkan jawaban,

"Statistik bekerja dengan angka-angka yang banyak, jadi sebelum menjadi statistikawan hitunglah rumput di halaman itu dan sampaikan hasilnya kepada saya".

Karena saking penasarannya, sang eksekutif menghitung jumlah rumput di halaman sampai berbulan-bulan sehingga akhirnya mendapatkan angka yang tepat seperti yang diharapkan oleh statistikawan tersebut.

"Baiklah, Anda telah berhasil melewati ujian, sekarang silahkan masuk ruangan saya untuk melihat bagaimana caranya kami melakukan analisi!"

Statistikawan mengajak eksekutif masuk ke ruangan, dan...ternyata ruangan itu benar-benar membuat eksekutif terheran-heran dan takjub luar biasa.

Namun, maaf, ceritanya sampai di sini saja, karena Anda BUKAN STATISTIKAWAN!!!!


Probabilitas Cerai

Suatu saat, seorang wanita pakar statistik pulang ke rumah dan mendapati suaminya sedang berdua dengan wanita lain di tempat tidur.

"Astaga! Tak kusangka Kau berbuat seperti ini", katanya kepada suaminya, "99% istri pasti akan meminta cerai melihat hal ini!"

"Tunggu dulu istriku", sahut suaminya yang juga pakar statistik, "Dengarkan dulu penjelasanku!"

"Wanita itu kudapati terkapar di jalan, sendirian dalam kondisi yang menyedihkan. Aku kasihan, lalu aku bahwa pulang. Aku rawat dia. Aku berikan pakaian yang kemungkinannya hanya 5% kamu pakai. Juga sepatu yang hanya 5% kemungkinannya kamu pakai. Ku beri dia makanan yang tingkat kesukaanmu hanya 5%"

Si suami terus menjelaskan bahwa apa yang dia berikan adalah segala sesuatu yang tidak signifikan, karena kurang dari 5% dipergunakan oleh istrinya.

"Oke!" cetus istrinya, "Lalu?"

"Ya begitulah", sambung suaminya, "Ketika aku antar wanita itu sampai ke pintu keluar, dia bertanya lagi kepadaku, apa lagi yang kemungkinan dipergunakan oleh istrimu di bawah 5%?"


Otak Koruptor

Alkisah, dirancang suatu penelitian tentang perilaku korupsi di Indonesia, terkait dengan perilaku dan kecerdasan otak dari para koruptor. Teori telah disusun dengan baik, dan tibalah saatnya pengambilan data primer oleh para statistikawan. Alih-alih, mereka kesulitan untuk mencari data tentang kecerdasan otak dari para koruptor. Mengapa? Karena ternyata para koruptor itu TIDAK PUNYA OTAK!!!


Hasil Analisis Kondisi Indonesia

Beberapa pakar statistik dari dalam dan luar negeri bekerja sama untuk melakukan penelitian di Indonesia tentang korelasi dan pengaruh berbagai atribut di Indonesia. Hasilnya agak mencengangkan seperti ini:

Tidak terdapat korelasi antara vonis hukuman dengan besarnya kerugian dalam suatu kasus pidana. Banyak kasus pidana dengan jumlah relatif kecil mendapatkan vonis yang sama dengan kasus pidana yang lebih besar, bahkan ada yang vonisnya lebih tinggi. Argumennya adalah bahwa hukum adalah cenderung ke kualitatif, bukan kuantitatif.

Terdapat korelasi positif antara waktu proses hukum dengan besarnya nilai yang diperkarakan. Artinya, semakin besar kasus korupsi yang diperkarakan, maka semakin lama proses hukum yang berlangsung. Argumennya adalah bahwa semakin besar nilai uang yang diperkarakan maka semakin rumit juga pembuktiannya sehingga memerlukan proses hukum yang lebih panjang.

Terdapat korelasi negatif antara tingkat intelektualitas dengan tingginya jabatan publik. Berarti semakin tinggi jabatan publik seseorang, baik di pemerintahan atau di partai, maka semakin rendah intelektualitasnya. Bahkan, para ahli kesulitan menemukan otak sebagai sumber intelektualitas pada para pucuk pimpinan. Argumennya adalah bahwa semakin tinggi jabatan publik, maka semakin tinggi dedikasi kepada rakyat, sehingga tidak memperhatikan kondisi dirinya, termasuk otaknya.

Terdapat korelasi positif antara kualitas toilet dengan kinerja. Semakin tinggi atau baik kualitas toilet, maka semakin tinggi pula kinerja seorang pejabat. Argumennya adalah bahwa output kinerja mereka sama persis dengan output mereka waktu di toilet.


Dilema Mahasiswa

Seorang mahasiswa dipanggil seorang dosen statistik karena tidak pernah mengikuti mata kuliahnya. Sang dosen berusaha untuk bersikap sabar dan dengan nada ramah menanyakan alasan mahasiswa tersebut.

Mahasiswa: Saya tidak masuk karena materi dan gaya penyampaian Bapak membosankan, sehingga membuat saya mengantuk.

Dosen: (berusaha untuk tetap sabar). Lalu mengapa Saudara tidak datang dan tidur saja? Sekedar memenuhi persyaratan kehadiran.

Mahasiswa: Suara Bapak sangat keras, sehingga membuat saya tidak bisa tidur!

Dosen: !@#$%$##@!@#$%&


Statistik bikin cepat tua?

Seorang eksekutif muda yang mempunyai permasalahan statistik, menemui sebuah biro yang membantu permasalahan statistik. Dia ditemui oleh seorang pria yang wajahnya sudah relatif tua, rambut putih dan kerut-kerut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya sudah tidak muda lagi.

