Kumpulan Humor Statistik (1)

Terkadang, kita akan merasa rileks ketika kita bisa mentertawakan diri sendiri, sehingga segala sesuatu menjadi lebih jernih untuk diselesaikan. Kami merangkum berbagai humor statistik dari berbagai sumber untuk Anda simak ketika sedang merasa jenuh. Perlu kami informasikan bahwa humor tersebut kebanyakan bukan kami yang mengarang. Akan tetapi kami sulit untuk menentukan siapa yang mengarang karena satu humor sering ditampilkan oleh beberapa situs. Jika Anda mengetahui siapa yang mengarang pertama kali silahkan beritahukan kepada kami dan akan kami cantumkan. Meskipun demikian, ada juga yang dikarang oleh kami sendiri.

Kumpulan Humor Statistik
Kumpulan Humor Statistik

Statistik Kecelakaan
Seorang mahasiswa statistik selalu mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi ketika melewati sebuah perempatan jalan. Temannya bertanya:

"Hei, mengapa kamu selalu ngebut kalo lewat perempatan situ?"

Jawabnya:
"Heh...loh tau kagak. Statistik kecelakaan di perempatan itu tinggi sekali. Paling tinggi di seluruh kota ini. Makanya gua kagak mau lama2 di situ!!


Keakuratan Quick Count
Alkisah, penjaga surga mulai kewalahan dalam menentukan siapa yang harus masuk neraka dan siapa yang berhak masuk surga. Ini dikarenakan semakin lama semakin banyak manusia dan juga semakin pandai dalam berargumen tentang dosa atau perilaku yang mereka lakukan.

Ide cemerlang muncul dalam tim penjaga surga tersebut, yaitu dalam metode penghitungan amal dan dosa manusia dengan menggunakan metode quick count. Segera mereka menyusun metode perhitungan dosa dan amal manusia secara cepat dengan metode quick count. Jika berhasil, ini akan membuat pekerjaan mereka lebih ringan.

Akhirnya mereka berhasil menyusun metode quick count dosa dan amal manusia. Mereka menghadap Tuhan untuk mempresentasikan hasil ini. Setelah selesai mempresentasikan metode itu, Tuhan tampak manggut-manggut, puas, lalu berkata, “Ada versi lain gak?”


Mahasiswa Santai
Seorang Dosen melihat seorang mahasiswanya sedang duduk-duduk santai di siang bolong. Dosen bertanya:

“Mengapa kamu santai-santai saja?
“Lha memang gimana Pak?” tanya mahasiswa.
“Jangan buang-buang waktumu. Belajarlah yang rajin agar kamu jadi pintar”.
“Memang kalau sudah pintar terus kenapa Pak?” tanya mahasiswa. Dosen dengan sabar menjelaskan
“Nanti kamu bisa dapat nilai bagus, bisa lulus dengan predikat bagus. Dengan demikian kamu bisa mencari pekerjaan yang bagus dan kamu bisa dapat hidup dengan layak, punya uang yang banyak!”
“Terus?” mahasiswa itu masih mengejar. Dosen menjawab dengan nada agak meninggi,
“Nah, pada saat itulah, kamu bisa bersantai-santai dan menikmati hidup!” Mahasiswa tampak cuek dan menjawab,
“Lha menurut Bapak, sekarang ini saya sedang apa?"


Quality Control
Suatu ketika, tampak seorang wanita yang masih relatif muda, berpendidikan tinggi di sebuah kereta api dengan tiga orang anak kecil di sebelahnya. Akan tetapi, eksekutif muda tersebut malah sibuk dengan laptop dan sama sekali tidak memperhatikan ketiga anak tadi. Ketiga anak tadi menangis atau melakukan apapun, sama sekali tidak diperhatikan oleh orang tersebut.

Di depannya, ada seorang ibu-ibu yang mulai tidak tahan dan berkata:

"Hei, tolong anak anda dijaga dan dirawat! Berilah mereka perhatian dan tanggung jawab!"

