Cara Mengatasi Angket yang Tidak Valid dengan SPSS Versi 23

Beberapa pertanyaan masuk ke kolom komentar, yang kurang lebih isinya adalah, Bagaimana jika angket saya tidak valid? Atau apa yang harus dilakukan jika angket tidak valid, atau kurang lebih seperti itu. Pertanyaan serupa juga bisa terjadi pada uji reliabilitas, jadi, apa yang harus dilakukan jika angket yang disebarkan kepada responden tidak reliabel? 

Sebenarnya jawabannya sederhana dan sudah diketahui oleh penanya. Jika indikatornya relatif banyak, tinggal dikeluarkan item yang tidak valid. Demikian seterusnya sampai semuanya valid. Para penanya biasanya menghindari jawaban yang menyatakan untuk mengulang penyebaran kuesioner :) Jadi jika bisa dikeluarkan yang dikeluarkan saja yang tidak valid. Masalahnya adalah bahwa item yang digunakan sedikit atau sangat sedikit dalam satu konstruk atau variabel. Misalnya mereka hanya menggunakan 2 atau 3 indikator saja, sehingga jika dikeluarkan tentunya akan habis.... Nah di sini banyak penanya yang mencari solusi untuk itu.

Dalam artikel ini akan digunakan variabel X dengan 8 indikator yaitu X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7 dan X8. Angket disebarankan kepada 50 responden lalu diuji validitasnya. Pengujian validitas dengan metode Korelasi Pearson dengan alat bantu SPSS Versi 23. Adapun outputnya adalah sebagai berikut:

Output Uji Validitas Pearson dengan SPSS Versi 23

Tampak bahwa ada 2 indikator yang tidak signifikan atau tidak valid, yaitu indikator X2 dan X7. Maka X2 kita keluarkan dulu karena R hitungnya lebih kecil dari pada X7. Setelah X2 dikeluarkan, maka hati-hati, skor totalnya juga harus kita revisi bukan penjumlahan dari X1 sd X8 tetapi dikurangi dengan X2. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Uji Validitas tanpa Indikator X2

Indikator X7 ternyata masih tidak valid pada 5% meskipun sebenarnya masih masuk pada taraf 10%. Kita keluarkan indikator X7 dan skor totalnya juga harus dikurangi dengan skor X7, hati-hati ini kadang terlewat sehingga hasilnya kurang tepat. 
Hasil Uji Validitas
Tampak bahwa semua indikator telah signifikan yang juga berarti valid. Dengan demikian, dengan mengeluarkan indikator X2 dan X7 maka semua uji validitas telah terpenuhi. Anda juga dapat menggunakan Microsoft Excel untuk menguji Validitas dengan Pearson.

Hal serupa juga bisa dilakukan dengan metode Corrected Item to Total Correlation. Hasil output pertama adalah sebagai berikut:
Uji Validitas Corrected Item to Total Correlation dengan SPSS Versi 23

Tampak bahwa pada kolom kedua dari kanan, indikator X2 mempunyai nilai negatif, sedangkan X7 positif tetapi nilainya sangat kecil. Nilai ini dibandingkan dengan R yang terdapat pada Tabel. Maka kita keluarkan dulu indikator X2. Kita tidak perlu menghitung skor total dengan metode ini jadi lebih terhindar dari kesalahan, dan nilai R pun sudah dikoreksi dari efek spurious over lap. Hasil uji validitas tanpa indikator X2 adalah sebagai berikut:

Uji Validitas Tanpa Indikator X2

Tampak bahwa indikator X7 masih tidak valid dengan R koreksi sebesar 0,73. Kita keluarkan lagi sehingga memberikan hasil uji validitas sebagai berikut:

Hasil Uji Validitas

Tampak bahwa semua indikator telah valid. Dengan menggunakan metode ini, kita juga langsung dapat memperoleh nilai Cronbach Alpha atau uji reliabilitasnya jika diperlukan. Anda juga dapat menggunakan Excel untuk menguji Corrected Item To Total Correlation.

Demikian salah satu cara yang dapat dilakukan jika angket yang kita sebarkan tidak valid. Tentu ada cara lain, misalnya Anda menyebar ulang jika ada pendapat yang menyatakan bahwa responden yang digunakan tidak sesuai dengan kriteria penelitian. 

Cari Materi

Berlangganan Gratis Lewat Email ?