Mau Data Anda diolah secara gratis? Klik pada gambar 2 x !! No Tipu

Humor Statistik: Probabilitas Cerai

Suatu saat, seorang wanita pakar statistik pulang ke rumah dan mendapati suaminya sedang berdua dengan wanita lain di tempat tidur.

"Astaga! Tak kusangka Kau berbuat seperti ini", katanya kepada suaminya, "99% istri pasti akan meminta cerai melihat hal ini!"
"Tunggu dulu istriku", sahut suaminya yang juga pakar statistik, "Dengarkan dulu penjelasanku!"
"Wanita itu kudapati terkapar di jalan, sendirian dalam kondisi yang menyedihkan. Aku kasihan, lalu aku bahwa pulang. Aku rawat dia. Aku berikan pakaian yang kemungkinannya hanya 5% kamu pakai. Juga sepatu yang hanya 5% kemungkinannya kamu pakai. Ku beri dia makanan yang tingkat kesukaanmu hanya 5%"

Si suami terus menjelaskan bahwa apa yang dia berikan adalah segala sesuatu yang tidak signifikan, karena kurang dari 5% dipergunakan oleh istrinya.
"Oke!" cetus istrinya, "Lalu?"
"Ya begitulah", sambung suaminya, "Ketika aku antar wanita itu sampai ke pintu keluar, dia bertanya lagi kepadaku, apa lagi yang kemungkinan dipergunakan oleh istrimu di bawah 5%?"


Autokorelasi


Uji Autokorelasi merupakan salah satu uji asumsi klasik dalam analisis regresi linear berganda. Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1). Secara sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, jadi tidak boleh ada korelasi antara observasi dengan data observasi sebelumnya. Sebagai contoh adalah pengaruh antara tingkat inflasi bulanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar. Data tingkat inflasi pada bulan tertentu, katakanlah bulan Februari, akan dipengaruhi oleh tingkat inflasi bulan Januari. Berarti terdapat gangguan autokorelasi pada model tersebut. Contoh lain, pengeluaran rutin dalam suatu rumah tangga. Ketika pada bulan Januari suatu keluarga mengeluarkan belanja bulanan yang relatif tinggi, maka tanpa ada pengaruh dari apapun, pengeluaran pada bulan Februari akan rendah.

Uji autokorelasi hanya dilakukan pada data time series (runtut waktu) dan tidak perlu dilakukan pada data pada kuesioner di mana pengukuran semua variabel dilakukan secara serempak pada saat yang bersamaan. Model regresi pada penelitian di Bursa Efek Indonesia di mana periodenya lebih dari satu tahun biasanya memerlukan uji autokorelasi.

Beberapa uji statistik yang sering dipergunakan adalah uji Durbin-Watson atau uji dengan Run Test dan jika data observasi di atas 100 data sebaiknya menggunakan uji Lagrange Multiplier. Beberapa cara untuk menanggulangi masalah autokorelasi adalah dengan mentransformasikan data atau bisa juga dengan mengubah model regresi ke dalam bentuk persamaan beda umum (generalized difference equation). Selain itu juga dapat dilakukan dengan memasukkan variabel lag dari variabel terikatnya menjadi salah satu variabel bebas, sehingga data observasi menjadi berkurang 1.

Humor Statistik: Anda Bukan Statistikawan

Suatu saat, seorang eksekutif yang mempunyai ratusan perusahaan datang kepada seorang ahli statistik dengan membawa setumpuk data untuk dianalisis dan mengambil keputusan. Si ahli statistik menerima tumpukan kertas tersebut, masuk ke dalam suatu ruangan, lalu keluar sambil membawah hasil. Eksekutif tersebut terheran-heran dan bertanya.
"Bagaimana Anda bisa melakukan hal tersebut?"
"Maaf, kami tidak bisa memberitahukannya, karena Anda bukan seorang statistikawan!" jawabnya.

Beberapa lama kemudian, eksekutif datang lagi dengan permasalahan yang sama dan mendapatkan jawaban yang tepat untuk keputusannya. Karena penasaran, dia bertanya bagaimana melakukan hal tersebut, dan mendapatkan jawaban yang sama pula, yaitu bahwa dirinya bukan seorang statistikawan.

Akhirnya eksekutif tersebut bertanya bagaimana caranya menjadi seorang statistikawan. Dia mendapatkan jawaban,
"Statistik bekerja dengan angka-angka yang banyak, jadi sebelum menjadi statistikawan hitunglah rumput di halaman itu dan sampaikan hasilnya kepada saya".

Karena saking penasarannya, sang eksekutif menghitung jumlah rumput di halaman sampai berbulan-bulan sehingga akhirnya mendapatkan angka yang tepat seperti yang diharapkan oleh statistikawan tersebut.
"Baiklah, Anda telah berhasil melewati ujian, sekarang silahkan masuk ruangan saya untuk melihat bagaimana caranya kami melakukan analisi!"

Statistikawan mengajak eksekutif masuk ke ruangan, dan...ternyata ruangan itu benar-benar membuat eksekutif terheran-heran dan takjub luar biasa.
Namun, maaf, ceritanya sampai di sini saja, karena Anda BUKAN STATISTIKAWAN!!!!

Humor Statistik yang lain: Tiga Sifat Statistikawan

Promo Domain Murah mulai Rp. 15rb