Si wanita terpelajar mendongak dan berkata dengan nada ketus

"Mereka bertiga bukan anak saya!"

"Lalu mengapa mereka bersama dengan Anda? Saya lihat ketiganya naik kereta bersama Anda. Jangan bohong, bertanggung jawablah!, sahut orang di depannya.

Dengan nada tertahan, wanita terpelajar tadi menjawab:

"Baiklah, saya adalah seorang profesor statistik termuda yang pernah ada. Karena kepintaran saya, maka saya dikontrak oleh sebuah perusahaan kondom, untuk mengecek kualitas produk mereka secara statistik, karena tidak mungkin melakukan pengechekan terhadap keseluruhan produk. Nah itulah kelebihan dan kepintaran saya".

"Lalu apa hubungannya dengan ini?" orang tadi agak kebingungan.

"Begini, saya menggunakan toleransi sebesar 1%", lanjut statistikawan pintar, "dan ternyata memang ada produk yang gagal. Customer protes dan perusahaan membebankan semua kerugiannya kepada saya!"


 Setengah IYA, Setengah TIDAK
Seorang ahli statistik dipenjarakan selama 20 tahun oleh pengadilan setempat. Dalam suatu, kesempatan, statistikawan tersebut sempat berkeluh kesah dengan seorang reporter televisi:

"Saya heran sekali dengan vonis 20 tahun tersebut. Pada awalnya, saya merilis hasil penelitian saya yang otentik tentang perilaku anggota DPR yang terhormat. Judulnya adalah 'SETENGAH DARI ANGGOTA DPR TERNYATA KORUPTOR!'
Hari berikutnya, saya mendapatkan somasi dari DPR yang keberatan dengan judul tersebut dan mengancam akan menuntut saya penjara 10 tahun karena pencemaran nama baik".

"Lalu mengapa Anda divonis 20 tahun?" tanya reporter.

"Yah begitulah. Saya takut dipenjara. Maka hari berikutnya judul penelitian saya ganti agar tidak menyinggung para anggota dewan yang terhormat. Akan tetapi, entah kenapa, mereka malah menjebloskan saya ke penjara dengan hukuman lebih berat, 20 tahun" jawab si statistikawan sedih.

"Kalau boleh tahu, judulnya diganti apa?" selidik reporter. Statistikawan itu menjawab:

"Saya ganti menjadi "SETENGAH DARI ANGGOTA DPR TERNYATA BUKAN KORUPTOR!"


Biaya Olah Data
Suatu saat, seorang yang memerlukan layanan jasa olah data statistik data ke sebuah lembaga yang memberikan layanan tersebut. Dia ditemui oleh seorang yang kelihatan pintar dan terjadilah percakapan ini:

"Berapa biaya yang diperlukan untuk jasa analisis data seperti ini?" tanyanya kepada si analis data.
"Hmm, kira-kira sekitar Rp. 3 juta." jawab si analis.
"Ah, mahal sekali", sahutnya, "untuk analisis seperti ini, lembaga XXX hanya sekitar Rp. 500rb!" jawab orang itu tadi sambil menyebutkan perusahaan lain yang sejenis.

Si analis data tenag-tenang saja dan balik bertanya:
"Lalu mengapa Anda tidak mengolahkan data di sana saja?"
"Di sana sedang penuh!" sergahnya. Orang tadi merasa menang dan berharap biaya olah datanya dapat diturunkan. Si analis data dengan tenang berkata:
"Di sini, kalau sedang penuh, harganya hanya Rp. 10 rb!!"

*&;*&;!@#^$&;%^&;&;$^#&;^$!!@@@#@#


Humor Statistik: Rata-rata dan Standar Deviasi
Sudah ada banyak sekali artikel tentang rata-rata dan standar deviasi, baik serius maupun sedikit berbau humor. Berikut adalah salah satunya (artikel ini sudah beredar banyak di dunia maya, jadi bukan kami yang mengarang untuk pertama kalinya).