Setelah mengutarakan keperluannya, statistikawan 'tua' tersebut segera memahami dan bersedia membantu eksekutif muda tersebut. Meskipun relatif tua, tapi statistikawan tersebut masih tahan memandangi komputer dengan sederetan angka yang rumit.

"Hmm..hebat juga orang tua ini?!" gumam Si eksekutif muda tersebut.

Akhirnya permasalahan selesai dengan baik. Si eksekutif muda mengucapkan terima kasih, dan mulai berbicara santai

"Wah, Anda ternyata hebat juga. Masih tahan melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan mata dan pikiran", kata Si Eksekutif muda.

"Ah, biasa saja Pak", sahut si statistikawan merendah.

"Ngomong-ngomong, berapa usia Anda?", tanya Eksekutif muda.

"Tahun ini 29 tahun Pak!" jawab statistikawan santai.

Eksekutif muda: (dalam hati) makanya jangan keseringan melototin angka *&*&!@#^$&%^&&$^#&^$ cepet tua tuh.......


Alasan Kuliah Jurusan Statistik

Alkisah, dua orang sahabat yang baru saja lulus SMA berbincang tentang jurusan yang akan dipilih di Perguruan Tinggi. Anak yang satu berkata," Aku pengin kuliah di Kedokteran, nanti kalau sudah jadi dokter, pasti aku kaya!"

"Ah, kalau aku mau kuliah di jurusan Statistik saja!", sahut teman yang satunya.

"Lho kenapa? Kenapa tidak kuliah di Teknik atau Akuntansi saja?" tanya anak yang pertama.

"Kata orang, dengan statistik, kita bisa menyelesaikan setengah dari permasalahan hidup kita! Percuma kaya raya tapi kalau hidup banyak masalah", jawabnya.

"Tapi kan masih ada setengah masalah hidup yang lain!" sergah anak yang ingin jadi dokter.

"Gampang," sahut anak tersebut," Aku mau kuliah sampai S2, jadi semua masalah hidupku bisa terselesaikan!"


Dokter Jiwa dan Non Parametrik

Para ahli statistik mengusulkan agar para dokter spesialis jiwa diberikan mata kuliah statistik non parametrik tingkat lanjut. Menurut mereka, dokter spesialis penyakit jiwa harus menguasai dengan baik statistik non parametrik, karena bekerja dengan subjek yang tidak normal.


Survey tentang Perceraian

Sebuah survey menunjukkan bahwa pernikahan tanpa didasari cinta cenderung gagal, karena mana mungkin sanggup hidup bertahun2 dengan orang yang tidak dicintai.

Survey lain menunjukkan bahwa pernikahan yang didasari cinta cenderung gagal. Mengapa? Karena cinta sering membutakan mata dan logika dalam mengambil keputusan.


Tunggu Sedetik Lagi

Alkisah, para ahli statistik sedunia berkumpul dalam suatu simposium terbesar yang pernah ada di bumi ini. Setelah bekerja siang dan malam, akhirnya para ahli statistik tersebut menemukan koefisien regresi yang spektakuler dan merupakan maha karya manusia terbesar sepanjang sejarah. Mereka menemukan koefisien bahwa satu sen bagi Tuhan sama dengan satu milyar dollar bagi manusia dan satu detik bagi Tuhan sama dengan sejuta tahun bagi manusia.

Setelah melakukan selebrasi, maka pemimpin tertinggi dari komunitas tersebut memohon kepada Tuhan:

"Tuhan, kami sudah tahu semuanya, dan kami mohon berilah kami satu sen saja. Suatu jumlah yang sangat kecil bagi Engkau yang Maha Pemurah".

Tuhan menjawab dengan tenang:

"Baiklah. Tapi Aku ambil dulu ya....tidak lama kok, paling cuma SEDETIK!!!!"

Kumpulan Humor Statistik (4)

Statistikawan dan Surga

Alkisah, tiga orang sedang mengantri di akhirat, yaitu politikus, pengacara dan statistikawan. Malaikat penjaga surga melihat catatan dan segera menyuruh politikus masuk ke surga. Berikutnya, malaikat tersebut juga membuka pintu surga bagi pengacara. Ketika melihat statistikawan, malaikat menutup pintu surga dan membuka pintu neraka.

Spontan, ahli statistik protes kepada malaikat. Malaikat yang sabar membuka catatan dan berkata,

"Maaf, politikus tadi telah membuat banyak kebijakan yang mensejahterakan rakyat. Demikian juga dengan pengacara tadi yang telah membela orang yang tidak bersalah. Akan tetapi, selama hidupmu di dunia, kamu hanya melakukan perhitungan saja, dan tidak pernah membuat kesimpulan, apalagi berbuat sesuatu!"


Mahasiswi dan Dosen Statistik

Seorang mahasiswi yang sangat alergi dengan mata kuliah statistik berniat menemui dosen statistik yang masih terbilang relatif muda. Setelah masuk ke ruangan dosen, segera mahasiswi tersebut menggoda dosen dan berkata,

"Pak, saya bersedia melakukan apa saja asalkan saya mendapat nilai A untuk mata kuliah statistik!" Sang dosen menatap dalam-dalam sambil berkata,

"Apa maksud saudari?" Merasa mendapat angin baik, mahasiswi tersebut segera melepas ikat rambutnya sehingga terurai, berjalan dengan seksi dan berlutut di hadapan dosen.

"Saya bersedia melakukan apa saja! Apapun yang Bapak minta!" katanya penuh makna. Dosen menatap lebih dalam sambil menunduk, melepas kaca matanya dan berkata,

"Benar kamu mau melakukan apa saja?" Mahasiswi mengangguk sambil tersenyum. "Tidak ada yang tahu akan hal ini?" Mahasiswi kembali mengangguk dengan puas.

