Mau Data Anda diolah secara gratis? Klik pada gambar 2 x !! No Tipu

Humor Statistik: Tembakan Rata-rata

Tiga orang ahli statistik pergi berburu untuk mencari penyegaran dari angka-angka yang setiap hari mereka geluti. Suatu saat, mereka menemukan seorang rusa sedang melintas di depan mereka. Segera ahli statistik yang pertama menembakan senapannya. Dorr....dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa. Ahli statistik kedua ganti menembak, dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa tersebut. Ahli statistik ketiga tidak menembak tetapi langsung berteriak menyerukan keberhasilan:
"Hore, secara rata-rata kita telah berhasil"

Baca humor statistik yang lain

Humor Statistik: Rata-rata dan Standar Deviasi

Sudah ada banyak sekali artikel tentang rata-rata dan standar deviasi, baik serius maupun sedikit berbau humor. Berikut adalah salah satunya (artikel ini sudah beredar banyak di dunia maya, jadi bukan kami yang mengarang untuk pertama kalinya).

Alkisah, Si Roy yang berusia 19 tahun diajak ke sebuah pesta oleh temannya, Budi. Menurut Budi, pesta itu akan didatangi oleh cewek-cewek yang rata-rata berusia 17 tahun. Wuih, Roy sangat bersemangat dengan harapan mendapatkan kenalan banyak cewek, siapa tahu ada yang cocok untuk dijadikan pacar.

Pada hari yang telah ditentukan, Roy yang datang dengan berdandan abis-abisan ternyata kecewa berat dengan tamu yang datang ke pesta itu. Ternyata yang datang adalah ibu-ibu dengan anaknya masing-masing yang masih kecil. Spontan Roy protes berat ke Budi temanya. Si Budi dengan enteng menjawab:
"Eh tahu gak. dari 3 ibu-ibu tersebut, semuanya berusia 30 tahun dan anaknya berusia 4 tahun. Jadi kalau dihitung rata-ratanya adalah ((3 x 30) + (3 x 4))/6 =  (90+12)/6 = 17 tahun."
Dari cerita tersebut, Budi tidaklah salah.
Di sinilah letak konsep standar deviasi yang sangat penting diletakkan bersama-sama dengan nilai rata-rata. Standar deviasi diukur berdasarkan akar kuadrat dari varians di mana konsep perhitungan sederhana telah dibahas di sini
So, adalah penting untuk menyertakan nilai standar deviasi pada nilai rata-rata agar interpretasi tidak menyesatkan.

Baca humor statistik yang lain

Simulasi Multikolinearitas pada Regresi Logistik

Uji asumsi klasik yang sering dipergunakan dalam regresi linear berganda adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikolinearitas. Dari keempat uji tersebut, jika kita simak maka uji normalitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi berkaitan dengan nilai residualnya, sedangkan uji multikolinearitas berkaitan dengan variabel bebasnya. Regresi logistik adalah regresi di mana variabel terikatnya adalah dummy, yaitu 1 dan 0. Dengan demikian, residualnya yang merupakan selisih antara nilai prediksi dengan nilai sebenarnya tidak perlu dilakukan ketiga uji tersebut. Akan tetapi untuk uji multikolinearitas, karena hanya melibatkan variabel bebas, maka masih diperlukan uji tersebut. Mannual book SPSS menuliskan ‘Preferably, your predictors should not be highly correlated’. Sedangkan untuk autokorelasi pada time series akan dibahas belakangan.

1.    Objek penelitian
Penelitian menggunakan populasi seluruh perusahaan consumer goods, food and beverages dan tobacco pada Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2008, di mana berdasarkan ICMD terdapat 25 perusahaan. Penelitian ini menggunakan 7 buah variabel bebas dan 1 buah variabel terikat yaitu financial distress. Adapun variabel bebasnya adalah NPM, CR, TATO, ROE, DTA, Posisi Kas dan Pertumbuhan.

2.    Menilai kelayakan model regresi (goodness of fit)
Penelitian menggunakan analisis regresi logistik karena variabel terikat (financial distress) menggunakan variabel dummy yaitu 0 (tidak mengalami financial distress) dan 1 (mengalami financial distress). Jumlah data yang dipergunakan adalah sebanyak 25 x 3 tahun = 75 data dengan mengeluarkan 1 buah data karena tidak memenuhi kriteria. Dengan demikian data yang dipergunakan adalah sebanyak 74 buah.


Promo Domain Murah mulai Rp. 15rb