Alkisah, Si Roy yang berusia 19 tahun diajak ke sebuah pesta oleh temannya, Budi. Menurut Budi, pesta itu akan didatangi oleh cewek-cewek yang rata-rata berusia 17 tahun. Wuih, Roy sangat bersemangat dengan harapan mendapatkan kenalan banyak cewek, siapa tahu ada yang cocok untuk dijadikan pacar.

Pada hari yang telah ditentukan, Roy yang datang dengan berdandan abis-abisan ternyata kecewa berat dengan tamu yang datang ke pesta itu. Ternyata yang datang adalah ibu-ibu dengan anaknya masing-masing yang masih kecil. Spontan Roy protes berat ke Budi temanya. Si Budi dengan enteng menjawab:
"Eh tahu gak. dari 3 ibu-ibu tersebut, semuanya berusia 30 tahun dan anaknya berusia 4 tahun. Jadi kalau dihitung rata-ratanya adalah ((3 x 30) + (3 x 4))/6 =  (90+12)/6 = 17 tahun."
Dari cerita tersebut, Budi tidaklah salah.
Di sinilah letak konsep standar deviasi yang sangat penting diletakkan bersama-sama dengan nilai rata-rata. Standar deviasi diukur berdasarkan akar kuadrat dari varians di mana konsep perhitungan sederhana telah dibahas di sini
So, adalah penting untuk menyertakan nilai standar deviasi pada nilai rata-rata agar interpretasi tidak menyesatkan.


Humor Statistik: Tembakan Rata-rata
Tiga orang ahli statistik pergi berburu untuk mencari penyegaran dari angka-angka yang setiap hari mereka geluti. Suatu saat, mereka menemukan seorang rusa sedang melintas di depan mereka. Segera ahli statistik yang pertama menembakan senapannya. Dorr....dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa. Ahli statistik kedua ganti menembak, dan ternyata meleset satu meter di sebelah kiri rusa tersebut. Ahli statistik ketiga tidak menembak tetapi langsung berteriak menyerukan keberhasilan:
"Hore, secara rata-rata kita telah berhasil"


Humor Statistik: Politikus Awam Statistik
Dalam sebuah kampanye, seorang politikus menyerukan janji yang membuat masyarakat senang:

"Hadiri sekalian. Mengingat kondisi perekonomian yang semakin sulit, maka saya sudah menyiapkan berbagai strategi agar kita hidup lebih makmur. Jika saya terpilih, saya berjanji akan membuat pendapatan rakyat SEMUANYA BERADA DI ATAS RATA-RATA!!!! Itu janji saya yang pasti akan saya tepati."


Humor Statistik: Cerita tentang Variabel Kontrol
Seorang ahli statistik wanita baru saja melahirkan anak kembar dua. Sang suami masuk ke ruangan bersalin dan bersyukur atas anugerah itu dan berkata:

"Kita beruntung mendapatkan dua anak sekaligus. Kita berdua akan mendidik keduanya dengan sebaik-baiknya".
"Jangan", jawab sang istri buru-buru, "kita didik salah satu saja dan yang satunya kita jadikan sebagai variabel kontrol.

Baca Humor Statistik yang lain.
Share:

Statistik adalah Seni (?)

Melihat dari judulnya saja, mungkin sudah kelihatan aneh. Statistik, biasanya sangat terkait dengan data yang relatif rumit dan seni, biasanya berkaitan dengan sesuatu yang indah. Agak bertolak belakang. Akan tetapi, bisa juga itu merupakan ungkapan yang latah, karena banyak juga ungkapan yang serupa, misalnya sepak bola adalah seni, atau bahkan, seni berperang!!