"Baiklah", kata dosen, "maukah kamu...........BELAJAR!!!!!!!"


 2 - 3 = -1

Tiga orang profeor, dalam bidang psikolog, biologi dan statistik sedang santai sambil minum kopi di kantin kampus. Tepat di hadapan mereka, terdapat satu rumah kosong. Suatu saat, dua orang masuk ke dalam rumah tersebut, dan setelah sekitar setengah jam, keluarlah tiga orang dari dalam rumah tersebut. Profesor Psikologi berkata,

"Ah, rupanya persepsi saya tentang jumlah orang yang masuk ke rumah itu salah. Mungkin unconcious state saya yang lebih dominan"

"Ah, itu hanyalah proses biologi sederhana, adanya pertukaran enzim dalam lingkungan yang kondusif akan menciptakan spesies baru," sahut profesor biologi.

"Bicara apa kalian ini?" tukas profesor statistik. "Itu hanya penjumlahan sederhana yang sudah diajarkan di Sekolah Dasar. Jika nanti ada satu orang lagi masuk ke rumah itu, maka tidak ada orang di dalam rumah tersebut!"


Statistik Narapidana

Seorang peneliti baru saja merilis suatu hasil penelitian tentang intelejensi para koruptor di Indonesia. Salah satu hasil kesimpulan penelitian tersebut adalah bahwa rata-rata intelejensi para koruptor tersebut adalah rendah, sehingga mereka terjerumus untuk melakukan tidak tercela tersebut. Dalam satu seminar seorang peserta bertanya,

"Dari mana Anda mendapatkan subjek untuk diteliti?"

"Dari penjara!" jawab sang peneliti mantap.

"Ya jelas saja", sambung penanya, "koruptor yang cerdas dengan intelejensi tinggi tentunya tidak tertangkap!"


Sampel Belum Cukup

Suatu saat di republik tercinta terjadi kasus meninggalnya rakyat jelata karena menderita kelaparan. Spontan terjadi kekacauan di media massa, apalagi tidak lama kemudian terungkap kejadian serupa di berbagai belahan negara. Presiden merasa perlu turun tangan dengan memanggil instansi terkait untuk menganalisis penyebab kejadian tersebut secepatnya.

Waktu berlalu, ternyata kejadian itu semakin banyak terungkap di publik. Sementara itu, laporan perkembangan kasus dari instansi terkait tidak kunjung juga selesai. Sang Presiden sudah mulai gerah dan memanggil segenap instansi terkait.

"Bagaimana ini, laporan belum kunjung juga selesai. Apakah harus menunggu kejadian ini terulang terus menerus???" sergah Presiden.

Salah satu bawahannya berkata,

"Betul Pak, kami merencanakan untuk melakukan analisis parametrik, jadi kami menunggu agar sampelnya terpenuhi. Ya minimal 30-lah!"


ANOVA

Suatu saat, seorang statistikawan junior bertanya kepada rekannya yang sudah lebih berpengalaman dalam hal statistik tentang cara mencari perbedaan rata-rata dari beberapa kelompok.

"Kamu dapat menggunakan Uji ANOVA", jawab rekannya.

"Lho tapikan ANOVA menguji varians, sedangkan yang saya cari adalah perbedaan rata-rata?" tanya si junior.

"Memang betul, tapi dengan mengetahui perbedaan varians terbesar dan terkecil kita dapat memberikan adjustment tentang perbedaan rata-rata yang kamu cari tersebut!"

"Wah, rupanya anda belum paham permasalahan saya", sahut si junior yang membuat rekannya naik pitam.

"Baiklah", sergah sang senior, "Silahkan cari saja perbedaan rata-ratanya. Lalu tempelkan perbedaan rata-rata itu di jidatmu!"

(Rata-ratanya tentulah berbeda, akan tetapi apakah perbedaan itu signifikan secara statistik atau tidak, itu yang menjadi permasalahan)


Statistik Keselamatan

Seorang mahasiswa jurusan statistik pemalas, sedang nongkrong di sebuah jembatan penyeberangan jalan di dekat kampusnya. Dosen walinya yang melihat itu menegur dan berkata:

"Saudara telah ketinggalan mata kuliah banyak sekali, eh.. kok malah nongkrong di sini?"

"Ini saya sedang menerapkan ilmu statistik Pak", sahut mahasiswa membela diri. Lalu melanjutkan perkatannya,"Orang yang melewati jembatan ini, meskipun hanya 2 menit, secara statistik lebih aman dibandingkan yang tidak melewatinya. Ini saya bahkan sekitar 2 jam, jadi tentunya lebih aman!"


Usia Statistik

Seorang anak berumur 7 tahun bertemu dengan anak lain yang keduanya merupakan anak dari pakar statistik.

"Berapa umurmu?" tanyanya

"Aku tidak tahu", jawab temannya.

"Baiklah, aku akan mencoba menebak berapa usiamu. Pernahkah kamu menyesali pekerjaan ayahmu?"

"Belum pernah. Memang mengapa?"

"Kalalu begitu, umurmu pasti 6 tahun!!!"


Surga dan Statistikawan, Lagi

Alkisah, Sang Penjaga Surga sudah mulai lelah dan letih dalam meneliti dan menentukan siapa yang harus masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Beberapa penghuni surga yang prihatin dengan hal tersebut menyarankan untuk menggunakan teknik-teknik statistik untuk memudahkan pekerjaan, mengingat penduduk dunia yang sudah mencapai milyaran.

Sang Penjaga surga setuju dengan usulan itu dan berniat menggunakan teknik statistik untuk memudahkan pekerjaannya. Akan tetapi, hari demi hari, bulan demi bulan, niat itu tidak terlaksana juga.

Alih-alih, rupanya Sang Penjaga surga tidak menemukan adanya ahli statistik yang menghuni surga!!!


