Dapatkan Paket Domain dan Hosting Unlimited hanya Rp. 300 rb per tahun

Humor Statistik: Hasil Analisis Kondisi Indonesia

Beberapa pakar statistik dari dalam dan luar negeri bekerja sama untuk melakukan penelitian di Indonesia tentang korelasi dan pengaruh berbagai atribut di Indonesia. Hasilnya agak mencengangkan seperti ini:
  1. Tidak terdapat korelasi antara vonis hukuman dengan besarnya kerugian dalam suatu kasus pidana. Banyak kasus pidana dengan jumlah relatif kecil mendapatkan vonis yang sama dengan kasus pidana yang lebih besar, bahkan ada yang vonisnya lebih tinggi. Argumennya adalah bahwa hukum adalah cenderung ke kualitatif, bukan kuantitatif.
  2. Terdapat korelasi positif antara waktu proses hukum dengan besarnya nilai yang diperkarakan. Artinya, semakin besar kasus korupsi yang diperkarakan, maka semakin lama proses hukum yang berlangsung. Argumennya adalah bahwa semakin besar nilai uang yang diperkarakan maka semakin rumit juga pembuktiannya sehingga memerlukan proses hukum yang lebih panjang.
  3. Terdapat korelasi negatif antara tingkat intelektualitas dengan tingginya jabatan publik. Berarti semakin tinggi jabatan publik seseorang, baik di pemerintahan atau di partai, maka semakin rendah intelektualitasnya. Bahkan, para ahli kesulitan menemukan otak sebagai sumber intelektualitas pada para pucuk pimpinan. Argumennya adalah bahwa semakin tinggi jabatan publik, maka semakin tinggi dedikasi kepada rakyat, sehingga tidak memperhatikan kondisi dirinya, termasuk otaknya.
  4. Terdapat korelasi positif antara kualitas toilet dengan kinerja. Semakin tinggi atau baik kualitas toilet, maka semakin tinggi pula kinerja seorang pejabat. Argumennya adalah bahwa output kinerja mereka sama persis dengan output mereka waktu di toilet.
Baca humor statistik yang lain: Otak Koruptor

Humor Statistik: Otak Koruptor

Alkisah, dirancang suatu penelitian tentang perilaku korupsi di Indonesia, terkait dengan perilaku dan kecerdasan otak dari para koruptor. Teori telah disusun dengan baik, dan tibalah saatnya pengambilan data primer oleh para statistikawan. Alih-alih, mereka kesulitan untuk mencari data tentang kecerdasan otak dari para koruptor. Mengapa? Karena ternyata para koruptor itu TIDAK PUNYA OTAK!!!

Humor Statistik: Probabilitas Cerai

Suatu saat, seorang wanita pakar statistik pulang ke rumah dan mendapati suaminya sedang berdua dengan wanita lain di tempat tidur.

"Astaga! Tak kusangka Kau berbuat seperti ini", katanya kepada suaminya, "99% istri pasti akan meminta cerai melihat hal ini!"
"Tunggu dulu istriku", sahut suaminya yang juga pakar statistik, "Dengarkan dulu penjelasanku!"
"Wanita itu kudapati terkapar di jalan, sendirian dalam kondisi yang menyedihkan. Aku kasihan, lalu aku bahwa pulang. Aku rawat dia. Aku berikan pakaian yang kemungkinannya hanya 5% kamu pakai. Juga sepatu yang hanya 5% kemungkinannya kamu pakai. Ku beri dia makanan yang tingkat kesukaanmu hanya 5%"

Si suami terus menjelaskan bahwa apa yang dia berikan adalah segala sesuatu yang tidak signifikan, karena kurang dari 5% dipergunakan oleh istrinya.
"Oke!" cetus istrinya, "Lalu?"
"Ya begitulah", sambung suaminya, "Ketika aku antar wanita itu sampai ke pintu keluar, dia bertanya lagi kepadaku, apa lagi yang kemungkinan dipergunakan oleh istrimu di bawah 5%?"



Promo Domain Murah mulai Rp. 15rb