Setidaknya, berkaitan dengan normalitas, Wilfrid J. Dixon dan Frank J. Massey, Jr dalam bukunya Pengantar Analisis Statistik (1997) terjemahan oleh Sri Kustamini Samiyono dan Zanzawi Soejoeti, halaman 483 menulis: Pemilihan metode untuk …….., sampai saat ini tetap merupakan suatu seni.
Statistik Adalah Seni
Statistik Adalah Seni

Ungkapan itu memang tidak mewakili semua pendapat para pakar statistik, tapi setidaknya, ada yang menganggap bahwa statistik tetap merupakan sesuatu yang indah. Mungkin benar mungkin tidak, tapi Einstein juga pernah mengatakan bahwa ada hubungan antara matematika dengan musik. Atau mungkin ungkapan Pythagoras yang mengatakan bahwa harmoni dalam nada selaras dengan harmoni angka-angka dalam matematika.

Bagaimana dengan Anda?

Share:

Prediksi Kegagalan Usaha Bank dengan Regresi Logistik

Penelitian menggunakan analisis regresi logistik karena variabel terikat (kegagalan usaha bank) menggunakan variabel dummy yaitu 0 (tidak mengalami kegagalan usaha bank) dan 1 (mengalami kegagalan usaha bank).

1. Menilai kelayakan model regresi (goodness of fit)

Nilai -2 Log Likelihood pada Beginning Block adalah sebesar 34,929 pada iterasi ke-5. Nilai tersebut merupakan nilai Chi Square yang dibandingkan dengan nilai Chi Square pada tabel dengan df sebesar N – 1 = 63 – 1 = 62 pada taraf signifikansi 0,05 yaitu sebesar 81,381. Tampak bahwa -2 Log Likelihood < Chi Square tabel (34,929 < 81,381) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model dengan konstanta saja dengan data. Hal ini menunjukkan bahwa model dengan konstanta saja telah fit. Berikut adalah nilai -2 Log Likelihood dalam penelitian ini:


Tabel 1 Iteration History(a,b,c) dengan Konstanta
Tabel 1 Iteration History(a,b,c) dengan Konstanta

Selanjutnya, pengujian fit atau tidaknya model dengan data dilakukan dengan memasukkan variabel bebas sebanyak 2 buah sehingga mempunyai df sebesar 63 – 2 - 1 = 60 dan mempunyai nilai chi square tabel sebesar 79,0819 pada signifikansi 0,05. Sedangkan nilai -2 Log Likelihood dengan memasukkan variabel bebas adalah sebagai berikut:

Tabel 2 Iteration History (a,b,c) dengan Variabel Bebas
Tabel 2 Iteration History (a,b,c) dengan Variabel Bebas

Tampak bahwa nilai -2 Log Likelihood < Chi Square tabel (19,151 < 79,0819) yang menunjukkan bahwa model dengan memasukkan variabel bebas adalah fit dengan data. Hal ini menunjukkan bahwa model layak untuk dipergunakan.

Jika ingin melihat selisih dari kedua nilai di atas yaitu antara Blok 0 dengan Blok 1, maka dilakukan dengan mengurangkan nilainya yaitu 34,929 – 19,151 = 15,778 dan Program SPSS juga menampilkan selisih tersebut yaitu sebagai berikut:

Tabel 3 Omnibus Test
Tabel 3 Omnibus Test

Tampak bahwa selisihnya adalah sebesar 15,778 dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) yang menunjukkan bahwa penambahan variabel bebas memberikan pengaruh nyata terhadap model, atau dengan kata lain model dinyatakan fit.

Lebih lanjut, untuk melihat apakah data empiris cocok dengan model (tidak ada perbedaan antara model dengan data) dilakukan dengan melihat nilai Hosmer and Lemeshow Test yaitu sebagai berikut:

Tabel 4 Hosmer and Lemeshow Test
Tabel 4 Hosmer and Lemeshow Test

Nilai Chi Square tabel untuk df 8 pada taraf signifikansi 0,05 adalah sebesar 15,5073 sehingga Chi Square hitung < Chi Square tabel (0,334 < 15,5073). Tampak juga bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 1,00 (> 0,05) yang menunjukkan bahwa model dapat diterima dan pengujian hipotesis dapat dilakukan.