Tiga Sifat Statistikawan

Konon hanya ada tiga sifat yang dipunyai oleh seorang statistikawan. Malangnya, setiap statistikawan hanya dapat memiliki dua dari sifat tersebut. Tiga sifat tersebut adalah cerdas, jujur dan taat pada penguasa.

Jika seorang statistikawan jujur dan taat pada penguasa, biasanya tidak cerdas.

Jika seorang statistikawan jujur dan cerdas, biasanya tidak taat penguasa.

Dan jika seorang statistikawan cerdas dan taat pada penguasa, biasanya tidak jujur

Kumpulan Humor Statistik (3)

Anekdot Statistikawan

Tiga orang profesor ahli purbakala tersesat di sebuah lembah yang curam, sepi dan mencekam. Ketika mereka sedang berdiskusi tentang cara keluar dari lembah tersebut. Satu dari mereka mempunyai ide untuk berteriak, karena gemanya akan terdengar berulang-ulang. Maka salah seorang di antara mereka berteriak sekuat tenanga:

"Halooo..., kami di mana?" dan teriakan itu bergema berulang-ulang sampai beberapa menit.

Akhirnya, setelah 15 menit menunggu terdengar jawaban:

"Halo...., kalian tersesat!"

Satu dari antara ahli purbakala tersebut berkata, "Itu pasti jawaban profesor statistik!" Kedua rekannya tertegun dan bertanya:

"Dari mana kamu tahu?"

"Ada tiga alasan", jawabnya. "Pertama, dia terlalu lama untuk menjawab; kedua, dia selalu benar; dan ketiga; jawabannya tidak berguna sama sekali!" 


Jin dan Statistikawan

Suatu ketika, seorang ahli statistik menemukan sebuah lampu ajaib. Ketika tanpa sengaja dia menggosoknya, maka keluarlah Jin yang langsung berkata,

"Hai....Tuan...saya akan memenuhi tiga permintaanmu. Akan tetapi, karena sebagai Tuan selalu menyatakan bahwa diri Anda sangat bermanfaat bagi orang lain, maka dua orang politikus di seberang jalan itu akan mendapatkan dua kali dari apa yang Tuan minta".

Statistikawan tersebut berpikir, bahwa tidak ada ruginya meskipun ada orang lain yang mendapatkan lebih, maka dia berkata'

"Saya minta sebuah mobil mewah!"

Dan segeralah sebuah mobil mewah tersedia di hadapannya. Akan tetapi, dua politikus yang kebetulan berada di seberang jalan juga mendapatkan masing-masing dua buah mobil mewah serupa.

"Permintaan kedua", kata statistikawan tersebut, "Aku minta uang Satu milyard!"

Segera sekantung uang semilyar ada di hadapannya. Statistikawan tersebut menoleh dan melihat bahwa dua politikus masing-masing mendapatkan 2 milyard. Lama-lama dia mulai gerah.

"Baiklah, ini permintan ketiga. Saya ingin mendonorkan satu mata saya kepada orang lain, agar saya lebih berguna bagi orang lain!"


Statistik dan Kebijakan Pemerintah

Suatu saat, seorang menteri melapor kepada presiden tentang hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan jumlah rakyat miskin,

"Begini Pak Presiden, setiap 1% pertumbuhan ekonomi, berarti jumlah rakyat miskin akan berkurang sekitar 1 juta orang". Tampak Presiden manggut-manggut, "akan tetapi Pak, dalam kondisi krisis global seperti ini, sangat sulit untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi!"

"Baiklah", jawab Presiden. "Kalau begitu, kita ambil kebijakan yang memberatkan rakyat miskin saja, sehingga mereka akan berkurang dengan sendirinya karena terbebani oleh kebijakan itu. Bukankah berkurangnya rakyat miskin akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi?"


Ahli Statistik Sok Tahu

Suatu saat, seorang ahli statistik mendapatkan bahwa bagian yang paling 'vital' darinya yaitu (maaf) telurnya yang sebelah kiri berubah warna menjadi biru. Segera dia menemui dokter, menceritakan permasalahannya dan berkata,

"Dok, berapa persen kemungkinan kelainan ini berakibat fatal?" tanyanya dengan mantap. Dokter menjawab,

"Maaf Pak, saya harus memeriksa dulu."

"Tidak usah. Langsung saja jawab pertanyaan saya!" jawab ahli statistik tersebut.

"Hmm, agak sulit tanpa memeriksa, akan tetapi kemungkinan pasien selamat dari gangguan seperti ini hanya 1 banding 10, artinya 9 pasien akan mengalami akibat yang lebih parah!"

"Baiklah, kalau begitu, segera ambil saja!" Meskipun dokter tersebut membantah, tapi ahli statistik tersebut menerangkan teori probabilitas dengan rumit sehingga akhirnya dokter tersebut menuruti kemauannya.

Sekitar dua minggu kemudian, ahli statistik menemui dokter itu lagi dan berkata,

"Wah, dok, sepertinya sudah menular ke yang sebelah kanan karena sekarang juga berwarna biru. Segera ambil saja!" Dokter tersebut menolak, tapi ahli statistik tersebut malah menerangkan kembali teori probabilitas, sehingga akhirnya dokter tersebut menurut.

Dua minggu lagi, dokter tersebut disuruh mengambil kemaluan ahli statistik karena juga telah berwarna biru. Dokter tersebut kembali menuruti perintah.

Sekitar sebulan kemudian ahli statistik kembali datang dan menunjukkan paha kirinya yang juga berubah menjadi biru. Si ahli statistik menyerah dan meminta dokter untuk memeriksanya.

"Well.. sepertinya ini tidak terlalu bermasalah", kata dokter setelah memeriksa. "Ternyata hanya celana jeans Anda saja yang luntur!"


Syarat Menjadi Ahli Statistik

Tahukah Anda syarat utama untuk menjadi ahli statistik. Syarat utamanya adalah bahwa Anda harus NORMAL, atau setidaknya, dapat DITRANSFORMASIKAN sehingga menjadi NORMAL.


Diasumsikan

Suatu saat, tiga orang profesor, profesor fisika, profesor kimia dan profesor statistik terdampar di sebuah pulau terpencil ketika sedang melakukan perjalanan untuk sebuah penelitian. Ketika mereka telah kelaparan, mereka menemukan sebuah kaleng berisi makanan, akan tetapi malangnya, mereka tidak bisa membuka kaleng tersebut.

"Begini saja", kata profesor fisika, "kita dapat menggunakan gaya yang tinggi untuk menekan kaleng itu, sehingga kaleng tersebut tidak mampu menahan gaya dan akan terbuka!"

"Tidak bisa", sahut profesor kimia, "kita panaskan saja kaleng itu, sehingga panas dalam kaleng akan meningkat selaras hukum termodinamika dan akan mendorong isi kaleng tersebut keluar!"

"Ah, saya punya cara yang lebih bagus!" kata profesor statistik, "Pertama, KITA ASUMSIKAN BAHWA KITA PUNYA ALAT PEMBUKA KALENG........"


Signifikansi

Suatu ketika, Presiden sedang menerima laporan pertumbuhan ekonomi dari para menteri bidang terkait. Koordinator menteri melaporkan:

"Tahun ini kita mengalami pertumbuhan ekonomi negatif sebesar 1,5% Pak", demikian bunyi laporannya.

Presiden manggut-manggut, lalu melirik kepala Biro Statistik sambil berkata,

"Saya pikir itu tidak masalah. Signifikansi kan 5% jadi masih di bawah itu!"


Statistikawan dan Neraka

Alkisah, para penghuni neraka yang kegerahan karena siksa yang mereka dapat memohon kepada Sang Khalik, agar melakukan survey tentang karakteristik penghuni neraka dan surga, agar dapat dibagikan kepada penghuni bumi. Tujuannya adalah agar para penghuni bumi dapat mempersiapkan diri agar tidak menghuni neraka seperti mereka.

Sang Khalik setuju dan mulailah dilakukan survey tersebut. Dalam waktu singkat, hasil survey karakteristik penghuni neraka telah selesai dan diserahkan kepada Sang Khalik. Dia menerima dengan baik dan akan memberikannya kepada penghuni bumi bersamaan dengan hasil survey dari surga yang ternyata belum kelar.

Setelah ditunggu beberapa lama, hasil survey dari surga tak kunjung kelar. Utusan-Nya segera menghubungi penghuni surga untuk menanyakan hal tersebut. Penghuni surga menjawab bahwa mereka ternyata kesulitan melakukan survey tersebut karena di surga tidak ada ahli statistik!!!!


Pencitraan

Suatu saat, kondisi perekonomian sedang mengalami saat-saat terburuk dan keresahan masyarakat mulai muncul. Presiden mengumpulkan segenap stafnya dan mencari solusi yang paling tepat. Salah satu menterinya memberikan masukan,

"Kita minta bantuan ahli statistik saja Pak. Mereka paling jago untuk menciptakan kesan baik di tengah-tengah keburukan ekonomi seperti ini!"


Lagi, Cerita tentang Kemungkinan

Seorang agen rahasia menyatakan bersedia untuk menjalankan suatu misi penting yang sangat berbahaya, termasuk keselamatan nyawanya. Temannya heran dan berkata,

"Hebat, saya salut. Ini misi yang sangat berbahaya dan sudah banyak teman kita yang gagal dan meninggal dalam tugas!"

"Yah, saya tahu itu", jawabnya. "Kemungkinan keberhasilan hanya 10% dan saya sudah menghitung bawah telah ada 9 teman kita yang gagal dalam misi ini!"

Kumpulan Humor Statistik (2)

Artikel ini lanjutan dari artikel humor statistik yang sebelumnya.

Cerita Teori Kemungkinan

Seorang sarjana statistik sedang mengikuti test masuk salah satu perusahaan. Ketika melihat bahwa semua pertanyaannya adalah benar dan salah, maka dia berpikir untuk menyelesaikannya dengan menggunakan teori peluang, yaitu dengan melemparkan koin. Begitulah yang dia lakukan, melempar koin, lalu menulis jawaban, melempar koin lagi, menulis jawaban lagi, demikian seterusnya.

Setelah beberapa waktu, semua peserta telah selesai menyerahkan jawabannya, kecuali si ahli statistik tadi. Penjaga yang mengetahui hal tersebut mendekatinya dan bertanya:

"Maaf Pak, bukankah Anda hanya menjawab berdasarkan lemparan koin, lalu mengapa begitu lama?"

Dia menjawab tanpa melihat siapa yang bertanya:

"Hmmm, ini saya sedang memeriksa kembali jawaban saya, apakah benar atau salah!!!" 


Tips Kesehatan ala Statistik

Statistik telah membuktikan! Tahukah Anda, bahwa orang yang mengalami ulang tahun lebih banyak, secara statistik lebih panjang umur dari pada orang yang mengalami ulang tahun lebih sedikit!


Tarif Olah Data

Seorang yang sedang kesulitan menginterpretasikan sebuah permasalahan statistik menemui seorang ahli statistik dan bertanya:

"Saya sudah mengerjakan sendiri regresi berganda ini, akan tetapi tidak memenuhi uji asumsi klasik. Berapa tarif anda untuk menyelesaikan permasalahan itu?"

"Satu juta rupiah untuk tiga pertanyaan!" jawab ahli statistik santai.