Untuk melihat kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians ketepatan penyampaian laporan keuangan, digunakan nilai Cox dan Snell R Square dan Nagelkerke R Square sebagai berikut:

Tabel 5 Model Summary
Tabel 5 Model Summary

Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,521 yang lebih besar dari pada Cox dan Snell R Square, yang menunjukkan bahwa kemampuan kedua variabel bebas dalam menjelaskan varians kegagalan usaha bank adalah sebesar 52,1% dan terdapat 47,9% faktor lain yang menjelaskan varians kegagalan usaha bank. Untuk melihat ketepatan model yang dibentuk dilihat dengan Klasifikasi tabel sebagai berikut:

Tabel 6 Classification Table (a,b)
Tabel 6 Classification Table (a,b)

Sampel yang tidak mengalami kegagalan usaha bank (0) adalah sebanyak 58 perusahaan. Hasil prediksi model pada Tabel di atas adalah 56 perusahaan tidak mengalami kegagalan usaha bank (0) dan 2 perusahaan mengalami kegagalan usaha bank (1). Berarti terdapat 2 prediksi yang salah atau 56 prediksi yang tepat sehingga prediksi yang benar adalah sebanyak 56/58 = 96,6%. Sedangkan untuk perusahaan yang mengalami kegagalan usaha bank, diprediksi salah semua oleh model. Dengan demikian tabel di atas memberikan nilai overall percentage sebesar 56/63 = 88,9% yang berarti ketepatan model penelitian ini adalah sebesar 88,9%.

2. Pengujian Hipotesis

Setelah diperoleh model yang fit terhadap data, maka langkah selanjutnya adalah dilakukan uji hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian ini. Berikut adalah hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini:

Tabel 7 Uji Hipotesis
Tabel 7 Uji Hipotesis

Berdasarkan hasil pada tabel tersebut, dapat disusun persamaan regresi logistik sebagai berikut:

Keterangan:
X1 = Altman
X2 = Size
P = Probabilitas

Interpretasi terhadap persamaan tersebut beserta uji hipotesis akan diberikan sebagai berikut:
1) Hipotesis 1
Taraf signifikansi untuk variabel Altman adalah sebesar 0,443. Nilai tersebut di atas 0,05 sehingga diinterpretasikan bahwa variabel Altman tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kegagalan usaha bank. Dengan demikian hipotesis 1 dalam penelitian ini yang berbunyi “Diduga ada pengaruh Metode Altman terhadap tingkat kegagalan usaha bank” tidak dapat diterima.

2) Hipotesis 2
Taraf signifikansi untuk variabel ukuran perusahaan adalah sebesar 0,042. Nilai tersebut di bawah 0,05 sehingga diinterpretasikan bahwa variabel ukuran perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kegagalan usaha bank. Nilai konstanta adalah negatif yang menunjukkan bahwa pengaruh antara ukuran perusahaan terhadap kegagalan usaha bank adalah negatif. Dengan demikian hipotesis 2 dalam penelitian ini yang berbunyi “Diduga ada pengaruh negatif besaran (size) terhadap tingkat kegagalan usaha bank” diterima. Konstanta dari variabel adalah sebesar -2,720. Dengan demikian maka nilai e-2,719= 0,066. Sehingga jika diasumsikan variabel yang lain tetap, maka semakin tinggi ukuran perusahaan maka kemungkinan mengalami kegagalan usaha bank menurun 0,066 kali dibandingkan perusahaan yang mengalami penurunan ukuran perusahaan.
Share:

Artikel Terbaru

Translate

Instagram

Instagram
Gabung Instagram Kami

Artikel Terbaru

Jual Data Laporan Keuangan Perusahaan yang Listing di BEI Tahun 2020

Setiap perusahaan yang telah go public wajib untuk menyerahkan laporan keuangan ke badan otoritas, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawa...

Artikel Populer Seminggu Terakhir

Komentar Terbaru

`

Ingin menghubungi kami untuk kerja sama?

Nama

Email *

Pesan *