"Ah, mahal sekali?" tukas calon klien,"Bukankah itu masalah sederhana bagi Anda"

"Ya, belum tentu juga", jawab ahli statistik, "Sekarang apa pertanyaan anda ketiga?"


Lagi, Cerita tentang Rata-rata

Seorang dosen statistik mendapati microwave di rumahnya rusak dan terus menerus meningkat suhunya. 'Wah ini harus segera dimatikan agar tidak semakin panas', katanya dalam hati. Akan tetapi, celaka, ternyata tombol power microwave sudah ikut memanas sehingga tangannya tidak tahan untuk mematikannya.

Tiba-tiba dosen tersebut mempunyai ide brillyan, menarik mesin pendingin di dekatnya dan mulai menyusun rencana. 'Tangan kananku memegang tombol power microwave yang panas, dan tangan kiriku masuk ke mesin pendingin, dengan demikian, secara rata-rata aku akan baik-baik saja!'


Pengemis dan Statistikawan

Seorang pengemis memohon sedekah kepada seorang ahli statistik yang setiap hari terbiasa bergelut dengan angka-angka.

"Kasihani saya pak", isak pengemis, "sudah tiga hari saya belum makan!"

"Hmm...", jawab statistikawan, "lalu bagaimana perbandingannya dengan tahun lalu pada periode yang sama?"


Otak Statistikawan

Seorang kanibal ingin makan otak dan menanyakan menu otak kepada pelayan. Dengan sigap, pelayan restoran menjawab:

"Otak statistikawan Rp. 10 ribu, otak pengacara Rp. 20 ribu, otak politikus Rp. 30 ribu dan otak pengacara yang juga politikus Rp. 40 ribu".

Sang kanibal mengernyitkan dahi, dan bertanya,

"Mengapa harganya seperti itu? Apakah berdasarkan kualitas?"

"Tidak", jawab pelayan restoran segera, "itu berdasarkan kemampuan menghasilkan uang!"


Cerita tentang Sampling (Lagi)

Suatu saat, seorang politisi dari sebuah partai mengkritisi hasil survey sebuah lembaga survey yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan telah turun menjadi di bawah 50% saja. Kata politisi tersebut, "Adalah sangat tidak masuk akal, menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja, tapi dianggap mewakili sekian ratus juta orang!".

Pihak lembaga survey mencoba menerangkan tentang teknik pengambilan sampling, dari random sampling, non random sampling, bahkan sampai teori tentang central limit. Akan tetapi politisi tersebut tetap menolak, katanya, "Anda terlalu banyak berteori, tapi tidak sesuai dengan fakta. Kebenaran hasil survey itu masih sangat diragukan karena hanya menggunakan pendapat dari sekian ribu orang saja. Penduduk di Indonesia adalah ratusan juga!" Peneliti masih bersabar dengan mencoba menerangkan kembali, mengulang teori tentang proportioned sampling, stratified sampling, snow ball sampling dan berbagai teori yang lain. Karena politisi tersebut masih ngotot, maka peneliti tadi berkata,

"Baiklah Pak, suatu saat, ketika Anda sakit dan memerlukan test darah, tolong bilang kepada petugasnya untuk MENGAMBIL SEMUA DARAH ANDA!"


Cerita tentang Odds Ratio

Seorang ahli statistik menyatakan bahwa dirinya tidak akan menaiki pesawat terbang jika ingin bepergian. Alasannya adalah bahwa berdasarkan hasil risetnya, kemungkinan sebuah pesawat terkena bom adalah 1 banding 1.000.000 atau sering disebut odds ratio.

Suatu saat, ketika bepergian keluar kota untuk suatu seminar, ahli tersebut menggunakan pesawat terbang. Cukup mengherankan, sehingga seorang koleganya bertanya:

"Mengapa Anda naik pesawat terbang? Apakah sudah ada riset terbaru?"

"Ya", jawab sang ahli. "Riset saya yang terbaru adalah dengan 2 buah bom. Jadi odds ratio untuk dua bom adalah 1 banding sejuta kali 1 banding sejuta, atau sekitar 1 banding 1 trillyun. Sebuah kemungkinan yang sangat kecil sehingga masuk akal bagi saya untuk menaiki pesawat terbang. Manipulasi yang saya lakukan agar memperoleh Odds ratio sekecil itu adalah dengan selalu membawa bom sendiri ketika naik pesawat terbang!"


Cerita Teori Kemungkinan (Lagi)

Seorang pasien yang akan menjalani sebuah operasi yang sangat kecil keberhasilannya bertanya pada dokter:

"Dokter, apakah Anda yakin dengan keberhasilan operasi ini?"

"Sangat yakin!", jawab dokter mantap.

"Dari mana Anda yakin, bukankah ini operasi yang hampir mustahil keberhasilannya?" tanya pasien lagi.

Dokter dengan tenang menjawab:

"Secara teori, dari 10 kali operasi ini, hanya 1 yang berhasil. Dan kami telah melakukan operasi serupa sebanyak 9 kali dan semuanya meninggal"


Cerita tentang Sampel

Tiga orang profesor, satu profesor fisika, satu profesor kimia dan satu orang profesor statistik terjebak dalam sebuah kebakaran di sebuah gedung. Dalam kondisi yang panik, profesor fisika berkata:

"Aku tahu apa yang harus kita lakukan. Kita harus mendinginkan material yang sedang terbakar sampai di bawah titik bakarnya. Dengan demikian, materi tersebut menjadi tidak terbakar dan kita selamat"

"Tidak," kata profesor kimia,"yang paling tepat kita lakukan adalah menghalangi suplay oksigen ke dalam api, sehingga api tersebut akan kehabisan energi untuk terbakar dan kita akan selamat."

Ketika dua orang profesor tersebut sibuk berdebat tentang hal itu, profesor statistik sibuk berpindah tempat dari satu titik api ke titik api yang lain. Kedua profesor yang lain bertanya:

"Apa yang sedang kamu lakukan? Itu sangat berbahaya!"

Profesor statistik menjawab:

"Saya sedang mencari sampel yang layak untuk dianalisis dan menentukan solusi yang tepat untuk menyelamatkan kita berdasarkan data yang ada!"

Kumpulan Humor Statistik (1)

Terkadang, kita akan merasa rileks ketika kita bisa mentertawakan diri sendiri, sehingga segala sesuatu menjadi lebih jernih untuk diselesaikan. Kami merangkum berbagai humor statistik dari berbagai sumber untuk Anda simak ketika sedang merasa jenuh. Perlu kami informasikan bahwa humor tersebut kebanyakan bukan kami yang mengarang. Akan tetapi kami sulit untuk menentukan siapa yang mengarang karena satu humor sering ditampilkan oleh beberapa situs. Jika Anda mengetahui siapa yang mengarang pertama kali silahkan beritahukan kepada kami dan akan kami cantumkan. Meskipun demikian, ada juga yang dikarang oleh kami sendiri.


Statistik Kecelakaan
Seorang mahasiswa statistik selalu mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi ketika melewati sebuah perempatan jalan. Temannya bertanya:

"Hei, mengapa kamu selalu ngebut kalo lewat perempatan situ?"

Jawabnya:
"Heh...loh tau kagak. Statistik kecelakaan di perempatan itu tinggi sekali. Paling tinggi di seluruh kota ini. Makanya gua kagak mau lama2 di situ!!


Keakuratan Quick Count
Alkisah, penjaga surga mulai kewalahan dalam menentukan siapa yang harus masuk neraka dan siapa yang berhak masuk surga. Ini dikarenakan semakin lama semakin banyak manusia dan juga semakin pandai dalam berargumen tentang dosa atau perilaku yang mereka lakukan.

Ide cemerlang muncul dalam tim penjaga surga tersebut, yaitu dalam metode penghitungan amal dan dosa manusia dengan menggunakan metode quick count. Segera mereka menyusun metode perhitungan dosa dan amal manusia secara cepat dengan metode quick count. Jika berhasil, ini akan membuat pekerjaan mereka lebih ringan.

Akhirnya mereka berhasil menyusun metode quick count dosa dan amal manusia. Mereka menghadap Tuhan untuk mempresentasikan hasil ini. Setelah selesai mempresentasikan metode itu, Tuhan tampak manggut-manggut, puas, lalu berkata, “Ada versi lain gak?”


Mahasiswa Santai
Seorang Dosen melihat seorang mahasiswanya sedang duduk-duduk santai di siang bolong. Dosen bertanya:

“Mengapa kamu santai-santai saja?
“Lha memang gimana Pak?” tanya mahasiswa.
“Jangan buang-buang waktumu. Belajarlah yang rajin agar kamu jadi pintar”.
“Memang kalau sudah pintar terus kenapa Pak?” tanya mahasiswa. Dosen dengan sabar menjelaskan
“Nanti kamu bisa dapat nilai bagus, bisa lulus dengan predikat bagus. Dengan demikian kamu bisa mencari pekerjaan yang bagus dan kamu bisa dapat hidup dengan layak, punya uang yang banyak!”
“Terus?” mahasiswa itu masih mengejar. Dosen menjawab dengan nada agak meninggi,
“Nah, pada saat itulah, kamu bisa bersantai-santai dan menikmati hidup!” Mahasiswa tampak cuek dan menjawab,
“Lha menurut Bapak, sekarang ini saya sedang apa?"


Quality Control
Suatu ketika, tampak seorang wanita yang masih relatif muda, berpendidikan tinggi di sebuah kereta api dengan tiga orang anak kecil di sebelahnya. Akan tetapi, eksekutif muda tersebut malah sibuk dengan laptop dan sama sekali tidak memperhatikan ketiga anak tadi. Ketiga anak tadi menangis atau melakukan apapun, sama sekali tidak diperhatikan oleh orang tersebut.

Di depannya, ada seorang ibu-ibu yang mulai tidak tahan dan berkata:

"Hei, tolong anak anda dijaga dan dirawat! Berilah mereka perhatian dan tanggung jawab!"

Si wanita terpelajar mendongak dan berkata dengan nada ketus

"Mereka bertiga bukan anak saya!"

"Lalu mengapa mereka bersama dengan Anda? Saya lihat ketiganya naik kereta bersama Anda. Jangan bohong, bertanggung jawablah!, sahut orang di depannya.

Dengan nada tertahan, wanita terpelajar tadi menjawab:

"Baiklah, saya adalah seorang profesor statistik termuda yang pernah ada. Karena kepintaran saya, maka saya dikontrak oleh sebuah perusahaan kondom, untuk mengecek kualitas produk mereka secara statistik, karena tidak mungkin melakukan pengechekan terhadap keseluruhan produk. Nah itulah kelebihan dan kepintaran saya".

"Lalu apa hubungannya dengan ini?" orang tadi agak kebingungan.

"Begini, saya menggunakan toleransi sebesar 1%", lanjut statistikawan pintar, "dan ternyata memang ada produk yang gagal. Customer protes dan perusahaan membebankan semua kerugiannya kepada saya!"


 Setengah IYA, Setengah TIDAK
Seorang ahli statistik dipenjarakan selama 20 tahun oleh pengadilan setempat. Dalam suatu, kesempatan, statistikawan tersebut sempat berkeluh kesah dengan seorang reporter televisi:

"Saya heran sekali dengan vonis 20 tahun tersebut. Pada awalnya, saya merilis hasil penelitian saya yang otentik tentang perilaku anggota DPR yang terhormat. Judulnya adalah 'SETENGAH DARI ANGGOTA DPR TERNYATA KORUPTOR!'
Hari berikutnya, saya mendapatkan somasi dari DPR yang keberatan dengan judul tersebut dan mengancam akan menuntut saya penjara 10 tahun karena pencemaran nama baik".

"Lalu mengapa Anda divonis 20 tahun?" tanya reporter.

"Yah begitulah. Saya takut dipenjara. Maka hari berikutnya judul penelitian saya ganti agar tidak menyinggung para anggota dewan yang terhormat. Akan tetapi, entah kenapa, mereka malah menjebloskan saya ke penjara dengan hukuman lebih berat, 20 tahun" jawab si statistikawan sedih.

"Kalau boleh tahu, judulnya diganti apa?" selidik reporter. Statistikawan itu menjawab:

"Saya ganti menjadi "SETENGAH DARI ANGGOTA DPR TERNYATA BUKAN KORUPTOR!"


Biaya Olah Data
Suatu saat, seorang yang memerlukan layanan jasa olah data statistik data ke sebuah lembaga yang memberikan layanan tersebut. Dia ditemui oleh seorang yang kelihatan pintar dan terjadilah percakapan ini:

"Berapa biaya yang diperlukan untuk jasa analisis data seperti ini?" tanyanya kepada si analis data.
"Hmm, kira-kira sekitar Rp. 3 juta." jawab si analis.
"Ah, mahal sekali", sahutnya, "untuk analisis seperti ini, lembaga XXX hanya sekitar Rp. 500rb!" jawab orang itu tadi sambil menyebutkan perusahaan lain yang sejenis.

Si analis data tenag-tenang saja dan balik bertanya:
"Lalu mengapa Anda tidak mengolahkan data di sana saja?"
"Di sana sedang penuh!" sergahnya. Orang tadi merasa menang dan berharap biaya olah datanya dapat diturunkan. Si analis data dengan tenang berkata:
"Di sini, kalau sedang penuh, harganya hanya Rp. 10 rb!!"

*&;*&;!@#^$&;%^&;&;$^#&;^$!!@@@#@#


Humor Statistik: Rata-rata dan Standar Deviasi
Sudah ada banyak sekali artikel tentang rata-rata dan standar deviasi, baik serius maupun sedikit berbau humor. Berikut adalah salah satunya (artikel ini sudah beredar banyak di dunia maya, jadi bukan kami yang mengarang untuk pertama kalinya).

Alkisah, Si Roy yang berusia 19 tahun diajak ke sebuah pesta oleh temannya, Budi. Menurut Budi, pesta itu akan didatangi oleh cewek-cewek yang rata-rata berusia 17 tahun. Wuih, Roy sangat bersemangat dengan harapan mendapatkan kenalan banyak cewek, siapa tahu ada yang cocok untuk dijadikan pacar.

Pada hari yang telah ditentukan, Roy yang datang dengan berdandan abis-abisan ternyata kecewa berat dengan tamu yang datang ke pesta itu. Ternyata yang datang adalah ibu-ibu dengan anaknya masing-masing yang masih kecil. Spontan Roy protes berat ke Budi temanya. Si Budi dengan enteng menjawab:
"Eh tahu gak. dari 3 ibu-ibu tersebut, semuanya berusia 30 tahun dan anaknya berusia 4 tahun. Jadi kalau dihitung rata-ratanya adalah ((3 x 30) + (3 x 4))/6 =  (90+12)/6 = 17 tahun."
Dari cerita tersebut, Budi tidaklah salah.
Di sinilah letak konsep standar deviasi yang sangat penting diletakkan bersama-sama dengan nilai rata-rata. Standar deviasi diukur berdasarkan akar kuadrat dari varians di mana konsep perhitungan sederhana telah dibahas di sini
So, adalah penting untuk menyertakan nilai standar deviasi pada nilai rata-rata agar interpretasi tidak menyesatkan.


Humor Statistik: Tembakan Rata-rata
Tiga orang ahli statistik pergi berburu untuk mencari penyegaran dari angka-angka yang setiap hari mereka geluti. Suatu saat, mereka menemukan seorang rusa sedang melintas di depan mereka. Segera ahli statistik yang pertama menembakan senapannya. Dorr....dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa. Ahli statistik kedua ganti menembak, dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa tersebut. Ahli statistik ketiga tidak menembak tetapi langsung berteriak menyerukan keberhasilan:
"Hore, secara rata-rata kita telah berhasil"


Humor Statistik: Politikus Awam Statistik
Dalam sebuah kampanye, seorang politikus menyerukan janji yang membuat masyarakat senang:

"Hadiri sekalian. Mengingat kondisi perekonomian yang semakin sulit, maka saya sudah menyiapkan berbagai strategi agar kita hidup lebih makmur. Jika saya terpilih, saya berjanji akan membuat pendapatan rakyat SEMUANYA BERADA DI ATAS RATA-RATA!!!! Itu janji saya yang pasti akan saya tepati."


Humor Statistik: Cerita tentang Variabel Kontrol
Seorang ahli statistik wanita baru saja melahirkan anak kembar dua. Sang suami masuk ke ruangan bersalin dan bersyukur atas anugerah itu dan berkata:

"Kita beruntung mendapatkan dua anak sekaligus. Kita berdua akan mendidik keduanya dengan sebaik-baiknya".
"Jangan", jawab sang istri buru-buru, "kita didik salah satu saja dan yang satunya kita jadikan sebagai variabel kontrol.

Baca Humor Statistik yang lain.

Cari Materi

Berlangganan Gratis Lewat Email ?